Minggu, 21 Desember 2008

Tumor Sebesar Anggur Bersarang di Batang Otak Tiara

* Anak 2 Tahun Lumpuh karena Tumor Otak

LUCU, dan aktif. Ngoceh banyak, berjalan lincah, berbicara lancar dan bahkan bernyanyi pintar, jauh di atas anak-anak seusianya. Itulah Tiara Ariani, bayi di bawah usia tiga tahun. Senin (22/12) ini usianya genap 2 tahun 4 bulan. "Orang-orang bilang, untuk seusia anak saya, dia termasuk sangat aktif," kata Feni Juliana, ibunda Tiara Ariani kepada Persda Network, Minggu (21/12).

"Saya sedih, tiba-tiba anak saya abnormal. Kaki kiri dan tangan kiri tidak bisa bergerak. Mulut tidak bisa bicara, makan pun harus lewat selang. Anak saya kok tiba-tiba seperti terkena stroke," ujar Muhammad Yani, ayah sang bayi.

Ya, Tiara Ariani memang batita yang lucu dan aktif. Saking aktifnya, dan perkembangan berjalan cepat, anak tunggal pasangan Yani dan Feni lebih dini langsung dimasukkan sekolah bermain (Play Grup) dekat rumah kontrakan mereka di Komplek Walikota Blok C-8 No 1, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.

Namun kelucuan dan keaktifan Tiara terancam hilang. Ibu dan ayahnya yang sering tertawa terbahak-bahak oleh omongan lucu si anak, saat ini justru dirundung duka lara nesatapa. Sekarang Tiara hanya tergolek lemah di rumah sakit. Dia tidak dapat makan normal melalui mulut. Pun tidak mampu berbicara. Tiara dirawat di kamar 757 RS Siloam, Karawaci, Banten.

Anak semata wayang mereka sedang terbaring lemah di rumah sakit. Bukan penyakit ringan semacam diare, flu-pilek, atau demam berdarah sekalipun.

"Anak saya divonis mengidap tumor pada otak, dan harus dioperasi dalam waktu cepat," ujar Yani yang tak kuasa menahan tangis mengisahkan derita yang dihadapi bayi seusia Tiara. Feni, ibu Tiara, mengimbuhkan, "Kalau dia mau minta sesuatu, dia hanya bisa menunjuk, sambil menangis. Sedih saya melihat."

Keluhan Tiara menurut Kepala Neuro Science Center RS Siloam dr Eka Julianta Wahjoepramono, tiba-tiba lemah kedua lengan dan tungkai yang membuatnya tergeletak lumpuh, susah menelan, mata terganggu, dan bernafas sulit. "MRI tampak tumor batang otak sebesar buah anggur, berdarah. Diagnosa penyakit ini sangat langka pada anak seusia itu, yakni cavernoma batang otak yang mengalami bleeding," ujar Eka.

Tahun 2001 dr Eka yang juga pendiri Yayasan Otak Indonesia, tahun 2001, pernah menangani kasus serupa yang menimpa Ardiansyah, pemuda yatim piatu asal Cilegon, Banten. Sewaktu datang, Ardiansyah dalam kondisi kritis. Dia terancam lumpuh, buta dan napasnya putus. Penyakitnya bukan penyakit biasa, melainkan masih sangat langka yakni tumur bersarang di batang otak.

** *
Butuh Dana
Tiara menunggu operasi. Sayangnya, pihak keluarga tidak memiliki dana yang cukup. Ibu dan ayahnya sama-sama tenaga pemasaran. Muhammad Yani, ayahnya, sales perusahaan rokok, dan dan Feni pada toko buku. "Kami tidak memiliki mampu menyediakan untuk operasi dan kamar saya yang mencapai Rp 50 juta," kata Muhammad Yani.

Selama seminggu perawatan di satu RS di kawasan Ciledug saja, Yani-Feni telah mengeluarkan biaya lebih dari Rp 5 juta. Ditambahn biaya MRI otak sebesar Rp 2 juta.

Tiara dipastikan mengidap tumor otak. Setelah melalui proses Ctscan dan MRI, Satbu (20/12). Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah suatu alat kedokteran di bidang pemeriksaan diagnostik radiologi , yang menghasilkan rekaman gambar potongan penampang tubuh / organ manusia dengan meng-gunakan medan magnet. Ada pun Computed Tomography Scanner (CT scan). MRI menggunakan magnit , dan CT scan menggunakan sinar X. Pemeriksaan MRI dan CT scan saling melengkapi.

Tim bedah yang akan mengoperasi Tiara, dr Julius July SpBS, juga mengatakan keluarga tidak memiliki dana. "Kami ada pasien anak-anak yang butuh bantuan dana. Dia mengidap tumor jinak batang otak. Potensial bisa di tolong. Kami rencanakan untuk pembedahan baginya. Mohon bantuan dana," kata dr Julius July, salah satu tim dokter yang akan menangani operasi Tiara.

Feni, ibunda Tiara Ariani tak dapat menahan tangis saat berbicara per telepon dengan Persda Network. Dia berharap, ada pihak-pihak yang bersedia membantu untuk operasi anak tunggal mereka.

"Saya sangat berahrap semoga anak kami lekas sembuh. Semoga bisa sembuh dan normal lagi seprti semula, bisa berjalan dan bicara, bercanda normal," pinta dia penuh harap.

Feni menuturkan sebagai anak aktif, memang Tiara sering terjatuh saat bermain. Tetapi tidak sampai kepala terbentur akibat terjatuh. Karena itu, menurut dia, penyakit pada otak anaknya bukan karena kelalaian orang tua atau perawatan. "Menurut dokter tidak kaitannya dengan terbentur, melainkan tumor ini bawaan lahir," ujar Feni. (Persda Network/domuara damianus ambarita)

2 komentar:

Adi Permana bin H Ali Basrah bin Barihun bin Taib bin Katar mengatakan...

Kasihan batita itu, semoga Allah menyembuhkannya dan kedua orangtuanya bersabar dalam menghadapi cobaan tersebut. Amin...........

PREDIKSI TOGEL mengatakan...

PREDIKSI TOGEL SGP/HK YANG AKAN TEMBUS HARI INI
22/Des/2014

Anda ingin jadi pemenang berikutnya........????????info selengkap
segera hub mbah nonci:085-217-134-666 Ramalan ini sudah terbukti tidak pernah gagal dan selalu tembus,bisa untuk togel SINGAPURA,HONGKONG,MACAU KOREA,LAOS,SIDNEY,MALAYSIA,KIM,NEW ZELAN,DLL angka 2D.3D.4D.SHIO.CB.sudah terbukti ke ampuhannya.

ANDA SERIUS INGIN MENDAPAT KEMENANGAN
HUB MBAH NONCI:085-217-134-666

Jika betul anda yakin dan percaya adanya mahluk gaib,dan ingin jadi pemenang berikutnya seperti saya malam ini menang/jp di angka togel SINGAPURA 4D 5495 pemberian dari hasil ritual mbah nonci pada saya,,,???Segera hub MBAH NONCI : 085-217-134-666
Anda pasti akan mendapat angka kemenangan.!!!