<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818</id><updated>2011-09-29T07:45:05.802+07:00</updated><category term='Sosial-Kemanusiaan'/><category term='Berita Ekbis-Finance'/><category term='Budaya'/><category term='Berita Keluarga'/><category term='Berita Peristiwa'/><category term='Berita Politik'/><category term='Good News'/><category term='Ganyang Koruptor'/><category term='Sosok'/><category term='Feature dan Hobby'/><category term='Berita Soeharto'/><category term='Berita Finance'/><category term='Ekonomi dan Finansial'/><category term='Berita Tekno'/><category term='ILOVETRADISI'/><category term='Selayang-Pandang'/><category term='Suluh Sukma'/><category term='Gagas'/><category term='Sampit Mangayau'/><title type='text'>domuambarita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>174</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-1227462030798373425</id><published>2009-01-03T19:39:00.003+07:00</published><updated>2009-01-03T19:43:22.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ekbis-Finance'/><title type='text'>Suvenir Tanaman Hias Mulai Diminati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV9dAo6Ih0I/AAAAAAAAAeg/al9SrrNS8Oc/s1600-h/20090103_Ovarianto_Tanaman_Hias02_DOMU_DAMIANUS_AMBARITA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV9dAo6Ih0I/AAAAAAAAAeg/al9SrrNS8Oc/s200/20090103_Ovarianto_Tanaman_Hias02_DOMU_DAMIANUS_AMBARITA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287046753118881602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV9c5PMfoiI/AAAAAAAAAeY/rxAeOCPVSdY/s1600-h/20090103_Kalus_dalam_botol_Tanaman_Hias_03_DOMU_DAMIANUS_AMBARITA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV9c5PMfoiI/AAAAAAAAAeY/rxAeOCPVSdY/s200/20090103_Kalus_dalam_botol_Tanaman_Hias_03_DOMU_DAMIANUS_AMBARITA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287046625957487138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pengembangbiakan tanaman dengan sistem kultur jaringan atau kloning.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Aglaonema, Anthurium Hingga Jati Emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta,&lt;br /&gt;Tandamata atau suvenir merupakan hal biasa yang ditemukan pada pelbagai acara, seperti  pernikahan. Ada suvenir berupa kipas tangan paduan bahan bambu dan kain lukis, ada pula berbahan keramik, gantungan kunci dan sebagainya. Ketika semaraknya tanaman hias saat ini, sebagian masyarakat yang menggelar hajatan mulai memesan tanam sebagai suvenir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda mulai diminatinya suvenir tanaman pada saat perkawinan dikemukakan Antonius Karjono, pegiat pemngembangbiakan tanaman dengan sistem kultur jaringan di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karjono, laki-laki kelahiran Yogyakarta 60 tahun silam ini mengatakan, selain karena penggemar tanaman hias terus berkembang, pencanangan pemerintah pada program penanaman pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan menghadapi pemanasan global (global warming) pun turut mendorong meningkatkan permintaan suvenir tanaman. Permintaan suvenir tanaman hias biasa dilakukan saat pernikahan, sedangkan suvenir tanaman keras biasa dilakukan pada acara pemerintah seperti seminar atau lokakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya suvenir, tanaman dikemas apik, sehingga tidak merepotkan para tamu. Ada suvenir tanaman hias yang sedang digemari seperti Aglaonema, dan Anthurium. Tersedia pula tanaman buah-buahan hingga tanaman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit tanaman yang tumbuh dalam pot kecil dimasukkan lagi ke dalam kotak kertas. Kertak dilobangi segi empat dan dilapisi plastik bening, memungkinkan tetamu dapat memandangi indahnya tanaman hias sedari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami melayani sesuai permintaan. Agar persediaan terjamin, dimohon memesan tiga sampai empat bulan sebelum pemakaian," ujar Karjono yang juga pemilik rumah makan Bebek Ginyo, dan The Jon's Burger di kawasan Tebet, Jakarta. Harga satu paket bervariasi, antara Rp 7.500 sampai Rp 15.000.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangbiakan ini, Karjono bermitra dengan Ovarianto, sesama penggemar tanaman. Mereka membuka kebun pembibitan dengan sistem kultur jaringan atau kloning. Kloning merupakan teknik penggandaan gen yang menghasilkan turunan yang sama sifat baik dari segi hereditas maupun penampakannya. Dengan sistem ini, pemesan tidak perlu khawatir jumlah pesanannya takkan tercukupi karena lambatnya pembibitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ovarianto, sistem kloning dapat melipatgandakan jumlah pembiakan dalam waktu singkat. Dia mencontohkan pembiakan tanaman Aglaonema secara alami, satu pohon, maksimal dibiakkan 10-12 tanaman dalam setahun. Sedangkan dengan sistem kloning, tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, cara kerja kloning tanaman adalah dimulai dengan menyediakan daun muda, tunas atau akar. Biang itu dimasukkan ke dalam medium berupa botol kaca bening yang telah disterilikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botol terlebih dahulu diisi bahan pendukung seperti hormon, gula, vitamin berupa agar-agar, dan karbon aktif. Butuh waktu sebulan untuk menumbuhkan kalus atau bentolan atau bahan tunas dari daun. Dari sehelai daun muda kurang lebih seukuran penampang sendok makan akan menghasilkan 10 kalus. Kemudian secara berlipat ganda, masing-masing kalus dapat dikembangbiakkan lagi ke medium berbeda untuk mendapatkan 10 kalus lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dua kali pembiakan kultur jaringan diperoleh 100 kalus (10 X 10), dan seterusnya dapat dilakukan sesuai kapasitas yang dikehendaki sehingga sehelai daun muda dapat menghasilkan satu juta tanaman baru dengan sistem kultur jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tanaman dapat dikembangbiakkan dengan sistem kultur. Dari tanaman hias, buah-buahan hingga tanaman keras. Tanaman merambat, pohon besar, berakar tunggang, akar serabut termasuk pisang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kebun pembibitan di Jati Bening, Bekasi, Karjono membiakkan antara lain tanaman hias berdaun indah nan mahal. Antara lain Aglaonema, dan Anthurium. beragam jenis Aglaonema, dan Anthurium tersedia, misalnya Anthurium Naga, Sweety, Kirky. Tanaman lain seperti pisang cavendis, nanas, jagung, kedelai, sawit, tembakau, kayu eboni, kayu jati emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ova, sistem kultur inilah yang dikembangkan peneliti pertanian Thailand, sehingga komoditas pertanian Thailand unggul dengan produk-produk berlabel buntut 'Bangkok'. Tanaman yang dikloning, pertumbuhannya dua kali lebih cepat dibandingkan dengan pembiakan konvensional. Kelebihan lainnya, tahan hama dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membantah pendapat yang menyebut kualitas tanaman hasil kloning lebih buruk. Jati  misalnya, ada anggapan pori-porinya lebih kasar dengan ukuran. Jati lokal, untuk mencapai ukuran sekitar 20 cm butuh waktu delapan tahun, sedangkan jati kloning hanya empat tahun. "Lalu orang membandingkan keduanya. Kalau mau yang betul, bandingkan dari segi umur, yakni jati hasil kultur dengan jati lokal yang sama-sama delapan tahun, kualitas pasti sama, tetapi ukuran jati kultur jauh lebih besar," ujarnya. (Persda Network/domu damianus ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-1227462030798373425?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/1227462030798373425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=1227462030798373425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1227462030798373425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1227462030798373425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2009/01/suvenir-tanaman-hias-mulai-diminati.html' title='Suvenir Tanaman Hias Mulai Diminati'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV9dAo6Ih0I/AAAAAAAAAeg/al9SrrNS8Oc/s72-c/20090103_Ovarianto_Tanaman_Hias02_DOMU_DAMIANUS_AMBARITA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-3073863872636086484</id><published>2009-01-02T20:55:00.006+07:00</published><updated>2009-01-02T21:10:04.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'>Ilmu Padi: Bersyukur dan Mensyukuri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;BAGAI nasihat dari mahaguru. Bulan-bulan terakhir, ada-ada saja orang yang menyampaikan kata-kata bijak. Seorang sahabat dan sekaligus guru di Jakarta, mengajari atau tepatnya menyegarkan ingatan saya bahwa hanya ada satu raja yang memerintah di dua benua, lagit dan bumi. Dia lah Tuhan. Allah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV4dlKQP2RI/AAAAAAAAAeI/qjimfqXznWw/s1600-h/20081228_Gua_Maria_Sendangsono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 207px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV4dlKQP2RI/AAAAAAAAAeI/qjimfqXznWw/s200/20081228_Gua_Maria_Sendangsono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286695536824408338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Sembahyang di depan Gua Maria Sendangsono. Umat memanjankat doa, dengan meminta perandataraan Bunda Maria agar mengantarkan doa-doa kepada putranya, Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juru Selamat. Dalam ritual ini juga, umat memohonkan berkat dari Tuhan agar menjadikan air suci berfaedah seperti untuk keperluan penyembuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Karena Dia raja di lagit dan di bumi, maka saya sebagai makhluk bumi diingatkan tidak mencampuri urusan langit, sebab itu urusan dan prerogatif Tuhan. Untuk urusan langit, misalnya hal-hal di luar kendali manusia, seperti soal peruntungan, dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pula mencampuradukkan atau tepatnya mengontaminasi urusan bumi dengan langit. Misalnya, ketika banyak masalah seperti anak-anak jatuh bangun dari sakit, saat bersamaan ketika kondisi perekonomian sedang tidak stabil, dan setumpuk masalah lainnya, seseorang sering bertindak seakan-akan hakim yang mengadili Tuhan. "Mengapa begini Tuhan? mengapa begitu ya Allah?", "kok tidak begini saja, ya Tuhan! (sesuai rencana manusia)"&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV4dtRZIP4I/AAAAAAAAAeQ/yapVrxxYCds/s1600-h/20081228_air_suci_sendangsono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 179px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV4dtRZIP4I/AAAAAAAAAeQ/yapVrxxYCds/s200/20081228_air_suci_sendangsono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286695676179660674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat itu saya dapatkan ketika sharing pengalaman pada saat dilanda beberapa persoalan pribadi. nasihat yang menumbuhkan kembali semangat, optimisme dan menggelorakan ulang mental baja, pantang menyerah yang berkali-kali saya serupa pada diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Umat mengambil air suci dari pancuran air yang bersumber dari mata air di bawah Gua Maria Sendangsono.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semangat itulah yang terbukti ampuh mendorong saya lolos atau bangkit dari hal-hal yang semula tak terduga. Namun ada kalanya, semangat dan optimisme tenggelam di bawah alam sadar, terinjak-injak oleh kekuatan setan yang memupuk-tumbuh kembangnya pesismisme, kebencian. Untunglah matahari masih tetap terbit, menyemburatkan secercah harapan nan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Akhir bulan lalu, selama tiga hari, 27-29 Desember 2008, saya mengikuti rombongan dari Lingkungan Stefanus, Paroki Santo Markus Depok melakukan ziarah rohani. Kami mengunjungi tiga petilasan umat Katolik di Jawa Tengah, yakni Gua Maria Kerep di Ambarawa, Gua Maria Sendangsono (Muntilan), dan Gua Maria Sriningsih (Klaten).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serombongan orang, tua muda, laki perempuan, miskin kaya, yang normal dan cacat membaur menjadi satu kelompok yang kompak, rukun dan guyub. Berasal dari beragam kelompok etnis, warna kulit, suku dan bahasa. Sekelompok orang yang saling membantu, tanpa membeda- bedakan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan serangkain acara secara marathon, semacam doa Rosario saat memasuki jalan tol Jagorawi, melakukan ibadat di depan Gua Maria Kerep, Misa di Paroki Ambarawa, ziarah ke Sendang Sono, hingga diakhiri litani Jalan Salib dengan 14 kali pemberhentian di bukit nan melelahkan di Sriningsih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rangkaian itu, selain semakin mengetahui betapa berat dan lelahnya sang nabi, Penebus dan Juru Selamat, Tukang Kayu dari Nazareth, Yesus Kristus, saya pun semakin mengerti kondisi spiritual seseorang. Nasihat yang menyebut tentang ilmu padi, "semakin tua semakin berisi dan semakin berisi semakin menunduk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari rombongan, dalam hal harta dapat dikatakan melimpah, hartawan. Kaya pengalaman dan prestasi. Namun mereka tetap rendah hati, baik, melayani dan dermawan. Kontras dengan kesan yang dipertontonkan sinetron yang mendominasi layar kaca: orang kaya selalu serakah, durhaka, dan tak kenal belas kasih. Itu satu contoh yang saya akan terus coba gali dan dalami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati secara materi ada orang kaya, tetapi dalam hal lain, mereka tidak lengkap. Misalnya, ada di antara kami, keluarga mapan dan sudah manula tetapi tidak beroleh keturunan seorang pun. Tidak memiliki anak: putri maupun putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula kasus keluarga yang hidupnya pas-pasan, atau bahkan hitungan miskin, tetapi sang suami etap tidak tahu diri. Dia jatuh (berulangkali) ke dalam nista, misal berjudi dan mabuk- mabukan yang membawanya meringkuk di tahanan untuk kesekian kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeblajaran kesekian, di antara kami, ada satu keluarga yang telah kehilangan anak sulungnya selama enam tahun. Ibu dan ayahnya mengaku terus merindukan putri yang memberikan mereka panggilan, namun berbagai upaya dilakukan, tak juga membawa hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari ziarah rohani saya lebih tahu lagi, ternyata sang putri minggat dari rumah kala dia masih kelas 1 SMP, hanya karena ditegur ibunya mengenakan stelan pakaian yang kurang serasi dalam hal warna. Si ayah juga bercerita, putrinya lama berada dalam binaan sang nenek. Sehingga dia merasa anaknya lebih dekat secara emosi kepada nenek, daripada kepada kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati si anak sulung, dan putri lagi, tidak memberi kabar selama enam tahun, ayah dan ibunya masih yakin, yang bersangkutan hidup dan sehat. Tidak ada kekhawatiran, anaknya hilang atau menjadi korban perdagangan manusia. Pun tak ada ketakutan, putrinya menjadi korban kekerasan apalagi pembunuhan sesadis Riyan, si penjagal 'mutilasi' dari Jombang. Keluarga ini tetap tabah, tidak sampai sinting, suatu saat nanti, domba yang hilang akan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kasus hilangnya anak kesayangan ini saya mendapat dua poin. Pertama, jangan memanjakan anak dengan menyerahkannya pada orang lain, termasuk nenek. Sebab ketika sang nenek/kakek meninggal, urusan jadi repot, karena si anak kehilangan tokoh idola, sedangkan ibu dan ayah adalah 'orang lain'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran kedua, sesulit apa pun beban kita, sekuat tenaga harus dicarikan jalan keluarnya. Harus dicarikan pemecahan masalahnya. Jangan mudah menyerah. Jangan gampang putus asa. Terus dan terus berjuang. If there's a will, there's a way; jika ada ada kemauan, pasti ada jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;HARI terakhir, dan dalam ritual terakhir, litani Jalan Salib di Sriningsih, saya menemui kuncen, seorang ibu, tinggi kurus yang sangat ramah. Si ibu dengan senyum, memandu saya untuk melakukan ritual di Gua Maria yang masih tampak sangat alami, jauh lebih hening, jauh di perbukitan, sepi dari penghuni. Berada di bawah rerimbun pohon jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena punya penerawangan atau karena mengikuti prosedur, si ibu memberi nasihat, yang menurut saya bukan berasal dari orang biasa. Bukan ucapan seorang yang dangkal spiritual, bahkan sangat bisa, memiliki 'kelebihan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sebelumnya saya minder dalam hal spiritual dibandingkan dengan orang-orang lain, dan minder pula dalam hal materi, maka setelah melewati semua rangkaian ziarah rohani, saya menjadi lebih pede. Saya semakin mengerti makna kata; bersyukur dan mensyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun saya adanya, saya harus tetap bersukur dan berteima kasih kepada Sang Pencipta, yang telah memberi rezeki hingga saat ini. Seperti ilmu padi tadi, lebih seringlah menunduk daripada mengongak. Seberapa pun bersahajanya kehidupan keluarga kami, seberapa rendah pun jabatan saya di kantor, betapapun sering digosipkan orang lain, saya harus tetap mengucap syukur sembari berdzikir lebih khusuk lagi meminta berkat melimpah, kesehatan prima dan kebahagiaan tercukupkan untuk bekerja keras meraih kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah makna yang dapat saya tarik dari perjalanan rohani, akhir tahun 2008, menandai cuti (selama sembilan hari) terpanjang saya dalam kondisi normal selama 10 tahun mengabdi di dunia profesional. Semoga bermanfaat. (Domu Damianus Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-3073863872636086484?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/3073863872636086484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=3073863872636086484' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3073863872636086484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3073863872636086484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2009/01/ilmu-padi-bersyukur-dan-mensyukuri.html' title='Ilmu Padi: Bersyukur dan Mensyukuri'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SV4dlKQP2RI/AAAAAAAAAeI/qjimfqXznWw/s72-c/20081228_Gua_Maria_Sendangsono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-4545547344539213322</id><published>2008-12-21T22:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-21T22:07:50.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Peristiwa'/><title type='text'>Tumor Sebesar Anggur Bersarang di Batang Otak Tiara</title><content type='html'>* Anak 2 Tahun Lumpuh karena Tumor Otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LUCU, dan aktif. Ngoceh banyak, berjalan lincah,  berbicara lancar dan bahkan bernyanyi pintar, jauh di atas anak-anak seusianya. Itulah Tiara Ariani, bayi di bawah usia tiga tahun. Senin (22/12) ini usianya genap 2 tahun 4 bulan. "Orang-orang bilang, untuk seusia anak saya, dia termasuk sangat aktif," kata Feni Juliana, ibunda Tiara Ariani kepada Persda Network, Minggu (21/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sedih, tiba-tiba anak saya abnormal. Kaki kiri dan tangan kiri tidak bisa bergerak. Mulut tidak bisa bicara, makan pun harus lewat selang. Anak saya kok tiba-tiba seperti terkena stroke," ujar Muhammad Yani, ayah sang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Tiara Ariani memang batita yang lucu dan aktif. Saking aktifnya, dan perkembangan berjalan cepat, anak tunggal pasangan Yani dan Feni lebih dini langsung dimasukkan sekolah bermain (Play Grup) dekat rumah kontrakan mereka di Komplek Walikota Blok C-8 No 1, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kelucuan dan keaktifan Tiara terancam hilang. Ibu dan ayahnya yang sering tertawa terbahak-bahak oleh omongan lucu si anak, saat ini justru dirundung duka lara nesatapa. Sekarang Tiara hanya tergolek lemah di rumah sakit. Dia tidak dapat makan normal melalui mulut. Pun tidak mampu berbicara. Tiara dirawat di kamar 757 RS Siloam, Karawaci, Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak semata wayang mereka sedang terbaring lemah di rumah sakit. Bukan penyakit ringan semacam diare, flu-pilek, atau demam berdarah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Anak saya divonis mengidap tumor pada otak, dan harus dioperasi dalam waktu cepat," ujar Yani yang tak kuasa menahan tangis mengisahkan derita yang dihadapi bayi seusia Tiara. Feni, ibu Tiara, mengimbuhkan, "Kalau dia mau minta sesuatu, dia hanya bisa  menunjuk, sambil menangis. Sedih saya melihat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan Tiara menurut Kepala Neuro Science Center RS Siloam dr Eka Julianta Wahjoepramono, tiba-tiba lemah kedua lengan dan tungkai yang membuatnya tergeletak lumpuh, susah menelan, mata terganggu, dan bernafas sulit. "MRI tampak tumor batang otak sebesar buah anggur, berdarah. Diagnosa penyakit ini sangat langka pada anak seusia itu, yakni cavernoma batang otak yang mengalami bleeding," ujar Eka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2001 dr Eka yang juga pendiri Yayasan Otak Indonesia, tahun 2001, pernah menangani kasus serupa yang menimpa Ardiansyah, pemuda yatim piatu asal Cilegon, Banten. Sewaktu datang, Ardiansyah dalam kondisi kritis. Dia terancam lumpuh, buta dan napasnya putus. Penyakitnya bukan penyakit biasa, melainkan masih sangat langka yakni tumur bersarang di batang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** *&lt;br /&gt;Butuh Dana&lt;br /&gt;Tiara menunggu operasi. Sayangnya, pihak keluarga tidak memiliki dana yang cukup. Ibu dan ayahnya sama-sama tenaga pemasaran. Muhammad Yani, ayahnya, sales perusahaan rokok, dan dan Feni pada toko buku. "Kami tidak memiliki mampu menyediakan untuk operasi dan kamar saya yang mencapai Rp 50 juta," kata Muhammad Yani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama seminggu perawatan di satu RS di kawasan Ciledug saja, Yani-Feni telah mengeluarkan biaya lebih dari Rp 5 juta. Ditambahn biaya MRI otak sebesar Rp 2 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiara dipastikan mengidap tumor otak. Setelah melalui proses Ctscan dan MRI, Satbu (20/12). Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah suatu alat kedokteran di bidang pemeriksaan diagnostik radiologi , yang menghasilkan rekaman gambar potongan penampang tubuh / organ manusia dengan meng-gunakan medan magnet. Ada pun Computed Tomography Scanner (CT scan). MRI menggunakan magnit , dan  CT scan menggunakan sinar X. Pemeriksaan MRI dan CT scan saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim bedah yang akan mengoperasi Tiara, dr Julius July SpBS, juga mengatakan keluarga tidak memiliki dana. "Kami ada pasien  anak-anak yang butuh bantuan dana. Dia mengidap tumor jinak batang otak. Potensial bisa di tolong. Kami rencanakan untuk pembedahan baginya. Mohon bantuan dana," kata dr Julius July, salah satu tim dokter yang akan menangani operasi Tiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feni, ibunda Tiara Ariani tak dapat menahan tangis saat berbicara per telepon dengan Persda Network. Dia berharap, ada pihak-pihak yang bersedia membantu untuk operasi anak tunggal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sangat berahrap semoga anak kami lekas sembuh. Semoga bisa sembuh dan normal lagi seprti semula, bisa berjalan dan bicara, bercanda normal," pinta dia penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feni menuturkan sebagai anak aktif, memang Tiara sering terjatuh saat bermain. Tetapi tidak sampai kepala terbentur akibat terjatuh. Karena itu, menurut dia, penyakit pada otak anaknya bukan karena kelalaian orang tua atau perawatan.  "Menurut dokter tidak kaitannya dengan terbentur, melainkan tumor ini bawaan lahir," ujar Feni.  (Persda Network/domuara damianus ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-4545547344539213322?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/4545547344539213322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=4545547344539213322' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4545547344539213322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4545547344539213322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/12/tumor-sebesar-anggur-bersarang-di.html' title='Tumor Sebesar Anggur Bersarang di Batang Otak Tiara'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-3921811584929567592</id><published>2008-12-21T21:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-21T21:27:01.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ekbis-Finance'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Suku Bunga BI Rate Ideal 8,5 Persen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Agar Usaha Sektor Riil Bergerak&lt;br /&gt;* Deflasi Alasan Pendorong Cukup Kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA,&lt;br /&gt;Pelaku usaha di sektor riil, yang juga Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang meminta Bank Indonesia (BI) segera menurunkan suku bunga acuan atau BI rate secara signifikan. Suku bunga perbankan yang rendah sangat diharapkan merangsang pergerakan usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional serta meredam angka PHK menghadapi krisis finansial global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan suku bunga juga perlu karena negara-negara di dunia cenderung menurunkan suku bunga perbankan. Seperti dilakukan bank sentral AS, The Federal Reserve, pekan lalu menurunkan suku bunga pada level mendekati O persen, yakni di bawah 0,25 persen. Sedangkan BI rate berada pada level 9,25 persen, dan termasuk tertinggi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franky, sapaan Franciscus Welirang, menyarankan pemerintah jangan terlalu cemas pada tingkat inflasi. Sebab menurut dia, saat ini telah terjadi penurunan harga (deflasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inflasi selalu terkait dengan suku bunga bank. Menurut saya pemerintah terlalu takut pada inflasi, padahal sudah terjadi deflasi," ujar Franky dalam diskusi dengan wartawan di kawasan. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti telah terjadi deflasi, harga komoditas biji palstik dan minyak mentah turun tajam di pasaran internasional. Harga komoditas jagung turun, kedelai turun, karet turun, sebentar lagi harga ban mobil juga turun. "Sebutkan satu persatu komoditas, semua harga turun antara 60-70 persen," kata Franky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terjadinya deflasi, tak ada alasan mempertahankan suku bunga tinggi. "Mestinya suku bunga turun untuk merangsang perekonomian dan sektor riil. Ini yang dilakukan BI hanya kecil-kecilan, 25 basis poin.  BI kenapa takut, idealnya suku bunga berada pada 8,5 persen," katanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan suku bunga acuan yang rendah, maka suku bunga pinjaman perbankan pun rendah sehingga tidak membebani pengusaha atau masyarakat. Apabila usaha terutama sektor riil yang menyerap banyak pekerja tetap bertahan, maka laju pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat krisis finansial global dapat diredam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TARIK INVESTOR&lt;br /&gt;Franky mengemukakan, penurunan suku bunga sangat penting untuk menhadang laju dampak krisi finansial global. Saat ekonomi dunia guncang, pemerintah harus cepat menggerakkan sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bergeraknya ekonomi nasional, maka dengan sendirinya, investor asing akan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uang asing datang hanya pada saat ekonomi kita baik. Dan itu bisa ketika ekonomi dalam negeri positif. Saat krisis, biasanyan usaha keil dan menengah (UKM) meningkat dan tumbuh menggeliat. "Kunci yang penting adalah kebijakan yang signifikan," kata Franky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati mendesak BI menurunkan suku bunga perbankan, dia memahami kalau Boediono memiliki pertimbangan tertentu untuk mematok suku bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lain, mungkin pertimbangan adanya depresiasi kurs dolar terhadap rupiah. Namun, betapun ada depresiasi kurs dolar terhadap rupiah, tidak cukup alasan BI mempertahankan suku bunga tinggi, karena penurunan harga jauh lebih besar dibandingkan kenaikan kurs valuta asing. (Persda Network/Domu Damianus Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-3921811584929567592?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/3921811584929567592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=3921811584929567592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3921811584929567592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3921811584929567592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/12/suku-bunga-bi-rate-ideal-85-persen-agar.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-2124824839539222766</id><published>2008-12-18T22:15:00.002+07:00</published><updated>2008-12-21T22:30:57.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'>Kutahu Jalan Terjal, tetapi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SU5hKA2UK_I/AAAAAAAAAeA/zoFMCoao8CY/s1600-h/domu2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 244px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SU5hKA2UK_I/AAAAAAAAAeA/zoFMCoao8CY/s320/domu2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282266237606570994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sisi Terang di Balik Krisis Finansial Global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusar. Khawatir. Waswas. Cemas. Takut. Sejumlah kata dan padanan kata di depan kadang kala menghampiri setiap orang. Ya,  Gusar. Khawatir. Waswas. Cemas. Takut. Sangat manusiawi. Seperti sifat lainnya, lapar dan kenyang, sedih dan gembira, tangis dan tawa, benci dan cinta, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini saya, anda san tentu sebagian rakyat Indonesia dapat gembira dan tertawa sebab pemerintah meringankan beban 'relatif' mereka lewat penurunan harga bahan bakar minya (BBM) yang disbeut subsidi jenis premium atau bensin dan minyak solar. Bensin turun harga dua kali, yakni tanggal 1 dan 15 Desmeber 2008 masing-masing Rp 500, dari semula Rp 6.000 menjadi Rp 5.000/liter. Harga solar turun dari Rp 5.500 menjadi Rp 4.800/liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan harga BBM akibat menurunkan permintaan akan energi adalah hikmah di balik krisis. Harga minyak mentah anjlok, di bawah 45 dolar per barel, hanya seperti dari harga gila-gilaan yang mencapai hampir 140 dolar per barel, Mei 2008, adalah sisi terang di balik kegelapan dunia usaha terutama ekspor-impor, tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang terkena dampak langsung misal pengguna sepeda motor, pemilik mobil, nelayan dan pengguna mesin berbahan bakar bensin dan solar tertawa karena beban sedikit berkurang. Sekali lagi, hanya sedikit berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya misalnya, jika sebelumnya mengeluarkan 18 ribu untuk dua kali (PP) Depok-Palmerah, atau empat kali perjalanan, untuk si irit, Supra Fit, sekarang berkurang Rp 3.000 atau 16,7 persen. Jadi dalam dua hari saya dapat menghemat Rp 3.000, bila 26 hari kerja, berhemat kurang lebih Rp 39 ribu. Pengguna kendaraan bermotong lainnya pun merasakan kegembiraan seurapa saya. Dalam hal ini, pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang dan tawa itu sayang hanya sementara. Sekejap saja. Beban hidup lain sedang menggelayut bak awan gelap pembawa badai. Pekan-pekan ini, berita bernada ancaman, mengkhawatirkan muncul dengan kunatiatas dan kualtias tinggi menghampiri pintu informasi kita entah melalui koran, portal, radio atau tivi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis finansial global yang bermula dari Amrik, sana diperkirakan akan terus bergerak menyapu seperti dahsyatnya tsunami di Aceh tahun 2004. Krisin finansial global yang akan menimbulkan semakin banyak orang kehilangan pekerjaan akibat terkena putusan hubungan kerja, menambah pengangguran, jumlah kemiskinan dan serentetan dampak ikutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) baru-baru ini mengingatkan permitnah segera mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan spending of goverment pada sektor infrastruktur yang padat karya, serta meminta buruh untuk tidak macam-macam mempersoalkan UMR. Sebab jika salah, jumlah penganggur baru akibat PHK sangat bisa menyamai rekor tahun 1997-1998 yang mencapai 2 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda Depok, eh PHK bukan lagi jauh. Dia sudah dekat, bahkan sudha tiba dan menyusup ke rumah-rumah masayrakat. PHK sudah terjadi. Banyak perusahaan, terutama yang berorientasi ekspor telah merumahkan pekerjanya. Bukan saja dalam negri, juga pekerja kita yang diekspor ke luar negrei, yakni para TKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Kamis (18/12/2008) Harian KONTAN mengatakan, pemrintah mengakui ada 250 ribu TKI yang terkena PHK. Dan diperkirakan 300 ribu TKI di Malaysia akan kehilangan pekerjaan, ratusan orang TKI di Korea Selatan dan Jepang pun sudah kehilangan kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta inilah yang membuat kegembiraan dan tawa tadi sirna ditelan angin. Tawa hanya sebentar, dan tenggelam di tengah impitan ekonomi, merosotnya harapan hidup, meningginya gangguan kesehatan-kejiwaan yang ditandai angka bunuh diri makin deras bertambah, dan meningkatnya angka kejahatan sosial-kriminalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak fenomenan, tanda-tanda zaman dan atau fakta yang justru membuat hidup gusar, khawatir, waswas, cemas dan takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Saya pribadi termasuk sempat terlena, membiarkan diri hanyut dan terombang-ambing dalam lautan kegusaran, kekhawatiran, kewaswasan, kecemasan, dan ketakutan. Entah mengapa, saya yang biasa optimistis, sempat hampir tenggelam dalam sikap pesimistis dan takut yang teramat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal-hal menakutkan itu muncul, karena mungkin saya terlalu menghati peran selaku wartawan. Saya bukan lagi sekadar menulis berita sesuai fakta atau pendapat orang lain, malah menginternalisasi pada diri saya sendiri. "Wah, kalau terjadi PHK jutaan orang, dan perekonomian nasional surut, jangan harap dapat menikmati ketenangan dan kesenangan paripurna: kecuali koruptor, maling, dan sejenis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan pun muncul karena masih banyak beban dan tanggungan, sementara dalwam waktu dekat mulai menyekolahkan anak, menyiapkan biaya persalinan untuk istri yang sudah pasti akan menempuh caesar. Pancuran banyak, tetapi hanya satu sumber mata air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah pekan lalu, seroang sahat dan guru saya, motivator ulung, Grand Dynno Cressbon mengingatkan saya agar menatap jauh ke depan, dengan tidak terlalu mencemaskan hidup. Jangan terlalu takut. Jangan lebih banyak mengurusi dan memikirkan hal-hal kecil, sebab bisa gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala hatimu kacau dan badanmu lela karena melakukan pekerjaan dengan banting tulang tetapi hasilnya tidak berbandaing lurus, atau dengan bahasa eknomi, lebih besar pasak dari tiang, janganlah lantas menyalahkan Tuhan. Justru lebih banyak berdoa, dan beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, berdoa yang baik bukan di rumah tetapi di temapt ibadat: gereja, masjid, pura, kuil, kelenteng dan lain sebainya, sesuai dengan agama masing-masing. Mengapa, sebab beribadat sekaligus beramal. Ya, karena memang saat ke gereja, misalnya, biasanya umat menyumbangkan persembahan: berapa pun besar kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;BAGI kaum sufistik, juga kalangan developmentalis, atau optimistis, gusar, khawatir, waswas, cemas dan takut adalah musuh. Lawan besar yang harus terlebih dahulu ditumbangkan agar kata- kata sukses, berhasil, maju, kaya, hebat, luar biasa dan tepuk tangan pun menyusul datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru spiritual saya, Mgr FX Prajasuta MSF mengatakan, "janganlah takut. Sebab takut adalah nasihat paling jahat." "Janganlah takut?" Kataku dalam hati, "Bagaimana caranya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Josua pun berkata kepada para perwiranya, "Jangan cemas dan jangan takut. Hendaklah kalian yakin dan berani..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip Bruder Martinus mengenai Providentia Dei (penyelenggaraan illahi) yang digambarkannya sebagai misteri Allah, yaitu ada hal-hal atau kejadian-kejadian dalam hidup manusia yang tidak bisa dimengerti, dipahami dan ditangkap oleh akal budi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia, selaku ciptaan mempunyai kebaikan dan kesempurnaannya sendiri. Namun ia tidak keluar dari tangan Pencipta dalam keadaan benar-benar selesai. Ia diciptakan demikian bahwa ia masih "di tengah jalan" (in statu viae) menuju kesempurnaan terakhir yang baru akan tercapai, yang dipikirkan Allah baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dan melalui penyelenggaran Ilahi ini, Allah menghantar ciptaan-Nya menuju penyelesaian itu. "Allah melindungi dan mengatur melalui penyelenggaraan-Nya, segala sesuatu yang diciptakan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan kita dalam penyelenggaraan Ilahi yang mutlak, manusia tidak memiliki kuasa untuk mengubah atau terlibat di dalamnya. Seperti kelahiran dan kematian. Kelahiran merupakan panggilan awal dari Allah bagi manusia untuk menjalankan rencanaNya. Dikatakan penyelenggaraan Allah yang mutlak karena manusia tidak bisa memilih/meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah lalu ada penyelenggaraan yang tidak mutlak? Kiranya dapat dikatakan penyelenggaraan relatif. Penyelenggaraan relatif adalah jalan hidup manusia dimana manusia masih bisa terlibat di dalamnya dengan usaha dan perjuangan hidup. Misalnya: rejeki, jodoh, sakit, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Dengan merefleksikan kembali keberadaanku hanyalah selaku ciptaan, bukan pencipta, maka saya coba merenung sembari menundukkan kepala: Saya ini hanyalah manusia biasa, terjadilah padaku menurut kehendakMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang dapat merancang banyak desain hidup yang megah dan kokoh, tetapi jika Engkau berkehendak, semua itu hanyalah bak rumah berfondasi pasir. Saya memang boleh merencanakan banyak siasat, strategi, pekerjaan, dan persiapan, tetapi Engkaulah Ilahi Hakim Agung yang memutus setiap perkara dengan Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat Penyelenggaraan Illahi, semoga kegusaran, kecemasan, kewas-wasan, dan ketakutanku  berubah menjadi sebuah semangat menggebu menuju sukses dan kejayaan. Semangat berani melibas ketakutan kemudian mengkreasi energi positif pembangkit mesin jiwa-sukma-raga- rohku menumpas tuntas energi negatif penghalang jalanku. Kutahu jalankau terjal, berliku dan berliko-kilo, tetapi tetap semangat, bersiasat dan jangan menyerah. (domuara damianus ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-2124824839539222766?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/2124824839539222766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=2124824839539222766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2124824839539222766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2124824839539222766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/12/kutahu-jalan-terjal-tetapi.html' title='Kutahu Jalan Terjal, tetapi...'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SU5hKA2UK_I/AAAAAAAAAeA/zoFMCoao8CY/s72-c/domu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-3083809573408562341</id><published>2008-12-07T22:55:00.004+07:00</published><updated>2008-12-07T23:54:07.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Sebulir Padi pun Hargailah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KRISIS&lt;/span&gt; finansial global, bukan lagi sebatas ancaman. Asal muasalnya memang dari negara nun jauh di sana, di barat, Amerika Serikat. Tetapi imbasnya sudah terasa, dan terjadi di mana-mana. Tidak usah repot-repot bicara ekonomi makri, ambruknya kerajaan bisnis Aburizal Bakrie, atau meruginya Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir pada investasi pasar modalnya, juga tak usah mengingat ambruknya PT Bank Century Tbk akibat gagal/kalah kliring, krisis kini semakin terasa di rumah tangga terutama berpenghasilan pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah dengar perbincangan di hipermarket, swalayan, pasar tradisional, hingga para ibu-ibu pembeli pada pedagang asongan, mereka menggerutu karena kenaikan harga kebutuhan pokok di luar nalar manusia sehat. Ya, semua kebutuhan mengalami kenaikan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kondisi itu tentu saja pengecualian pada segelintir orang berkecukupan. Krisis sih krisis, tapi mereka tetap tampai serba wah. Mobil merk terbaru, motor keluaran anyar, tetap saja marak di jalanan. Penumpang angkutan udara untuk melancong ke luar negeri pun tak surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum berduit ini pun tak perlu repot-repot, sampai berbusa-busa sekadar menawar seikat sayur atau sepotong ikat, atau sebungkus garam atau semug beras. Buat mereka hidup melimpah, makanan berlebih. bahkan sisa-sisa panganan berlebih cukup untuk sekali makan seorang tak punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Nasi Tak Boleh Sisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang nasi, saya ingat sewaktu kecil. Ya, sebulir beras. Sewaktu saya kecil, orang tua kami, amang (mendiang) dan inang di kampung, selalu menanamkam agar setiap buliran nasi yang sudah disendok ke dalam piring harus dihabiskan. Tidak boleh berlebih dan dibuang. 'Filsafat' beras ini memang sangat dalam buat sebah perjuangan orang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, karena di Sihaporas, saat itu, tahun 1980-an, sulit mendapatkan beras. Kalaupun ada hanya beras gunung/darat. Untuk mendapatkan seliter beras, susahnya setengah hidup. hahah...... Saya masih mengalami, pagi dan malam saja makan nasi, sedangkan siang makan ubi atau 'gadong'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah dari proses bercocok tanam, padi ditanam di ladang kering yang disebut 'mangordang' atau 'martaduk', seseorang memegang dua ptong kayu sekaligus dengan ujung diruncingkan, seperti pensil diraut, lalu diposisikan menyilang (seperti leter x) dan dihunjamkan ke bumi untuk membuat lubang tempat menanam buliran padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangordang biasanya berjalan mundur, dan kadang-kadang kejedot bongkahan atau batang pohon bekas tebangan. Lalu di depannya, bebrapa 'partaduk', beramai-ramai menabur/memasukkan buliran padi ke dalam lubang. Padi ditanam pada 'juma roba' bukaan baru pada tanah yang masih berunsur hara banyak, padi tumbuh baik walau tanpa dipupuk (kimia maupun kandang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martaduk, saat itu dilakukan dengan cara marsialapari atau marsidapari atau gotong royong. Setelah dari ladang si A, besok atau lusa gantian ke ladang si B. Asyik, ramai, guyub, dan kompak.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fase pertama ini biasanya disediakan hidangan enak. Kalau saban hari hanya 'gulamo tinutung'/ikan asin bakar, pada saat 'Mangordang, menu biasanya daging lengkap dengan sayur setidaknya ikan teri sambal atau ikan rebus, 'diarsik'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padi tumbuh, tinggi. Waktunya padi berisi, bunting atau 'boltok'. Saat itu banyak ancaman terhadap tanaman, entah hama semacam monyet, aili/babi hutan, maupun penyakit, termasuk musim yang kemarau panjang. Ada istilah puso, gagal panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena tingginya risiko itu, para leluhur/pendahulu selalu sengaja membuat acara ritual yang dikenal kegiatan "Martondi Eme". Diadakan acara doa bersama yang dipusatkan di satu ladang. Lalu di tempat itu doa diikuti makan besar bersama dengan lauk ikan sungat dan lomang (lemang) ada juga 'sibak', bahan dasar jagung ditumbuk dan didiamkan beberapa malam untuk fermentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya, biasanya semua warga kampung memanen ikan 'mandurung tu bombongan nabolon', membuka tambak buatan dengan menanggul sungai. Mandurung dilakukan sekali setahun. Ikan yang lazim didapat adalah si birsak, pora-pora, ihan (dikenal dengan sebutan ikan&lt;br /&gt;batak), limbat (lele).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan, setiap rumah tangga lalu membawa serta 'itak gurgur' (beras tepung mentah dikasih gula, seperti lampet) dan 'sanggar' tanaman liar bangsa palm, dan bambu bekas tempat memasak lemak, bangun-bangun dan rudang. Semua itu digantung di setiap sudut ladang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari ritual itu, doa agar padi berkembang dengan baik, jauh dari hama penyakit, dan panennya kelak memuaskan. Sehari sesudahnya disebut 'manangsang robu', hari pantang ke ladang padi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat musim panen, tidak semua orang memaneng dengan mudah. Saat itu, menggunakan alat sabit masih dianggap tabu, karena konon 'tondi' atau roh eme takut kalau padi dipotong pada batangnya, jadi leher padi yang 'diotom'. Tapi sebagian orang yang lebih modern dan berpikir praktis, mulai berani 'manabi'/sabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merontokkan buliran padi, dulu beluma da mesin. Lalgi-lagi cara gotong royong yang ditempuh, dengan istilah mardege'. Dege = injak. Jadi buliran padi diinjak-injak, secara berkelompok. Biasa dilakukan sore hingga larut malam, bahkan pagi buta. Mada itu ada istilah&lt;br /&gt;'mardege di rondang bulan', yang sering dimanfaatkan para muda-mudi mencari berkenalan, pendekatan, bahkan mencari jodoh. Asyik memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siangnya dilanjutkan kegiatan 'mamurpur' membersihkan padi dari jerami atau membuang 'halampung', padi hampa, tak ada isi. Kemudian padi dijemur agar dapat ditumbuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah panen, tibalah masa yang ditunggu-tunggu. Namanya 'marsipaha lima', pesta besar sambil mengucap syukur atas panen yang baik. Warga pun ramai-ramai 'manduda i losung', menumbuk padi menjadi beras. Manduda bersama-sama pada balok besar dan panjang, yang terdapat tiga sampai lima lubang 'losung'. Satu 'losung', bisa ditumbu atau 'diduda' dua orang secara bersamaan, dengan ala atau 'andalu" bergantian, selang-seling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ini menggambarkan betapa berharganya sebulir beras/nasi di kala warga belum terbiasa mengonsumsi beras swah. Bukan karena tidak kenal, tetapi karena lemahnya daya beli yang hanya mengandalkan pemberian alam. Wajarlah, penduduk Sihaporas lebih banyak merantau, meninggalkan kampungnya yang masih tertingggal, jauh dari kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** *&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;MAGNET JAHE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira tahun 1981-1982 --saya sebut kira-kira karena tidak ada data pasti. Tapi saat itu saya sudah sekolah SD, masuk tahun 1980. Bermula dari Abang saya, Pak Herbina Ambarita, yang kawin dengan Br Sidauruk dari Tambunraya, membawa kira-kira puluhan kilogram bibit jahe. Ketika itu, jahe mulai marak ditanam di Simalungun, termasuk di Sidamanik dan Raya. Pak Herbi mendapatkan bibit dari pihak Mertua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan kilogram jahe itu ditanam di lahan yang terletak di samping rumah, Jabu Nabalga, yang sekarang pemukiman, antara lain rumah Edy Ambarita, Saor Ambarita, dan Lamhot Ambarita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata tanaman jahe cepat memuncak menjadi komodits unggulan untuk ekspor dari Sumut. Masa kejayaan ini berlangsung kurang lebih 20 tahun, hingga akhir 1990-an. Jahe diikuti pula tanaman tumpangsari lainnya seperti cabe, jagung, dan sayur-sayuran. Silih berganti dapat ditanami juga dengan padi dan tomat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa itu betul-betul menjadi masa keemasan. Mencari uang sejuta dua juta bahkan belasan juta tidak sulit. Malah banyak pemuda yang karena tekun bercocok tanam, dapat memiliki kendaraan bermotor pribadi semacam sepeda motor dan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Peradaban' bercocok tanam inilah yang menjadi magnet Sihaporas. Para perantau atau keturunannya kembali ke desa untuk bertani. Bercocok tanam jahe dan palawija lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Sihaporas mulai maju, setidaknya sarana transportasi tidak terisolasi, waulpun masih becek saat hujan. Penduduk yang tadinya tidak lebih dari 50 keluarga di tiga kampung, Lumban Ambarita Sihaporas, Sihaporas Bolon, dan Aekbatu, kini berkembang menjadi Desa Sihaporas yang telah dialiri listrik dan taliair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masa kejayaan jahe, kopi usia pendek yang dinamai Kopi Ateng, kini menjadi unggulan bagi petani yang tidak menjual tanahnya kepada PT TPL (dahulu Indorayon). Semoga sharing ini bermanfaat sekadar pelepas rindu ke 'bonapasogit'. (domu damianus ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-3083809573408562341?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/3083809573408562341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=3083809573408562341' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3083809573408562341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3083809573408562341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/12/sebulir-padi-pun-hargailah-krisis.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-610411426315840706</id><published>2008-11-12T18:51:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T18:58:32.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;Keluarga Kaya Raya yang Tidak Bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Paradoksal Sejahtera dan Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMISKINAN tidak menghalangi niat satu semangat keluarga pemula ini. Mereka betul- betuk bernagkat dari nol besar, untuk membentuk keluarga: bukan keluarga kaya, tanpa kado rumah dan mobil dari orangtua, juga kolega dan pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si suami adalah pegawai rendahan, dengan gaji paspasan. Si istri pun seorang pekerja bawahan. Walau pekerja bawahan, beruntunglah mereka karena masih memiliki pikirna, nalar, dna budi perketi yang baik. Iman menguatkan mereka dalam menghadapi hari-hari sulit di awal keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengontrak kamar, kemudian mengontrak satu rumah di gang sempit, kumuh. Saban hari mereka tun berdoa, "Ya, Allah limpahkanlah rezeki dan kesehatan pada keluarga kami." Demikian setiap mau makan, mau tidur, mau bekerja. Kelurga beriman yang tak pernah lepas dari doa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SRrEFdCj0dI/AAAAAAAAAUs/IYUPFBYjPOk/s1600-h/20081012_Baptisan_Dorthy+%2821%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SRrEFdCj0dI/AAAAAAAAAUs/IYUPFBYjPOk/s320/20081012_Baptisan_Dorthy+%2821%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267738312136970706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya, Allah. Semoga Keluargaku Engkau berikan dan jaga selalu untuk sejahtera sekaligus  bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun pertama, hal itu dilalui dengan suasana baik, bahagia. Gaji kecil dikumpulkan terus dan dikelola dengan semangat hemat. "Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit," itulah prinsip mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan berganti bulan, tahun pun berlalu. Pendek cerita, Tuhan mengabulkan doa mereka. Sepuluh tahun berkeluarga, si suami mendapat kepercayaan luar biasa dari pimpinan. Dia diangkat menjdai Kepala Cabang pada salah satu kantor di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pimpinan, si suami pun mendapat fasiltias berkecukupan: mobil, rumah, gaji besar dan bonus tahunan. Lain lagi kalau target terlampaui, maka insentif menjadi durian runtuh. Saat bersamaan, karier si istri tak kalah melonjak. Dia menjadi manajer kebanggaan di perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini doa keluarga ini menjadi orang berkecukupan dan sejahtera telah terapai. Rumah di komplek elit, mobil tiga mewah tiga: untuk menunjang kerja suami, satu untuk mengantar istri arisan dan segala kegiatannya, dan satu khusus untuk anak-anak. Deposito pun menggunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi tabiat manusia. Hidup berkecukupan, mata silau pada hal-hal duniawi. Kebersamaan, keakraban dan kesalingpercayaan di awal pernikahan dulu, kini menjadi sejarah tak tercatat. Jika dulu hidup solider betul, bersosial dengan baik, bekerluarga sangat santun, selalu bersama-sama berdoa dalam keluarga atau ke gereja, kini hidup mereka menggenapi perilaku orang kantoran: sibuk, individualistis dan tidak peduli: kamu ya kamu, saya ya saya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesibukan dan kepenatan, kenalan sang suami mulai bertambah dan asalnya dari berbagai kelas. Kalau dulu alim dan saleh, sekarang mulai sering menikmati hiburan malam, yang akrab dengan alkohol, narkoba dan 'selibut hidup'. Sang suami akhirnya tergiur dan terpikat dengan wanita lain, dan hidup serupah tanpa ikatan perkawinan yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah gentingnya, si istri pun hidup dengan gaya wanita karier metropolitan. Pergi ke kantor pagi, dan pulang malam. Di balik itu, dia juga ternyata menjalin affair dengan laki-laki lain, relasi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al hasil, dari satu keluarga yang awalnya utuh dan bahagia di saat miskin, namun di masa sejahtera justru membangun dua keluarga bayangan yang illegal. Mereka selingkuh masing- masing. Saat itulah, perhatian terhadap anak-anak menjadi sangat kurang. Kalaupun ada bersama-sama dai rumah pada akhir pekan, hanya badanlah yang bersama sedangkang pikiran ibu dan ayah, justru ada pada istri dan suami yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mau disajikan di sini adalah, tentang doa. Apa yang ktia doakan selau terkabul, walaupun dalam waktu panjang. Tidak instan. Segala sesuaatu indah pada waktunya. Butuh kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pulalah, sahabat saya, Dynno Cresbon menasihati, berdoa pun harus pintar, pakai strategi dan spesisik. (Seperti kata bos kami di kantor, berita jangan probelatik terus, tetapi dengan angle yang menarik dan mikro, spesiifik dan peolpe hahahah). Kalau doanya itu-itu saja, ya yang di dapat pun itu-itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, berdoa selain meminta kesehatan, rezeki dan kecukupan/kesejahteraan, jangan lupa menyisipkan permohonan kebahagiaan. Sebab seperti pada awal tadi, keluarga pemula jauh dari bahagia (lebih karen amenderita secara ekonomi) karena kektidaaan uang. Pada titik lain, ada keseimbangan antara kesejahteraan dan kebahagiaan, namun banyak pula, kebahagiana menjdai rusak karena serba berkecukupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta yang melimpat menutup cinta, kesetiaan, kerukunan, dan keterbukaan. Dengan harta berlimpah, semuanya penyertaan orang lain dan bahkan penyelenggaraan Illahi pun seakan dienyahkan dari dalam pikiran. Seoalh-olah, uanglah yang enjadi Tuhan, orang yang menghamba pada uang atau mempertuhankan perut: money is the second God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kegagalan manajemen kapitalimen gobal di Amerika dan dunia saat ini yang ditandai krisis finansial menjadi pintu masuk kita bermenung, bahwa menghamba pada uang/perut tidak abadi. Saatnya bersadar, melakukan gerakan kembali pada nurani dengan menyeimbangkan relasi manusia sesamanya, manusia dengan lingkungannya termasuk benda mati dan makhluk lainnya , serta hubungan manusia dengan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan sekadar membagi meluapkan gagas sukma yang terpendam, semoga terkabul dan tidak takabur. (Domuara Damianus Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-610411426315840706?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/610411426315840706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=610411426315840706' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/610411426315840706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/610411426315840706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/11/keluarga-kaya-raya-yang-tidak-bahagia.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SRrEFdCj0dI/AAAAAAAAAUs/IYUPFBYjPOk/s72-c/20081012_Baptisan_Dorthy+%2821%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-2144148186951659297</id><published>2008-11-12T18:27:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T18:34:50.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Apa Betul Kaum Pendoa Harus Kaya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAYA&lt;/span&gt; berasal dari keluarga besar. Dari satu rahim dan satu penabur bibit: lahir 14 anak, datu di antaranya meninggal semasa anak-anak, seusia kelas 1 SD, selainnya memiliki keturunan. Ibu saya, janda tua, 80 tahun, saat ini punya cucu 37 cucu, dua cicit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas anaknya petani, dan tinggal di pegunungan Bukit Barisan. Hanya dua orang kami di pulau Jawa. Semua anaknya berada pada kelas bawah, miskin. Untunglag ibu masih mewarisi penghasilan ayah kami almarhum, dari gaji veteran sebagai bekas TKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak saya nomor lima, pertengahan bulan Oktober lalu berkunjung ke Jakarta, menghadiri wisuda putrinya. Kami tak sempat lama bicara tentang banyak hal, termsuk mengabsensi satu-satu saudara di kampung sana, berikut keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini yang menonjol dalam ingatan dia adalah, Abang Sulung saya, yang sudah punya dua cucu dari emapt anaknya. Si Abang belakangan sering uring-uringan gara-gara kondisi perekonomiannya tak kunjung membaik setelah mengalami krisis akibat kerugian saat berdagang, tepatnya pedagang pengumpul komoditas pertanian cepat busuk semacam jahe, dan cabai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita kakakku, Si Abang, akalu sudha emosi, dia sepertinya ngambek, dan ingin secepatnya hengkang, meninggalkan kampung. Alasan dia sangat fundamental (bagi sebagian orang). Dia adalah tetua adat, dan semacam kepala suku. Kalau ada acara ritual adat, doa maupun ritual, dialah yang memimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut ini, rupanya dia berpikir (dan juga mungkin banyak orang), selaku pemimpin, tetua dan apalagi sering berdoa (entah secara adat maupun keyakinan agama masing-masing), dia mestinya mendapat nilai lebih di hadapan Tuhan dan manusia. Sebagai bukti nyata, setidaknya perekonomian lebih baik, kesejahtarean lebih menonjol. Kasarnya kayalah, atau setidaknya berkecukupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya, mungkin juga sebagain besar rakyat Indonesia masih terperangkap pola pikir seperti si Abang tadi. pada titik tertentu mengidentikkan doa dengan kesehatan, kesejahteraan dan kecukupan. Dan oleh karenanya, menilai remeh orang yang kendati pun saleh dan beriman, tetapi kehidupan ekonominya melarat, miskin.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Susah memang. Tidak mudah memahami kehendak Illahi yang menyebut, lebih susah seekor Onta masuk lobang jarum daripada seorang kaya masuk kerajaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang saya angkat dari kemiskinan keluarga, dan sikap putus asa tadi, mungkin pula diperlihatkan saudara-saudara kita di Flores tau pedalaman Pontianak, seperti disebut mas Haryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sering menghukum, atau menagih pada Tuhan hanya dengan mengingat investasi doa, dan pujian, tetapi nyaris melupkan sebera besar kerja keras, keringat menetes untuk bercocok tanam, bekerja dan berbakti untuk keluarga. Doa sangat cukup menjawab kebutuhan rohaniah, dan kernanya kita kuat menghadapi keadaan sesulit dan semiskin apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia taidak akan pernah secara nalar, bisa menyelamatkan kita dari kemiskinan, dari kelaparana, jika kita pun tak menggunakan tenaga dalam artian fisik, dan pikiran untuk mencari sesuatu yang bernilai ekonomi. Singkatnya, andaipun kita berdoa selama tujuh hari dalam seminggu, makanan dan uang tidak akan datang ke hadapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pula yang saya sampaikan kepada kakak saya untuk disampikan ke Abang sulung kami, agar sembari berdoa secara tekun, dia beserta istri pun jangan lupa bekerja kerat, ulet dan tak mengenal lelah: bertani kek, berdagang kek, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ada keseimbangan antara rohaniah dan batiniah. Untuk mencapai kebutuhan batin, maka urusan spiritual seperti berdoa dan beribadatlah jawabnya. Jika ingin juga mencapai kepuasan jasmaniah, tidak cukup berdoa saja melainkan harus pula mengerahkan segenap tenaga, pikiran dan alak untuk bekerja untuk menghasilkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi celaka, kalau hanya tekun dan ulet berdoa dan beribadat, tetapi malah berkarya maka ujung-ujungnya akan lahir aliran-aliran sesat yang menyalahkan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks gereja, yang saya, tahu membatasi lembaga untuk tidak terjerumus dalam hal-hal duniawi: bisnis, politik dan kekuasaan. Namun juga, sudah tidak saatnya lagi terlalu apriori terhadap kehidupan duniawi, yang antara lain dapat dilakukan dengan mendorong umat lebih cerdas melihat tanda-tanda zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya para pastor lewat kotbahnya setiap ekaristi, memberi contoh-contoh konkret dalam kehidupan saat ini, tidak melulu kutipan Alkitabiah. Boleh mengutip ayat-ayat Suci, tetapi dikaitkan dalam konteks kekinian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi kaum awam, seperti kita semua, kita harus peduli basis Katolik yang miskin. Kalau tidak, mungkin hanya menunggu waktu: daerah basis itu hanya tinggal sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan di sini dalam konteks harta benda. Haruskah orang beriman, yang rajin mendoa menyukuri dan menerima apa adanya kemiskinan dengan alasan, toh Yesus juga menjadi Nabi bukan karena kaya-raya melainkan karena penyerahan totalitas. Akankah pula menjadi perdebatan, dan lalu menghukum seorang kaya tidak boleh jadi pengikut Yesus Kristus. (Domuara Damianus Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-2144148186951659297?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/2144148186951659297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=2144148186951659297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2144148186951659297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2144148186951659297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/11/apa-betul-kaum-pendoa-harus-kaya-saya.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-2095598247689110691</id><published>2008-10-30T21:47:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T21:53:05.244+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial-Kemanusiaan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnJMlYmKFI/AAAAAAAAAUU/A2Q2m0Z7Tkc/s1600-h/Latihan_Tari_Siloam+%281%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnJMlYmKFI/AAAAAAAAAUU/A2Q2m0Z7Tkc/s200/Latihan_Tari_Siloam+%281%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262958857590024274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnJUyiYxcI/AAAAAAAAAUk/wk3e6kUkrUw/s1600-h/Latihan_Tari_Siloam+%289%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnJUyiYxcI/AAAAAAAAAUk/wk3e6kUkrUw/s200/Latihan_Tari_Siloam+%289%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262958998559704514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Latihan sebelum pentas medical cabaret, di UPH, 2 November 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ratusan Dokter Mengamen untuk Danai Bedah Otak (5-Habis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gelar Kabaret untuk Mengamen sekaligus Hilangkan Stres&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINDAKAN bedah saraf dan otak menghabiskan biaya besar. Mungkin puluhan juta, ratusan juta bahkan puluhan miliar. Tentu tergantung kondisi pasien. Jika pasien dari kalangan mampu tentu tak menjadi soal, tetapi bagaimana kalau kaum papa, rakyat jelata nan miskin. Apakah kita tega melihat mereka menderita sumur hidup dengan tumor atau kanker di otak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kepala Neuro Science Center RS Siloam dr Eka Julianta Wahjoepramono, biaya untuk dokter, anastesi dan pendukungnya saja sektiar Rp 40 juta. Lalu dana lebih besar lagi dibutuhkan pascaoperasi dan pemulihan. Misalnya tarif perawatan pasien di unit perawatan intensif (ICU) sebesar 700 dolar AS/hari atau setara Rp 6,4 juta (asumsi 1 dolar AS = Rp 9.200).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini betul-betul wallahu walam. Yang namanya bedah otak bisa saja hanya sehari di ICU, tetapi ada juga yang mencatat rekor total delapan bulan di ICU karena otaknya kena virus setelah oeprasi sehingga harus menggunakan alat bantu pernafasan," ujar dr Eka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa biaya operasi otak sangat mahal? Penyebabnya adalah karena alat-alat dan mesin operasi hampir semuanya produk impor yang harganya sangat mahal. Misalnya, bornya saja seharga Rp 600 juta, dan hampir pasti diganti dalam tiga tahun karena usang. Mata bornya dari berlian, satu buji Rp 3 juta, dan langsung dibuang sekali pakai. Dalam sekali operasi bisa belasan mata bor yang dipakai. "Bagaimana murah, kan saya tidak bisa menggunakan bor kayu untuk membedah otak," kata dr Eka bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tingginya biaya operasi atau bedah otak tidak menghentikan kepedulian sosial dr Eka selaku Yayasan Otak Indonesia. Untuk alasan kemanusiaan inilah, beberapa dokter dan peduli kemanusiaan mendirikan Yayasan Otak Indonesia untuk mengusahakan biaya pengobatan pasien tak mampu seperti telah dirasakan Jumiati, istri seorang  dan Ardiansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan Otak Indonesia selain mengandalkan kebaikan hati orang-orang berduit yang masih punya kepedulian sosial, para dokter pun menggelar kabaret dengan undangan 2.000 orang. Memadukan kesehatan dan seni, pagelaran charity night yang dinamai Medicabaret akronim dari Medical Cabaret yang dilangsungkan di Grand Chapel Gedung C Lantai 6 UPH Karawaci, Tangerang , 2 November 2008 pukul 19.00-22.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemainnya bejumlah 300 orang yang semuanya berkaitan dengan kedokteran, yakni dokter- dokter, perawat RS Siloam, dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan. Lewat pegelaran ini, para dokter ingin mengamen berharap sumbangan dari para mantan pasien yang pernah 'berutang nyawa'.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Hitung-hitung, para dokter yang sudah stress bekerja setiap hari ingin refreshing sekalian mengamen," ujar dr Endang M Johani SpM, Performance of Director Medicabaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia Medicabaret, dr Willi Satriya menuturkan acara kesenian ini akan dihadiri sejumlah menteri seperti Menkopulhukam Widodo AS, Mekes Siti Fadilah Supari, Menlu Hassan Wirayudi beserta istri, mantan Ketua MPR Amien Rais, mantan Panglima ABRI Wiranto, dan duta besar sejumlah negara sahabat. Menurutnya, seminggu sebelum pertunjukan, tiket sudah hambir habis. "Tiket Medicabaret untuk 2.000 orang penonton sudah nyaris ludes," kata dia, Rabu (29/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya pelaksaan berkisar Rp 100 juta. Kemudian hasil penjualan tiket dan mungkin sumbangan, setelah dipotong biaya pelaksanaan, akan diserahkan ke Yayasan Otak Indonesia dan selanjutnya mendanai operasi bedah otak semacam kaum papa, seperti Jumiati dan Ardiansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide awal pelaksaanaan Medicabret, menurut dr Eka yang juga Dekan Fakultas Kedokteran UPH, karena para dokter bekerjanya luar biasa capai. Melayani pasien penderita tumor, kanker, otak dan sebagainya bisa sampai 15 hari jami sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pekerjaan seperti ini membuat dokter dan paramedis stres. Belum lagi kalau pasien gagal disembuhkan, stres akan bertambah. Nah saya punya ide, untuk tidak stres bagaimana kalu kita bikin kabaret dan ternyata disambut banyak dokter," tutur pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 27 Juli 1958.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide ini kemudian dikembangkan menjadi kegiatan sosial untuk menghimpun dana melalui Yayasan Otak Indonesia. Di saat sekarang, yayasan sulit menghimpun dana sponsor atau sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati diperankan para dokter, panitia mengerjakannya sebaik mungkin dengan melibatkan sutradara, dan koregrafer profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dokter kelompok bedah saraf RS Siloam dengan mantan pasien sangat akrab. Seperti keluarga. "Mereka pun memerlukan hiburan, dan terpikir bahwa pasien-pasien itu banyak di antaranya konglomerat, akan diundang. Setelah dikontak banyak yang mendukung, maka jadilah acara ini," sambung dokter Eka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medicabaret mengangkat temanya tentang cinta kasih. Ada cinta kasih dengan nuansa romantisme, maupun cinta kasih pertolongan pada korban gempa yang di dalamnya mengandung unsur pelayanan kesehatan misalnya operasi yang konyol, atau operasi melahirkan yang konyol. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-2095598247689110691?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/2095598247689110691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=2095598247689110691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2095598247689110691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2095598247689110691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/10/latihan-sebelum-pentas-medical-cabaret.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnJMlYmKFI/AAAAAAAAAUU/A2Q2m0Z7Tkc/s72-c/Latihan_Tari_Siloam+%281%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-1779540283072897837</id><published>2008-10-30T21:41:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T21:44:41.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial-Kemanusiaan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnIBJMbGoI/AAAAAAAAAUE/5rISfamGViA/s1600-h/Dr_Eka_RS_Siloam+%2810%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnIBJMbGoI/AAAAAAAAAUE/5rISfamGViA/s200/Dr_Eka_RS_Siloam+%2810%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262957561532586626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dr Eka Julianto Wahjoepramono, kepala Neuro Science Centre RS Siloam/Dekan FK UPH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ratusan Dokter Mengamen untuk Danai Bedah Otak Pasien tak Mampu(4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tolak Tawaran Pindah ke Amerika dan Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKSES membongkar benda 'keramat' yakni batang otak dan mengangkat tumor dari dalamnya, membuat panjang harapan hidup Ardiansyah, pemuda yatim-piatu asal Cilegon, Banten. Pada sisi dr Eka Julianta Wahjoepramono, kepala Neuro Science Center RS Siloam, yang awalnya terkesan nekat, operasi ini justru membawa hikmah luar biasa. Sukses itu membuat dia terkenal dan disegani para dokter dari berbagai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, dokumentasi proses operasi mengangkat tumor dari dalam batang otak yang diperlihatkan pada satu forum internasional para dokter ahli bedah otak. "Setelah saya presentasikan, para dokter dari negara maju pun pada ngomong, ini bukan kasus biasa-biasa, tetapi luar biasa dan langka," ujar dokter Eka yang kini banyak terlibat pada organisasi kedokteran tingkat regional dan dunia seperti presiden Asian-Oceanean Skull Base Society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas operasi mengangkat tumor Ardiansya itu, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, dan Bedah Saraf Universitas Padjadjaran Bandung ini, pun makin laku dan sering diundang ke berbagai universitas di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, dr Eka pun menemukan teknologi baru operasi bedah saraf otak atau yang disebut metoda Trans Clival. Dengan metoda ini, operasi otak tanpa harus bedah tengkorak melainkan cukup melalui tulang clivus pada hidung untuk mengangkat tumor yang menempel di bawah otak. Tingkat kesulitan ini terbilang rendah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dr Eka pun menjadi profesor tamu  pada Fakultas Kedokteran Departemen Bedah Saraf Universitas Arkansas; dosen tamu pada Haravard Medical School, Massachuset, Amerika; Profesor Tamu pada Universitas Nasional Taiwan, Profesor Tamu pada Rumah Sakit Wang Fang, Taipei; dan Editorial Scientific of Australasia Neuroscience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 15 tahun silam dia masih dianggap remeh dan disepelekan dokter-dokter termasuk dari Singapura, belakangan berbalik. Nama dan prestasi dokter Eka pun semakin tersohor, dan makin digemari pasien. "Dalam sepuluh tahun terakhir, alumni pasien yang operasi saja mencapai 7.000-an, dan yang non operasi mungkin mencapai 10 kali lipat. Saban tahun kami melayani 700-an orang operasi bedah otak," kata dr Eka, suami dari Hanna K Damar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pasien itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia, juga dari berbagai negara. Paisennya dari Sabang ada dua orang, dari Merauke, dari perbatasan Batam yang seharusnya tinggal menyeberang setengah jam ke Singapura tetapi memilih berobat ke Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien dari Belanda datang ke Indonesia. Pasien dari Amerika juga datang ke Siloam. "Saya tanya dia, kenapa datang ke saya. Lalu kata pasien itu, 'Saya sudah dengar dan baca di Internet bahwa reputasi anda juga sama dengan dokter di Amerika.' Kalaupun pakai asuransi, saya harus tetap bayar 20 persen, yang nilainya tetap lebih mahal dibandingkan di Indonesia. Kelebihannya di Indonesia, setelah operasi saya sembari bisa pergi ke Bali'," kata dr Eka mengutip pasiennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah prestasi luar biasa dan namanya mendunia, tawaran kepada dokter Eka terus berdatangan. Tawaran pekerjaan hingga pindah kewarganegaraan. "Saya ditawari di Jepang dan Arkansas. Tapi saya nggak mau. Alasan nasionalisme yang membuat saya bertahan di sini. terus terang, saya tersinggung kalau ada orang di luar negeri yang meredahkan atau tidak memandang Indonesia," kata dr Eka yang banyak menimba ilmu dari Prof Dr Med Raden Iskarno SpB SpBS, perintis Bagian Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung/RS Hasan Sadikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak orang pintar putra bangsa yang hijrah bekerja ke luar negeri. Misalnya, pilot pesawat terbang yang eksodus pada perusahaan maskapai asing, teknisi mantan pegawai PT Dirgantara Indonesia dibajak pabrikan pesawat terbang, bahkan ilmuan/pelajar peraih medali emas pada olimpiade kimia, biologi, fisika dan matematika juga hengkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan menolak pindah kewarganegaraan sekalipun ke negara maju dengan fasilitas yang wah, antara lain, dia mempunyai panggilan jiwa terhadap bangsa dan negara ini. Dan kalau pindah ke Amerika, belum tentu terkenal seperti populernya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama saya di Indonesia masih cukup makan dan minum, dan syukurlah selama ini terpenuhi, mengapa saya harus pergi. Dan kemudian, kalau bukan saya yang memulai mengangkat prestasi dokter bedah otak Indonesia, lalu siapa lagi," ujar dr Eka sembari menyebut pengorbanannya dalam meraih prestasi tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun pertama, dia nyaris tak pernah libur, atau berakhir pekan bersama keluarga bahkan waktu untuk keluarga nyaris tidak ada. Bekerja dari pukul 07.00 hingga 24.00 dalam sehari, setiap hari. Barulah setelah ada tim dokter yang terdiri atas lima orang, barulah bisa cuti bergantian. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-1779540283072897837?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/1779540283072897837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=1779540283072897837' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1779540283072897837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1779540283072897837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/10/dr-eka-julianto-wahjoepramono-kepala.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnIBJMbGoI/AAAAAAAAAUE/5rISfamGViA/s72-c/Dr_Eka_RS_Siloam+%2810%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-8698880220804178092</id><published>2008-10-30T21:32:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T21:41:05.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial-Kemanusiaan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnGb0iw6SI/AAAAAAAAAT8/y-Q1YudFM78/s1600-h/Dr_Eka_RS_Siloam+%285%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnGb0iw6SI/AAAAAAAAAT8/y-Q1YudFM78/s200/Dr_Eka_RS_Siloam+%285%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262955820822358306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnGSdfy6TI/AAAAAAAAATs/_J8BpuHRHb0/s1600-h/Dr_Eka_RS_Siloam+%2811%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnGSdfy6TI/AAAAAAAAATs/_J8BpuHRHb0/s200/Dr_Eka_RS_Siloam+%2811%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262955660017068338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dokter Sosial: K&lt;/span&gt;epala Neuro Science Center RS Siloam dr Eka Julianto Wahjoepramono, ahli bedah saraf kaliber internasional. Dia sering  mengoperasi pasien  miskin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ratusan Dokter Mengamen untuk Danai Bedah Otak Pasien tak Mampu (3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr Eka Disegani Setelah Operasi Si Yatim Piatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NYONYA Jumiati bukanlah satu-satunya pasien tak mampu yang menjalani bedah otak cuma- cuma di RS Siloam, Karawaci. Jauh hari sebelum menyelematkan ibu tiga anak itu dari bahaya kanker di otak, tim dokter yang dipimpin dr Eka Julianta Wahjoepramono, kepala Neuro Science Center RS Siloam, pun telah menolong Ardiansyah, pemuda yatim piatu asal Cilegon, Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu datang, Ardiansyah dalam kondisi kritis. Dia terancam lumpuh, buta dan napasnya putus. Penyakitnya bukan penyakit biasa, melainkan masih sangat langka yakni tumur bersarang di batang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardiansyah datang bersama kakaknya. Mereka cuma dua bersaudara, yatim piatu dan keluarga miskin. Menghadapi kenyataan pasien pasti tak mampu membayar pengobatan, sedangkan penyakitnya pada staium gawat dan sulit ditangani, dr Eka tetap optimistis pasien dapat disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu saya ngomong ke pasien secara terus terang belum pernah melakukan operasi pada batang otak, apalagi mengangkat tumor dari dalamnya. Tapi kita tidak ada opsi lain. Lalu kakaknya menyerahkan, dan menyetujui operasi. Silakan dok, wong kami tidak punya uang. Kalau ternyata dokter nanti mau, kami punya gubuk satu, itu nanti bisa kami jual," kata dokter Eka menirukan penuturan pasrah keluarga si pasien. Jalan keluarnya, dr Eka meminta bantuan pendanaan pada pendiri Grup Lippo, juga bos RS Siloam, Mochtar Riyadi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pasien dan keluarga menyetujui operasi, pembedahan tidak serta merta dilakukan. Dokter Eka terlebih dahulu membuka buku-buku referensi tentang bedah batang otak, dan konsultasi dengan dokter di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumor di batang otak Ardiansyah seratus persen diangkat. "Saya sendiri baru sadar, operasi semacam itu adalah operasi yang sangat langka di Indonesia maupun di dunia," kata dr Eka, ayah tiga anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus langka semacam ini, lazimnya direkam dalam video. Sebelum operasi, selama berlangsungnya operasi hingga pascaoperasi didokumentasikan. Kemudian dalam banyak forum internasional, hasil operasi itu saya presentasikan, dan sambutannya luar biasa. Mereka salut dan mengatakan, luar biasa. bahkan dokter dari Amerika mengundang untuk penjelasan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hikmahnya, kami berani mengoperasi batang otak. Sebab sebelumnya dari barang kermat yang tak boleh disentuh, menajadi hal biasa. Setelah operasi Ardiansyah. kami menangani 13 kasus yang mirip di kemudian hari dan semua selamat," urai dr Eka, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima belas tahun lalu, dr Eka masih mengenang ketika bertemu dokter-dokter Singapura, mereka selalu meremehkan. Mencemooh dokter asal Indonesia yang dianggap hanya bisa mengoperasi kecil pada korban kecelakaan lalu-lintas. Saat itu semua orang berduit penderita tumor otak, 99 persen pasti berobat minimal ke Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter yang sama, belakangan jadi sewot, karena pasien dari Indonesia sudah jarang pergi ke Singapura. "Sekarang untuk bedah otak, kita malah sudah jauh daripada keahlian dokter-dokter Singapura," ujar dr Eka yang menjabat President Asian Ocean Skull Base Society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi ini diakui negara-negara maju, termasuk Amerika. Dr Eka diundang sebagai guru besar tamu pada Universitas Arkansas, dan Universitas Harvard Amerika Serikat. Seterusnya dr Eka menjadi narasumber tersohor dan laris ke beberapa negara seperti Taiwan, Jepang, Malaysia, Jerman, untuk membicarakan hal yang sama, yakni sukses mengangkat tumor dari batang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan dalam dunia kesehatan bedah otak ada standar angka kematian, dan ada standard angka kesakitan.  Misalnya, jumlah pasien yang dioperasi di Amerika adalah 1.000 orang dan meninggal lima orang, dan lumpuh 100 orang, sedangkan di Indonesia dari 1.000 pasien meninggal enam orang dan yang lumpuhnya 90 orang. Itu standard nilai keberhasilan. Dan setelah presentasikan di dunia internasional, standar Indonesia tidak beda jauh dengan Amerika, Jerman, dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di mana-mana pasti ada angka kematian. Nggak ada keberhasilan 100 persen hidup terutama untuk operasi otak. Dari angka ini, ternyata ktia tiadak bedah jauh dari negara maju. Dengan demikian masyarakat semakin menyadari, mengapa mereka mesti berangkat jauh ke luar negeri kalau di dalam negeri saja sudah bisa," kata dr Eka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencontohkan satu BUMN besar, beberapa tahun lalu, jika staf ada keluhan sekalipun hanya pusing, maka selalu untuk memeriksa kesehatan selalu ke Tokyo. Dan setiap berangkat, selalu memabwa isitri atau suami. Belakang, pihak SDM BUMN itu mulai sadar, pengobatan semacam ini berbiaya tinggi, dan kebobolan miliaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan seperti ini sebenarnya sudah merebak. Pejabat negara, mulai menteri, staf presiden, konglomerat, kalau pusing biasanya langsung ke Singapura untuk periksa kesehatan. "Kalau orang gede-gede sudah menberi contoh begitu, yah bagaimana rakyatnya. Padahal banyak pemimpin di negara lain, tidak mau berobat ke luar negeri. Mereka memilih berobat di dalam negerinya sendiri dan percaya kepada dokter sendiri, mereka gengsi kalau harus ke luar negeri," katanya. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-8698880220804178092?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/8698880220804178092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=8698880220804178092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8698880220804178092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8698880220804178092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/10/dokter-sosial-k-epala-neuro-science.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnGb0iw6SI/AAAAAAAAAT8/y-Q1YudFM78/s72-c/Dr_Eka_RS_Siloam+%285%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-8972095061051182817</id><published>2008-10-30T21:18:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T21:28:20.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial-Kemanusiaan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnDEBxstsI/AAAAAAAAATk/rnIGvsg2XeE/s1600-h/20081027_Mahmud_OKE%2812%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnDEBxstsI/AAAAAAAAATk/rnIGvsg2XeE/s200/20081027_Mahmud_OKE%2812%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262952113522915010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnC6we0lxI/AAAAAAAAATc/0Ju0G_hitME/s1600-h/20081027_Mahmud_OKE%284%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnC6we0lxI/AAAAAAAAATc/0Ju0G_hitME/s200/20081027_Mahmud_OKE%284%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262951954261514002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;Kepala Sekolahku Pemulung: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mahmud,  Kepala Sekolah MTs Safinatul Husna di bilangan Pangadengan, Barat. Siang mengajar, sore memulung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ratusan Dokter Mengamen untuk Danai Bedah Otak Pasien Tidak Mampu (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Honor 'Aktor Film' Habis Biayai Pengobatan Istri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAJAH Mahmud (48) putih bersih. Cerah. Dandangannya rapi, tidak lusuh. Tawanya juga renyah. Riang. Di antara empat laki-laki teman kerjanya yang sibuk membersihkan botol-botol plastik bekas wadah air mineral di antara tumpukan sampah, dia paling keren. Sekilas pandang sosok laki-laki setengah baya ini lebih pas juragan atau pedagang pengumpul dari para pemulung, tetapi kenyataan dia adalah pemulung sebetulnya. Mahmud terkesan pintar menyembunyikan duka lara kendatipun hidup sesungguhnya nelangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud mengenakan kaus oblong atribut kampanye Pemilu 2004 dengan foto wajah Susilo Bambang Yudhoyono. Bawahannya sarung warna merah tua. Di tengah perbincangan dia pamit menunaikan salat Magrib, bersalin kemeja koko hijau tua dan peci hitam. Dia masuk ke rumah kotak berbahan bambu dan kayu lapis, di dekat tumpukan sampah, 'ladangnya' memulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud seorang guru. Ya, pengajar bahkan dengan predikat Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Safinatul Husna di bilangan Pangadengan, Kalideres, Jakarta Barat. Pagi sampai siang Mahmud bekerja di sekolah, mengajar berbagai mata pelajaran mulai agama, matematika, bilogi, fisika dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan yang mengelola sekolah ini terbilang lumayan besar dan membawahi sekolah MTs setingkat SMP, dan madarasah ibtidaiyah (MI) setingkat SD. Untuk Madrasah Tsanawiyah MTs saja memiliki ratusan siswa dengan 17 guru, dan seorang staf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati memimpin sekolah yang terbilang besar, dan sudah menjadi guru sejak tahun 1979, kehidupan keluarga tiga anak ini jauh dari layak. "Orang kadang-kadang tidak percaya, gaji saya kurang dari sejuta. Rata-rata hanya 500 ribu sampai Rp 700 ribu sebulan," ujar Mahmud. Penuturan Mahmud dibenarkan Jumiati, istrinya, bekas penderita kanker otak.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan penghasilan sekecil itu, Mahmud mencari penghasilan tambahan. Dia memulung sampah-sampah yang masih bernilai ekonomi seperti lembaran plastik, botol plastik minuman mineral, kertas, kaleng dan lain sebagainya dari tempat pembuangan sampah sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pagi-siang, pukul 06.30 hingga puku 14.00 dia bekerja mendidik siswa-siswi dan mengorganisasi guru-guru beserta stafnya, sore hingga malam dia memulung. "Penghasilan sebagai pemulung saat ini kecil, paling-paling 300 ribu. Sebab sudah banyak pemulung. Kalau dulu, waktu pemulung sedikit, penghasilan suami saya bisa sejuta sebulan," kata Jumiati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas hidup yang dialami Mahmud memang terbilang tragis. Saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumbar bonus kepada guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan gaji yang dapat dibawa ke rumah minimal Rp 5 juta per bulan, berbanding terbalik dengan guru-guru swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud menuturkan pekerjaan sambilan sebagai pemulung memang tanpa rintangan berarti, baik sesama guru, orang tua siswa maupun anak didiknya tidak sampai mengucilkan Mahmud. Namun profesi ganda, guru plus pemulung sempat menjadi bahan perguncingan. Mahmud dianggap merendahkan profesi guru, apalagi jabatannya cukup keren-beken, yakni kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tanggapan balik Mahmud atas cibiran itu? "Saya tak bermaksud merendahkan martabat dan harga diri profesi guru," kat dia. Justru dengan sambil memulung, Mahmud coba memberi pelajaran kepada kawan seprofesinya dan pihak-pihak lain, kalau gaji guru di Jakarta saja, ini Jakarta lho, belum cukup untuk kehidupan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mestinya rekan-rekan guru yang lain bangga pada saya, siapa tahu ke depan guru swasta pun diperhatikan seperti PNS. Sebab guru swasta juga banyak, dan tugas mereka sama seperti guru negeri, mencerdaskan anak-anak," ujar Mahmud yang sudah menekuni pekerjaan mengumpulkan barang-barang bernilai ekonomi dari sampah buangan keluarga sekitar huniannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derita keluarga Mahmud mengundang banyak keprihatinan, termasuk dari wartwan dan insan perfilman.  Saat pembahsan RUU Guru dan Dosen marak rua tahun lalu, TVRI membuat tayangan dengan memosisikan Mahmud sebagai 'aktor' utama. TVRI mengeskploitasi rangkap jabatan guru dan pemulung. Setelah film itu tayang, Mahmud mendapat hadiah berupa tabungan Rp 20 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, dia juga menjadi 'aktor'  film dokumenter berjudul 'Kepala Sekolahku Pemulung'. Film dokumenter terbaik yang menyabet penghargaan film favorit dalam kompetisi film dokumenter Eagle Award, Metro TV. Mahmud beserta istri pun tampil pada acara Kick Andi. "Semua tabungan saya dari film itu habis, ludes...des untuk pengobatan alternatif istri," kata Mahmud dengan nada pelan, lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anaknya bahkan harus putus kuliah, drop-out, setelah dua semester berturut-turut tidak mampu membayar uang kuliah, karena semua penghasilan mereka tersedot untuk pengobatna sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dari TVRI didapatkan Mahmud honor Rp 20 juta, dari Metro TV diperoleh jalan mendapatkan operasi berbiaya ratusan juta dengan cuma-cuma. Saat derita dia diekspos Andy F Noya, sang presenter, hal itu mengilhami pihak RS Siloam Karawaci dan Yayasan Otak Indonesia memberi layanan bedah otak tanpa dipungut biaya. Beruntunglah keluarga  ini, istri atau ibu yang mereka kasihi sudah bebas dari sergapan kanker otak mematikan. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-8972095061051182817?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/8972095061051182817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=8972095061051182817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8972095061051182817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8972095061051182817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/10/kepala-sekolahku-pemulung-mahmud.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQnDEBxstsI/AAAAAAAAATk/rnIGvsg2XeE/s72-c/20081027_Mahmud_OKE%2812%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-196433072699609089</id><published>2008-10-30T21:05:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T21:32:30.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial-Kemanusiaan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQm_6vGr-vI/AAAAAAAAATU/U3ci7I0op4U/s1600-h/20081026_Jumiati-OKE.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQm_6vGr-vI/AAAAAAAAATU/U3ci7I0op4U/s200/20081026_Jumiati-OKE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262948655356967666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQm_waslnWI/AAAAAAAAATM/_HQdz-7l1xk/s1600-h/20081026_Jumiati_dan_Mahmud_suaminya_oke.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQm_waslnWI/AAAAAAAAATM/_HQdz-7l1xk/s320/20081026_Jumiati_dan_Mahmud_suaminya_oke.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262948478080097634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;BEDAH OTAK GRATIS&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;: NY Jumiati (48, atas), penderita kanker otak yang menjalani operasi gratis di RS Siloam Karawaci. Kiri, Mahmud (48), suaminya menunjukkan bekas bedahan pada tengkorak kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ratusan Dokter Mengamen untuk Danai Bedah Otak Pasien Tidak Mampu (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siap Mati karena tak Kuat Menahan Sakit Kanker Otak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SORE itu, Ny Jumiati (43) berjalan perlahan mendekati Mahmud (48), sumianya yang sedang sibuk membersihkan botol-botol plastik minuman mineral hasil pungut atau pulungannya. Matanya mengawasi pekerjaan Mahmud, suaminya, berserta tiga kawannya sesama pemulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaranya begitu pelan. Pandangan mata tidak begitu fokus, dan mata kanan sekilas terlihat juling. Sesekali ia bertopang dagu. Tangan kanannya memegangi kepala bagian depan sebelah kanan sambil memijat-mijat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kadang-kadang masih pusing," kata Jumiati, dalam perbincangan dengan Persda Network akhir pekan lalu di kediamannya di tepi tali irigasi Apuran di Jalan Bambu Larangan RT 03/05, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumiati adalah bekas penderita kanker otak. Dia menjalani operasi bedah otak di Rumah Sakit Siloam, Lippo Karawaci, 3 Desember 2007. Setelah tengkorak kepala dibedah, daging kanker sebesar kira-kira bola pingpong, tepatnya berukuran 60,5 X 59,5 X 40,6 milimeter, diangkat dari otak. Operasi mengangkat daging tumbuh yang nyaris mendorong bola matanya keluar itu, gratis. Biaya operasi didanai RS Siloam bekerja sama dengan Yayasan Otak Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Operasi pengangkatan kanker dari otak Jumiati dilakukan tim dokter RS Siloam yang dipimpin dr Eka Julianto Wahjoepramono, dokter bedah otak ternama di dunia asal Indonesia. Selama seminggu menjalani operasi dan pemulihan, keluarga pasien lemah secara ekonomi ini tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah pasrah, lillahi ta'ala (hanya karena Allah yang suci, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Red&lt;/span&gt;). Saya sudah siap mati saat akan operasi mengangkat kanker dari otak saya, karena saya sudah tidak kuat lagi menahan sakitnya. Kalau memang gagal dan mati ya tidak apa-apalah, wong uang juga nggak punya untuk biaya operasi. Lagian, wong orang sehat saja bisa mati kok, apalagi saya yang sakit kanker otak," kata Jumiati yang bersyukur semakin sembuh pascaoperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud, suami Jumiati adalah Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Safinatul Husna di bilangan Pangadengan, Kalideres, Jakarta Barat. Mahmud merangkap mengajar berbagai mata pelajaran mulai agama, matematika, bilogi, fisika dan sebagainya. Karena tuntutan biaya untuk pendidikan anak-anak, dan belakngan demi keperluan dana pengobatan istri, Mahmud mencari kerjaan sampingan yang jauh berbeda dari profesinya, yakni memulung sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan tahun sudah keluarga Mahmud mendiami rumah mereka di atas tanah milik Departemen Pekerjaan Umum DKI Jakarta di tepi Kali Apuran. Bangunan berdiri di atas bekas kolam ikan, berlantai bambu, berdinding kayu lapis. Rumah mereka beserta tiga bangunan lainnya terletak persis di antara tumpukan sampah dengan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumpukan sampah limbah rumah tangga di tempat penampungan sementara membukit, melebihi tinggi atap rumah Mahmud. "Rumah ini berdiri di atas tanah milik pemerintah. Kalau digusur, terpaksa kami akan pindah dan akan mencari tempat lain," kata Mahmud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gubuk derita itulah, selama bertahun-tahun, Jumiati bergelut dengan kanker otak yang menggerogotinya. Ibu tiga anak ini berjuang melawan sakit yang tak terperi. Mahmud menuturkan gejala sakit yang dirasakan Jumiati mulai muncul tahun 2003. Semula pusing, sakit seperti migrain menyerang kepala sebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan sakit kian menyiksa bahkan gejalanya sampai membuat kejang. "Pada tahun 2004 sampai awal 2006, kejang masih sesekali. Belakangan bisa menjadi dua kali sehari. Kalau kejang, tangan dan kaki sakit luar biasa, daging-dagingnya serasa ditarik-tarik kencang banget," kata Jumiati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya, kejang berkepanjangan terjadi 3 Oktober 2006 dan memaksa keluarga membawanya ke RS Mintoharjo, Jakarta. "Di sanalah saya dikasih tahu dokter, kalu istri saya kena kanker otak dan harus segera dioperasi. Kalau tidak maka bola mata akan terdorong keluar oleh daging kanker. Saat itu dokter minta biaya Rp 50 juta, tapi kami tidak punya uang, dan kami putuskan pulang untuk berobat alternatif," kata Mahmud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lebih menjalani obat-obatan alternatif, kanker otak tak kunjung hilang. Malah nyawa Jumiati semakin terancam. Risiko kebutaan dan kelumpuhan bahkan kematian pun kian besar. Sampai pada suatu kesempatan, Mahmud dan Jumian dihadirkan pada acara Kick Andi, acara televisi Metro TV yang mengangkat tragedi sosial  profesi  Mahmud, kepala sekolah merangkap pemulung. Film "Kepala Sekolahku Pemulung" dengan aktor utama Mahmud berhasil meraih dua penghargaan pada festival film dokumenter yang diselenggarakan Metro TV tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya dokter Eka, dan pengurus Yayasan Otak Indonesia menyaksikan acara itu. Dan nurani  menggerakkan hati mereka untuk berbuat sesuatu, menolong kaum papa. "Kami putuskan segera mengoperasi Jumiati dengan tanpa dipungut biaya," ujar dr Eka Julianta Wahjoepramono, ketua tim dokter yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten. (Persda Network/Domuara Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-196433072699609089?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/196433072699609089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=196433072699609089' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/196433072699609089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/196433072699609089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/10/bedah-otak-gratis-ny-jumiati-48-kanan.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SQm_6vGr-vI/AAAAAAAAATU/U3ci7I0op4U/s72-c/20081026_Jumiati-OKE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-4545585878729598472</id><published>2008-10-03T16:50:00.000+07:00</published><updated>2008-10-03T16:53:26.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ekbis-Finance'/><title type='text'></title><content type='html'>KRISIS EKONOMI GLOBAL&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Subprime Mortgage" dan "Bailout": Selanjutnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/10/03/10422462/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DANDOSSI MATRAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sulit dipercaya bahwa pembiayaan kredit properti yang tidak hati-hati bisa meluluhlantakkan ekonomi negara adidaya semacam Amerika Serikat. Seluruh lapisan masyarakat di Amerika dan dunia saat ini menyesali investasi di surat utang subprime mortgage yang telah menyapu bersih modal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subprime mortgage (SM) merupakan kredit perumahan yang skema pinjamannya telah dimodifikasi sehingga mempermudah kepemilikan rumah oleh orang miskin yang sebenarnya tidak layak mendapat kredit. Tingkat bunga The Fed, sepanjang tahun 2002-2004 yang hanya sekitar 1-1,75 persen, membuat bisnis SM dan perumahan booming. Tingginya bunga pinjaman SM (pada saat bunga deposito rendah) menarik investor kelas kakap dunia (bank, reksadana, dana pensiun, asuransi) membeli surat utang yang diterbitkan perusahaan SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika The Fed, mulai Juni 2004, bertahap menaikkan bunga hingga mencapai 5,25 persen pada Agustus 2007, kredit perumahan mulai bermasalah akibat banyaknya nasabah yang gagal bayar. Dampaknya, banyak perusahaan penerbit SM rugi besar karena nasabahnya gagal bayar dan perusahaan SM tidak mampu membayar utang karena tidak dibayar nasabahnya. Terjadi banyak penyitaan rumah (1 dari 10 rumah di Cleveland, AS, dalam kondisi tersita). Pasar properti berubah menjadi seller market akibat banyak yang ingin menjual propertinya sehingga harga properti turun 10 persen.&lt;br /&gt;Investor institusi keuangan yang membeli surat utang SM rugi besar karena surat utangnya hanya bernilai sekitar 20 persen. Akibatnya, harga saham atau nilai aktiva bersih dari investor yang memiliki SM jatuh dan membuat investor rugi besar.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Butuh likuiditas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sialnya, kebutuhan likuiditas juga mendesak. Selain tiadanya capital gain dan penerimaan cash inflow dari kupon bunga SM yang gagal bayar, juga ada kebutuhan dana tunai karena sebagian investor yang mencairkan investasinya. Parahnya, pada saat bersamaan semua pihak butuh likuiditas, yang berakibat terjadinya credit crunch (kelangkaan likuiditas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, untuk menutupi kebutuhan likuiditas, mayoritas investor terpaksa menjual portofolionya, termasuk sahamnya, secara besar-besaran, di seluruh dunia yang mengakibatkan terempasnya pasar modal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Pemerintah Amerika Serikat (AS) turun tangan sepenuhnya mengatasi masalah yang ditimbulkannya sendiri. Dana 700 miliar dollar AS, secara bertahap, akan digelontorkan ke pasar untuk membeli surat utang SM yang bermasalah, yang telah membuat ekonomi AS babak belur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;”Bailout” dijegal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana bailout, walau telah mendapatkan keputusan Senat, ternyata terjegal oleh keputusan House of Representative. Bursa global yang sudah bereaksi positif saat rencana diajukan kembali terkapar. Khusus Wall Street, indeks jatuh dengan angka yang ajaib. Indeks jatuh 777,7 point sebagai respons atas penolakan bailout senilai 700 miliar dollar AS tersebut. Mengindikasikan sedemikian parahnya krisis yang tengah terjadi di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, rencana bailout kedua segera diajukan kembali, dengan revisi tambahan usulan kenaikan penjaminan deposan dari 100.000 dollar AS menjadi 250.000 dollar AS untuk menenangkan deposan yang panik. Serta membebaskan Federal Deposit Insurance Corp meminjam tanpa batas kepada Departemen Keuangan saat membutuhkan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bila bailout ini disetujui, apakah kita bisa berharap krisis ekonomi global akan cepat pulih kembali? Ada baiknya kita lihat bagaimana bailout ala Amerika Serikat ini dilakukan.&lt;br /&gt;”Bailout” untuk surat utang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bailout dilakukan dalam bentuk pemerintah akan membeli surat utang SM yang macet, yang dipegang oleh investor—yang merupakan investor institusi keuangan, seperti bank, reksadana, dana pensiun, dan asuransi. Harga pembelian surat utang adalah harga pasar, yang saat ini jauh di bawah nominal. Dana bailout diperoleh dari penerbitan surat utang pemerintah di pasar uang. Setiap perusahaan yang menjual surat utang ke pemerintah terikat ketentuan tentang pembatasan gaji top eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan skema bailout yang seperti ini, manfaat utama yang bisa terlihat hanyalah berkurangnya tekanan penjualan portofolio, khususnya saham, secara global karena nantinya, dengan bailout, kebutuhan likuiditas, selain dari saham, bisa dipenuhi juga dari penjualan surat utang SM kepada pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, skema ini tidak akan mencegah kerugian yang diderita investor karena, dengan prinsip akuntansi marked to market, kerugian tetap harus diakui dalam pembukuan investor yang memiliki surat utang SM yang bermasalah. Kerugian yang besar tetap berpotensi menggerus modal yang mengakibatkan insolvensi, yang bermasalah pada ekuitas yang negatif bila tidak dilakukan injeksi modal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor sendiri diragukan akan bersedia menjual surat utang mereka ke pemerintah dengan harga pasar. Mereka pasti akan berusaha keras mencari alternatif pendanaan lainnya daripada merealisasikan kerugian yang sangat besar dalam buku mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik rumah tampaknya juga tidak mendapat manfaat banyak dari bailout ini karena kewajiban cicilan dengan bunga pasar tetap berlaku. Keringanan paling berbentuk kelonggaran dalam kriteria penyitaan oleh kreditor bila peminjam tidak mampu membayar kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan penerbit SM juga tidak diberikan perhatian dalam bailout ini. Padahal, masalah utama krisis ini adalah nasabahnya yang gagal bayar, pasar properti yang over supply, serta nilai properti yang anjlok sehingga mereka tidak sanggup membayar kewajibannya kepada investor keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema bailout ini agak diragukan efektivitasnya dan manfaatnya bagi pemulihan ekonomi Amerika Serikat. Bayangkan ketika investor bertahan tidak menjual surat utangnya, atau pemilik rumah tetap tidak sanggup membayar kewajibannya dan penerbit surat utang tidak sanggup membayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema bailout ini berbeda sekali dengan saat Pemerintah Indonesia mem-bailout bank yang bermasalah. Saat itu, pemerintah mem-bailout dengan cara mengambil alih kepemilikan saham bank yang bermasalah melalui rekapitalisasi bank kemudian menjual sahamnya secara tender (yang sayangnya penjualannya terlalu dini dengan harga murah dan berorientasi ke investor asing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hindari intervensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bailout ala AS, hanya untuk surat utang saja. Mungkin, prinsip kapitalisme dan liberalisme membuat bailout kepemilikan (saham) oleh pemerintah, yang bersifat intervensi, menjadi sesuatu yang dihindarkan di Amerika Serikat. Padahal, Inggris dengan cepat menasionalisasikan bank kedua terbesar di Inggris, Bradford &amp;amp; Bingley, juga Northern Rock’s yang bermasalah gara-gara subprime mortgage ini. Begitu pula dengan Fortis yang sebagian sahamnya diambil alih Pemerintah Belgia dan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran, ketika proposal bailout ini disetujui Kongres pada hari Minggu, pada perdagangan saham hari Seninnya, indeks global mengalami penurunan. Bisa jadi penurunan tersebut merupakan respons negatif terhadap usulan bailout yang memang tidak menyembuhkan penyakitnya secara tuntas.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dengan skema bailout ini, janganlah kita terlalu berharap bahwa bailout ini akan tuntas menyelesaikan krisis ekonomi Amerika Serikat dan global dalam waktu 1-2 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak terhadap Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Krisis SM sangat merugikan investor keuangan dunia yang juga berinvestasi di pasar modal dan uang Indonesia. Pukulan terbesar memang di pasar modal mengingat saham merupakan instrumen likuid, begitu pula deposito. Kebutuhan likuiditas yang tinggi membuat mereka keluar dari pasar keuangan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk surat utang negara (SUN), tekanan tidak terlalu parah karena merupakan instrumen jangka panjang yang bebas risiko yang dimungkinkan ”disekolahkan” dalam bentuk REPO. Selain itu, pasar sekunder yang ada belum memungkinkan investor asing keluar secara instan dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;Penerbitan SUN baru untuk sementara waktu akan terganggu dengan masih akan absennya investor asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak terlalu terpengaruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ekspor beberapa produk mungkin terganggu karena menurunnya permintaan. Namun, dengan pertumbuhan pasar domestik yang pesat, bisa meminimalisasi dampak penurunan pasar ekspor secara agregat. Dengan pasar domestik yang kuat, pendanaan dalam negeri yang likuid, serta pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh, seharusnya Indonesia tidak terlalu terpengaruh krisis yang terjadi di Amerika Serikat. Bahkan, krisis ini sebenarnya merupakan peluang Indonesia menyelinap lebih gesit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah juga mencatat bahwa, pascakrisis moneter di Indonesia, setiap terjadi krisis di Amerika Serikat (9/11, Enron, SM), Indonesia berada pada posisi yang lebih baik atau malah diuntungkan. Buktinya, nilai kurs rupiah dalam jangka panjang malah relatif stabil atau menguat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DANDOSSI MATRAM,&lt;/span&gt; Pengamat Pasar Modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-4545585878729598472?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/4545585878729598472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=4545585878729598472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4545585878729598472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4545585878729598472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/10/krisis-ekonomi-global-subprime-mortgage_03.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-6828443460683654486</id><published>2008-09-24T11:23:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T11:38:22.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ekbis-Finance'/><title type='text'>Inilah Produk-produk Cina yang Ditarik dari Peredaran</title><content type='html'>Geram dan marah. Banyak produk yang dikonsumsi anak-anak beredar tanpa pengawasan pemerintah RI. Kalau pun belakangan diketahui bermasalah, bukan karena inisiatif pemerintah mengawasi dan meneliti, tetapi karena 'ikut-ikutan' dari ahli negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal produk itu sepreti susu, permen dan kue-kuean sering dikonsumi anak-anak. Kue Oreo, misalnya, beredar luas, dan termasuk beberapkali dikonsumsi anak saya. Oreo menjadi alternatif yang saya bolehkan untuk anak-anak, daripada permen yang memang banyak bermasalah, selain merusak gigik lebih cepat. Tetapi ternyata, setali tiga uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginikah tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut berita dan daftar makanan yang dilarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Produk-produk Cina yang Ditarik dari Peredaran&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Susu fermentasi rasa jeruk Jinwel Yougoo&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Aneka rasa buah Jinwel Yougoo&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Aneka Jinwel Yougoo tanpa rasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Susu bubuk full cream Guozhen&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Es Krim Meiji Indoeskrim Gold Monas rasa coklat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Es Krim Meiji Indoeskrim Gold Monas rasa vanila&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Wafer batang Oreo&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kue Oreo cokelat jenis Sandwich &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kembang gula cokelat M&amp;amp;M's&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cokelat susu M&amp;amp;M's&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Biskuit-Nougat lapis coklat Snickers&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kembang gula cokelat Dove Choc&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Es batangan Yili Shesnut&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Es batangan kacang merah Yili Bean Club&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Es batangan rasa Yogurt Natural Choice&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Es batangan Yili Prestige Chocliz&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Susu murni UHT Nestle Dairy Farm&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Susu Yili rendah lemak&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Susu Yili berkalsium tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susu murni Yili 205 ML&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Susu murni Yili 1 L&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Susu rasa stroberi Dutch Lady&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Permen krim White Rabbit &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Yogurt beku Yili Choice Dairy&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/24/0031267/sejumlah.produk.dilarang.beredar&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah Produk Dilarang Beredar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPOM Periksa Produk Susu dari China&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Pemerintah melarang peredaran susu dari China di seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini demi menjaga keamanan pangan setelah merebaknya kasus susu mengandung melamin yang menyebabkan ribuan anak di China sakit dan ada yang meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak menemukan susu formula (susu untuk bayi) di Indonesia yang diimpor dari China. ”Bahan baku susu formula yang diproduksi di Indonesia juga tidak berasal dari China,” kata Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan POM Tien Gartini, Selasa (23/9) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari membenarkan adanya produk susu untuk orang dewasa dari China yang beredar di Indonesia. Susu asal China itu adalah susu bubuk full cream merek Guozhen dengan nomor pendaftaran ML 805309001478. Izin edar susu full cream itu diberikan setahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait hal itu, Badan POM akan berkoordinasi dengan Departemen Perdagangan untuk mengamankannya. Meski belum diketahui apakah susu itu juga tercemar melamin, pemerintah memutuskan menarik produk itu dari peredaran. ”Itu sedang kami lakukan pemeriksaan apakah produk susu itu mengandung melamin atau tidak,” kata Kepala Badan POM Rubiana Husniah Thamrin Akib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 18 September lalu, Badan POM membuat surat edaran ke seluruh Balai POM untuk memeriksanya. ”Yang kami takutkan ada produk ilegal beredar. Karena itu, bila masyarakat menemukan susu ilegal atau yang tidak terdaftar di Badan POM, kami minta segera melaporkan ke Unit Layanan Konsumen Badan POM dengan nomor telepon 4263333,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Badan POM melayangkan surat kepada Asosiasi Peritel Indonesia, Selasa (23/9), yang isinya meminta para peritel agar mengamankan produk-produk susu serta berbagai produk yang mengandung susu dari China, seperti permen, biskuit, kembang gula, yoghurt, dan es krim. Hal itu dilakukan dengan cara menariknya dari peredaran, menyegel, dan melaporkan hasilnya kepada Badan POM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak panik&lt;br /&gt;Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan mengharapkan konsumen tidak panik, apalagi enggan mengonsumsi susu dan produk olahannya, karena khawatir mengandung susu terkontaminasi yang diimpor dari China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Thomas, hampir semua pengusaha yang memproduksi makanan atau minuman olahan susu tidak mengimpor bahan bakunya dari China. Produk susu di Indonesia umumnya diimpor dari Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Argentina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, Dinas Perdagangan dan Perindustrian DKI Jakarta mengetatkan pengawasan susu dan produk turunannya yang berasal dari China. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengizinkan penarikan semua jenis susu dan produk turunannya dari China jika positif tercemar dan membahayakan warga. ”Jika di China dan Singapura produk semacam itu sudah ditarik, kenapa di Jakarta harus menunggu jatuhnya korban?” kata Fauzi Bowo. (EVY/DAY/ECA/WHY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-6828443460683654486?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/6828443460683654486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=6828443460683654486' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/6828443460683654486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/6828443460683654486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/09/geram-dan-marah.html' title='Inilah Produk-produk Cina yang Ditarik dari Peredaran'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-1260466972744226937</id><published>2008-09-16T13:54:00.000+07:00</published><updated>2008-09-16T13:56:44.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ekbis-Finance'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: webdings;font-size:130%;" &gt;Pergerakan BI Rate dalam 3 Tahun Terakhir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: webdings;"&gt;SUKU&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt; bunga acuan Bank Indonesia atau dikenal dengan BI rate pertama kali diterapkan dalam sistem keuangan Indonesia pada 5 Juli 2005. Penerapan ini sejalan dengan penggunaan suku bunga sebagai sinyal kebijakan moneter. Saat pertama kali diterapkan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan BI Rate ditetapkan sebesar 8,5 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;RDG tersebut merupakan rapat pertama yang dilakukan sejak BI mengimplementasikan Inflation Targeting Framework, yang secara eksplisit mengumumkan suku bunga kebijakan, BI Rate, kepada publik. Dewan Gubernur memandang penetapan suku bunga tersebut dapat mengendalikan tingkat inflasi ke arah sasaran inflasi jangka menengah sekaligus kondusif untuk memelihara momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dewasa ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Suku bunga tersebut berlaku selama triwulan III-2005, namun tanpa menutup kemungkinan dilakukannya penyesuaian pada bulan-bulan selanjutnya sejalan dengan perkembangan perekonomian dan kondisi moneter secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Dalam mengontrol likuiditas rupiah dan inflasi, BI sebelumnya menggunakan instrumen lelang yang disebut dengan suku bunga bank indonesia (SBI). Peserta tender adalah bank-bank  dan atau lembaga keuangan lainnya. Namanya lelang besaran kenaikan atau penurunan SBI tidak dapat dipastikan, demikian juga besarannya sulit ditebak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Seakan mengadopsi penerapan suku bunga yang digunakan bank sentral Amerika Serikan, The Federal Reserve atau The Fed, BI pun mulai meninggalkan sistem lelang sebagai satu-satunya penentu kebijakan naik atau turunnya suku bunga acuan. Dengan itu, BI mengadopsi BI rate yang diputuskan melalui rapat, bukan lagi tergantung pihak-pihak lain yang 'bertarung' dalam leleng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Menurut data Bank Indonesia, RDG memandang perkembangan ekonomi Indonesia triwulan II-2005 tetap tumbuh tinggi diikuti oleh pola ekspansi ekonomi dengan peran investasi yang semakin besar. Hal ini cukup menggembirakan, meskipun ekonomi global tumbuh melambat dan diliputi ketidakpastian yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Sejak itu, BI rate menjadi instrumen suku bunga acuan, kendatipun SBI masih dilelang untuk bulanan, tribulanan dan sebagianya. Keuntungan penerapan BI rate, para pelaku pasar tidak perlu berspekulasi liar terhadap besaran perubahan BI rate. Mereka tinggal menebak angka sektiar 25 basis poin atau kelipatannya. Turun atau naik, tergantung tren inflasi dan kondisi pasar modal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Sejak ditetapkan sebesar 8,50 persen pertama kali, BI rate terus naik turun. Fluktuasi ini dipengaruhi likuiditas rupiah, gejolak valas, pasar modal, dan inflasi. Kendati terjadi gejolak, pasar lebih mudah menebak kenaikan atau penurunan BI rate. Lazimnya, jika inflasi melonjak besar dan terjadi gejolak pasar uang yang melemahkan rupiah, maka BI rate pun akan naik menyesuaikan inflasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Dalam enam bulan pertama tahun 2005, BI rate naik terus. Juli hingga September naik masing- masing 25 basis poin atau 25 persen. Lalu Oktober tejadi lonjakan 100 poin atau 1 persen, kemudian melonpat lagi 125 basis poin November, dan melonjak lagi 50 basis poin menjadi 12,72 di pengujung tahun. Angka 12,75 bertahan selama lima bulan hingga pertengahan 2006. Itulah tingkat BI rate tertinggi sepanjang diterapkan di Indonesia dalma tiga tahun terakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Sejak itu, BI rate cenderung turun terus. Titik terendah adalah 8 Desember 2007 hingga 3 April 2008, ketika BI rate berada di level 8,00. Saat ini, BI rat ekembali cenderung naik dengan posisi terakhir 9,25 persen sejak 4 Sept 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Sekarang, sektor riil dan debitor akan direporkan beban suku bunga, bila pemerintah menyetujui usul Lembaga Moneter Internasional (IMF) yang mematok BI rate saat ini minimal 10,25 persen.  (persda network/domu damians ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;BI Rate dari Masa ke Masa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Tanggal  BI Rate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;4 Sept 2008 9.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;5 Aug 2008 9.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;3 July 2008 8.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;5 June 2008 8.50%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 May 2008 8.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;3 April 2008 8.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 March 2008 8.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 Feb 2008 8.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;8 Jan 2008 8.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 Dec 2007 8.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 Nov 2007 8.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;8 Oct 2007 8.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 Sept 2007 8.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;7 Aug 2007 8.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;5 July 2007 8.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;7 June 2007 8.50%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;8 May 2007 8.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;5 April 2007 9.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 March 2007 9.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 Feb 2007 9.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;4 Jan 2007 9.50%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;7 Dec 2006 9.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;7 Nov 2006 10.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;5 Oct 2006 10.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;5 Sept 2006 11.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;8 Aug 2006 11.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 July 2006 12.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 June 2006 12.50%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;9 May 2006 12.50%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;5 April 2006 12.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;7 March 2006 12.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;7 Feb 2006 12.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;9 Jan 2006 12.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 Dec 2005 12.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;1 Nov 2005 12.25%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;4 Oct 2005 11.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;6 Sept 2005 10.00%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;9 Aug 2005 8.75%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;5 July 2005 8.50%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Sumber: Bank Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-1260466972744226937?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/1260466972744226937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=1260466972744226937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1260466972744226937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1260466972744226937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/09/pergerakan-bi-rate-dalam-3-tahun.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-3106793581802819728</id><published>2008-09-10T17:04:00.000+07:00</published><updated>2008-09-10T17:09:45.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ganyang Koruptor'/><title type='text'></title><content type='html'>Anggota Komisi IX DPR Periode 1999-2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah nama-nama Anggota Komisi IX periode 1999-2004. Semua mereka ini diduga terlibat menerima uang yang mengalir dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) di bawah Bank Indonesia (BI). PPAT baru-baru ini menyebut, 41 anggota Komisi IX, diduga menerima uang minimal Rp 500 juta melalui pencairan 400 lembar cek bernominal masing-masing Rp 50 juta. Siapakah yang nggak terima ngacung, yang terima ngaku hayo!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi Golkar:&lt;br /&gt;Hafid Alwi, TN Nurlid, Baharuddin Aritonang, Antoni Zeidra Abidin, Ahmad Hafiz Zawawi, Asep Sujana, Bobi Suhadirman, Aji Ashar Muklis, Abdullah Zaini, Ryan Salampessy, Hamka Yandhu, Henky Baramuli, Reza Kemarala, Paskah Suzetta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi PDIP:&lt;br /&gt;Emir Moeis, Max Moein, Poltak Sitorus, Alberson M Sihaloho, Sukowaluyo Mintohardjo, Candra Wijaya, Zulvan Lindan, Angelina Fathian, William Tutuarima, Sukono, Mahtus Corness, Dudi Makmun Murod, Sutanto Pranoto, Donny Prasetyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi PPP:&lt;br /&gt;Daniel Tanjung, Sofyan Usman, Endin AJ Soefihara, Uray Faisal Hamid, Habil Marati, Faisal Basir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi PKB:&lt;br /&gt;Amrul Al Mutaksin, Ali As'ad, Arif Pasari Siagian, Arif Muchtar Wijaya, Amrul Usni, Ali Masykur Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi Reformasi:&lt;br /&gt;Rizal Djalil, Askar Jaya, TB Sumanjaya, Datud Rangkoyo, Al Munawwar Saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi TNI/Polri:&lt;br /&gt;Mayjen Darsud Yusuf, R Sulistyadi, Suyitno, Ucu Juheri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi KKI:&lt;br /&gt;Hafid Mapas dan FX Soemitro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi PBB&lt;br /&gt;MS Kaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraksi PDU&lt;br /&gt;Abdullah Al Wahdi&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-3106793581802819728?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/3106793581802819728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=3106793581802819728' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3106793581802819728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3106793581802819728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/09/anggota-komisi-ix-dpr-periode-1999-2004.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-15713071206165360</id><published>2008-09-08T12:03:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T12:11:38.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;NKRI GAWAT DARURAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;NKRI gawat darurat. Pada banyak Pilkada, angka Golput cukup tinggi. Survei menunjukkan kaum terpelajar dan nasionalis banyak Golput karena apatis terhadap situasi kondisi politik. Kampanye Golput pun dilancarkan mereka yang tidak saja apatis terhadap politik, juga yang ingin memenangkan pertandingan dengan telak. Saat kaum terdidik cuek, partisipasi kelas bawah (termasuk yang buta huruf) sangat tinggi maka terpilihlah pemimpin kaum bodoh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pada satu bagian, ada Parpol berbasis agama mewajibkan (jihad politik) mencoblos kepada kader dan masyarakat; mencoblos ditanamkan sebagai ibadah, yang jika dijabarkan adalah haram jika tidak menunaikannya. Aktivis parpol kelompok ini mengajarkan doktrin seakan dogma, bahwa mencoblos adalah wajib hukumnya, dan kalau tidak mencoblos berarti dosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sekilas dapat dimaklumi karena kaum terpelajar yang dapat mengalisis situasi dan kondisi serta fakta-fakta yang mencuat melalui media massa, semakin apatis dan tidak bernafsu melihat politik yang kotor saat ini. Pascareformasi, anggota DPR atau politisi kok malah semakin banyak yang jatuh ke lembah nista seperti terjerat kasus korupsi, skandal seks, dan sebagainya. Ya, itu betul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tetapi dengan kita menyerah, apatis, sama saja kita membiarkan kebobrokan akan semakin parah. Ibarat main bola, tanpa ikut bertanding, tim akan dinyatakan kalah WO dengan skor 3:0. Berbeda kalau kita ikut berjuang, mungkin kekalahan tidak setelak itu, dan jauh dari kesan, menyerah sebelum bertanding.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kita dapat melihat kehadiaran para nabi, kehadirannya ke dunia justru ketika dunia sangat kotor, yang antara lain ditandai baku bunuh, menghalalkan segala cara, ahli-ahli taurat dengan mengatasnamakan Tuhan tetapi perbuatan justru jauh dari kehendak Allah, pemimpin negara sangat otoriter, biadab, dan bahkan nabi-nabi palsu sangat marak ketika itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tidak cukup alasan buat kita menyerah dalam situasi politik Indonesia yang karut marut, fundamentalisme yang makin meruncing, pencegahan-pemungkiran terhadap kebebasan beragama, pluralisme dan demokrasi. Kebenaran dan kebebasan seakan hanya milik segelintir orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda berkata, apa yang saya perbuat dengan hanya satu suara. Atau apalah artinya satu suara saya, toh tidak berpengaruh. Itulah kesimpulan yang terlalu dini. Dan celakalah, jika ribuan atau jutaan orang berpikir demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dalam Pemilihan, beda satu atau dua suara saja sudah sangat menentukan pemenang entah untuk Bupati, Walikota, Gubernur, calon lagislator sampai pada presiden/wakil presiden. Bagaimana pun kita melihat, di banyak daerah, parpol berbasis agama memenangkan banyak kepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda mulai merasakan aliran radikal semakin menggila membatasi hak-hak asasi warga lainnya sebagai, hak menjalankan ibadah kian hari semakin terancam kebebasannya, kalau atribut adat istiadat-daerah dan keanekaragaman atau ke-Bhinnekatunggalika-an Nusantara semakin samar, maka jangan salahkan pemimpin berkuasa. Sebab dia memang mendapat mandat dari hanya sekelompok atau segolongan, yang pada proses demokrasi sebelumnya dalam pemilu, telah disodorkan visi-misi dan program yang tentu saja kelompok prokonstituen tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda tidak ingin kaum agamis-ekstremis menguasai negara ini, maka mari ikut berpatisipasi dalam memanfaatkan hak-hak politik. Sebai permulaan, mari pastikan tercantum dalam daftar pemilih sementara (DPS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama calon pemilih dapat dilihat di kelurahan mulai hari ini, Senin (8/9). Jika nama Anda, karena belum mendaftar, atau memang karena permainan pihak tertentu yang dengan sengaja menghilangkan hak suara Anda dan keluarga, maka masih ada perpajangan pendaftaran hingga 26 Septermber 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pastikan ikut berpartisipasi dalam Pemilu. Apa pun partai Anda, siapa pun calon legislator atau calon presiden/wakil presiden, tidak menjadi soal. Yang penting suara jangan dihilangkan begitu saja. Pendeknya Mencoblos yes, Golput No. Sebagai langkah awal, sekali lagi, pastikan nama Anda dan keluarga tercantum dalam DPS. JIKA BELUM TERCANTUM, MENDAFTARLAH SEBELUM 26 SEPTEMBER 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu saya informasikan, saya semula sepemahaman dengan kaum Golput. Tapi belakangan, saya sadari, seperti kata pepatah, untuk memperbaiki diri saya, tidak ada jalan lain kecuali saya sendiri yang berubah menuju perbaikan. Seperti kata orang bijak, satu sunatullah, "Allah, tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau mereka tidak mau mengubah diri mereka sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan aktivis parpol, bukan caleg, bukan pula partisan. Imbauan ini semata karena kegalauan saya pada situasi akhir-akhir ini, saat rasa senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah-air kita sebagai warga bangsa sama makin suram. Di pihak lain, menguat  cara-cara premanisme daan anarkisme secara terorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba merenung, andai para pendiri bangsa ini masih hdiup, lelehan air mata pasti akan tumpah, menyaksikan bangsa ini semakin hari makin jauh dari cita-cita perjuangan bangsa yang mengakui Bhinneka Tunggal Ika, dan Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOHON DISEBAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hormat&lt;br /&gt;* * * * *&lt;br /&gt;DOMU DAMIANS AMBARITA&lt;br /&gt;www.domu-ambarita.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-15713071206165360?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/15713071206165360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=15713071206165360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/15713071206165360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/15713071206165360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/09/nkri-gawat-darurat-nkri-gawat-darurat.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-5651864510146753258</id><published>2008-08-23T18:56:00.000+07:00</published><updated>2008-08-23T19:11:28.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SK_8Raic6tI/AAAAAAAAATE/i4uxsv97PO4/s1600-h/pohon_cengkeh1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SK_8Raic6tI/AAAAAAAAATE/i4uxsv97PO4/s200/pohon_cengkeh1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237682267766975186" /&gt;&lt;/a&gt; Rerimbun Pohon Cengkeh dekat Terminal Kuningan, Cirebon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Monyet, Petani Cengkeh yang Congkak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRODUSEN&lt;/span&gt; rokok menjerit. Harga komoditas cengkeh melonjak dari Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 55 ribu. Sudah mahal barnag tidak ada. Kejadian ini karena hasil panen menipis, sedangkan permintaan meningkat. Maka berlangsunglah hukum pasar, supply terbatas sedangkan demand meningkat, maka harga akan naik.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SK_7gxGTvwI/AAAAAAAAAS8/vyVy8aZiNF8/s1600-h/Gua_Maria.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SK_7gxGTvwI/AAAAAAAAAS8/vyVy8aZiNF8/s200/Gua_Maria.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237681432009359106" /&gt;&lt;/a&gt; Gua Maria Sawer Rahmat, Cigugur, Cisantana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla, yang menaikkan harga bahan bakar minyak antara lain minyak tanah dan elpiji, namun barang justru langka. harga sudah mahal, tetapi ketersediaan barang tidak terjamin untuk dibeli konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbas dari kelangkaan cengkeh, produsen rokok selaku konsumen cengkeh terpaksa mencari sumber alternatif, antara lain mengimpor cengkeh dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, saya bepergian ke Kuningan, Cirebon, ke Gua Maria di Cisantana, Cigugur, Kuningan. Lokasinya terletak di kak gunung Ciremai, perjalanan sekitar seperempat jam naik sepeda motor dari terminal Kuningan. Tempat pejiarahan dan pendalaman spiritual umat Katolik ini dinamai Gua Maria Sawer Rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalan ke Gua Maria Sawer Rahmat perlu persipan secara memadai, terutama fisik. Letaknya yang di kaki gunung, melintasi 14 perhantian "Litani Yesus Kristus" menuju penyaliban di Bukit Golgota, menempuh jalan berliku dan mendaki. Jalannya sudha disemen, mengikuti kontur pegunungan, dan tampak tetap asri, sepadan dengan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengatan matahari tak perlu dirisaukan, sebab rerimbun pohon akan menaungi Anda. Lagi pula, hawa pegunungan sangat dingin, adem. Kalau datang sore, sebaiknya membawa sweater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak tempuh dari terminal Kuningan sektiar 15 menit. Tapi ingat, mobil tidak dapat mendekat ke lokasi. Mobil diparkir jarak sektiar 1,5 sampai 2 km dari Gua. Jika tidak ada sepeda motor, anda berjalan menyusuri jalan setapak, sudah disemen, melewati arenal permukiman dan pekuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk orang tua, dapat dibatnu angkuta ojeg, hingga ke tepi jurang. Dari sana, tinggal kurang lebih 700 meter menuju gua. Untuk menuruni dan menaiki ribuan anak tangga, sebaiknya gunakan tongkat. Jika lupa membawa dari rumah, silakan membeli ptongan-potongan kayu yang disediakan warga setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1992, tepatnya bulan Mei, saya beserta rombongan dari Sunter, Jakarta Utara, sudah pernah ziarah ke Cigugur, ketika Gua Maria ini baru berusia dua tahun sejak diresmikan Kardinal Tomko 21 Juli 1990. Saat itu, dengan khusuk saya berdoa agar lolos masuk UMPTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Syukur alhamdulillah, saya dapat mengenyam pendidikan di PTN, dengan biaya murah, dan lebih ringan lagi karena mendapat potongan uang kuliah selaku anak atau putra pejuang republik Indonesia, karena Yahya Amabrita, ayah saya adalah mantan anggota Tentara Keamanan Rakyat yang jasa-jasanya dihargai sebagai anggota Legiun Veteran RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan keduakali, Juli 2008, seorang diri. Kesempatan itu saya memnajatkan doa kepada Tuhan melalui Perantaraan Bunda Maria dan Para Orang Kudus agar saya pribadi dan keluarga ditambahkan kesehatan, kebahagiaan, keselamatan, dan dilimpahkan rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus buat putriku, Felisita Dorothy Ambarita yang saat itu berusia 14 bulan, agar dikuatkan fisiknya untuk segera berjalan dengan baik. Devosi untuk kakaknya, Elisabeth Uli Ovelya Ambarita kiranya Tuhan menumbuhkembangkan fisik, mental, budi pekerti, kasish sayang, dan pengetahuan. Dan juga kerukunan kelurga, saya dengan sitri, Lorentina Herawati, semoga terus terjamin, romantis dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kembali ke masalah cengkeh. Setibanya di Terminal Bus Kuningan, rerimbun pohon cengkeh tampah di sana. Jumlahnya memang tidak sebera, tidak sampai berbentuk kebun luas, melainkan tumbuh satu dua di antara rumah-rumah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohonnya tinggi-tingki, sekitar 7-10 meter. Subur dan rimbun. Juli itu musim panen cengkeh. Buahnya lebat. Di bawahnya, para tukang ojek ngetem atau mangkal menunggu penumpang. Tak jauh dari sana buah cengkeh yang telah dipetik, tampak dijemur di halaman rumah, terbentang dua tikar plastik alas butiran-butiran buah cengkeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung terbayang, betapa menggiurkannya hasil bercocok tanam cengkeh. Betapa kayanya seseorang andai memiliki hamparan kebun cengkeh.Dua puluhan tahun silam, ingatakan saya seketika mengarah ke Ujung Mauli dan Sipolha di tepian Danau Toba. Tahun 80-an, warga daerah itu, dan umumnya pesisir Danau Toba hidup mewah dan kaya berkat hasil cengkeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dengan mudah menyekolahkan anak hingga ke bangku kuliah. Mereka pun tak perlu ngosngosan untuk mencar uang membangun rumah batu atau gedong. Bahkan derajatanya terangkat diikuti gaya hidup, dari buruh tani menjadi juragan cengkeh yang mengupah buruh sekadar memetik panenen cengkeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbetiklah suatu anekdot, yang hikmahnya dapat diambil untuk menghindari kecongkakan. Konon, ketika harga cengkeh tinggi dan tuaian buah cengkeh masih bagus, para juragan cengkeh tadi lupa diri, dan menjadi sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking congkaknya, seorang juragan cengkeh menyamakan buruh yang sedang bergelantungan di dahan pepohonan untuk memanen cengkah dengan monyet. Seorang juragan cengkeh membeli sarapan buat buruh tani. "Bu, tolong bungkuskan nasi buat monyet yang sedang bekerja di ladang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kira-kira cuplikan dialog yang menampakkan kesombongan juragan cengkeh. Bagi kaum tua, dialog itu dikutip dan disebar luaskan sebagai sesauatu yang tabu. Apalagi tak lama setelah itu, tanaman cengkeh diserang penyakit misterisu yang sampai saat ini, tak dapat mengulangi kejayaan masa lalu. Kini warga melarat, karena tak ada yang dapat diharap tumbuh subur dari tanah gersang bebatuan, selain bawang merah, ubi rambat dan tanaman seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa, tabu atau azab karena menyamakan manusia dengan monyet, boleh saja berdasar dari tinjuan humanisme. Manusia kok disebut monyet. Congkak betul dia, karena punya duit lalu menamai si buruh miskin dengan binatang jelas-jelas tak punya akal-budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monyet? Ya, monyet. Dari akal sehat dan dalih-dalih ekonomi, tentu saja ada lasan lain. Bukan semaka karena alasan kena karma. Tetapi dari tinjauan perdagangan, kerakusan Tommy Soeharto dan konco-konconya memonopoli pembelian Cengkeh dengan Badan Penyangga Perdagangan Cengkeh (BPPC) punya andil paling besar membuat pertanian cengkeh jatuh ke titik nadir terendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengendalian yang berlebihan, petani tidak mendapat untung dari becocok tanam cengkeh. Al hasil, dari tahun ke tahun, kecenderungan lahan pertanian cengkeh menurun, yang selanjutnya berdampak pada menurunnya pula produksi cengkeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, tahun 2003, ribuan batang bibit tanaman cengkeh di beberapa lokasi pembibitan di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah dicabut oleh petani, sebagian dibuang begitu saja, dan sebagian lagi dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan bumi hangus ini merupakan ungkapan kekesalan sejumlah pembuat bibit cengkeh sebagai dampak jatuhnya harga cengkeh yang dua-tiga bulan lalu sempat melambung menjadi Rp 60.000 per kilogram, bahkan sempat mencapai Rp 90.000 per kg. Namun akhir-akhir ini harga cengkeh jatuh hingga pada harga Rp 14.000 per kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelajaran ini dapat dipetik pelajaran:&lt;br /&gt;1. Mari menyeimbangkan kebutuhan rohani, spiritual dan jasmani&lt;br /&gt;2. Mari menjaga keseimbangan lingkungan sekitar&lt;br /&gt;3. Mari menjaga kesetaraan antarsesama manuasi sebagai ciptaan Allah, jangan merendahkan martabat orang lain dengan memandang status ekonomi sosial (SES)&lt;br /&gt;4. Jangan silau dengan kekayaan-harta-hrta dunia, karena semua bersifat sementara saja&lt;br /&gt;5. Selipkanlah cita-cita menjaga keseimbangan antara kemakmuran dan kebahagiaan. Pada satu waktu, kita memburu kemakmura dan bahagianya luar biasa, terasa sampai ke ubun-ubun. Katakanlah, satu keluarga sederhana tiba-tiba diberi berkat, kenaikan pangkat dan jabatan sang suami. Tak lama kemudian, mereka berkecukupan atau kaya-raya. Namun celaka, justru kekayaan itu menauhkan keluarga dari kebahagiaan. Suami berfoya-foya, dugem mulai kecanduan narkoba yang harganya tak terjangkau orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam contoh ini, kemakmuran bukan membawa nikmat atau bahagia lagi, tetapi sebaliknya mencelakakan. So, sisipkanlah cita-cita menggapai kebahagiaan di antarara permohonan- permohonan agar ditambahkan rezeki dan harta berlimpah. Semoga ktia semua meraih kemakmuran secara materi dan kebahagiaan dalam kejiwaan dan kehidpuan nyata. (Domuara Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-5651864510146753258?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/5651864510146753258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=5651864510146753258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/5651864510146753258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/5651864510146753258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/08/rerimbun-pohon-cengkeh-dekat-terminal.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/SK_8Raic6tI/AAAAAAAAATE/i4uxsv97PO4/s72-c/pohon_cengkeh1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-2743873000782370035</id><published>2008-08-20T16:27:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T16:28:38.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Peristiwa'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bayonet Paspampres Jatuh di Depan SBY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;* Patah Dua Kena Aspal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;* Pedang Komandan Upacara Jatuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;JAKARTA- Ada tiga kejadian ganjil saat upacara kenegaraan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-63 RI yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Merdeka Jartaka Minggu (17/8). Kesalahan itu dilakukan para anggota TNI peserta upacara. Dua pucuk bayonet atau pisau sangkur di ujung senjata laras panjang jatuh, dan pedam komando Komandan Upaca Kolonel Marinir Bambang Suswanto pun sempat terpelanting ke tanah. Dua kejadian ketika memperingati detik-detik proklamasi pagi, sedangkan satu algi saat penurunan bendera sore. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Satu di antaranya bayonet itu terjatuh dari senjata milik personel Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) persis di hadapan presiden, berjarak kurang lebih 5 meter dari podium Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beridiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Saat itu, Fince Yunita Maran, siswi SMA Negeri 1 Monokwari, Papua Barat  selaku pembawa baki, baru saja menyerahkan duplikat bendera merah putih kepada presiden. Paspampres yang tergabung dalam Paskibraka akan berlalu dari hadapan presiden dan tetamu. Namun saat sedang memasang sangkur, bayonet itu terjatuh ke lantai yang terbuat dari aspal, dan mata pisau patah dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kendati bayonet terjatuh, paskibraka tetap berlalu, dan tinggallah bayonet di lapangan. Menyaksikan pemandangan ganjil ini, seorang personel Paspamres lainnya yang berjaga di sisi sebelah kiri podium, mengenakan jas hitam, berlari ke tengah lapangan khusus memungut bayonet. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="fullpost"&gt;Kontan saja pemandangan ini menyita perhatian Presiden Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, pejabat negara dan tetamu lainnya. Tampak juga Panglima TNI Jenderla Djoko Santoso, Kapolri Jenderal  Sutanto, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Agustadi SP, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Subandrio, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Tedjo Edhy. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="fullpost"&gt;Seusai upacara penurunan bendera, seorang paspamres yang mengenakan seragam merah putih berlari-lari kecil ke lokasi mencari-cari sangkurnya. "Sangkur ku yang terjatuh tadi masih di sana, ya?" ujarnya bertanya kepada angota Paspampres lainnya yang juga tergabung dalam Paskibraka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="fullpost"&gt;Adapun kejadian pertama, ketika pengibaran bendera memperingati detik-detik proklamasi. Saat, komandan upacara memberi aba-aba hormat senjata. Entah karena kurang terampil memasang sangkur atau karena seorang taruna gugup, tiba-tiba sepucuk bayonet terjatuh dari ujung bedil peserta upacara dari defile Taruna Akademi Angkatan Laut. Sebilah senjata tajam ini terjatuh di atas lapangan yang ditumbuhi rumput.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="fullpost"&gt;Bukan hanya pasukan bawahan yang melakukan kesalahan. Komandan upacara Kolonel Marinir Bambang Suswantono pun. Ketika melaporkan kesiapan pasukan penurunan sang saka merah putih, Bambang memberi aba-aba "hormat senjata grak". Ketika memutar melakukan gerakan di bahu, pedang itu terjatuh ke tanah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="fullpost"&gt;Kolonel Bambang tampak sempat kaget, dengan tangan bergerak seperti berusaha meraih senjatanya. Namun pedang tetap jatuh, dan barulah sekelebat kemudaian dia pungut dari tanah, setersunya memberi laporan kepada presiden. Melihat kejadian itu, wajah Presiden Yudhoyono, dan Wapres Jusuf Kalla tampak berubah, memerah berbeda dari sewaktu menuju podium yang tampak sumringah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="fullpost"&gt;Selain para pejabat negara, tamu dari negara sahabat, ribuan undangan beserta masyarakat Jakarta dan sekitarnya menyaksikan upacara penurunan sang Saka Merah Putih di Istana Merdeka, Jumat (17/8) petang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="fullpost"&gt;Anggota Paskibraka yang bertugas menurunkan bendera pusaka tersebut adalah Atna Meryanza, siswa SMAN 1 Bireun, Yudha Teguh Prastya siswa SMA 1 Yogyakarta, dan Fince Yunita Maran siswa SMAN 1 Monokwari, Papua Barat. Fince kemudian menyerahkan bendera tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Inspektur Upacara, di panggung kehormatan. Upaca penurunan bendera pusaka Merah Putih ini diakhiri dengan penghormatan kebesaran yang dimpimpin Kolonel Marinir Bambang Suswantono.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="fullpost"&gt;Sebelum upacara penurunan bendera dimulai, para tamu undangan dihibur dengan berbagai kesenian, seperti Gambang Kromong, marching band Semen Padang, tarian massal kolaborasi Rampak Bedug Rampak Gendang, kesenian massal SMA Presiden, dan Rabbani. Kemudian persembahan lagu-lagu nasional oleh Mita `Mama Mia', Kiki `Idola Cilik`, Dea Mirella, Idol Diva Bharanita, dan kesenian Haroan Bolon dari Simalungun, Sumatera Utara. (persda network/domu damians ambarita/ismanto/hendra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-2743873000782370035?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/2743873000782370035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=2743873000782370035' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2743873000782370035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2743873000782370035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/08/bayonet-paspampres-jatuh-di-depan-sby.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-7781722524497605085</id><published>2008-08-20T16:18:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T16:22:48.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Politik'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jaksa Agus Ambarita Periksa Berkas Muchdi Pr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA, TRIBUN &lt;/span&gt;- Berkas perkara kasus pembunuhan aktivis Imparsial dan Kontras Munir dengan tersangka mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Mayjen (Purn) Muchdi Purwoprandjono diserahkan penyidik Polri ke Kejaksaan Agung, Senin (11/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paling lambat Jumat ini sudah dilimpahkan ke pengadilan," kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga seusai penyerahan berkas berikut tersangkanya di Kejagung, Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyidangkan Muchdi, Ritonga telah membentuk tim jaksa penuntut umum (JPU) yang berjumlah 10 orang. Anggotanya antara lain Sirus Sinaga, Maju Ambarita, dan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta Agus Riswanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pasal yang akan dikenakan terhadap Muchdi, Ritonga menyebutkan pasal 340 junc to 55 ayat 1 butir 2 UU  KUHP. "Acamannya bertingkat-tingkat, bisa mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai dengan jadwal, Muchdi Pr disertakan dalam penyerahan berkas dari penyidik Polri yang dipimpin Direktur I (Keamanan Trans Nasional) Mabes Polri Brigjen Pol Mathius Salempang. Dari jajaran Kejagung hadir pula Sekretaris Jampidum Muzzami Merah Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muchdi, yang dijemput dari Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok, tiba di Kejagung pukul 12.45. Kedatangan Muchdi lolos dari pantauan wartawan karena ia masuk dari kantor jaksa pengawasan yang tersambung dengan gedung pidana umum tempat wartawan menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat meninggalkan Kejagung pukul 13.45, kembali Muchdi Pr mengecoh wartawan. Ia menghindar kejaran wartawan karena keluar dari pintu poliklinik yang tidak dijaga wartawan. Dengan mobil Kijang warna merah marun nomor B 1946 OI, mantan Danjen Kopassus itu dibawa kembali ke Rutan Brimob Kelapa Dua.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jampidum Abdul Hakim Ritonga menyatakan, selain pelimpahan Muchdi Pr sebagai tersangka, tim penyidik Mabes Polri juga menyerahkan barang bukti. Ritonga menjelaskan ada dua jenis barang bukti untuk Muchdi, yakni barang bukti yang digunakan untuk menghukum Pollycarpus Budihari Priyanto dan barang bukti baru yang diperoleh tim penyidik Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga lima bukti tambahan. Pertama, buku kas kuarto yang berisi catatan keluar-masuk surat dan catatan keluar-masuk pembayaran. Kedua, hard disk yang diambil dari staf Muchdi Pr di BIN. Ketiga, tiga bundel hard copy call detail record (CDR) percakapan telepon yang diperoleh dari Telkomsel. Keempat, hard disk hasil kloning yang diduga milik staf Muchdi, yakni Juni Torino. Dan kelima, tiga lembar surat yang dikeluarkan Muchdi Pr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari daftar saksi, lebih kurang 13 orang akan dihadirkan di pengadilan guna menjerat Muchdi Pr sebagai orang yang memberikan perintah kepada Pollycarpus untuk mengeksekusi Munir.&lt;br /&gt;Ada mantan Wakil Kepala BIN M As'ad Ali, mantan Dirut PT Garuda Indra Setiawan dan terpidana Pollycarpus. Namun mantan Kepala BIN AM Hendropriyono tidak masuk dalam daftar saksi.&lt;br /&gt;"Saksinya lebih dari 13 orang," tegas Abdul Hakim Ritonga di Kejagung, kemarin. Ritonga mengakui, M As'ad Ali masuk dalam daftar saksi. "Oh iya. As'ad juga termasuk (saksi)," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolak Status&lt;br /&gt;Harapan Muchdi Pr untuk menjadi tahanan kota kandas. Kejagung menolak permohonan Muchdi dengan alasan faktor keamanan. "Saya belum dapat menyimpulkan permohonan itu. Penahanan tetap ada. Tapi menurut penuntut, jangan ditahan kota," tegas Abdul Hakim Ritonga.&lt;br /&gt;Apa pertimbangan tidak dilakukan penahanan kota? "Saya nggak hafal. Untuk keamanan. Tapi formalnya belum dijawab," lanjut Ritonga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya apa maksud alasan keamanan, Ritonga menjawab, "Keamanan segala-galanya." Supaya jaksa aman? "Dalam arti luas lah," tambahnya.&lt;br /&gt;Permohonan pengalihan dari tahanan Rutan menjadi tahanan kota disampaikan tim kuasa hukum Muchdi Pr saat pelimpahan barang bukti dan tersangka di Kejagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kuasa hukum Muchdi, yakni Lutfie Hakim, menjelaskan, saat pelimpahan tersebut Muchdi mengajukan dua permintaan. Pertama, minta segera perkaranya dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. "Kedua, beliau mengharapkan kebijaksanaan dari pihak penuntut umum, agar ada pengalihan bentuk tahanan dari bentuk tahanan dalam Rutan menjadi jenis tahanan kota," ujar Lutfie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pertimbangan permintaan pengalihan menjadi tahanan kota? "Pertimbangan dari pihak," tambah Lutfie. Karena ditolak, Muchdi tetap menjadi tahanan Kejaksaan. Seperti waktu menjadi tahanan Polri, Muchdi tetap ditahan di Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok.(Persda Network/yulis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-7781722524497605085?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/7781722524497605085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=7781722524497605085' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7781722524497605085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7781722524497605085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/08/jaksa-agus-ambarita-periksa-berkas.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-8818077834118523271</id><published>2008-08-14T12:19:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T16:46:04.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ILOVETRADISI'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;82 Sapaan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;dalam Budaya Batak Toba&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;*Hubungan Kekerabatan atau Partuturon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;"&gt;oleh Dipl. Ing. Am Sardi M. Ambarita (Ompu Batara)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;BUDAYA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Toba sangat kaya akan istilah hubungan kekerabatan (partuturon), sehingga bagi mereka yang tidak mengikutinya sejak kecil akan sulit menggunakannya dengan benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Oleh karena itu banyak orang Batak yang tidak begitu faham mengenai hubungan kekerabatan (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;partuturon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;), terutama mereka yang lahir dan besar di perantauan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bagi orang Batak, partuturon  adalah sangat penting, karena partuturon adalah untuk  mengetahui hubungan kekerabatan kita satu sama lain dan menentukan bagaimana kita menyapa kawan bicara kita.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam upacacara adat, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;partuturon  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;adalah dasar untuk mengetahui posisi kita, yaitu  unsur mana kita dalam  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dalihan Na Tolu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;: arti hurufiah, segitiga tungku api.  Pada suatu saat kita bisa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dongan Tubu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;, di saat lain menjadi Boru dan dilain kesempatan menjadi Hula-hula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apabila kita salah dalam menyapa kerabat kita, maka bisa terjadi orang yang disapa tersebut menjadi tersinggung, karena merasa kurang dihargai pada posisinya yang sebenarnya. Juga partuturon ini sangat menentukan dalam pembagian jambar dalam acara adat.  Oleh karena itu kita masyarakat Batak wajib memahami hubungan kekerabatan atau yang dalam bahasa Batak disebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Partuturon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berikut ini adalah  “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Partuturon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;” atau sistem kekerabatan yang lazim dipakai dalam Budaya Batak Toba, kiranya dapat berguna bagi pembaca. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Catatan: “Saya” adalah orang/saya yang sedang membaca tulisan ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ahu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; baca au, adalah sebutan bahasa Batak Toba untuk “Saya”.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Amang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; saya ialah bapak kandung saya, disapa dengan Amang atau Among.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Amang  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;juga digunakan untuk menyapa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;    • &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Simatua doli&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; = mertua laki-laki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;    • &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Hela &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;= menantau laki-laki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;    • &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Haha doli &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;= abang dari suami (saya perempuan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;    • &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Amang naposo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;= ponakan laki-laki atau putra dari kakak atau adik laki-laki saya  (saya perempuan). Di beberapa tempat, Amang Naposo juga dipanggil "Paramaan" atau semua laki-laki yang memanggil "N&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;amboru&lt;/span&gt;" kepada saya (saya perempuan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;• &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Amang bao&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; = besan laki-laki (saya perempuan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;        • Panggilan kasih sayang kepada suami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;        • Panggilan kasih sayang kepada anak laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;        • Panggilan umum untuk semua Bapak-bapak yang kita hormati (sebelum diketahui         &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;            hubungan kekerabatan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Inang&lt;/span&gt; saya ialah ibu kandung saya, disapa dengan Inang atau Inong.&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Inang &lt;/span&gt;juga digunakan untuk menyapa :&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Simatua boru &lt;/span&gt;= mertua perempuan&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Parumaen &lt;/span&gt;= menantu perempuan  (saya lak-laki).&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Anggi boru&lt;/span&gt; = istri dari adik (saya laki-laki)&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Inang naposo&lt;/span&gt; = istri dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Amang Naposo&lt;/span&gt; (saya perempuan) (lihat di atas).&lt;br /&gt;•&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Inang bao&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; =&lt;/span&gt; besan perempuan (saya laki-laki).&lt;br /&gt;• Panggilan kasih sayang kepada istri.&lt;br /&gt;• Panggilan kasih sayang kepada anak perempuan&lt;br /&gt;• Panggilan umum kepada semua Ibu-ibu yang dihormati (sebelum diketahui hubungan&lt;br /&gt;   kekerabatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ompung Suhut &lt;/span&gt;saya ialah ayah dan ibu dari bapak saya.  Ayah dari bapak saya ialah&lt;br /&gt;Ompung Doli, dan ibu dari ayah saya ialah Ompung Boru,  keduanya disapa dengan Ompung&lt;br /&gt;(baca: oppung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ompung &lt;/span&gt;juga digunakan untuk menyapa :&lt;br /&gt;•&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; Ompung Doli &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ompung Boru &lt;/span&gt;dari pasangan saya.&lt;br /&gt;• Panggilan umum kepada semua orang tua (sebelum diketahui hubungan kekerabatan).&lt;br /&gt;• Panggilan kasih sayang kepada cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Amang-tua &lt;/span&gt;saya ialah abang dari bapak saya, dipanggil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amangtua/bapak tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Amang-tua &lt;/span&gt;saya ialah juga:&lt;br /&gt;• Suami dari kakak-perempuan ibu saya.&lt;br /&gt;• Bapak dari ompung doli saya (amang tua mangulahi), ada juga menyebut ompung nini.&lt;br /&gt;• Semua yang dipanggil abang oleh bapak saya (mis: karena hubungan marga atau abang&lt;br /&gt;  pariban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Inang Tua &lt;/span&gt;saya ialah istri dari amang tua saya, disapa dengan&lt;br /&gt;Inangtua/omatua/mamatua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Inang Tua &lt;/span&gt;saya adalah juga:&lt;br /&gt;• Kakak perempuan dari ibu saya.&lt;br /&gt;• Ibu dari ompung doli saya (inang tua mangulai).&lt;br /&gt;• Isteri dari orang yang dipanggil abang oleh bapak saya, termasuk abang pariban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Amang-uda &lt;/span&gt;saya ialah adik laki-laki dari bapak saya, disapa dengan Amanguda/bapak&lt;br /&gt;uda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Amang-uda &lt;/span&gt;juga dipakai untuk menyapa :&lt;br /&gt;• Semua laki-laki yang dipanggil adik oleh bapak saya, termasuk adik pariban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Inang-uda &lt;/span&gt;saya ialah isteri dari amang-uda saya, disapa dengan inanguda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Inang-uda &lt;/span&gt;saya adalah juga :&lt;br /&gt;• Adik perempuan dari ibu saya yang sudah menikah (adik pariban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Inang-baju &lt;/span&gt;saya ialah adik perempuan dari ibu saya yang belum menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Angkang Baoa&lt;/span&gt; saya (saya laki-laki) adalah saudara laki-laki saya yang lebih tua dari saya     (saya laki-laki), dipanggil Angkang (baca: &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;akkang&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Angkang Baoa adalah juga (saya laki-laki) :&lt;br /&gt;• Semua putra amang tua saya.&lt;br /&gt;• Suami dari kakak perempuan istri saya.&lt;br /&gt;• Suami dari kakak perempuan saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Angkang Boru &lt;/span&gt;saya (saya laki-laki) ialah istri dari angkang baoa saya, disapa dengan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Angkang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Angkang Boru &lt;/span&gt;saya adalah juga:&lt;br /&gt;• Suami dari kakak istri saya.&lt;br /&gt;• Kakak perempuan saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;• Istri dari abang suami saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Anggi &lt;/span&gt;saya ialah (saya laki-laki) adik laki-laki saya, disapa dengan anggi atau anggia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Anggi &lt;/span&gt;saya juga:&lt;br /&gt;• Semua anak laki-laki dari &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Amang Uda&lt;/span&gt; saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;• Semua laki-laki yang memanggil angkang kepada saya.&lt;br /&gt;• Adik perempuan dari isteri saya.&lt;br /&gt;• Adik perempuan saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;• Adik laki-laki dari suami saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Haha Doli &lt;/span&gt;saya (saya perempuan), disapa dengan  &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Amang, &lt;/span&gt;ialah:&lt;br /&gt;• Abang dari suami saya.&lt;br /&gt;• Semua yang dipanggil abang oleh suami saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Anggi Boru &lt;/span&gt;saya (saya laki-laki) , disapa dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inang, &lt;/span&gt;ialah:&lt;br /&gt;• Isteri dari adik saya.&lt;br /&gt;• Semua isteri dari yang panggil abang kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tunggane Boru&lt;/span&gt; (= Parsonduk Bolon ) (saya laki-laki) ialah istri saya, disapa dengan&lt;br /&gt;Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tunggane Doli&lt;/span&gt; (= Sinonduk)  saya (saya perempuan) ialah suami saya, disapa dengan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Amang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;27. Anak saya adalah anak laki-laki saya, dipanggil Anaha, atau Amang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Anak saya, juga anak dari isteri saya:&lt;br /&gt;• Anak laki-laki dari abang dan adik laki-laki saya.&lt;br /&gt;• Anak laki-laki dari pariban saya.&lt;br /&gt;• Anak laki-laki dari yang semarga dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Parumaen&lt;/span&gt; saya, juga parumaen dari isteri saya, dipanggil Inang (saya laki-laki) ialah:&lt;br /&gt;• Istri dari anak saya.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Parumaen &lt;/span&gt;dari abang dan adik saya&lt;br /&gt;• Parumaen dari pariban saya.&lt;br /&gt;• (istri saya memanggil parumaen saya dengan namanya atau panggoaranna = nama berdasarkan anaknya yang tertua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pahompu &lt;/span&gt;saya adalah putra dan putri dari anak-anak saya, dipanggil &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pahompu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pahompu &lt;/span&gt;saya adalah juga pahompu isteri saya:&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pahompu &lt;/span&gt;dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pahompu&lt;/span&gt; dari pariban saya.&lt;br /&gt;• Semua yang memanggil ompung kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Nini &lt;/span&gt;saya adalah cucu dari putra saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Nono &lt;/span&gt;saya adalah cucu dari putri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ondok-ondok&lt;/span&gt; saya adalah cucu dari cucu laki-laki saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Iboto &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ito &lt;/span&gt;saya (saya laki-laki), ialah kakak dan adik perempuan saya, disapa dengan             &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ito.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;36. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Iboto &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ito &lt;/span&gt;saya (saya laki-laki) adalah juga:&lt;br /&gt;• Semua anak perempuan dari amang-uda dan amang-tua saya.&lt;br /&gt;• Semua anak perempuan dari Namboru saya.&lt;br /&gt;• Semua perempuan yang semarga dan sebaya dengan saya, (sebelum diketahui hubungan&lt;br /&gt;  kekerabatan).&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Iboto &lt;/span&gt;dari &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;ompung &lt;/span&gt;saya (ito mangulahi).&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ito &lt;/span&gt;juga panggilan umum kepada semua perempuan yang sebaya, yang belum ada&lt;br /&gt;   hubungan kekerabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Iboto &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ito &lt;/span&gt;saya (saya perempuan) adalah abang dan adik laki-laki saya, disapa dengan&lt;br /&gt;Ito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Iboto &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ito &lt;/span&gt;(saya perempuan) saya adalah juga:&lt;br /&gt;• Semua anak laki-laki dari amang-uda dan amang-tua saya.&lt;br /&gt;• Semua anak laki-laki dari Tulang saya.&lt;br /&gt;• Semua laki-laki yang semarga dan sebaya dengan saya, (sebelum diketahui hubungan&lt;br /&gt;   kekerabatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ito &lt;/span&gt;juga panggilan umum kepada semua laki-laki yang sebaya, sebelum diketahui hubungan kekerabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ito &lt;/span&gt;juga panggilan kepada cucu iboto saya ( i t o mangulahi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39.  &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Lae  &lt;/span&gt;saya (saya laki-laki) ialah suami dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;ito&lt;/span&gt; saya, disapa dengan  &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Lae&lt;/span&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40.  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lae  &lt;/span&gt;juga dipakai untuk menyapa (hanya antarlaki-laki):&lt;br /&gt;•  &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Lae  &lt;/span&gt;dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ito &lt;/span&gt;dari istri saya (tunggane).&lt;br /&gt;• Semua putra dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tulang &lt;/span&gt;saya.&lt;br /&gt;• Anak laki-laki dan menantu laki-laki dari amang-boru saya.&lt;br /&gt;• Semua laki-laki yang sebaya dengan saya yang beristerikan yang semarga dengan saya.&lt;br /&gt;• Semua laki-laki yang memanggil  Lae  kepada saya.&lt;br /&gt;• Panggilan umum untuk semua laki-laki, sebelum diketahui hubungan kekerabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Bere &lt;/span&gt;saya adalah juga bere istri saya, ialah putra dari iboto saya, dan cucu laki-laki dari&lt;br /&gt;amang-boru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bere &lt;/span&gt;adalah juga abang dan adik menantu laki-laki (hela) saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ibebere &lt;/span&gt;saya adalah juga ibebere dari isteri saya, ialah putri dari i t o saya dan cucu&lt;br /&gt;perempuan dari amang-boru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bere/Ibebere&lt;/span&gt; saya pada umumnya, semua yang ibunya semarga dengan saya (saya&lt;br /&gt;laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pariban &lt;/span&gt;saya ialah:&lt;br /&gt;• Putri &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tulang&lt;/span&gt; saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;• Putra dari namboru saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;• Saudara perempuan dari isteri saya dan suaminya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;• Saudara perempuan saya dan suaminya (saya perempuan).&lt;br /&gt;• Semua perempuan yang semarga dengan isteri saya dan suaminya (sayalaki-laki).&lt;br /&gt;• Semua perempuan yang semarga dengan saya dan suaminya (saya perempuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pariban so olion&lt;/span&gt; saya ialah:&lt;br /&gt;• Cucu perempuan  dari Tulang ibu saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;• Cucu laki-laki dari namboru bapak saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Amang Bao&lt;/span&gt; saya (saya perempuan), disapa dengan Amangbao, atau Amang, atau Bao,&lt;br /&gt;ialah:&lt;br /&gt;• Suami dari iboto suami saya.&lt;br /&gt;• Amang Bao dari kakak adik saya.&lt;br /&gt;• Suami dari putri amang-boru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Inang Bao&lt;/span&gt; saya (saya laki-laki), disapa dengan Inangbao, atau Inang, atau . Bao, ialah :&lt;br /&gt;• Istri dari iboto istri (tunggane) saya.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Inang Bao &lt;/span&gt;dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;• Istri dari putra &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tulang &lt;/span&gt;saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Eda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(hanya antarperempuan)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;saya (saya perempuan), disapa dengan Eda, ialah :&lt;br /&gt;• Istri dari &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;iboto &lt;/span&gt;saya.&lt;br /&gt;• Putri dari &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tulang &lt;/span&gt;saya.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Iboto &lt;/span&gt;dari suami saya.&lt;br /&gt;• Putri dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;namboru &lt;/span&gt;saya.&lt;br /&gt;• Panggilan umum kepada semua perempuan yang sebaya, yang belum diketahui  hubungan           kekerabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Namboru &lt;/span&gt;saya ialah &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;iboto &lt;/span&gt;dari bapak saya, disapa dengan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Namboru&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Namboru &lt;/span&gt;juga dipakai untuk menyapa:&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Namboru &lt;/span&gt;suami saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;• Mertua perempuan dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;iboto &lt;/span&gt;saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Mertua &lt;/span&gt;perempuan dari kakak perempuan saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;• Ibu dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;amang bao &lt;/span&gt;saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Amang-boru&lt;/span&gt; saya ialah suami dari namboru saya, disapa dengan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Amangboru&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Boru &lt;/span&gt;saya adalah putri saya, disapa dengan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Boru, Ito &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Inang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Boru &lt;/span&gt;saya adalah juga boru dari isteri saya, yaitu :&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Boru &lt;/span&gt;dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Boru &lt;/span&gt;dari yang semarga dengan saya.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Boru &lt;/span&gt;dari pariban saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Boru Tubu &lt;/span&gt;saya ialah putri kandung saya dan i t o kandung saya (saya laki-laki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Boru Diampuan &lt;/span&gt;saya:&lt;br /&gt;• Semua &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;boru tubu &lt;/span&gt;dari abang dan adik kandung saya.&lt;br /&gt;• Semua &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;boru kandung&lt;/span&gt; dari amang-tua dan amang-uda kandung saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Boru Namatua&lt;/span&gt; saya ialah:&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Amang boru/namboru &lt;/span&gt;dari bapak saya.dan keturunannya.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Amang-boru/namboru &lt;/span&gt;saya dan keturunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hela &lt;/span&gt;saya juga hela dari isteri saya, disapa dengan Amanghela atau Amang, ialah:&lt;br /&gt;• Suami dari putri saya&lt;br /&gt;• Suami dari putri-putri abang dan adik saya.&lt;br /&gt;• Hela dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;• Hela dari pariban saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Simatua ni Boru&lt;/span&gt; saya, ialah orang tua dari hela saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Boru &lt;/span&gt;saya juga boru dari isteri saya, adalah semua orang yang isterinya semarga dengan saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tulang&lt;/span&gt; saya adalah iboto (saudara laki-laki) dari ibu saya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tulang &lt;/span&gt;juga dipakai untuk menyapa:&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Iboto &lt;/span&gt;dari inang-tua dan inanguda saya.&lt;br /&gt;• Panggilan untuk anak laki-laki dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;tunggane&lt;/span&gt; (= &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;tulang naposo&lt;/span&gt; saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;• Bapak dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;ompung bao&lt;/span&gt; saya (tulang mangulahi).&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tulang &lt;/span&gt;juga adalah panggilan umum untuk kelompok hula-hula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Nantulang&lt;/span&gt; saya ialah isteri dari tulang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Nantulang&lt;/span&gt; juga panggilan untuk:&lt;br /&gt;• Istri dari abang dan adik tulang saya.&lt;br /&gt;• Ibu dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;ompung bao&lt;/span&gt; saya (nantulang mangulahi).&lt;br /&gt;• Istri dari putra tunggane saya (nantulang naposo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tunggane&lt;/span&gt; saya (saya laki-laki) ialah iboto dari istri saya, disapa dengan  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lae&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tulang Naposo&lt;/span&gt; = saudara laki dari ibu (Paramaan) saya (saya laki-laki) adalah putra dari tunggane saya, dipanggil Tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Amang Naposo&lt;/span&gt; (Paramaan) saya (saya perempuan) , dipanggil Amang, ialah :&lt;br /&gt;• Putra dari iboto saya.&lt;br /&gt;• Semua laki-laki yang memanggil namboru kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Inang Naposo&lt;/span&gt; saya ialah istri amang naposo saya (saya perempuan), dipanggil Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Maen&lt;/span&gt; saya ialah:&lt;br /&gt;• Putri dari tunggane saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;• Putri dari iboto saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;• Semua yang memanggil amang-boru atau namboru kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Simatua&lt;/span&gt; saya (saya laki-laki) ialah orang tua dari isteri saya. Simatua-doli disapa dengan           Amang, dan Simatua-boru disapa dengan Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Simatua &lt;/span&gt;saya (saya laki-laki) termasuk:&lt;br /&gt;• Abang dan adik simatua-doli saya.&lt;br /&gt;• Kakak dan adik-perempuan  simatua-boru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Simatua &lt;/span&gt;saya (saya perempuan) ialah orang tua dari suami saya.  Simatua-doli disapa dengan Amang dan simatua-boru disapa dengan Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Simatua&lt;/span&gt; saya (saya perempuan) termasuk abang dan adik dari simatua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hula-hula&lt;/span&gt; saya adalah juga hula-hula istri saya, yaitu mertua saya serta abang dan&lt;br /&gt;adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hula-hula&lt;/span&gt; pada umumnya sebutan kepada pihak yang semarga dengan mertua dan&lt;br /&gt;semuaTulang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bona Tulang&lt;/span&gt; saya ialah hula-hula ompung saya atau tulang bapak saya dan keturunannya       (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tulang Rorobot&lt;/span&gt; saya ialah tulang ibu saya beserta keturunannya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bona ni Ari &lt;/span&gt;saya ialah tulang dari ompung saya dan keturunannya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ompung Bao&lt;/span&gt; saya ialah orang tua dari ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hula-hula marhaha-maranggi&lt;/span&gt; saya (saya laki-laki) ialah:&lt;br /&gt;• Mertua (hula-hula) dari abang dan adik laki-laki saya.&lt;br /&gt;• Hula-hula amang-tua dan amang-uda saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hula-hula Naposo&lt;/span&gt; (Hula-hula Parsiat) saya (saya laki-laki) ialah:&lt;br /&gt;• Mertua (&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;hula-hula&lt;/span&gt;) dari putra saya.&lt;br /&gt;• Mertua (&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;hula-hula&lt;/span&gt;) putra abang dan adik kandung saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hula-hula Sijungkot &lt;/span&gt;saya ialah mertua (hula-hula) dari pahompu saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partuturon ini disusun berdasarkan pengalaman mengikuti partuturon sehari-hari dan informasi dari berbagai sumber, disadari bahwa pasti ada kekurangan atau tidak sesuai dengan pendapat pembaca,  untuk mana diharapkan kritik dan perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: right;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;                        Jolo tinittip sanggar asa binahen huru-huruan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;            Jolo sinungkun marga asa binoto partuturon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Medan, Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Dipl.-Ing. Am Sardi M. Ambarita (Ompu Batara)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komplek Taman Setiabudhi Indah (TASBI)&lt;br /&gt;Medan 20133&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-8818077834118523271?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/8818077834118523271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=8818077834118523271' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8818077834118523271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8818077834118523271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/08/hubungan-kekerabatan-atau-partuturon.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-196544927427047465</id><published>2008-07-22T13:49:00.000+07:00</published><updated>2008-07-22T14:28:58.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selayang-Pandang'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menemukan Titik Realitas Konkret&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAHIR di Martapura, Kalimantan Selatan. Sejak kecil ia tinggal di Banjarbaru. Menyelesaikan kuliah di Universitas Lambung Mangkurat, FISIP, jurusan Administrasi Niaga. Ia pernah aktif di organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia(PMKRI) Santo Agustinus Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya, Kalimantan bukanlah daerah yang asing. Kini, Yohanes Effendi Santoso, lebih akrabnya dipanggil Toto, dipercaya menjadi Branch Manager PT Putra Bintang Timur Lestari --perusahaan furnitur nasional yang cukup ternama di negeri ini-- untuk perwakilan Kota Balikpapan, Penajam, Grogot. "Sejak Januari saya sudah dipindah ke Balikpapan untuk memasarkan produk merk Silent dan Frontline," katanya kepada Tribun Kaltim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pasar di Balikpapan peluangnya cukup terbuka. Apalagi segmentasi yang dibidiknya kelas menengah atas. "Hampir semua produk untuk rumah tangga dan perkantoran kami sediakan. Harganya cukup kompetitif karena produk yang kami jual cukup berkualitas," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum di Balikpapan, Toto bekerja di perusahaan yang sama dan ditempatkan di Cabang Malang (Arema) dan Cabang Surabaya. "Sebelumnya saya juga pernah bekerja sebagai sales di peruasahaan Olympic PT Cahaya Sakti Multi Intraco (Casmi)" kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang sales bukan pekerjaan yang mudah. Pertama, ia harus menguasai produk, termasuk kualitasnya. Kedua, ia juga harus memahami kualitas produk dari kompetitor. "Paling penting lagi, seorang sales harus konsisten dan tidak boleh patah semangat dalam meyakinkan customers. Selain itu ia harus jujur, karena terkait dengan kepercayaan. Sekali orang tidak percaya dengan kita, maka habislah karir sang sales," jelas Toto sedikit memberikan resep kepada sales-sales lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini banyak sales yang gagal, karena mengabaikan hal tersebut. Kedua, semangat yang dibangun juga setengah-setengah. "Jangan salah lho... banyak mantan-mantan sales yang berhasil menjadi orang besar. Kuncinya memang terletak pada spirit mereka dan pengetahuan serta kemampuan menginfluence konsumen dengan mengedepankan kejujuran.&lt;br /&gt;Sekali kita bohong, maka konsumen akan kecewa. Kalau itu yang terjadi, tidak hanya kkita sendiri yang rugi. Perusahaan juga rugi. Akibatnya manajemen tidak berkembang dengan baik," papar pria yang kini berputra dua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/22/1208599/menemukan.titik.realitas.konkrit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ada satu hal lagi yang ia ingatkan kepada semua orang. Kunci keberhasilan manusia terletak pada kemauannya untuk meraih cita-cita. "Kadang kita hanya berwacana saja. Kita tidak pernah memasuki wilayah realitas konkrit. Masak hanya bermain pada tataran realitas subjektif dan objektif saja yang pada akhirnya hanya melahirkan wacana dan wacana. Nah kalau mau sukses, segera pilih titik tujuan yang hendak dicapai," tuturnya memberikan resep. (Tribun Kaltim/achmad subechi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-196544927427047465?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/196544927427047465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=196544927427047465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/196544927427047465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/196544927427047465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/07/menemukan-titik-realitas-konkret-lahir.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-4056442963539122166</id><published>2008-07-21T16:21:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T16:25:36.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selayang-Pandang'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SIRV3ETbreI/AAAAAAAAAS0/Sb_aZHgc-lY/s1600-h/presenting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SIRV3ETbreI/AAAAAAAAAS0/Sb_aZHgc-lY/s200/presenting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225395872193031650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;CREATIVE MIND AND PUBLIC SPEAKING WORKSHOP&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gramedia Majalah, 11-12 Juni 2008&lt;br /&gt;(Fenny Martan/ Pusdiklat KG)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://wth-kompasgramedia.com/wth_web/main_page.php&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Salah satu bentuk penghargaan bagi karyawan Kompas Gramedia yang berpartisipasi pada Lomba Ide &amp;amp; Inovasi WTH 2008 -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tanggal 11 Juni 2008 yang lalu Panitia Win The Heart 2008 bekerjasama dengan Pusdiklat KG telah menyelenggarakan acara Creative Mind and Public Speaking Workshop di Gd. Gramedia Majalah, Jl. Panjang.&lt;br /&gt;Acara ini diadakan selama 2 hari, dimana hari pertama dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan siang. Sesi pagi diisi oleh Bapak Made Suryawan (Quality Development and Training Department Manager PT. Grahawita Santika) yang sharing mengenai Creative Mind dan sesi siang diisi oleh Bapak Masri Sareb (Staf Akademik dan Koordinator mata kuliah Pengembangan Kepribadian Universitas Multimedia Nusantara) yang membawakan sharing mengenai Public Speaking with Confidence. Hari kedua adalah Workshop Public Speaking dan Presentasi yang juga dibawakan oleh Bapak Masri didampingi oleh Bapak Johny Natu (Pusdiklat KG) yang juga bertindak sebagai moderator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;11 Juni 2008 –Sesi Pagi: Creative Mind – Bapak Made Suryawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tujuan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Agar mampu menjadi pembelajar yang sejati dan menjadi INTELEKTUAL &amp;amp; insan yang lebih KREATIF dan PRODUKTIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sesi ini dibuka dengan film koleksi Pusdiklat KG yang berjudul “A Race Without a Finish Line” yang mencoba membuka wawasan peserta bahwa customer jaman sekarang ini lebih demanding. Mereka akan selalu menuntut “IT COULD BE BETTER!” terhadap kualitas produk dan jasa kita. Kemudian acara dilanjutkan dengan ice breaker pembuka yang mencoba untuk menggali kreativitas peserta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Apa itu creative mind? Creative mind adalah daya jiwa &amp;amp; pikir yang mampu menghasilkan ide yang memberikan solusi, option yang lebih baik dengan kreasi, warna lain dan tidak selalu normatif .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bagaimana dasar-dasar menuju jiwa kreatif?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1. Miliki Hati yang harmonis.- siapakah saya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2. Mengenal kemampuan otak manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;3. Mengetahui kompetensi diri.(based on quick thinking &amp;amp; action)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;4. Kreativitas, Kebijaksanaan dan Kepasrahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;5. Memiliki Lateral thinking yang berkembang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;6. Menjadi INTELEKTUAL SEJATI (memiliki kepekaan social / social analysis ability) dan akhirnya berjiwa MERDEKA dalam berpikir dan berpendapat. Beyond generic knowledge !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;11 Juni 2008 –Sesi Siang: Public Speaking with Confidence – Bapak Masri Sareb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tujuan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, presentasi, dan pengetahuan mengenai teknik persuasive dan public speaking.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada sesi ini peserta dipaparkan pada apa dan bagaimana melakukan presentasi, apa itu Public Speaking, bagaimana persiapan kita dalam melakukan Public Speaking, mengenal tipe-tipe peserta (audience), bagaimana melakukan berbagai macam teknik argumentasi yang mengarah pada emosi, karakter, dan rasio.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;12 Juni 2008 – Workshop Public Speaking dan Presentasi – Bapak Masri Sareb &amp;amp; Johny Natu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sesi di hari kedua ini adalah kegiatan interaktif dimana peserta yang telah terbagi menjadi….. kelompok, dimana tiap-tiap kelompok diminta untuk memberikan perwakilan untuk mempresentasikan ideyang telah dikirimkan kepada panitia Win the Heart. Setelah peserta melakukan presentasi maka teknik presentasinya akan diulas dan diperbaiki melalui saran-saran perbaikan yang disampaikan oleh Bapak Masri Sareb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Keluar sebagai peserta dengan penilaian presentasi terbaik adalah kelompok 10 yang diwakili oleh Bapak Domu dari Persda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Demikianlah seluruh rangkaian acara telah berakhir, semoga acara ini bisa memberikan bekal dan manfaat. Let’s Delight Our Customer! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-4056442963539122166?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/4056442963539122166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=4056442963539122166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4056442963539122166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4056442963539122166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/07/creative-mind-and-public-speaking.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SIRV3ETbreI/AAAAAAAAAS0/Sb_aZHgc-lY/s72-c/presenting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-8952363232828125309</id><published>2008-07-20T12:51:00.000+07:00</published><updated>2008-07-20T12:58:35.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Keluarga'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;Pencipta Lagu "Bunga Nabontar" Tutup Usia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 19 Juli 2008 | 14:11 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/19/14115154/pencipta.lagu.bunga.nabontar.tutup.usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RATUSAN karangan bunga dukacita berjejer di Jalan Siaga Raya, Pejaten, Pasar Minggu, Jumat (18/7). Deretan bunga itu menambah suasana duka di kediaman Godman Ambarita, pencipta lagu Bunga Nabontar, satu nyanyian cinta yang melegenda dari daerah Batak Toba, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagu-lagu daerah Tapanuli sudah banyak yang diciptakan almarhum, di antaranya berjudul Bunga Nabontar, Uju Mangolu, dan Anggar Pareman," kata Sarido Ambarita, adik bungsu Godman Ambarita, kepada Persda Network di rumah duka, Jumat (18/7) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godman meninggal dalam usia 63 tahun akibat serangan jantung, Rabu (16/7) pukul 03.00, dan akan dikebumikan di TPU Pondok Ranggon Sabtu  ini. "Bapak sudah tiga kali mengalami serangan jantung. Ini serangan keempat kali yang menyebabkan bapak meninggal," kata Reinhard Ambarita, anak bungsu almarhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sarido, yang baru tiba beberapa menit dari tempat kelahiran almarhum di Parapat, Danau Toba, Sumatera Utara, mengungkapkan, lagu Bunga Nabontar (bunga warna putih) diciptakan Godman ketika masih muda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Memang sejak masih sekolah di bangku SMA di Siantar, Abang Godman sudah mengarang lagu. Bunga Nabontar misalnya, sudah lama populer sebelum dipopulerkan kembali oleh Trio Maduma awal tahun 1990-an," kata Sarido.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kemudian setamat SMA, Godman merantau ke Jakarta. Di Ibu Kota, ayah empat anak ini kemudian berkarier di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan jabatan struktural sebagai Kepala PDAM Jakarta Utara. Saat tutup usia, Godman masih menjabat Direktur Eksekutif DPP Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jiwa seni mengalir di dalam darah Godman dan keluarga. Pentolan grup musik Trio Amsisi, Iran Ambarita, adalah adik kandung almarhum. Mereka berdua bahkan aktif membentuk band Exalom (Eks Anak Lombok) tahun 2006 dengan lagu andalan Tiri-tiro.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Godman dalam situs exalom.com menuliskan pengalaman-penalamannya sejak kecil, termasuk kisah mencipta lagu-lagu Tapanuli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pertengahan tahun 1964, tutur Godman, dia diajak teman satu sekolah bernama Balson Sinaga ke kampungnya di Saribu Jawa, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Letaknya di pedalaman dan harus jalan kaki sejauh 10 km. Tidak ada kendaraan yang menyentuh daerah pertanian yang sangat subur itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Pada malam hari saya diajak martandang tentu saja dengan petikan gitar sembari bernyanyi menyusuri tegalan sawah di tengah kegelapan. Tiba di sebuah rumah tempat martandang saya berkenalan dengan seorang pemuda desa," tutur ayah empat anak ini. Dalam kegelapan malam, mereka sempat bernyanyi beberapa lagu sambil melirik gadis-gadis desa yang ada di rumah itu. Seusai bernyanyi, pemuda itu bercerita tentang nasib malang yang menimpanya, yakni pacarnya memutuskan hubungan mereka, ia menikah dengan pemuda lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Ceritanya sederhana tapi raut wajahnya sangat sedih. Hati saya terharu mendengar ceritanya dan terlintas di benak saya atas senandung kesedihan yang menimpanya. Saya berjanji dalam hati akan menuangkan dalam sebuah lagu sebagai kenangan untuknya. Dalam tempo satu minggu saya menciptakan lagu Bunga Nabontar," tulis Godman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ia menambahkan, "Sengaja saya memperkenalkan kembang berwarna putih tanda ikhlas melepas sang kekasih dan sikap si pemuda yang tidak mau datang ke pesta pacarnya, menjadi salah satu bait pemanis lagu itu. Sangat saya sadari bahwa masa itu perkawinan Batak belum mengenal pemberian kembang kepada pengantin, apalagi di pedesaan. Tapi agar menarik perhatian pendengar saya coba merekayasa dalam untaian kata-kata, seperti yang tertuang dalam lagu Bunga Nabontar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Bunga Nabontar sering dinyanyikan oleh John Liat Samosir (JLS) bersama Godman jika ada acara martandang atau di lapo tuak di luar grup Rospita Berteman. Kemudian bersama John Liat Samosir dan Jules Ambarita, kami pertama sekali tampil bernyanyi di RRI Sibolga (live) tahun 1965.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kami bertiga menyanyikan beberapa lagu, antara lain Uju Mangolu, Bunga na Bontar, dan O Ale Rospita. Selama berada di kota Sibolga, kami sempat berkeliling dari mulai Sibolga Julu, Simare-mare, bernyanyi di gereja Sambas dan melancong ke Sarudik yang terkenal dengan tempat rekreasi. Sewaktu berada di kota Sibolga, keindahan teluk Sibolga dan keramahan penduduknya mendorong saya menciptakan lagu Tapian Nauli. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-8952363232828125309?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/8952363232828125309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=8952363232828125309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8952363232828125309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8952363232828125309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/07/pencipta-lagu-bunga-nabontar-tutup-usia.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-7822619874164166823</id><published>2008-07-20T12:49:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T16:38:00.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Keluarga'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengenang Pencipta Bunga Nabontar, Godman Ambarita (1)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;Belajar Petik Senar walau Tanpa Gitar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HUJALO doi suratmi ito na ro tu ahu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tarsonggot do ahu manjahai&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Didokkon ho lupahononmu sude&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Janjimi da na tu ahu di borngini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manetek ilu sian simalolonghi ito&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Marningot sude janjimi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hape di na laho muli nimmu ho&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Didokkon ho ma tua sirang ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Parrrohahon ma i bungahi bahen ma i dilambung mi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bunga nabontar na hulehon tu ho&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ai anggo ahu ndang naro tu pesta mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dang tartumpahi au be ho&lt;br /&gt;Simpan mai suratmi&lt;br /&gt;Ima tumpakhu tu ho ito&lt;br /&gt;Tanda naung sahat hataki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ITULAH syair-syair Bunga Nabontar lagu daerah Tapanuli, Sumatera Utara, ciptaan Godman Ambarita. Lagu ini dipopulerkan kembali duet Bunthora Situmorang dan Jhonny Manurung, awal tahun 1990-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Godman, seniman dan pencipta lagu-lagu Tapanuli meninggal pada usia ke-63, dan telah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (19/7). Sejak masa SMA hingga masa tuanya, puluhan lagu telah dihasilkan, dan tiga tahun terakhir aktif menangani kelompok band Exalom selaku Produser Eksekutif.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;"Saya sangat bangga punya bapak seperti dia," ujar Reinhard Ambarita putra almarhum di rumah duka Jalan Siaga Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (18/7) malam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Karya-karya Godman banyak dihasilkan tahun 1970-an, ketika masih SMA. Kemudian merantau ke Jakarta, dan akhirnya meniti karier hingga kepala Perusahaan Daerah Air Minum Jakarta Utara. Hingga tutup usia, Godman tetap mengurusi masalah air selaku Direktur Eksekutif DPP  Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Dalam kesibukan itu, waktu untuk mencipta lagu tidak dapat dilakukan sepenuh hati. Kerinduan pada kesenian daerah diwujudkan kembali setelah pensiun musik melalui band Exalom, tahun 2006.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Lagu-lagu yang diciptakan melalui pendalaman makna terhadap keseharian, diangkat kembali. Bagaimana Godman Ambarita memandang filosofi dari keseharian tergambar pada lagu-lagu ciptaannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Mencipta dan berkarya, bukan hanya sambilan, tapi adalah passion, melalui lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;dia ingin mempersembahkan  karya terbaik bagi masyarakat, dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;pencinta lagu Batak Toba.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Godman diilhami oleh perjalanan hidup dan kegetiran masa remaja, dan bagaimana lingkungan pergaulannya menjadi sumber inspirasi menjadi lagu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Perjalanan kesenian itu dituangkan Godman dalam tulisan yang diberi titel Di Balik Cinta Musik, Belejar Gitar dan Lapo Tuak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;"Waktu saya duduk di bangku SMP pada tahun 1959, sebagai anak yang beranjak remaja ingin sekali dapat memainkan senar gitar.Tapi apa daya saya tak punya gitar. Minta dibelikan gitar sama orang tua mustahil. Makan saja susah. Pemberontakan PRRI tahun 1958-1960 membuat kehidupan penduduk di sekitar tepian Danau Toba makin susah. Namun hati saya tetap bergemuruh ingin pandai memetik gitar sambil bernyanyi," tulis Godman dalam situs kelompok Band Exalom yang didirikannya tahun 2006.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Kendati tanpa gitar, semangat Godman Ambarita tak putus belaja gitar. Caranya, laki-laki kelahiran Parapat, 4 Juni 1945 itu tak jemu-jemu menyimak seniornya memetik senar gitar. Di kala sendiri dia mencoba mempraktekkan walau tanpa gitar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pemilik gitar pun waktu itu masih sangat terbatas. Tidak lebih dari jari sebelah tangan. Didorong rasa ingin tahu terpaksa pinjam sana pinjam sini. Kendati pemain gitar kurang disukai masyarakat, ayah empat anak itu tidak peduli. Kata hati lebih kuat daripada kata orang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;"Kunci nada C pertama sekali saya kuasai terasa indah sekali alunannya lalu mendorong saya untuk mempelajari kunci nada yang lain. Setiap mendengar petikan senar gitar hati saya selalu menggelora. Tujuan utama saya sederhana, dapat main gitar sambil bernyanyi, itu saja. Caranya, saya tidak segan-segan meminjam gitar teman atau pergi ke lapo tuak mempelajari cara orang main gitar," katanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Bahkan kalau ada pemuda-pemuda yang sedang bermain gitar, dengan sabar memperhatikan cara mereka memetik gitar. Di samping ingin pandai memetik gitar, ia juga suka mendengar musik, baik tradisional maupun pop Batak dan Barat. Pendek kata mendengar musik merupakan kegemarannya. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-7822619874164166823?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/7822619874164166823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=7822619874164166823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7822619874164166823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7822619874164166823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/07/belajar-petik-senar-walau-tanpa-gitar.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-2287192022075731530</id><published>2008-07-20T12:47:00.001+07:00</published><updated>2008-07-20T12:59:13.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Keluarga'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenang Pencipta Bunga Nabontar, Godman Ambarita (2)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;Curi-curi Waktu ke Lapo Tuak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGEMARAN Godman Ambarita mendengar musik tersalur karena kebetulan stasiun Radio Republik Indonesia (RR)I Medan sering menyiarkan acara Tapanuli Populer setiap hari Minggu. Dua penyanyi ternama dan belakangan menjadi legenda penyanyi Tapanuli, Nahum Situmorang, dan Ismail Hutajulu tampil secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesibuk apapun, kalau Nahum Situmorang bersama group Solu Bolon mengisi acara di radio, kegiatan akan saya hentikan," kata Godman mengenang masa mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1960-an setiap hari Minggu jam 14.00-15.00, RRI Medan menyiarkan vocal group Solu Bolon mengumandangkan lagu-lagu Tapanuli seperti Denggan ni Lagumi, Maragam-ragam, Pulo Samosir, Toba Holbung, Modom ma Damang Ucok, Dengke Jair dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godman mengaku, sejak kecil telah menggemari berat Opera Batak Tilhang. Boleh disebut lagu-lagu yang didendangkan vocal group Solu Bolon maupun Opera Tilhang sungguh sangat meresap dan menggetarkan hatinya dan mendorong ingin cepat main gitar. Keinginan itu muncul dan menggebu-gebu setiap usai mendengar alunan suara dari Solu Bolon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tapi bagaimana caranya, sementara saat itu Godman tidak memiliki gitar atau alat musik lainnya? Caranya adalah ia sering-sering  pergi ke lapo tuak, atau warung penjual aren/nira khas Batak yang lazim dikunjungi orang sambil bernyanyi dengan iringan gitar. Kala lapo sepi pengunjung, dan gitar menganggur, dimanfaatkan Godman untuk belajar memetik senar gitar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Jujur saya akui bahwa sekitar tahun 1960-an di Parapat, tidak banyak remaja yang seusia saya mau belajar gitar karena dianggap pargaul atau preman. Namun demikian saya tetap cinta musik, belajar gitar dan menyanyi. Rasanya indah kalau sudah dapat menyanyi sambil memetik gitar," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kemudian untuk menambah perbendaharaan musik, setiap Minggu pagi jam 07.00-08.00, ia rajin mendengarkan lagu-lagu Pop Barat melalui program "Music City" dari Radio Singapura dan berlanjut dari jam 08.00-09.00 dari Radio Malaysia., yang terdengar dengan terang di Siantar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bahkan sampai dengan tahun 1964, mantan Kepala PDAM Jakarta Utara itu mengaku tidak pernah absen mengikuti perkembangan lagu-lagu Pop Barat. Beberapa lagu yang sangat terkesan dan saya sukai saat itu seperti: A Little Bit a Soap, Spanish Harlem(Chiff Richard), Sukyaky, Sealed With a Kiss, Sad Movies, I Need U (Ricky Nelson), Eighteen Yellow Roses, Roses are Red My Love, Twist (Chubby Checker), Send Me The Pillow.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Lagu-lagu Koes Bersaudara yang lagi top saat itu seperti Oh Kasihku, Senja, Pagi yang Indah, Telaga Sunyi, dan Dewi Rindu menjadi favorit Godman. Termasuk juga menyukai lagu Patah Hati dari Rahmat Kartolo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada waktu itu belum ada tape recorder sehingga semua lagu direkam dalam piringan hitam dan diputar melalui gramophone. Gramophone termasuk barang mewah, sehingga hanya mereka yang tergolong orang kaya yang memilikinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tentu saja bagi remaja yang pernah bersekolah di Pematang Siantar, sekitar tahun 1963, pasti pernah merasakan asyiknya mendengar hingar-bingar lagu-lagu Pop Barat dan Indonesia yang diputar melalui gramophone di kedai penjual Es Johor yang berada di Jalan Cipto. Masa itu Jalan Cipto merupakan tempat rendezvous para remaja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Singkatnya, begitu bisa main gitar saya rajin mempraktekkan sambil bernyanyi. Manakala saya menyanyikan lagu-lagu pop Barat atau Indonesia di lapo tuak atau martandang di pelosok desa sudah pasti menjadi pusat perhatian orang karena remaja-remaja masa itu paling-paling menyanyikan lagu opera Batak. Suatu kebanggaan tersendiri yang tidak dapat dinilai dengan uang." (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-2287192022075731530?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/2287192022075731530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=2287192022075731530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2287192022075731530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2287192022075731530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/07/curi-curi-waktu-ke-lapo-tuak.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-69059382685019052</id><published>2008-07-20T12:46:00.000+07:00</published><updated>2008-07-20T12:59:36.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Keluarga'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengenang Pencipta Bunga Nabontar, Godman Ambarita (3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;Kisah Nyata Diadopsi Menjadi Roh Lagu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAN tapi pasti, Godman Ambarita akhirnya mahir memainkan gitar. Kini keinginannya meningkat dari sekadar memainkan gitar dan melantunkan lagu karya orang lain menuju keinginan mengarang lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula tahun 1963. Saat itu, seakan ada gejolak yang menggemuruh di hatinya untuk mencipta sebuah lagu. "Saya berpikir harus tampil beda dengan warna musik Batak. Lalu saya mencoba mengadopsi musik Rock and Roll yang sedang trendi saat itu. Tema lagunya saya sesuaikan pula dengan kondisi remaja, yakni dengan adanya kecenderungan sok jadi preman dengan pola konsumerisme gonta-ganti pakaian, walaupun pinjam-meminjam," kenang Godman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah inspirasi mengangkat tingkah polah kaum remaja anak-anak orang berada yang asyik hilir-mudik mengendarai sepeda motor Honda atau Vespa yang merupakan barang mewah. Lalu memakai pakaian jenis trelinin, teteron berbahan dari polyester yang tidak perlu disetrika dan mengenakan celana wol yang hanya dimiliki oleh anak-anak orang kaya. Perilaku remaja tersebut dirangkum dan tuangkan dalam lagu "Anggar Pareman" (Sok Jadi Preman), lagu jenaka dan merupakan ciptaan pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Dalam mencipta lagu, saya berusaha menggali dari kehidupan nyata, tapi dengan nuansa baru dan tempo musik yang khas. Contohnya, kisah Ibu tiri yang kejam dengan judul "Uju Mangolu" (Ketika masih Hidup) . Lagu ini diangkat dari kisah sedih seorang anak yang selalu menangis tiap malam bersenandung karena kerinduan pada ibunda tercinta yang sudah meninggal. Sedangkan sang ayah menikah lagi sehingga anak-anaknya tercerai-berai, homebroken.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kisah nyata dari seorang sahabat, Tahir Manik, yang tinggal bersama Godman waktu sekolah di Pematang Siantar. "Selama berbulan-bulan Tahir selalu menangis tersedu-sedu terutama malam hari membuat hati saya serasa disayat-sayat. Pelan-pelan saya petik gitar mengikuti lengkingan kepiluan yang menimpa dirinya. Walau sedih, tidak dalam bentuk "andung" (rintihan). Pada waktu saya menyanyikan Uju Mangolu, Tahir menangis tersedu-sedu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kisah nyata masih mengilhami karya selanjutnya. Medio tahun 1964, ia diajak teman satu sekolah, Balson Sinaga ke kampungnya di Saribu Jawa, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumut. Letaknya di pedalaman dan harus jalan kaki sejauh kurang lebih 10 km. Belum ada kendaraan bermotor ke daerah pertanian yang sangat subur itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pada malam hari Godman diajak martandang (apel perempaun) tentu saja dengan petikan gitar sembari bernyanyi menyusuri tegalan sawah di tengah kegelapan. Tiba di sebuah rumah tempat martandang, Ia berkenalan dengan seorang pemuda desa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mereka cepat akrab oleh kesamaan hobi, bernyanyi. Mereka menggoda bunga desa dengan unjuk kebolehan melantunkan beberapa lagu diiringi jemari yang menari liar memetik senar gitar. Bernyanyi sembari melirik gadis-gadis desa. Usai bernyanyi bersama, sang pemuda desaitu bercerita tentang kisah asmara yang kandast karena pacarnya pergi menikah dengan pemuda lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Ceritanya sederhana tapi raut wajahnya sangat sedih. Hati saya terharu mendengar ceritanya dan terlintas di benak saya atas senandung kesedihan yang menimpanya. Saya berjanji dalam hati akan menuangkan dalam sebuah lagu sebagai kenangan untuknya. Dalam tempo satu minggu saya menciptakan lagu Bunga Na Bontar (Bunga Warna Putih)," tutur Godman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ia mengaku sengaja memperkenalkan kembang berwarna putih tanda ikhlas melepas sang kekasih dan sikap si pemuda yang tidak mau datang ke pesta pacarnya, menjadi salah satu bait pemanis lagu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Sangat saya sadari bahwa masa itu perkawinan Batak belum mengenal pemberian kembang kepada pengantin, apalagi di pedesaan. Tapi agar menarik perhatian pendengar, saya coba merekayasa dalam untaian kata-kata, seperti yang tertuang dalam lagu Bunga Na Bontar".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bunga Na Bontar, sering dinyanyikan berduet dengan John Liat Samosir (JLS) saat martandang atau di lapo tuak di luar group Rospita Berteman. Kemudian bersama John Liat Samosir dan Jules Ambarita (saudara kandungnya), mereka pertama sekali tampil bernyanyi di RRI Sibolga (live) tahun 1965. Mereka bertiga menyanyikan beberapa lagu antara lain Uju Mangolu, Bunga na Bontar, O Ale Rospita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dan selama berada di kota Sibolga, mereka sempat berkeliling dari mulai Sibolga Julu, Simare-mare, bernyanyi di gereja Sambas dan melancong ke Sarudik yang terkenal dengan tempat rekreasi. Sewaktu berada di kota Sibolga, keindahan teluk Sibolga dan keramahan penduduknya mendorong Godman menciptakan lagu Tapian Nauli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sepulangnya dari Sibolga, Godman dan dua temannya menumpang sebuah truk pengangkat batu untuk menghemat ongkos. Kemudian truk yang ditumpangi berhenti di rumah makan di Adian Hoting, lokasi persinggahan yang terkenal dengan sajian rumah makan yang enak masakannya. Usai melahap makan, sebagaimana biasa kami melantunkan sebuah lagu. Lalu pemilik rumah makan bertanya, "Apakah kalian yang bernyanyi di RRI Sibolga beberapa hari yang lalu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Serentak kami menjawab "Ya". Serta-merta beliau meminta lagu "Ina Panoroni" atau "Uju Mangolu", yang kami nyanyikan di RRI Sibolga. Menurut pengakuannya nasibnya persis sama seperti lagu itu. Saat kami bernyanyi matanya berkaca-kaca. Tatkala mau membayar makanan, beliau mengatakan, "Tidak perlu bayar, hati saya sangat puas mendengar lagu itu. Saya teringat kejamnya ibu tiri", katanya sambil mengusap air mata yang meleleh di pipinya. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-69059382685019052?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/69059382685019052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=69059382685019052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/69059382685019052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/69059382685019052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/07/kisah-nyata-diadopsi-menjadi-roh-lagu.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-2683198450749873551</id><published>2008-07-20T12:44:00.000+07:00</published><updated>2008-07-20T13:00:10.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Keluarga'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengenang Pencipta Bunga Nabontar, Godman Ambarita (4-Habis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;Tidak Pede Menyaingi Nahum Situmorang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH menciptakan lagu Anggar Pareman, Godman Ambarita lalu berpikir untuk memopulerkannya. Agar dapat didengar khalayak ramai, maka dia merasakan perlu mengganden media massa. Untuk tampil ke RRI Medan sangat jauh dari harapan. Ia masih merasa sebagai pemuda desa dan belum punya nama, tidak mungkin saya bisa bernyanyi menyaingi Nahum Situmorang dan Ismail Hutajulu. "Awak ini apalah," ujar Godman berseloroh menirukan gaya bicara orang Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau rada kecul nyali, ia tetap mempunyai keinginan memopulerkan lagu karangannya. Godman pun atur siasat dan tampil sebagi pelopor, mengajak teman-teman untuk berkumpul dan belajar bernyanyi. Kebetulan pada tahun 1963, keadaan ekonomi di Parapat sungguh berat karena sepinya wisatawan yang berkunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah didukung  wisatawan lokal yang datang dari perkebunan yang tersebar di seluruh Provinsi Sumatera Utara. Sehingga untuk menambah penghasilan rata-rata anak-anak remaja Parapat terpaksa terjun mencari duit di lokasi rekreasi, menjual jasa mulai dari menyewakan tikar, sampan dan pelampung, tukang parkir hingga menjadi calo kapal penumpang yang akan membawa wisatawan berlibur ke Pulau Samosir. Para calo kapal tersebut disebut agen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Selanjutnya bersama teman-temannya yang bekerja satu profesi sebagai agen yakni Jangkit Sirait, Neger Laut Sinaga, Pariel Silalahi, Jules Ambarita, Willy Hutapea, setiap hari Minggu sore setelah wisatawan pulang berkumpul di lapo tuak Sihombing yang terletak di Siburak-burak Tigaraja, Parapat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Sambil ber-lisoi minum tuak kami bersama-sama mempelajari lagu Anggar Pareman. Dan di lapo itu pulalah kami selalu berlatih setiap ada lagu baru yang saya ciptakan," urai Godman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah lulus SMA dari Narumonda Porsea, tahun 1966, ia berangkat merantau ke Jakarta. Dasarnya, ia berpikir kalu tetap di kampung tidak akan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Berhubung kehidupan penyanyi selalu dicemooh waktu di kampung maka begitu di Jakarta dia bertekad untuk tidak menyentuh gitar dan tidak mau bernyanyi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kebetulan lingkungan kota Jakarta tidak dapat memungkinkan bernyanyi di sembarangan tempat seperti layaknya di kampung halaman. Dia mengaku jujur, sangat suka mendengarkan nyanyia entah dari tape recoder atau orang bernyanyi, tapi untuk memetik gitar apalagi menyanyi berhenti sama sekali. Ditambah lagi kehidupan di Jakarta memaksa harus bekerja keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Waktu berjalan terus, sekitar tahun 1970-an saya terkejut, lagu Bunga Na Bontar sangat popular di kalangan orang Batak. Artis-artis Batak di Jakarta menyanyikan dalam bentuk andung (merintih/cengeng). Sebenarnya hati saya protes karena nadanya tidak sesuai dengan roh lagu itu pada waktu saya mendapatkan inspirasi di sebuah desa kecil di Saribu Jawa. Sebab walau suasana," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Berhubung dinyanyikan sesuai perasaan penyanyi, maka terjadi degradasi baik dalam bentuk nada maupun syair. Adanya perubahan itu sah-sah saja. Berhubung kala itu masih dalam tahap hidup berjuang mencari sesuap nasi dan sekolah, maka tentu. Godman tidak bisa berbuat apa-apa. Namun dia tetap punya mimpi untuk sekali waktu meluruskan dan menyanyikan Bunga Na Bontar dalam bentuk asli, termasuk Uju MAngolu dan Anggar Pareman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Akhirnya pada tahun 2006 saya bertemu dengan Helmud Ambarita, Bando Simbolon dan Bona Sinaga. Kami mempunyai kesamaan nasib. Saya harus meninggalkan kecintaan saya bernyanyi di lapo tuak untuk mengubah nasib ke Jakarta, sementara mereka bertiga meninggalkan Lombok karena turis tidak ada lagi yang datang ke pulau itu," kata Godman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mereka tadinya mengadu nasib bernyanyi di hotel-hotel berbintang di Lombok. Dan masa lalu itulah cikal bakal nama grup bang Exalom (Ex Anak Lombok). Godman menawarkan untuk merekam lagu-lagu ciptaannya dalam bentuk asli, dan mereka setuju, dan terbentuklah Exalom Band. Dengan alasan yang sanagat pribadi, Bona Sinaga hanya ikut dalam album pertama, kemudian digantikan oleh Ucok Power Sinaga. Dan untuk album kedua Dohar Simbolon turut bergabung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Exalom berupaya tampil beda dari band lainnya yang telah lebih dulu eksis di belantara musik tradisional. Perpaduan antara musik modern dengan sentuhan khas musik Batak yang dinamis dan kaya dengan aksenuitas yang khas, aransemen musik yang diolah dan dikelola manajemen Exalom secara profesional memberi warna baru dalam khasanah musik Batak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Untuk mendukung performance Exalom, manajemen telah mempersiapkan tim yang bekerja di belakang panggung. Godman Ambarita bertindak sebagai Produser Eksekutif, pentolan Trio Amsisi Iran Ambarita sebagai arranger merangkap Music Director. Exalom berada di bawah bendera PT Gita Karya MandiriI, perusahaan yang memanajemeni secara profesional kegiatan bermusik Exalom.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Cita-citanya menambah semarak musik daerah Tapanuli belum tuntas. Namun bagimana pun, sejarah telah mecatatkan karya ciptanya. Selamat jalan Godman! (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-2683198450749873551?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/2683198450749873551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=2683198450749873551' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2683198450749873551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2683198450749873551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/07/tidak-pede-menyaingi-nahum-situmorang.html' title=''/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-6688032409137542778</id><published>2008-06-13T19:45:00.001+07:00</published><updated>2008-06-13T19:54:53.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'>Presenter Terbaik?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "PRESENTASI &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anda  luar biasa. Seperti menghipnotis audiens. Kalau pada presentasi yang lain, masih banyak yang ngobrol sendiri-sendiri, tetapi saat Anda presentasi, semua terdiam, seperti dihipnotis. Mengapa bisa begitu. Mohon sharing di sini apak trik yang anda lakukan, apakah Anda sudah sering presentasi seperti ini sehingga bisa begitu meyakinkan di hadapan audiens?" ujar seorang perempuan, pasa sesi tanya jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Luar biasa. Kami seperti dihipnotis memang. Sayangnya Anda selalu memasukkan tangan kiri ke dalam saku, sepertinya berlagak bos," ujar audiens lainnya yang duduk di kursi paling depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Materi dan penampilan presenter memang excellent, tapi kurang bisa mengatur waktu," kata Mas Joni, panitia sekaligus juri sembari mengacungkan jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Luar biasa, sayang, Anda tidak bisa mengatur waktu. Materi belum selesai, tapi waktu sudah habis. Sayang," ujar Masri Sareb Putra, sang mentor yang didatangkan dari Universitas Multimedia Nusantara Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah dalam Workshop Presentation Skill yang digelar Direktorat Diklat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;KOMPAS &lt;/span&gt;Gramedia &lt;/span&gt;berkumpul di Lantai 8 Gedung Gramedia Majalah di Jalan Panjang, Kebun Jeruk, Selasa (11-12 Juni 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mewakili kawan-kawan, yakni Budi Hermawan (dari Percetakan Gramedia), Isnu Hardoyo   (SDM Majalah), Michael     (Direktorat Pengawasan), Pudjo (Direktorat Pengawasan), Desi  (Direktorat Pengawasan), Adi (Direktorat Pengawasan). Kami ditetapkan sebagai pemenang atas presentasi dengan materi SOBM&amp;amp;WCS (selanjutnya dirahasiakan... karena ide lolos tahap selanjutnya hahaha....). Kelompok 10 meraih nilai tertinggi, 81,3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu kurang-lebih 200 orang karyawan KOMPAS Gramedia berkumpul di Lantai 8 Gedung Gramedia Majalah di Jalan Panjang, Kebun Jeruk, Selasa (11-12 Juni 2008). Mereka berasal dari berbagai divisi, dari berbagai daerah, dari aneka jabatan yang berbeda, pegawai rendahan seperti saya hingga petinggi di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari itu Direktorat Pendidikan dan Latihan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;KOMPAS&lt;/span&gt; Gramedia, yakni Workshop Presentation Skill. Pesertanya adalah karyawan/karyawati KG yang mengirimkan ide-ide  untuk disertakan dalam Lomba Ide Inovasi yang digelar Panitia Win The Heart 2008 KG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta perseorangan dan tim. Ada sejumlah 329 ide yang masuk ke tangan panitia. Satu orang boleh mengirimkan beberapa gagasan, dan sebaliknya, satu gagasan dapat 'dikeroyok' beberapa orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, orang-orang yang mengirimkan ide itu, diundang untuk mengikuti workshop yang intinya bagaimana presentasi yang baik sehingga berhasil meyakinkan audiens. Selain secara terori, ratusan otang itu dikelompokkan pada 18 kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian masing-masing orang dalam kelompok mengajukan idenya, selanjutnya kelompok mengajukan satu judul untuk dikerjakan bersama-sama dan dipresentasikan di hadapan kelompok yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok mengisi kertas skor untuk setiap kelompok lainnya. Kelompok yang bersangkutan tidak menilai kelompoknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeti kontes Mama Mia, Penialain juga diberikan panitia. Sedangkan dalam tanya jawab, audiens diberi kesempatan 5-6 orang untuk menilai penampilan presenter, hanya sedikit menilai materi/conten yang dibawakan. Penilaian juga diberikan mentor Presenter dalam hal ini mas Masri Sareb (Dosen UMN), dan mas Joni (Diklat KG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah apa sebabnya saya mereka nilai bisa mempresentasi, padahal saya sendiri menilai bukan yang terbaik saat itu. Masih banyak yang lebih memukau, lebih bergurau dan  membuat suasana hidup, riang. Sedangkan saya cenderung serius, dan 'vakum'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi biarlah, kelompok lain dan panitia yang menilai, ya syukurlah. Bangga pada kelompok, bangga (beda dengan sombong) pada diri sendiri, ternyata saya bisa. Ini kedua kali tampil di depan udiens dalam sebulan ini. Sebelumnya 3 Juni 2008 membawakan materi peta Pers Daerah di hadapan para petinggi Kantor Wilayah BNI seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBICARA DAPAT DILATIH&lt;br /&gt;SAYA sependapat dengan Masri Sareb Putra, Dosen Public Speaking Universitas Multimedia Nusantara, bahwa kecakapan berbicara dan berorasi di depan umum dapat dilatih. Bung Karno, orator ulung Indonesia yang belum ada tandingannya, misalnya, beliau sering berlatih di depan cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya, saya sosok bukan tipe orang yang Pd-PD amat. Kalau pun berani tampil setelah melalui banyak pertimbangan dana proses yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan Pak Guru Siregar, walikelas VI SDN Panombean Balata, tempat saya menuntut ilmu di SD. Saat itu, kira-kira tahun 1985 atau 1986, pernah marah besar pada saya. Kira-kira begini pak Guru katakan. "Pakai Bahasa Batak saja, nggak usah Bahasa Indonesia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegur sya karena menjawab dengan bahasa Indonesia saat berbincang di luar pelajaran. Ketika itu, Ito (kakak perempuan saya) yang satu kelas dengan anaknya di SMP Negeri 1 Balata, rupanya mengalami kecelakaan ringan. Peristiwa itu diceritakan anaknya ke Pak Guru, kemudian pak Guru menginformasikan kepada saya, dengan maksud selanjutnya memberitahukan kepada ortu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak rumah kami di Lumban Ambarita Sihaporas tidak begitu jauh ke Balata, kira-kira 21 km. Tetapi saat itu, sarana transportasi belum selancar sekarang, dan kendaraan bermotor yang dimiliki warga kampung pun masih lebih sedikit dari jumlah jari-jari sebelah tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, saya menggunakan Bahasa Indonesia bukan karena sombong. Bukan pula karena mengucapkan kata-kata lingua franca. Segan, hormat dan sopan lah yang saya dahulukan kepada setiap guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun kemudian. Saya melanjut ke SMP Negeri 1 Tiga Balata, setelah pindah dari SMP Negeri 2 Tiga Balata. Saban pagi, dari kos menuju sekolah, saya selalu berpapasan dengan ibu Guru Sijabat. Dia mengajar matematika ketika kelas III-IV. Setiap berpapasan, dari ara h berbeda tentunya, saya selalu menutupu wajah dengan buku atau tas sambil berlari kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya memang semasa kecil sangat pemalu. Betul, malu. Menatap wajah orang lain pun malu, sehingga harus menutupi wajah. Hingga kuliah, saya masih relatif pendiam. Namun dalam perjalanan diperantauan, pergaulan dan sosialisasi di kampus dan organisasi PMKRI Banjarmasin, mengantarkan saya pada kesimpulan perlu keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah setiap seminar, saya hadiri dan berusaha menjadi penanya pertama, lalu setiap ada pelatihan public speaking atau pelatihan kepemimpinan, senantiasa saya ikuti. Dan sistem belajar pun, yang setiap dosen menondisikan mahasiswa sering-ering berdiskusi, berdialog bahkan berdebat kusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kuliah pula, saya sempat mengikuti banyak organisasi, termasuk hingga Ketua Umum DPD PMKRI St Agustinus Banjarmasin (1995-1997), Komisaris Daerah Wilayah VIII/Kalimantan PP PMKRI (1997-1998), kemudian Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kalsel tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi PMKRI inilah yang banyak mendidik saya, termasuk bagaimana menyampaikan pendapat, menyampaikan usul atau gagasan yang efektif, tidak prematur. Melatih teknik-teknik menginterupsi (di antranya point of information, point of clearence, dll) serta menyela pendapat orang lain tanpa menyinggung perasaan yang bersangkutan, mengkritik yang lain dengan didahului pujian dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, saya memang pemalu. Tapi tidak lalu rasa malu itu mengubur hidup saya, saya mesti berjuang sekeras tenaga memupuk kepercayaan diri. Saya memang orang desa dan miskin harta, tapi tidak lalu latar belakang demikian membuat mental saya runtuh di antara orang-orang berkecukupan secara finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga manusia, mereka juga manusia. Toh kita sama-sama ciptaan Tuhan yang Satu dan Sama. Kita sama-sama makan nasi, sama-sama tidur di kolong langit dan beralas bumi, karena itu, pd sya tidak boleh remuk hanya karena perbedaan sosial. Domu Damians Ambarita, tiga suku kata, yang nama lengkap saya sengaja saya pakai akhir-akhir ini, karena menuruti saran pakar metafisik dari Yogyakarta, mas Arkan, saya cocok dengan suku tiga kata. maka semoga nasib pun bertambah baik... (domuara damians ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-6688032409137542778?