Indeks Anjlok 600 Poin dalam 10 Hari
* Resesi Ekonomi Amerika Hantam Pasar Modal
Ada kekhawatiran, resesi perekonomian
Amerika mengulang kasus subprime mortgage
yang melanda banyak perusahaan,
dan merugikan sampai miliaran dolar
Farial Anwar
Pengamat Mata Uang
Sentimen negatif ini masih dipicu
oleh kekhawatiran atas prospek
pertumbuhan ekonomi AS
yang mempengaruhi kinerja ekspor
negara-negara di kawasan regional
Kiki Widyasari
Kepala Divisi Humas BEI
Jakarta, Persda- Dampak resesi perekonomian Amerika Serikat semakin menggila dan kian terasa. Pasar modal di kawasan Asia Pasifik, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pun bergolak sepanjang Selasa (22/1). Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjloknya tak terkendali, hanya dalam waktu sepuluh hari melorot 600 poin.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup pada level Rp 2.294,524 melorot 191,355 atau melemah 7,70 dari sehari sebelumnya di level Rp 2.485,879. Saham 45 perusahaan liquid (LQ45) merosot 45,687 poin atau 8,65 persen dari 528,426 menjadi 482,739, dan saham 100 perusahaan top (Kompas-100) melemah 8,28 persen atau 51,417 poin dari 621,259 menjadi 569,842.
Hanya ada sedikit perusahaan yang menguat antara lain PT Sarasa Nugraha Tbk (SRSN), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), dan PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI)
Sedangkan saham paling besar terpukul berutur-turut mulai PT Telkom Tbk (TLKM), PT Astra Insternasional Indonesia Tbk (ASII), PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Managing Director Currency Management Group/ Pengamat Mata Uang Farial Anwar mengatakan pelemahan ini sebagai fenomena gila-gilaan.
"Ini fenomena gila-gilaan. Ini dampak dari resesei perekonomian di Amerika. Ada kekahwatiaran, resesi perekonomian di sana tidak terselesaikan, dan bahkan bisa mengulang subprime mortgage yang melanda banyak perusahaan, fund manager dan investor dan merugikan sampai miliaran dolar sejak pertengahan tahun 2007," ujar Farial dalam perbicangan dengan Persda Network, Selasa (22/1).
Farial mencatat, pada 11 Januari 2008, IHSG mencapai level tertinggi tahun ini, yakni 2.830. "Hari ini IHSG ditutup di level 2.200-an, ini artinya dalam sepuluh harian anjlok 600 poin. Ini betul-betul gilaan-gilaan. Inilah konsekuensi dari pasar yang bubble, menggelembung tanpa fondasi yang kuat. Indeks maju tak gentar, tapi tidak didukung fundamental perusahaan yang baik. Ketika terjadi suatu isu, pasar langsung panik maka terjadilan panic selling," terang Farial.
Kepala Divisi Humas BEI, Friderica Widyasari Dewi melontarkan pernyataan senada dengan Farial Anwar. Kiki, panggilan Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pergerakan IHSG pada sepanjang Selasa kembali dipengaruhi oleh panic selling yang melanda bursa saham di Asia Pasifik sehingga membuat saham semakin anjlok.
"Sentimen negatif ini masih dipicu oleh kekhawatiran atas prospek pertumbuhan ekonomi AS yang mempengaruhi kinerja ekspor negara-negara di kawasan regional," ujar Kiki Widyasari, Finalis Putri Ayu Tingkat Nasional tahun 1996 dan Fotomodel/Peragawati Terbaik Yogyakarta tahun 1997 dalam pernyataan tertulisnya.
Bukan hanya Bursa Efek Indonesia yang bergolak, melainkan hampir semua pasar modal Asia Pasifik. "Bahkan bursa saham di Mumbai di Indian, sempat menghentikan sementara perdagangannya karena indeks di bursa tersebut sempat terpuruk hingga lebih dari 10 persen," tandas Kiki.
Ia mengatakan, saham-saham serktor pertambahan dan pertanian yang sebelumnya mampu menopang pergerakan indeks turut melemah seiring turunnya harga-harga komoditas di pasar internasional.
Pada 1 Agustus 2007, kasus subprime mortgage di AS menjadi penyebab krisis finansial dunia. Bank dan lembaga pembiayaan memberikan prime mortgage kepada konsumen dengan track record pembayaran baik (prime consumer). Sedangkan subprime mortgage diberikan kepada individu dengan catatan kredit yang kurang baik (subprime consumer).
Pendanaan subprime mortgage meningkat seiring dengan booming sektor perumahan, namun diduga terjadi kekeliruan manajemen kredit. Banyak konsumen subprime yang memiliki rumah besar di luar kemampuan dia untuk mencicilnya karena bunga yang ditawarkan lebih murah dari yang seharusnya.
Akibatnya, kredit subprime menjadi bermasalah alias kredit macet yang melilit banyak perbankan dan perusahaan di pasar modal seperti Citi Bank , UBS, dan Merrill Lynch. Dampak selanjutnya, kata farial Anwar, indeks di DowJones ambruk seterusnya merambat ke hampir seluruh pasar uang dunia, di Eropa hingga Asia, termasuk di Indonesia. (Persda Nework/domuara ambarita)
Rabu, 23 Januari 2008
Indeks Anjlok 600 Poin dalam 10 Hari
Posted by
domu.damianus.ambarita.blog
at
1/23/2008 06:12:00 PM
0
comments
Labels: Berita Finance
Gempa Nias Tewaskan Satu Anak
JAKARTA, PERSDA- Gempa yang mengguncang Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Rabu (23/1) dini hari, menelan satu korban jiwa. Adiputra (11), keponakan Komandan Daerah Rayon Militer (Danramil) Lahewa, Kapten Infantri F Jaluhu. Korban merupakan tamu yang berkunjung ke rumah dinas di Asrama Kodim 0213/Nias.
"Gempa yang terjadi tadi pagi mengakibatkan satu orang korban meninggal, anak-laki-laki berusia 11 tahun. Yang meninggal keponakan Pak Jaluhu, kebetulan sedang berkunjung dari kampung ke rumah Pak Jaluhu," ujar Komandan Distrik Militer (Dandim) 0213/Nias Letkol CZI Ferry K Arubinata dihubungi via telepon seluler dari Jakarta.
Menurut Letkol Ferry, gempa menyebabkan kerusakan tiga bangunan di asrama Kodim. Bangunan itu adalah satu mes tanpa penghuni, satu rumah dihuni keluarga Danramil Lahewa Kapten Infantri F Jaluhu, satu rumah lagi didiami keluarda Sersan Dua Supriadi, anggota Kodim.
Dandim 0213/Nias Letkol CZI Ferry K Arubinata melanjutkan, akibat gempa itu juga mencederai empat orang lainnya. Dua orang luka berat yakni Ny Ujialuhu (61), kakak ipar Kapten Jaluhu, Gafamu Jaluhu (anak laki-laki berusia 10 tahun) dan Kartika Jaluhu (11), keluarga Kapten Jaluhu. Kemudian Dimas Nyoto (10), dan Aria Ramadan (7), keduanya ank laki-laki Serda Supriyadi.
Berdasarkan data Badan Meterologi dan Geofisika (BMG), gempa mengguncang Nias Lokasi gempa sektiar 24 km barat daya Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara pada 1,16 Lintang Utara - 97,42 Bujur Timur dengan kekuatan 6,2 Skala Richter pada kedalaman 10 Km di bawah permukaan laut.
Pulau Nias rawan gempa. Gunungsitoli pernah dilanda gempa bumi dan tsunami dahyat, yakni 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005. (Persda Network/domuara ambarita)
Posted by
domu.damianus.ambarita.blog
at
1/23/2008 05:41:00 PM
0
comments
Labels: Berita Peristiwa
Rumah Roboh di Nias Baru Setahun Dibangun
* Diduga Menyalahi Standar Konstruksi
JAKARTA, PERSDA
Tiga rumah di asrama Komando Distrik Militir (Kodim) 0213/Nias yang roboh mengakibatkan seorang korban tewas merupakan bangunan baru. Bangunan itu dikerjakan tahun 2006 atas biaya dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias. Namun bangunannya rapuh karena diduga pengerjaannya menyalahi standar konstruksi.
"Rumah ini sebenarnya masih baru, dibangun tahun 2006 dari dana BRR yang dilaksanakan dan diawasi sendiri oleh Kodim Nias. Mungkin ada kesalahan konstruksi sehingga daya mudah roboh kalu kena gempa," ujar Manajer Komunikasi dan Informasi Publik Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias, Emanuel Migo, dihubungi dari Jakarta, Rabu (23/1).
Migo menerangkan di asrama Kodim ini dibangun 10 kopple bangunan, yang terdiri atas 20 unit rumah/pintu. Konstruksi atapnya dibuat dari kerangka besi, dan sebagai pemisah dibuat tembok dari bata.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0213/Nias Letkol CZI Ferry K Arubinata dihubungi via telepon seluler dari Jakarta mengakui terjadi kerusakan pada tiga rumah. Dia menyebutnya rusak ringan, tembok dalamnya dan tembok penahan kuda-kuda roboh.
Lekot Ferry mengakui, pembangunan rumah-rumah itu didanai BRR. Dia pun mengakui kemungkinan ada kesalahan konstruksi, tetapi bukan hal itu sepenuhnya penyebab utama bangunan tidak tahan gempa.
"Faktor konstruksi mungkin juga ada, tapi tidak seluruhnya. Kesalahan kontruksi mungkin terjadi, tetapi tidak sampai menyalahi tender, mungkin ada curi-curi semen. Tapi menurut saya bukan karena kesalah konstruksi saja, mungkin karena tanahnya dekat sekali dengan tepi laut jadi tanahnya labil," ujar Letkol Ferry. (Persda Network/domuara ambarita)
Posted by
domu.damianus.ambarita.blog
at
1/23/2008 05:39:00 PM
0
comments
Labels: Berita Peristiwa
Warga Gunungsitoli Panik dan Berlarian ke Bukit
TAKUTTT...: Air adalah zat paling lunak, tetapi sekali waktu menjadi zat paling keras. Lihatlah bebatuan di pelampiasan pun berlubang-lubang. Air adalah zat dingin, tetapi kalau murka semua diluluhlantakkan, tengoklah banjir dan tsunami. Takuttttt...
* Diguncang Gempa Berkekuatan 6,2 SR
Jakarta, Persda
Gempa berkekuatan besar mengguncang Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Rabu (23/1/2008) dini hari, tepatnya pukul 00:14:56 WIB. Goncangan ini membuat panik masyarakat, mereka berlarian ke luar rumah, bahkan ada yang sempat mengungsi ke perbukitan Lasara.
Berdasarkan data Badan Meterologi dan Geofisika (BMG), gempa mengguncang Nias Lokasi gempa sektiar 24 km barat daya Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara pada 1,16 Lintang Utara - 97,42 Bujur Timur dengan kekuatan 6,2 Skala Richter pada kedalaman 10 Km di bawah permukaan laut.
"Waktu terjadi gempa, semua orang panik berlarian dan terbangun. Saya dan kerluarga juga berlari ke jalan. Mereka yang rumahnya yang dekat tepi laut kelihatannya paling takut, mereka mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena takut terjadi tsunami," ujar Rosmawati, warga Jalan Supomo, Gunungsitoli kawasan Pemkab Nias saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (23/1).
Menurut Rosmawati, guncangan terjadi saat dia dan keluarga sedang tertidur pulas. Namun karena dikagetkan guncangan gempa, ia terbangun. Dan saat bersamaan terjadi kepanikan luar biasa, disertai jerit histeris ketakutan.
Kepanikan warga memang beralasan. Sebab pulau Nias rawan gempa. Gunungsitoli pernah dilanda gempa bumi dan tsunami dahyat, yakni 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005.
Situasi panik terjadi beberpa jam karena ada isu tsunami. "Warga rumah dekat tepi laut, bertahan hingga pukul 03.00. Bahkan ada yang sempat mengungsi ke pegunungan Lasara, sekitar dua kilometer dari pantai. Sedangkan warga yang tinggalnya jauh dari tepi pantai, sejam kemudian sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Ros.
"Tadi malam terjadi kepanikan yang luar biasa. Goncangan memang cuma beberepa detik, tapi besar sekali. Masyarakat keluar rumah dan berhamburan ke jalan. Mereka bertahan di luar rumah sampai satu jam lebih karena khawatir terjadi tsunami," ujar Manajer Komunikasi dan Informasi Publik Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias, Emanuel Migo, dihubungi dari Jakarta, Rabu (23/1).
"Satu orang meninggal, dua orang luka parah dan dua orang luka ringan. Semua korban ini terjadi di satu titik yaitau asrama atau perumahan Kodim Nias akibat runtuhnya tembok pembatas dan kuda-kuda di dalam rumah koppel asrama. Tembok yang runtuh itu menimpa korban," kata Emanuel Migo.
Rumah koppel, kata Migo, satu bangunan terdiri atas dua pintu/rumah. "Rumah ini sebenarnya masih baru, dibangun tahun 2006 dari dana BRR yang dilaksanakan dan diawasi sendiri oleh Kodim Nias. Pembangunan asarama ini dilakukan bersamaan dengan pembangunan pembangunan kantor dan asrama TNI," ujar Migo.
Sejauh ini kata Migo, mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), belum ada laporan kerusakan menimpa bangunan yang proyeknya ditangani BRR dan organisasi non-pemerintah. (Persda Network/domuara ambarita)
Posted by
domu.damianus.ambarita.blog
at
1/23/2008 05:04:00 PM
0
comments
Labels: Berita Peristiwa
Danlanud Riau Dicopot
* Pascajatuhnya Helikopter di Kebun Sawit
* Ditumpangi Orang Terkaya ke-14 di Singapura
Jakarta, Persda- Inilah risiko buat Komandan Pangkalan Udara (Dan Lanud) Pekanbaru, Kolonel (Pnb) Gandara Olivenca. Jabatannya akan dicopot setelah helikopter S-58T Twin Pack milik TNI AU jatuh di perekebunan kelapa sawit di Desa Lubuk Ogung, Kecamatan bandar Sekijang, Kabupaten Pelelawan, Provinsi Riau, Senin (8/1). Robert Chandra, pengusaha asal Singapura dan merupakan orang terkaya ke-14 di negeri itu tewas dalam kecelakaan itu.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya Subandrio mengatakan, Danlanud Riau akan dicopot dari jabatannya karena terbukti melanggar prosedur, yakni mengikutsertakan warga sipil tak berizin dalam penerbangan.
"Yang bersangkutan bertanggung jawab setiap pergerakan pesawat dan helikopter di Lanud Pekanbaru. Termasuk adanya penumpang sipil dan warga asing dalam pesawat atau helikopter dimaksud," kata KSAU seperti dilansir Kantor Berita Antara di Jakarta, Jumat (11/1).
Ia mengatakan, dalam penyelidikan sementara yang dilakukan tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang (PPKPT) TNI Angkatan Udara (TNI AU), dua WNA yang ada dalam Helikopter Twin Pac TNI AU itu, tidak memiliki izin keamanan security clearence dari Mabes TNI.
"Seharusnya, Danlanud mengetahui dua warga sipil tersebut harus memiliki 'security clearence' dari pusat (Mabes TNI-red). Dengan begitu, jelas telah terjadi pelanggaran prosedur yang dilakukan, dan itu akan ditindak tegas siapapun yang bertanggung jawab," tutur Subandrio.
Kapuspen TNI, Marsekal Muda (Marsda) Sagom Tambun mengatakan, tidak ditemukan komersialisasi pada helikopter TNI AU. "Pak KSAU Subandrio nyata-nyata mengatakan, tidak ditemukan, atau tepatnya belum ditemukan adanya unsur sewa-menyewa helikopter TNI AU dalam kasus jatuhnya helikopter di Riau ini. Jadi belum ditemukan unsur komersialisasi," ujar Marsma Tambun dalam perbincangan via telepon dengan Persda Network.
Menurut Tambun, Komandan Pangkalan Udara (Dan Lanud) Pekanbaru Kolonel (Pnb) Gandara Olivenca memang akan dicopot. "Yang saya tangkap dari pernyataan Pak KSAU, memang akan mencopot pejabat yang berwenang. Namun belum jelas apakah akan ada penurunan jabatan, atau sanksi lainnya," kata Tambun.
Tambun menambahkan, bukan hanya Danlanud yang akan dikenai sanksi dalam jatuhnya helikopter S-58T Twin Pac TNI AU, di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten, Pelelawan, Riau, awal pekan ini. "Bukan semata-mata Komandan Lanud yang bertanggung jawab. Pelaksana penerbangan pun harus ikut," ujar Sagom.
Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (8/1), helikopter milik TNI AU jenis S-58 Twin Pack
Marsda Sagom Tambun meneruskan, sejauh ini, kesalahan yang dapat ditemukan adalah menyertakan orang sipil dan orang asing dalam penerbangan. Inilah kesalahan yang dilakukan pejabat terkait, yang seharusnya sudah mengetahui prosedur dan ketetapan itu bahwa orang sipil dan orang asing tidak boleh naik ke dalam penerbangan TNI.
"Sejauh sepengatahuan saya, tidak ada ada penyewaan pesawat atau helikopter TNI kepada sipil apalagi orang asing. TNI tidak akan pernah menyewakan pesawatanya, jadi jangan kejadian yang terjadi di Padang saat terjadi gempa September lalu ketika seorang mantan Presiden dikabarkan menyewa heli milik TNI AU," ujar Masda Sagom Tambun.
Sagom Tambun mengimbau prajurit di lapangan agar tetap patuh untuk menjalankan aturan, dan tidak melanggarnya. (Persda Network/domuara ambarita)
Posted by
domu.damianus.ambarita.blog
at
1/23/2008 05:02:00 PM
0
comments
Labels: Berita Peristiwa
Istri Hidayat Nurwahid Terkena Serangan Jantung
JAKARTA, PERSDA- Hj Kastrian Indriawati, istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid terkena terserang jantung. Iin, sapaan Kastrian Indriawati, dirawat di Jogja International Hospital (JIH) sejak Kamis (17/1/2008), dan sempat masuk di ruang unit perawatan intensif (ICU).
"Ibu Iin betul sakit. Sekarang di rawat di Jogja," ujar Lulu Setiarini, keponakan Hidayat Nurwahid saat dihubungi Persda Network di kediamannya di Jalan H Rijin Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu siang. Ny Kastrian akhirnya meninggal, Selasa (22/1) dinihari.
Lulu mengatakan, sedianya Kastriani akan bepergian ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur untuk melihat Alla Khairi, anak ketiga mereka yang sedang menempuh pendidikan tahun pertama. Hidayat, ayahnya, juga lulusan pondok pesantren yang sama tahun 1978.
"Ibu sebenarnya sudah meras sakit, pusing-pusing mulai Selasa. Tapi hari Rabu tetap berangkat ke Gontor mau melihat anaknya. Terus mampir dulu ke rumah ibu dan bapaknya di Jogja. Sebelum berangkat ke Gontor, ibu sakit, katanya stroke dan sempat masuk ICU. Tapi hari ini saya dengar kabar, perkembangannya positif," ujar Lulu.
Petugas informasi Rumah Sakit JIH juga membenarkan istri mantan Presiden PKS itu menjalani perawatan. "Ibu Hidayat memang dirawat di sini karena serangan jantung. Sudah beberapa hari ini. Sekarang sudah dipindah dari ICU ke ruang perawatan di Ruang Jasmin Timur 4413 A," ujar seorang perempuan ketika dihubungi dari Jakarta. Ketua MPR Hidayat Nurwahid belum dapat dikonfirmasi. Dua nomor teleponnya dihubungi, Hidayat tidak menyahut. (Persda Network/domuara ambarita)
Posted by
domu.damianus.ambarita.blog
at
1/23/2008 04:58:00 PM
0
comments
Labels: Berita Peristiwa
Istri Ketua MPR Belum Sadar
Jakarta, Persda- Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengakui istrinya, Hj Kastrian Indriawati, sedang sakit. "Istri saya masuk rumah sakit sejak Kamis siang. Sakitnya ada indikasi stroke dan jantung juga," ujar mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini ketika dihubungi via telepon sedang berada di Jogja International Hospital, Jalan Ring Road Utara No 160 Condong Catur, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (19/1/2008) pukul 15.30 WIB.
"Alhamdulillah, kata dokter yang menangani membaik, tapi belum sadarkan diri. Saat ini masih di ruang ICU. Mohon doa ya," pinta Hidayat, laki-laki kelahiran Klaten, Jawa Tengah 8 April 1960.
Buah perkawinan Hidayat dengan Kastrian Indriawati melahirkan empat orang putra-putri yakni Inayatu Dzil Izzati, Ruzaina, Alla Khairi, dan Hubaib Shidiqi.
Lulu Setiarini, keponakan Hidayat Nurwahid yang tinggal di kediaman Ketua MPR itu di Jalan H Rijin Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, mengatakan sedianya Kastriani akan bepergian ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur untuk melihat Alla Khairi, anak ketiga mereka yang sedang menempuh pendidikan tahun pertama. Hidayat, ayahnya, juga lulusan pondok pesantren yang sama tahun 1978.
"Ibu sebenarnya sudah meras sakit, pusing-pusing mulai Selasa. Tapi hari Rabu tetap berangkat ke Gontor mau melihat anaknya. Terus mampir dulu ke rumah ibu dan bapaknya di Jogja. Sebelum berangkat ke Gontor, ibu sakit, katanya stroke dan sempat masuk ICU. Tapi hari ini saya dengar kabar, perkembangannya positif," ujar Lulu. (Persda Network/domuara ambarita)
Posted by
domu.damianus.ambarita.blog
at
1/23/2008 04:55:00 PM
0
comments
