Selasa, 18 Maret 2008

Pilot AdamAir Dijamin Takkan Nganggur

http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.17.1914115&channel=1&mn=1&idx=16

Laporan wartawan Persda Network Domuara Ambarita

JAKARTA, SENIN - Puluhan kru kabin pesawat terbang yang selama ini menerbangkan 23 pesawat AdamAir terancam kehilangan pekerjaan. Sebab PT Adam Skyconnection Airlines selaku perusahaan penerbangan sedang mengalami goncangan serius pada keuangan, apalagi setelah mitranya PT Bhakti Investama Tbk menarik kepesertaan modal. Pihak penyewa pesawat dari Prancis pun akan menarik semua pesawat.

Walau demikian, para kapten pilot, copilot dan pramugari dihimbau tidak perlu khawatir akan menganggur karena industri penerbangan masih kekurangan seumber daya manusia. Hal itu dikemukakan sejumlah praktisi dan pengamat penerbangan kepada Persda Network, Senin (17/3). Mereka adalah Vice President Sriwijaya Air Kapten Harwick Lahunduitan, Mantan Direktur Utama PT Mandala Air, Kolonel (Purnawirawan) Suhadi, dan pengamat penerbangan Chepy Nasution.

"Pilot di dunia dibutuhkan. Jadi semua perusahaan pasti menampung pilot (dari penerbangan yang tutup). Itu sudah pasti 100 persen, karena pilot masih kurang. Bukan hanya Sriwijaya Air, kalau pilot-pilot AdamAir mau mencari penerbangan, semua maskapai yang ada di Indonesia pasti buka pintu lebar-lebar karena masih kekurangan pilot," ujar Kapten Harwick.

Saat ini, kata Kapten Harwick, Sriwijaya Air memiliki 53 set pilot, atau 106 orang yang terdiri atas kapten dan copilot. "Saat ini, kami masih kurang pilot sekitar 20-25 set pilot untuk pengembangan. Kami tidak bisa berkembang karena masih kekurangan pilot. Kalau ada pilot masalah pengembangan pesawat masalah gampang," kata Harwick.

Mantan Direktur Utama PT Mandala Air, Kolonel (Purnawirawan) Suhadi, mengatakan hal senada. "Di Indonesia masih butuh sekali aircrew seperti kapten pilot, copilot dan pramugari," kata Suhadi.

Sekarang ini, masih banyak airliner baru seperti antaranya Linux Air, dan Lorena Air yang mengajukan izin operasional ke Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara (DSKU), Departemen Perhubungan.

"Pilot-pilot AdamAir jangan khawatir. Sebaiknya, kalau AdamAir betul-betul tutup, pilot-pilot ini larinya kepada airliner baru. Airliner yang baru-baru ini akan butuh banyak pilot. Asalkan manejemen AdamAir juga cepat melepas karyawannya, jangan memikirkan masalah-masalah internal conflict karena bagaimanapun mereka perlu menghidupi anak-anaknya," ujar Suhadi.

Pengamat penerbangan, Chepy Nasution mengatakan permintaan terhadap pilot sangat besar, sehingga seorang pilot tidak akan sampai menjadi pengangguran. "Pilot tidak akan menganggur. Sebab sekarang demand pilot sangat tinggi. Kalau pilot-pilot AdamAir keluar, sudah banyak yang nungguin. Nggak di Indonesia, di Arab sana, seperti di Qatar banyak buruh pilot," ujar Cheppy Nasution, seorang pilot yang sering mengikuti reli penerbang.

Chepy yang memiliki komunitas penerbang di Pondok, Cabe, Tangerang, mengatakan perusahaan penerbangan di dunia sangat kekurangan pilot. "Sekarang di Jakarta ada tiga sekolah penerbang yang eksis. Itu saja siswanya sudah pada di-booking semua. Mereka langsung diikat perusahaan penerbangan, apalagi pilot yang sudah jadi di penerbangan komersial, pasti tidak akan nganggur" ujar Chepy.

Tidak ada komentar: