Sabtu, 10 November 2007

Tidak Malu Meminta Bimbingan Blogger Profesional

Yusril dengan bini muda, Rika. Foto Persda/Bian


Yusril Mulai Keranjingan Blog (3-Habis)

Laporan Wartawan Persda, Domuara Ambarita

KONTROVERSI identitas penulis di balik blog Yusril Ihza Mahendra berbuntut kopi darat, atau pertemuan tatap muka dengan sejumlah orang yang semula menuding Yusril hanya sebagai penyamar. Pembajak nama. Yusril dan sejumlah blogger sepakat bertemu langsung, bertatap muka di Billiton Bistro Plaza Senayan, milik Yusril. Yuril bertemu dengan Abi, Priyadi beserta istrinya Rina, Jay, Deden, dan Vavai.

Usai pertemuan itu, Yusril kembali menulis. Hingga Sabtu (10/11), Yusril baru memosting dua tulisan. Tulisan terbaru diupload Rabu, 7 November pukul 19.48 berjudul Ucapan Terima Kasih. Yusril menulis kalimat berikut, "Saya ingin mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas segala saran, sambutan dan komentar atas blog yang baru saya ciptakan ini. Saya menyimak dengan sungguh-sungguh semua masukan yang telah diberikan. Saya menganggap semua itu sangat berharga bagi saya, sebagai seorang pemula di dunia blog."

Dia mengaku bertemu langsung dengan beberapa orang yang lebih dulu menggeluti dunia blog, namun sempat sinis menyangsikan seorang mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra akan 'turun gunung' ke komunikasi informal, yakni blog.

Yusril bercerita tentang kopi darat dengan blogger profesional. Mereka berbincang-bincang lebih satu jam. Sambil minum dan makan malam di Billiton Bistro, Plaza Senayan, Jakarta, hari Rabu malam tanggal 7 November yang lalu. Bagi Yusril, pertemuan sungguh sangat berharga. Bukan saja dapat berkenalan secara langsung dengan mereka yang telah relatif lama berkecimpung di dunia perblogan, tetapi juga dapat menimba ilmu dengan mereka.

Dengan pertemuan itu, maka segala keraguan, spekulasi dan syak-wasangka yang semula ada, dapat diakhiri. "Kalau menggunakan istilah agama, rekan-rekan itu bukan saja "ainul yaqin" (percaya karena menyaksikan dengan mata kepala), tetapi juga menjadi "haqqul yaqin" (sungguh-sungguh percaya di alam pikiran dan hati). Atas kebaikan dan saran mereka, serta rekan-rekan yang lain, akhirnya saya membuat blog saya sendiri, sebagai wahana bertukar pikiran," tulis Yusril.

"Seperti telah saya ungkapkan dalam Kata Pengantar, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Pengetahuan saya sangatlah terbatas. Karena itu, saya berlindung kepada Allah SWT, agar saya dijauhkan dari sikap "ngotot" dan ingin benar sendiri.

Saya selalu mengemukakan pendapat dengan dilandasi oleh suatu argumen. Kalau ternyata, dalam suatu pertukar-pikiran, saya menemukan pendapat orang lain yang didukung oleh argumen yang lebih kokoh dibandingkan dengan argumen yang saya miliki, maka saya dengan tulus dan ikhlas akan meninggalkan pendapat saya, dan mengikuti pendapat orang lain itu."

Sebelum mengakhiri ungkapan terima kasihnya, Yusril mengajak pengunjung blognya untuk tetap menggunakan bahasa yang baik, sopan dan saling menghormati, walaupun mungkin berbeda dalam mengemukakan pendapat.

"Saya mohon maaf tentang penggunaan bahasa. Beberapa rekan mengkritik saya karena bahasa saya sangat dipengaruhi oleh Bahasa Melayu klasik. Saya mohon maaf atas semua itu. Namun anehnya, beberapa tahun yang lalu, saya dan Susilo Bambang Yudhoyono, pernah diberi penghargaan oleh Pusat Bahasa, sebagai penguna Bahasa Indonesia yang baik. Saya sendiri sebenarnya heran dengan penghargaan itu," kata Yusril.

[+/-] Selengkapnya...

Sempat Dicurigai Orang yang Menyamar

MESRA:Yusril Ihza Mahendra (kanan),
dan istrinya, Rika Tolentino Kato (kiri)
yang berdarah Jepang-Filipina terlihat mesra
saat meninggalkan rumah dinasnya di Jalan
Widya Chandra I Nomor 2, Jakarta Selatan, setelah
diberhentikan Presiden Yudhoyono, 8 Mei 2007.


Persda Network/Bian Harnansa




Yusril Mulai Keranjingan Blog (2)

Laporan Wartawan Persda, Domuara Ambarita

MULAI aktifnya Yusril Ihza Mahendra berkomunikasi lewat blog sempat diragukan banyak orang. Perdebatan muncul, meragukan kalau mantan Mensesneg itu adalah betul-betul pemilik alamat http://mahendra-ihza-yusril.blogspot.com. Maklum, bajak-membajak nama di dunia maya sangat kerap terjadi.

Muhammad Rivai Andargini, profesional TI, misalnya mengatakan, "Ketika pertama kali membaca ulasan Pak Priyadi mengenai blog Pak Yusril Ihza Mahendra, saya masih dalam tahap ragu antara percaya dan tidak." Vavay, sapaan Rivai di jagat maya, menuturkan sengaja memosting komentar pertama, untuk mengetes apakah pemilik blog tersebut benar Yusril atau bukan.

"Terus terang saya pribadi kurang percaya kalau ini benar pak Yusril," tulis Vavay sembari mengusulkan pelacakan melalui sahabat Yusri, Menhut MS Ka'ban dan adiknya, Yusron Ihza.

Keraguan Vavay, karena Yusril kurang akurat menulis nama Ketua Partai Demokrat, Budhisantoso menjadi Budisusilo. "Ini sangat aneh karena Pak Yusril orang yang sangat teliti pada detail. Karena sempat di PBB, saya jadi tambah yakin yang menyamar adalah orang yang tahu banyak soal Pak Yusril."

"Ini ada kekurangcermatan lagi pada blog yang di blogspot: Badan Komukasi Pemuda Masjid (BKPM). Sepertinya ini juga kurang cermat, baik singkatan BKPM maupun penulisan komukasi. Yang benar adalah BKPRMI, Badan Komunikasi Pemuda-Remaja Masjid Indonesia (http://www.bkprmi.org/). Memang benar dulunya organisasi ini bernama BKPMI. Waktu Pak Yusril jadi ketua umum PBB, ketua BKPRMI adalah KH Kholil Ridwan yang menjadi salah ketua di PBB."

Jie menyusul dengan komentar yang menarik, "Abis ini saya yakin "Pak Yusril" bakal komen di sini" Benar saja, tak lama kemudian ada balasan komentar dari "Pak Yusril"


"Terima kasih atas semua pandangan, saran dan komentar atas blog yang baru saya buat. Seperti telah saya jelaskan, saya baru dalam taraf belajar. Sebagai pemula, saya pikir, lebih baik saya gunakan blog gratis dulu. Saya mohon maaf, jika dalam posting saya di bog Jay, terdapat kekeliruan karena buru-buru," kata Yusril.

Jay yang disebut Yusril adalah pemilik nama lengkap Yulian Firdaus Hendriyana. Dia alumnus Departemen Arsitektur di ITB. Hobi yang kental seputar teknologi informasi dan komputer, terutama dunia Linux dan Open-Source membawa Jay dan kawan-kawan mendirikan KLuB Linux Bandung, bagian dari Kelompok Pengguna Linux Indonesia.

"Masih ada juga yang ragu-ragu kalau blog ini saya buat sendiri, dan posting di blog Jay serta sekarang ini, juga saya tulis sendiri. Tidak apa, wajar saja keraguan itu. Pernah ada yang membuat friendster atas nama saya, namun saya tidak pernah membuatnya. Saya telah mengundang Jay dan Achmadi untuk minum kopi agar kedua beliau "ainul yaqin" yang posting dan membuat blog itu adalah saya. Mudah-mudahan setelah itu akan meningkat menjadi "haqqul yaqin"," tulis Yusril<


Meski diklarifikasi, para blogger tetap meragukan keaslian Yusril di blog itu. "Hehehe, jika sebelumnya saya masih 68% ragu apakah ini benar Pak Yusril yang sedang blogwalking, kini keraguan saya meningkat menjadi 86%," lanjut Vavay sembari menguraikan ciri khas Yusril, antara lain teliti pada detail serta runtut dan tajam. jarang keliru.

[+/-] Selengkapnya...

Yusril Mulai Keranjingan Blog

JAGAD BLOG: Yusril Ihza Mahendra (kedua dari kanan)
bertemu dengan sejumlah blogger (dari kiri) Abi,
Rina, Priyadi, Jay, Deden, dan Vavai.
Para blogger profesional ini semula mencurigai Yusril
yang muncul di jagat maya blog sebagai penyamar
. Foto: BLOG_VAVAY



Laporan Wartawan Persda, Domuara Ambarita

MENGUTIP slogan promosi satu maskapai penerbangan, now everyone can fly, di jagat maya, semboyan senada sedang merasuki pegiat komunikasi via internet. Tidak lagi sebatas berkirim surat elektronik, atau chatting, friendster yang fiturnya masih terbatas, kini fenomena blog semakin semarak. Fasilitas website serba gratis.

Bukan hanya kalangan blogger yang melek di dunia teknologi informasi yang menggemarinya, mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mehandra pun mulai keranjingan blog. Yusril, kelahiran Belitung 5 Februari 1956, memiliki alamat http://mahendra-ihza-yusril.blogspot.com

Inilah aktivitas baru Yusril Izha Mahendra setelah pensiun dari jabatan supersibuk Menteri Sekretaris Negara, selain syuting bintang film serial Laksamana
Cheng Ho di Bangkok, Thailand.
Yusril perkenalan perdana lewat tulisan berjudul Kata Pengantar yang diposting 1 November lalu pukul 00.40. Beginilah tulisan Yusril, pendiri sekaligus mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang.

"Atas saran beberapa sahabat yang saya kenal melalui blog, maka hari ini saya menciptakan blog saya, sebagai wahana komunikasi bertukar pikiran secara jernih, intelektual dan simpatik, atas dasar prinsip saling hormat-menghormati."

Postingan ini, berselang empat hari dari Pesta Blogger 2007 yang digelar di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Sabtu (27/10). Pemerintah, melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh berharap pesta itu sebagai awal kebangkitan pemuda dan teknologi informasi Indonesia. M Nuh mencanangkan 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional.

Yusril pensiun dari jabatan Mensesneg, 8 Mei 2007, melanjutkan, "Melalui blog ini, saya ingin berbagai pemikiran, pengalaman dan gagasan, yang barangkali akan bermanfaat untuk menambah wawasan dalam menyikapi berbagai peristwa yang terjadi di sekitar kita. Apa yang saya ungkapkan, mungkin saja bersifat subyektif, karena didasarkan pada titik pandang, falsafah dan keyakinan keagamaan yang saya anut."

Ia kemudian menuliskan data pribadi, latar belakang pendidikan, berikut pengalaman berorganisasi, pekerjaan, kerier politik di partai politik, anggota DPR, hingga memasuki "Ring I" di istana selaku Mensesneg.

Melalui blog, Yusril coba menuangkan pemikiran-pemikiran, perasaan dan tanggapan terhadap berbagai peristiwa kemanusiaan yang sedang terjadi di masyarakat.

"Untuk berkomunikasi, saya mengajak menggunakan Bahasa Indonesia, Malaysia, Inggeris dan Tagalog. Saya dapat berbahasa Cina dialek Hakka dan sedikit Mandarin. Juga sedikit Bahasa Arab dan Urdu. Namun saya mohon, agar kedua bahasa terakhir ini tidak digunakan dalam komunikasi di blog ini. Saya juga tidak mampu berkomunikasi bahasa tulisan menggunakan huruf Cina," pinta Yusril.

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 08 November 2007

Anggota Wantimpres Usul MS Ka’ban Dicopot

Menteri Kehutanan
Malem Sambat Ka'ban,
diusulkan mundur
dari kursi menteri

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan
Buyung Nasution,
menuding Ka'ban memberi surat sakti, pegangan perambah hutan



Laporan Wartawan Persda, M Abduh/Domuara Ambarita

JAKARTA, PERSDA- Dewan Pertimbangan Presiden dikabarkan mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar mencopot Menteri Kehutanan Malem Sambat (MS) Ka’ban dari jabatannya. Pengacara senior yang saat ini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution dalam kapasitas indivitu mengakui memiliki usul itu. Namun tidak kemungkinan akan dibawa ke dalam rapat Wantimpres.

Terungkapnya informasi itu berasal dari Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Kamis (8/11). "Saya sangat menyayangkan usulan Wantimpres agar presiden mencopot Ka’ban. Itu hal-hal politis yang seharusnya tidak diungkapkan," ujar Hidayat saat ditemui Persda Network dalam acara yang berlangsung di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia memberitahukan setelah menanggapi pertanyaan wartawan mengenai hilangnya Adelin Lis, terdakwa kasus korupsi dan pembalakan liar seusai divonis bebas Pengadilan Negeri (PN) Medan. Saat itu Hidayat juga berkomentar, hilangnya Adelis itu karena terjadi ketidakkompakan antara jajaran Kehutanan dan Kepolisian.

Ketika pernyataan Hidayat ini dikonfirmasi kepada anggota Wantimpres, Adnan Buyung Nasution, ia membantah bahwa dirinya mengeluarkan pernyataan tersebut dalam kapasitasnya di Wantimpres, melainkan sebagai pribadi. Buyung mengatakan usulan pribadi ini tidak tertutup akan dibawa ke Wantimpres dalam waktu dekat ini. "Tapi saya heran dengan komentarnya (Hidayat), letak persoalan politisnya di mana?" ujarnya saat dihubungi kemarin sore.

Ia mengatakan dirinya benar mengusulkan MS Ka’ban dicopot. Mengenai pernyataannya ini sebenarnya sudah pernah ia kemukakan saat berpidato di Kejaksaan Agung, 2 Juli 2007 lalu. Menurutnya, Ka’ban selaku menteri kehutanan tidak mendukung instruksi presiden tentang percepatan proses pemberantasan illegal logging, dengan mengirimkan surat sakti kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara Adelin. "Dia itu harus bertanggungjawab, dia telah bermain dengan surat saktinya itu. Itu kesalahan besar," ujar Buyung dengan nada tinggi.

Ada dua dosa besar Ka’ban sehingga dirinya harus dicopot. Pertama, Buyung mengatakan bahwa Kaban mencampuri urusan peradilan dengan mengirimkan surat sakti kepada majelis hakim. Surat sakti yang dimaksud Buyung itu adalah surat yang ditulis Kaban berisi pernyataan bahwa terdakwa kasus illegal logging yang disidangkan di PN Medan itu bukanlah pelanggaran pidana, tapi hanya admnistratif.

Surat sakti itu dipakai hakim sehingga para terdakwa kasus illegal logging bisa bebas. Dosa besar kedua yang membuat lebih parah, surat sakti itu sering dijadikan alasan hakim untuk mengatakan penebangan hutan yang disertai proses izin kehutanan, menjadi sah semua. Hal ini bisa berdampak penilaian negatif masyarakat terhadap pemerintahan SBY.

"Ini bahaya buat negara ini, disaat kita semangat memberantas illegal logging malah ada menteri yang mengeluarkan kebijakan berbeda. Kalau begini pemerintahan SBY gagal dong namanya, tidak bisa menjalankan program hukum berantas illegal loggingnya. Di satu sisi polisi ingin penegakan hukum tapi harus berhadapan dengan MS Kaban yang berbeda pendapat," kata Buyung.

Hingga berita ini ditulis, Menteri Kehutanan MS Ka’ban yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) belum dapat dihubungi. Telepon selulernya yang didial beberapa kali namun tidak menyahut. Sekjen PBB Sahar L Hasan saat dikontak Persda Network berjanji menyampaikan informasi itu segera. Namun sejam kemudian dihubungi ulang, Sahar mengatakan, "Telepon saya juga belum diangkat pak Ka’ban."

[+/-] Selengkapnya...

Daya Saing

MINGGU (4/11/2007) pagi, saya mampi ke warung mini X-Mart di jalan Mandala Utama, kompleks Pondok Tirta Mandala Depok, akses menuju jalan raya. Pagi itu, saya akan memperkuat tim Futsal Persda pada turnamen yang diselenggarakan XL di lapangan milik TNI di Pancoran.

Mengingat kebiasaan lama, saya sesekali menenggak Kratingdaeng. Caranya ambil dua butir telur ayam kampoeng mentah, semua kuning dan putih telur, tuangkan ke dalam gelas lalu masukkan Kratingdaeng secukupnya. Dulu, sayabiasa satu botol sekaligus, sekarang separuh saja, karena sudah lama tidak melakukan itu ada sedikit perasaan was-was. Kalo-kalo…..

Hap…. Tangan kiri saya langsung menyambar sebotol minuman itu dari gerai X-Mart. Kemudian tangan kanan merogoh saku, menyodorkan uang pecahan Rp 50.000. Seorang laki-laki pramu niaga dengan mimic dan perkataan yang kurang bersahabat berkata, “belum ada kembalian bang. Baru buka.” Saya menggerutu.

“Masa? Minimarket nggak punya kembalian untuk uang Rp 50 ribu?” “Iya,” kata sembari segera menyambar sebotong energy drink yang sedianya saya beli. Saya sempat menoleh harga tertulis pad label, per botol Rp 2.950. Dalam bathin, bagaimana mau bersaing, urusan pecahan saja nggak bisa diatasi.

Seingat saya, X-Mart merupakan warung kesekian kali di tempat atau di bangunan yang sama. Rasanya sudah tiga kali gonta-ganti pengelola warung mini di tempat yang sama. Sebelum ini, bahkan sempat dilengkapai arena ketangkasan dan permainan anak-anak untuk memikat pembeli, tapi rupanya tidak cukup memiliki daya saing.

Sepekan sebelum Lebaran lalu, warung mini, Indomart diresmikan operasionalnya di jalan yang sama. Lokasinya lebih strategis. Boleh di bilang di mulut jalan. Ketika orang baru tiba dan masuk ke komplek, sangat pas untuk mampir berbelanja. Demikian juga penghuni kompleks yang hendak keluar, dan sebelum naik Angkot, jika membutuhkan sesuatu boleh mampir dulu ke tempat ini. Di depan Indomart, ada pangkalan becak yang sudah belasan tahun beroperasi.

Lokasi Indomart jauh lebih strategis dibandingkan dengan X-Mart, yang jaraknya sekitar 50 meter kea rah kompleks. Para pakar mengatakan, dalam merencanakan produksi sebaiknya pengusaha memikirkan jauh hari tentang bauran pemasaran (market mix) yakni: Product, Place, Price and Promotion.

Dalam hal ini, posisi X_Mart kalah beruntung dibandingkan Indomart. Tamu, atau warga yang sudah naik becak, tentu agak tak enak hati turun dari tumpangannya untuk singgah ke X-Mart. Demikian orang kompleks, kadang terlupakan untuk membeli sesuatu, atau kalau ingat mungkin memutuskan membeli di tempat lain karena X-Mart persis berada di tikungan dan jalan agak sempit.

Studi kasus dari perbandingan ini fokus dan lebih berarti pada hari-hari terakhir setelah Indomart beroperasi di dekat X-Mart. Dalam istilah persaingan terbuka atau persaingan sempurna, pembeli/pengguna idealnya diuntungkan karena produsen atau penjual berlomba memberi yang terbaik dengan harga bersaing lebih murah.

Namun apa yang saya tangkap dari pengelola X-Mart, tidak mencerminkan pemahaman pada pembeli adalah raja. Bukan hanya uang pecahan yang tidak siap, tetapi harganya pun terpaut lumayan bear Rp 300 atau 10,16 persen untuk produk seharga di bawah Rp 3.000.

Lengkaplah sudah, lemahnya daya saing X-Mart: lokasi (place), harga (price), dan keramahan kepada konsumen. Saat ini, penolakan terhadap globalisasi masih sering kita dengar. Dari elite politik, pemuka agama yang elitis-politik, individu lepas individu yang coba membentengi warganya dengan doktrin Bangsa Kita Lebih Hebat dari Bangsa Lain, Itu Budaya Barat Tidak Cocok dengan Kita jadi Jangan Ditiru, Kepentingan Global Masuk untuk Merusak Mari Kita Lawan, dan lain sebagainya.

Sebetulnya tidak demikian. Suka tidak suka, mau tidak mau, globalisasi, liberalisasi, kapitalisasi tidak dapat dihindari. Dia sudah ada di sekietar kita, bahkan sudah bercokol di tengah sanubari, rumah tangga, dan masyarakat kita. Jangan berlari, jangan sembunyi, sebab itu hanya memperburuk keadaan dan menjadi bom waktu.

Mari hadapi dengan perkasa. Agar tidak menjadi pelengkap penderita, tak ada kata lain kecuali memperbaiki mutu entah produk maupun jasa yang berdaya saing tinggi dan murah. (domuara ambarita)

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 05 November 2007

Jujurlah Mulai dari Hal Kecil

SPRINTER asal Amerika Serikat, Marion Jones, memang menanggung malu. Tetapi dia masih berani mengakui kesalahan dengan mengembalikan lima medali emas berikut uang hadiah dan bonus yang diraihnya pada Olimpiade 2000. Medali dicabut Komite Olimpiade Amerika Serikat (USOC) karena terbukti menggunakan doping.

Patut disayangkan, seorang atlet tidak berjiwa sportif dan fair play. Bahkan mestinya diproses secara hukum, karena telah menggunakan zat pemacu tenaga ekstra, kendatipun bukan narkotik dan obat-obat berbahaya. Dasarnya, sederhana saja, berbohong dan secara moral itu tidak memberi contoh yang baik. Kendati demikian, patut diacungi jempol atas sikap dia mengembalikan medali, hadiah dan bonus.

Bila dunia olahraga Amerika masih menyisakan keberanian mengakui kesalahan, dan mengembalikan harta benda dan penghargaan yang sebelumnya sudha menjadi hak pribadi. Seterpaksa apa pun itu, Jones mengembalikan tanpa harus melalui pengadilan dulu apalagi sampai menggunakan fisik.

Bukan bermaksud menyanjung orang-orang Amerika, dan tidak ada juga niat menginjak-injak harkat dan martabat bangsa ini, tetapi itulah fakta. Sangat kontras dengan dunia olahraga kita, seperti PSSI yang saat ini dirundung prahara.

Kapal PSSI sudah oleh, dan nyaris tenggelam ketika karena tak ada prestasi membanggakan. Eh, insam sepakbola kita pun masih berpangku tangan saat nakhodanya, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dipenjara. Bukan hanya sekali, tetapi dua kali dalam kasus korupsi. Mengutip cara Uli, putri sulung saya yang menirukan kebiasaan Salim dan Sinetron Entong, "Sungguh Terlalu"....

Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) bahkan jauh-jauh dari eropa, sampai merekomendasi agar PSSI segera menjungkalkan ketuanya karena dianggap tidak etis, induk organisasi dipimpin seorang terpidana, eh peringatan itu malah dianggap "sungguh terlalu' intervensi. Mencampuri urusan rumah tangga orang lain.

Anehnya, Nurdin masih berseikeras merengkuh jabatan terhormat, yang mestinya bebas dari orang-orang yang tecebur ke kubangan korupsi. Para Pengda-pengda PSSI dari berbagai daerah di Indonesia pun sepertinya diam seribu bahasa, entahlah, Nurdin memiliki daya sihir atau hipnotis yang teramat menakjubkan, ataukah mereka termakan buah simalakama bernama Nurdin Halid.

Bukan hanya di PSSI. Di tingkat terendah pun, praktik kecurangan kerap terjadi dalam olahraga di Indonesia. Dalam Kompetisi Futsal Antarmedia yang digelar operator Ponsel, XL, Sabtu- Minggu (3-4/11/2007) misalnya, ternyata beberapa penerbitan pers berbuat curang.

Setelah lolos dari lubang jarum di babak knockout pertama, tim Persda (Kelompok Koran Dearah Kompas Gramedia) melaju dan berhadapan dengan Tabloid SMS. Jika di babak pertama, Sabtu (3/11), Tim Persda unggul 3-2 atas Investor Daily, di laga kedua, tim Futsal Persda yang diperkuat Yoni, Abduh, Domua, Hendra, Heriyanto, Reza, Don, dan Bagus itu mustinya dengan mudah melewati media tabloid SMS. Ternyata perkiaan meleset, sang lawan sangat tangguh, dan meringsek Persda 8-1. Ruarrrrrrr biasa.......

Belakangan boroknya terbuka, saat di babak semifinal, Tabloid SMS ternyata menggunakan pemain asing semua. Artinya, Tabloid SMS bertindak tidak syah, berbohong, mencederai sportivitas karena menyewa jasa pefutsal profesional. Tabloid SMS menggunakan pemain bayaran. Dan setelah ketahun, langsung didiskualifikasi.

Jika hanya sebatas itu moral kita kalangan media, maka jangan pernah berharap bisa membawa pencerahan di masyarakat. Jangan pernah gembar-gembor membawa misi pengawasa sosial (social control) dna pro perubahan. Eh, hampir lupa, Tabloid SMS kan media jualan pulsa dan seputar Ponsel. Product knowledge, jadi sangat wajar begitu, karena mereka tidak pernah berpikir apa itu kejujuran, kode etik wartawan, berbicara demokrasi, atau etika masyarakat.

Walau begitu, siapa pun kita, apapun profesi dan pada strata mana pun berada, selayaknyalah kita mengedepankan nilia-nilai sportivitas dan kejujuran. Mari kita setia pada perkara-perkara kecil, maka akan diberi kepercayaan untuk perkara besar. Bagaimana menurut anda??? (Domuara Ambarita)

[+/-] Selengkapnya...

Saya Ikhlaskan Mas Rino Berpulang


ISWARI Nur Hidayati tampak tegar ditinggal pergi untuk selamanya oleh suami, Rino Cahyadi Srijaya Giyanto (24). Rino adalah asisten dosen pada Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM),meninggal Minggu (4/11), saat speedboad yang mereka tumpangi beserta rombongan terbalik di Pattaya, Thailand. Berikut petikan wawancara via telepon wartawan Persda Network, Domuara Ambarita dari Jakarta dengan Iswari Nur Hidayati di Yogyakarta.

Rino Cahyadi suami Anda dikabrkan kecelakaan di Thailand. Apakah ada kabar terbatu dari sana?
Ya betul, mas Rino memang sudah berpulang. Saya menerima kabar, suami saya meninggal dan sekarang jenazahnya berada di KBRI Bangkok. Insya Allah, besok datang dengan penerbangan lebih awal dari bangkok. Besok pagi tiba sekitar pukul 08.00 sampai 09.30.

Lazimnya, orang memiliki perasaan waswas, mimpi, atau kejadian macam-macam sebagai firasat kalau ada orang-orang tercinta yang akan meninggal. Apakah Anda punya firasat buruk?
Nggak ada sama sekali. Dia itu orangnya memang tenang, jadi perginya juga tenang. Maksudnya tidak ada firasat apapun. Semuanya, bapak ibu juga nggak ada firasat apa-apa, bapak ibu mertua juga nggak ada, anak saya juga tidak ada, semua baik-baik.

Firasat melalui mimpi pun tidak ada sama sekali?
Mimpi apa pun nggak ada. Bahkan siang itu, sekitar jam satu, dia masih SMS. Isinya bisa saja, menayakan apakah saya sudah makan siang. Afri sudah bobo apa belum. (Afri panggilan untuk anak tunggal Rino dan Iswari, nama lengkapnya Asfarizal berusia empat bulan, Red)

Sudah berapa lama kenal dengan almarhum?
Kami kuliah satu angkatan, angkatan 2001, di Fakultas Geografi UGM, tapi beda jurusan. mas Rino Jurusan Geografi Fisik dan Lingkungan, sedangkan saya jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh. Wisudanya juga bareng tahun 2005. Saat ini pun kami sama-sama mengambil S2 juga di UGM. Walau satu angkatan, kami kenalan setelah saya mengerjakan tugas akhir. Saya baru satu-setengah tahun kenal mas Rino, dan kami menikah 18 Agustus 2006.

Boleh diceritakan latar belakang suami Anda?
Suami saya aktif kegiatan masjid kampus. Dia sering mengaji. Mungkin dia pernah di KAMMI, tapi saya tidak tahu banyak. Apalagi setelah kami menikah, dia langsung konsen dalam riset, kemudian berangkat ke Belanda, dan baru pulang 26 Juni, dan besoknya saya melahirkan. Setelah tiu, sibuk dengan tesisnya program magister di Jurusan Geoinformasi dan Manajemen Bencana UGM yang direncanakan akan sidang bulang depan. Tapi keburu mas Rino berpulang, ujian tesisnya tidak jadi.

Keberangkatan ke Thailand dalam rangka apa?
Dia berangkat ke Thailand mewakili Fakultas, menghadiri seminar soal bencana tunasmi. Selain itu, dia ke sana sekalian mau bertemu dengan seorang profesor dari Nagoya University, Jepang selaku promotor untuk program doktor soal tsunami ke Jepang. Saat itu mereka naik speedboad mau kuliah lapangan, dan terjadi musibah.

Kalau begitu, rencana melanjutkan pendidikan sangat kuat. Apakah mendapatkan beasiswa dari UGM?
Alhamdulillah, saya mendapat Beasiswa Program Pascasarjana (BPPS) Ditjen Dikti Depdiknas. mas Rino juga, baru bulan kemarin mendapat surat pemberitahuan beasiswa untuk tahun anggaran 2007-2008 dari BPPS juga disetujui. Tapi, apa boleh buat, magister belu dapat, mas Rino duluan berpulang.

Setelah suami ada berpulang. Apakah ada kesan-kesan atau perasaan kehilangan?
Ya, apa ya. Yang jelas sedih. Orangnya sangat sabar, sangat pengertian. Pokoknya orangnya baik banget. Alhadulillah, saya mendapat suami yang baik bangat, walaupun kabi bersama belum ada satu setengah tahun

Apakah Anda pernah berdiskusi dengan almarhum tentang rencana masa depan?
Wah, banyak sekali. Misalnya, dia berencana mau ambil program S3 di Jepang, dan nanti rencanya mau ngajak anak istri ke sana. Pokoknya rencananya banyak sekali. Ke Thailand juga dalam rangka itu, selain mengikuti seminar, juga bertemu dengan seorang profesor dari Nagoya University selaku promotor untuk doktor. Promotornya itu lah yang punya acara di Thailand.

Tentang rencana masa depan Anak kalian, Afri?
Banyak sekali. Tapi saya tidak bisa beberkan, biarlah itu untuk saya sendiri, setelah ditinggal mas Rino. Saya tahu, maksud suami saya mungkin supaya anak saya seperti apa, tapi karena itu amanah yang sangat berat yang harus saya pikul sendiri, biarlah saya simpan sendiri.

Setelah suami tidak ada, apa dan bagaimana rencana Anda menghadapi hari-hari ke depan?
Insya Allah saya akan melanjutkan S2 jurusan yang sama dengan S1 saya sampai selesai. Kemudian saya akan mencari pekerjaan.

Tampaknya Anda, sangat tabah menghadapi cobaan ini. Kalau istri-istri yang lain mendapat kabar seperti ini sudah pingsan, atau bersedih luar biasa. Bagaimana caranya, kok anda tegar?
Apa ya? ya, dikhlaskan saja. Itu semua kan sudah kehendakNya. Suami saya sering berpesan, kalau terjadi apa-apa, mohon diikhlaskan. Jadi say aikhlas. Kalau saya tidak ikhlas berati saya memberatkan suami saya. Semoga dia mendapat tempat yang lapang di sisi Allah. Kalau saya ikhlas, dia juga jalannya tidak tersendat-sendat, karen adia jalannya juga masih panjang.

Kapan ngomong mohon diiklaskan? Tidakkah itu suatu firasat?
Dia bilang begitu bukan baru-baru ini. Dia selalu ngomong begitu kalau mau pergi ke kampus, atau mau ikut seminar, selalu bilang begitu. Doakan ayah ya, kalau misalnya terjadi apa-apa mohon dikhlaskan. Mungkin maksudnya, supaya dia enak entah ke mana pun, jadi tidak ada beban.

[+/-] Selengkapnya...