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/6688032409137542778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=6688032409137542778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/6688032409137542778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/6688032409137542778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/06/presenter-terbaik.html' title='Presenter Terbaik?'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-8147184271289835914</id><published>2008-06-09T18:05:00.000+07:00</published><updated>2008-06-09T18:09:03.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ekbis-Finance'/><title type='text'>Minyak Tanah Bersubsidi Dihapus 2010</title><content type='html'>http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/06/09/13220613/minyak.tanah.bersubsidi.dihapus.2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JAKARTA, SENIN&lt;/span&gt;- Penerapan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia selama ini betul-betul keliru. Orang kaya yang memiliki mobil mewah pun menikmati subsidi harga yang ditanggung pemerintah, sedangkan orang miskin tidak kebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kondisi keuangan negara yang tipis, maka subsidi tidak dapat diteruskan dan subsidi harus dikurangi bertahap, dan tahun 2010 akan dihapuskan total ketika konversi ke elpiji dianggap tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subsidi minyak selama ini tidak adil. Subsidi pada harga membuat orang kaya menikmati subsidi, seharusnya orang miskin. Sebanyak 40 persen masyarakat teratas menikmati 70 persen subsidi harga, sedangkan masyarakat bawah justru menerima sedikit subsidi," ujar Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnomo menrangkan, dana subsidi BBM mencapai Rp 120&lt;br /&gt;triliun per tahun, dan subsidi listrik 70 triliun per tahun. "Kalau subsidi harga dialihkan menjadi subsidi langsung kepada rakyat, maka dana untuk subsidi dapat digunakan langsung untuk dana pendidikan, BLT, kesehatan dan lain-lain. Memang ini tidak gampang, karena kental politik. Kalau unsur politik maka tentu mempertimbangkan aspek sosial," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dalam jangka pendek, upaya penurunan subsidi dilakukan&lt;br /&gt;dengan penyesuaian harga BBM, yakni menaikkan harga&lt;br /&gt;rata-rata 28,7 persen pada 24 Mei silam. Kemudian program konversi minyak tanah menjadi liquid petroleum gas (elpiji).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor pembangkit listrik, PLN akan terlah mengurangi penggunaan mesin berbahan bakar solar, diganti minyak bakar atau marine fuel oil (MFO) yang harganya jauh lebih murha dibandingkan solar. Sebagai perbandingan, kalau harga solar nonsubsidi Juni 2008 sebesar Rp 11.520/liter, maka harga minyak bakan baru Rp 6.701/liter. Di sisi konsumen, PLN menerapkan tarif non-subsidi bagi pelanggan katagori di atas 6.600 Volt Amphere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adapun upaya jangka panjang, penyesuaian harga BBM&lt;br /&gt;secara bertahan sampao pada harga keenonomiannya. Direncanakan, tahun 2010 minyak tanah bersubsidi tidak&lt;br /&gt;beredar lagi, dan konversi elpiji sudah tuntas," kata Purnomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan, realisasi konversi minyak tanah ke&lt;br /&gt;elpiji pada tahun 2007 mencapai 163.182 kiloliter dengan 33.426 matric ton gas pada 3,83 juta keluarga dan 141 ribu usaha kecil. Sampai Mei 2008 realisasi konversi adalah 420.420 kiloliter minyak tanah dengan 93.299 matric ton gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasokan minyak tanah pun terus dikurangi. Tahun 2007 masih 9,85 juta kiloliter, tahun ini menjadi 7,83 juta kiloliter, dan tahun 2009, volume minyak tanah yang masih ada di seluruh Indonesia tinggal 3,08 juta kiloliter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahun 2010 diharapkan minyak tanah yang terkonversi diperkirakan mencapai 9,75 juta liter, dan volume minyak tanah yang disalurkan tidak ada lagi dengan asumsi pembagian paket perdana konversi minyak tanah ke elpiji selesai tahun 2009," tandas Purnomo. (Persda Network/domu damians ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-8147184271289835914?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/8147184271289835914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=8147184271289835914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8147184271289835914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8147184271289835914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/06/minyak-tanah-bersubsidi-dihapus-2010.html' title='Minyak Tanah Bersubsidi Dihapus 2010'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-213380680543660907</id><published>2008-06-09T17:47:00.000+07:00</published><updated>2008-06-09T17:57:35.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ekbis-Finance'/><title type='text'>Gas Metana Batu Bara Energi Masa Depan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JAKARTA, SENIN&lt;/span&gt; - Cadangan minyak dan gas bumi semakin menipis. Saat bersamaan, harga bahan bakar minyak terus melonjak. Mengatasi kesulitan itu, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral akan mengembangkan energi baru, yakni coal bed methane atau gas metana batu bara.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SE0L9egD97I/AAAAAAAAASc/BN0EUs5QFqk/s1600-h/purnomo_yusgiantoro.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SE0L9egD97I/AAAAAAAAASc/BN0EUs5QFqk/s200/purnomo_yusgiantoro.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209833494724999090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro,&lt;br /&gt;KOMPAS/LUCKY PRANSISKA&lt;br /&gt;"Era minyak sudah surut, sekarang kita ganti dengan batu bara dan gas. Batu bara dan gas menjadi energi primadona dan paling murah yang berlimpah di negara kita. Saat ini kita mulai eksplorasi gas alam, coal bed methane," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CBM, kata Purnomo, sumbernya melimpah di Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Selatan. "Cadangan CBM secara nasional mencapai 453 triliun standar kaki kubik atau trillion&lt;br /&gt;standard cubic feet (TSCF)," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bank Dunia, konsentrasi potensi terbesar terletak di Kalimantan dan Sumatera. Di Kalimantan Timur, antara lain tersebar di Kabupaten Berau dengan kandungan sekitar 8,4 TSCF, Pasir/Asem (3 TSCF), Tarakan (17,5 TSCF), dan Kutai (80,4 TSCF). Kabupaten Barito, Kalimantan Tengah (101,6 TSCF). Sementara itu di Sumatera Tengah (52,5 TSCF), Sumatera Selatan (183 TSCF), dan Bengkulu 3,6 TSCF, sisanya terletak di Jatibarang, Jawa Barat (0,8 TSCF) dan Sulawesi (2 TSCF).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Di tempat serupa, Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen ESDM Teguh Pamuji menerangkan, kontrak untuk eksplorasi CBM telah ditandatangi antara PT Emdco Energy dengan PT Ephindo untuk lahan di Blok Sekayu di Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba), Sumatera Selatan. "Diharapkan tiga tahun ke depan, atau tahun 2011, CBM sudah dapat dipasarkan," ujar Teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, PT Petro Muba, Sekayu, Musi banyuasin (Muba), dan PT Epjhindo sepakat bekerja sama mengeksplorasi CBM. Kemudian PT Elnusa Drilling Service, anak perusahaan PT Elnusa, memenangi tender pengerjaan tiga sumur uji coal bed methane (CBM) di lapangan Rambutan SSE Blok Sumatera Selatan. Elnusa&lt;br /&gt;dinyatakan menang dalam pelelangan yang diadakan PPPTMGB Lemigas. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) akan&lt;br /&gt;mengembangkan Coal Bed Methane (CBM) untuk menggantikan gas bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk CBM sama halnya dengan gas alam lainnya. Dapat dimanfaatkan rumah tangga, industri kecil, hingga industri besar. CBM biasanya didapati pada tambang batu bara non-tradisional, yang posisinya di bawah tanah, di antara rekahan-rekahan batu bara. Agar lebih mengunutngkan, CBM lazimnya dieksplorasi setelah batu baranya habis ditambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, biaya eksplorasi CBM masih lebih tinggi dibandingkan mengekplorasi minyak bumi. Namun, kata teguh, pada satu waktu nanti, biaya akan lebih murah sehingga CBM menjadi energi alternatif baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, ada 20 perusahaan antre mendapatkan izin eksplorasi CBM, di antaranya perusahaan swasta pemilik kuasa pertambangan batu bara. Pengembangan teknologi untuk mengekstrak sumber energi ini pertama kali dilakukan di Amerika Serikat, yakni Alabama dan Colorado Selatan pada akhir tahun 1980. Di Amerika, gas alam jenis CBM mencapai 7 persen dari total produksi. Negara lain yang sudah mengembangkan CBM antara lain Afrika Selatan, Australia, dan Kanada. (Persda Network/domu damians ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-213380680543660907?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/213380680543660907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=213380680543660907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/213380680543660907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/213380680543660907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/06/gas-metana-batu-bara-energi-masa-depan.html' title='Gas Metana Batu Bara Energi Masa Depan'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SE0L9egD97I/AAAAAAAAASc/BN0EUs5QFqk/s72-c/purnomo_yusgiantoro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-8370969854047685228</id><published>2008-06-09T17:43:00.000+07:00</published><updated>2008-06-09T17:45:56.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Finance'/><title type='text'>Apakah CBM Itu?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BATUBARA &lt;/span&gt;merupakan salah satu sumber energi tak terbarukan yang banyak terdapat di dunia, termasuk Indonesia. Batubara memiliki lapisan-lapisan berisi gas alam dengan kandungan utamanya metana atau methane (CH4) yang disebut CBM. CBM tidak berbau, tidak berwarna dan sangat mudah terbakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CBM terbentuk bersama air, nitrogen dan karbondioksida ketika material tumbuhan tertimbun dan berubah menjadi batubara karena panas dan proses kimia selama waktu geologi yang sering disebut dengan coalification.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kandungan CBM dalam lapisan batubara sangat tergantung pada kedalaman dan kualitas batubaranya. Semakin dalam lapisan batubara terbenam dari permukaan tanah, sebagai hasil dari tekanan formasi batuan di atasnya, semakin tinggi nilai energi dari batubara tersebut, dan semakin banyak pula kandungan CBM. Secara umum, lapisan batubara bisa menyimpan gas metana sebesar 6 - 7 kali lebih banyak daripada jenis batuan lain dari reservoir gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas CBM yang dilepaskan ke udara, dari penambangan batubara, merupakan gas penyerap radiasi infra merah yang kuat dan merupakan gas penyebab efek rumah kaca (Green House Gas). Gas CBM ini ikut berperan dalam menambah kekuatan radiasi infra merah, yang saat ini telah bertambah sekitar 15 persen pada atmosfer bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berat yang sama, gas metana, sebagai komponen utama CBM, yaitu sekitar 95 persen, merupakan molekul yang memberikan radiasi 70 kali lebih besar dibandingkan karbondioksida, tetapi efek yang ditimbulkannya relatif lebih pendek yaitu sekitar 8-12 tahun di atmosfir (sekitar 5 persen dari efek radiasi dari karbondioksida). Dengan kata lain, pengurangan emisi gas metana akan mempunyai manfaat dalam jangka waktu yang lebih pendek.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cadangan CBM, berdasarkan Data Bank Dunia, diperkirakan mencapai 453 TSCF dengan konsentrasi potensi terbesar terletak pada dua pulau yaitu Kalimantan dan Sumatera. Di Kalimanan antara lain di Kalimantan Timur (Berau 8,4 TSCF , Pasir/Asem 3 TSCF, Tarakan 17,5 TSCF, dan Kutai 80,4 TSCF), Kalimantan Tengah Kabupaten Barito 101,6 TSCF, dan Sumatera Tengah 52,5 TSCF,  Sumatera Selatan 183 TSCF; dan Bengkulu 3,6 TSCF, sisanya terletak di Jatibarang (Jawa Barat) 0,8 TSCF dan Sulawesi 2 TSCF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya perkiraan cadangan CBM telah mendorong beberapa pihak terkait untuk mengembangkannya sebagai bahan bakar alternatif, melalui pemboran sumur pertama, yang dilakukan pada tahun 2005, pada kedalaman 600 meter di Lapangan Rambutan, Pendopo, Sumatera Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeboran itu merupakan kelanjutan kerjasama Balitbang ESDM yang diwakili oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas (Lemigas) dengan Medco Eksplorasi dan Produksi Indonesia (MEPI). Berikutnya, tahun 2006 dilakukan pemboran 3 sumur dan pada tahun 2007 direncanakan pemboran sebanyak 5 sumur untuk mengetahui cadangan pasti CBM di Lapangan Rambutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseriusan pemerintah dalam pengembangan CBM ini terlihat dari usahanya mendorong PGN untuk bekerjasama dengan Sojitz Corporation dalam pengembangan CBM di areal pertambangan batubara Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Dengan kerjasama komersialisasi antara PGN dengan Sojitz, diharapkan PGN dapat memenuhi kebutuhan gas domestik dengan CBM di Sumatera Selatan yang dialirkan melalui pipa South Sumatra-West Java (SSWJ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini Indonesia belum pernah memproduksi CBM, sehingga belum bisa dipastikan berapa biaya produksinya. Sementara itu, CBM telah banyak dikembangkan, umumnya digunakan untuk menggerakan turbin pembangkit listrik. Beberapa negara telah memanfaatkan CBM seperti Amerika, Rusia, China dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan teknologi untuk mengekstrak sumber energi ini, pertama kali dilakukan di Alabama dan Colorado Selatan pada akhir tahun 1980. Berdasarkan pengalaman yang telah mereka peroleh, banyak hal yang bisa kita pelajari dan persiapkan baik secara teknik, biaya hingga dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap lingkungan, jika sumber energi ini akan dikembangkan lebih jauh lagi di Indonesia. (persda network/domuara damians ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-8370969854047685228?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/8370969854047685228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=8370969854047685228' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8370969854047685228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8370969854047685228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/06/apakah-cbm-itu.html' title='Apakah CBM Itu?'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-4187208711525462917</id><published>2008-06-05T23:21:00.000+07:00</published><updated>2008-06-17T20:45:56.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'>Cara Sederhana Menyemangati Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SFKE-O-SnwI/AAAAAAAAASs/k_huCgnW8tQ/s1600-h/Inang_OP_Herbina_Juli2003_02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SFKE-O-SnwI/AAAAAAAAASs/k_huCgnW8tQ/s200/Inang_OP_Herbina_Juli2003_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211373923527204610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SFKEWnbznNI/AAAAAAAAASk/MexIAE7cYuw/s1600-h/Inang_OP_Herbina_Juli2003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SFKEWnbznNI/AAAAAAAAASk/MexIAE7cYuw/s320/Inang_OP_Herbina_Juli2003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211373242898685138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BARU-baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ini, kawan saya di kantor, minta pulang agak lebih cepata dari biasanya. Alasannya, dua hari lagi, anaknya akan mengikuti ujian nasional (UN) SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Inang, Porti Napitu, seorang ibu yang luar biasa kuat. Empat belas (14) kali melahirkan, 36 cucu dan satu cicit,  kini di usia senja (85 tahun) masih tetap saja produktif. Misalnya m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;emanen kopi 'Ateng'&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; (kanan), menjinjing kopi yang baru dipanen (kiri).&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;I love you mum...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"Saya sudah dipesani anak, agar menemani dia belajar. Katanya supaya tidak takut dan tidak ngantuk. Saya pikir, betul juga, sudah lama kami berjauhan, saya bekerja di luar kota, sedangkan keluarga tinggal di Jakarta.  Setidaknya saat menjelang UN, saya mendampingi&lt;br /&gt;untuk memberi semangat," ucap&lt;br /&gt;kawan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saat itu murid-murid SD sedang memasuki masa-masa ujian nasional. Ujian tiga hari untuk menentukan perjuangan selama enam tahun. Kalau si murid dengan usaha keras, belajar tekut, konsentrasi penuh dan dapat menjawab soal-soal ujian&lt;br /&gt;dengan sempurna sehingga nilai bagus melampaui ambang &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;     &lt;/span&gt;batas UN, maka dia akan lulus. tamat dari SD, yang sudah    &lt;br /&gt;                                                       dilakoninya rutin selama enam tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai sial, entah karena keliru menjawab, atau karena otak tak mampu, atau karena  tertekan menghadpi bebratnya beban ekonomi dalam keluarga sehingga sepulang sekolah harus mengamen, negloper koran, atau melakukan pekerjaan berat yang seharusnya tidak dilakukan orang seusianya, tidak ada ampun baginya. Gagal, tidak lulus. Maka mengulanglah setahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seperti itu, ingatanku memutar ke 25 tahun silam, ketika masih duduk di bangku SD. Bagaimana perjuanganku sekolah setiap pagi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Huta&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;(Toba = kampung) berada di tenggara Danau Toba. Namanya Lumban Ambarita Sihaporas, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumut. Kemudian berubah jadi bagian dari kecamatan Sidamanik, dan setelah era reformasi, masuk Desa Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung daerah pegunungan dengan sistem pertanian huma, ladang, bukan sawah. Jagung, singkong, dan padi darat ketika itu menjadi seumber penghidupan warga. Penghasilan utam hasil hutan, seperti bekerja di panglong atau perusahaan penebangan hutan, mengambil getah pinus atau berburu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, jumlah rumah atau kepala keluarga tidak lebih dari 50 rumah. Lama kelamana, desa berkembang dan makin padat berkat adanya primadona pertanian komoditas ekspor semacam cabai, jahe dan kopi. Kemudaian tomat, dan sayur-mayur untuk pasaran lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sihaporas berada di dataran tinggi, gugus pegunungan Bukit Barisan. Dinginnya luar biasa ampun. Kala tidur, selimut dan sarung membungkus tubuh bak pocong. Tidak ada kasur, tidak ada tailam, apalagi springbed. Yang ada adalah amak, rere atau tikar dari &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;bayon&lt;/span&gt;, semacam tanaman bakau. Ada juga tikar dari pandan, alias &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-style: italic;"&gt;raso&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikar langsung berlapis dengan papan. Kala kemarau, dinginnya malam menusuk tulang-tulang, karena angin berembus dari bawah kolong rumah panggung, dari celah-celah atau jarak antarpapan. Tubuh meringkik, menggigil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domu kecil, dengan susah payah, saban pagi berangkat ke sekolah. Saking dinginnya, kadang kala tidak sempat mandi. Jujur saja, bahkan lebih sering tidak mandi. Di atas 75 persen, murid- murid terutama &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;baoa &lt;/span&gt;(laki-laki) dapat dipastikan tidak mandi sebelum berangkat ke sekolah. Selain karena dingin yang kelewat amat, ketiadaan air sumur apalagi PAM pun jadi alasan tersendiri. Susah mendapatkan air, kecuali sore harinya mangutti, manjujung atau menjinjing seember air dari &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;binanga&lt;/span&gt; (sungai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid lazimnya, cukup segayung air untuk cuci muka, sekaligus mengelus rambur hingga setengah basah, sekana mandi. Sebagian orang bahkan mengelabui diri dan orang lain dengan mengoleskan minyak makan --yang sering membeku saking dinginnya- ke rambut atau ke kaki. Kalau minyak makan/goreng lagi kritis, bahkan ada yang menggunakan jelantah. Untuk ini saya jujur, rasanya taidak pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain, tidak sempat mandi. Ke sungai perlu waktu sekitar 10 menit. Padahal murid-murid harus berpacu dengan waktu. Kebetulan, pada pagi hari, matahari agak terlambat terbit di Sihaporas. Pukul 06.30 masih gelap, seperti pukul 05.00 di Jakarta, sebaliknya kalau sore, matahari seakan malas menuju peraduan. Pukul 17.00 masih terlihat seperti sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak dari Lumban Ambarita Sihaporas ke sekolah cukup membuat anak-anak sekarang geleng kepala. Sekolahan terletak di perkebunan Teh Bahbutong yakni di Kampung Pondok, tempat perkampungan orang-orang Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) pekerja kebun the. Jaraknya enam kilometer. Jadi saban hari, saya dan puluhan anak Sihaporas menempuh jalan kaki 12 kilometer pulang pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke sekolah, jangan harap naik angkot atau mobil jemputan. Jalan kaki. Demi mengerjar waktu, serapan pun sering tidak teratur. Kalau tidak sempat memask, nasi tadi malam tinggal disirami air panas, lalu dengan terburu-buru menyantap dengan lauk-pauk seadanya, seperti &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;gulamo na tinutung&lt;/span&gt; (ikan asin bakar), atau sekadar membubuhi garam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan dapat dilalui mobil. Tapi namanya jalan desa, kala hujan berlumpur, kala kemarau berdebu. Menghindari sepatu kotor, sampai pertengahan menuju sekolah baru ditemukan  jalan yang lumayan baik di perkampungan B-8, atau kebun teh, murid- murid menjinjing sepatu. Kaki ayamlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan, tidak pernah melengak-lenggok bak peragawati di kanvas. Murid-murid terus berlari-dan berlari, secara berkelompok. Maka karena tidak cukup waktu, takran makan pun dijaga dengan cermat, sebab kalau kekenyangan, maka si orang itu akan tertinggal.Orang kenyang biasanya sakit perut kalau langsung berjalan jauh, apalagi berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di sekolah, guru-guru  seperti Ibu Guru Boru Gultom (wali kelas I-III), Ibu Boru Sijabat (wali kelas IV), Bapak Siregar (walikelas V) dan Pak Sinaga (Kelas VI, merangkap Kepala Sekolah) dengan telaten, dan sabar mendidik murid-murid. Guru-guru  juga menempuh perjalanan jauh, sebagian bermukim di  Balata, sektiar 21 kilometer ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau murid terlambat, guru menjewer kuping . Lebih sakit lagi kalau rambut antara telinga dan kulit pipi yang ditarik ke atas. Sesekali guru memukul pakai belebas/penggaris kayu, lidi, atau bahkan kalau lagi kalap menghadapi murid bandal, kayu pasak penghalang daun pintu yang dipukulkan, menimpa kepala..... &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Amang oi amang, hansitnai.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelas I, jam sekolah berankhir sekitar jam 10. Tetapi untuk kelas lainnya, jam sekolah rata-rata berakhir sebelum pukul 12.00. Selama sekolah, belum tentu dapat uang jajan. Kalaupun ada, seadanya untuk embeli opag, atau kerupuk. Tidak cukup untuk sepiring lontong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu saat pulang murid-murid sering sekali kelaparan. karena terik dan lapar, dalam perjalanan tentu tidak berlari, melainkan banyak berlindung di pohon the atau pepohonan di pinggir jalan. Sedangkau kalau musim hujan, berbasah-basah. Maka tiba di ladang, jarang sekali langsung ke rumah, sekitar pukul 14.00 atau lebih. Dapat dibayangkan bagaimana laparnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di ladang hidangan yang ditemui singkong atau ubi rambat  rebus, jarang makan nasi, kecuali malam dan pagi. Lauk-pauknya adalah, terong, tomat, daun singkong, &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;ranti/leutu,&lt;/span&gt; sejenis rumput merambat berasa pahit. Cukup segitu. Setelah itu membantu ito atau abang berladang, mangombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Walau jalan berliku dan jauh, anak-anak dari Lumban Ambarita Sihaporas jarang drop-out. Rata- rata melanjut sampai ke seklah yang lebih tinggi, bahkan sampai kuliah. Saya termasuk sedikit orang sepantaran saya yang dapat menyelesaikan kuliah, dan merantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena keluarga berada, melainkan semata-mata mengandalkan pertolongan Mula Jadi Nabolon, yang adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Hingga SMP kelas III, amang, Jahia Ambarita, mantan Kepala Desa dan Pejuang Veteran RI, masih hidup. Uang pensiunan sebagai tunjangan veteran didapatkan Amang, setelah dia pergi ke liang lahat. Sekarang, inanglah yang menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersama Inang, Porti Boru Saragi Napitu, selalu memberi dorongan kepada kami untuk maju terus. Bukan dengan paksaan, tidak harus disertai lidi, melainkan dengan cara-cara yang terselubung menyemangati kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka misalnya, selalu menyuguhkan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;indahan hunik &lt;/span&gt;atau nasi kuning berikut telur ayam kampung rebus disertai&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt; bunga-bunga &lt;/span&gt;(bunga mekar warna merah). Menu itu dihidangkan dengan nuansa ritual, lalu menyuruh setiap anaknya untuk berdoa menurut keyakinan tradisional barak. Sebagian orang menyebut &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Parmalim. &lt;/span&gt;Walau keluarga kami termasuk penganut Katolik taat, tetap tidak melupakan ajaran leluhur dan adat istiadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suguhan seperti itu lazim diberikan &lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Amang-Dainang &lt;/span&gt;menjelang ujian, entah ujian naik kelas maupun Ebtanas. Dorongan tersembunyi yang diberikan Amang adalah, dia akan selalu menyuruh Domu kecil, atau abang saya Baren, kakak saya Donna atau Adik bungsu kami Jonny untuk mencari&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt; gadong martusuk ri&lt;/span&gt; atau ubi/singkong yang ditembus tusukan ilalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkong itu dibakar, dibenang di bawah purunan, tanah panas di bawah  arang-tungku. Setelah ubi dikeringkan oleh panah arang, singkong dibenam. Jadi membakarnya tidak di atas api membara atau arang panas. Setelah masak, Amang mengambil singkong lalu &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-style: italic;"&gt;marmilmil&lt;/span&gt; atau membaca mantera dan menyebut "supaya kalian pintar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantera itu, bagi anda barangkali tidak betul, atau jangan-jangan jadi berhala, sehingga tabu. Namun Domu kecil sangat yakin, hal itu memang membuat pintar. Saat ini, dengan nalar yang ditambahkan kepada saya, setidaknya saya dapat mengambil makna di balik itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Amang memberi sugesti kepada anak-anaknya, bahwa makan singkong pun, manusia dapat bertahan hidup, bahkan menjadi pandai. Ini sepadan seperti firman Tuhan, bahwa hidup tidak hanya dari ragi/roti.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Amang tahu, makanan pokok lain yang lebih llezat dan jumlahnya tersedia selain singkong, tidak ada lagi. Yang ada beras, jumlah terbatas, dan mahal untuk ukuran desa, Maka beras hanya dikonsumsi malam dan pagi, atau pada acara-acara tiual dan pesata besar saat panen raya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amang coba menanamkan nilai-nilai moral, memanfaatkan sumber-sumber terbatas pun, anak-anaknya harus terus mempunyai motivasi, tujuan dan obsesi yakni menjadi orang pintar. Kalau pintar kan, konotasinya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya, Inang dan Amang tidak pernah memukuli kami dengan kasar, seperti sering diperlihatkan orang tua lain kepada naknya, yang sampai kejar-kejaran di halaman luas untuk melakukan suaatu hal saja, misalnya unutk mandi atau agar anaknya turut ke ladang, atau agar anaknya bersekolah. Tidak. Amang dan Inang bukan tipe itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kami adalah rumah adat.Rumah bolon. Ruma gorga. Rumah balai eprtemuan Marga Amabrita dari perantauan maupun ada acara-acara besar. Rumah ukuran besar, yang dpat menampung kurang lebih 150 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, saat ada gondang, atau pesat adat dengan alatmusik giondang, acara ini rutin sebagai acara tahunan atau dwitahunan, saya memohon izin kepada Inang agar tidak usah kesekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inang tidak mecubit saya. Juga tidak memukul. Membentak pun tidak. Malah dengan nada sangat lunak, seakan merasa berterima kasih dan meminta saya libur atau tak usah sekolah sekalin. &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-style: italic;"&gt;"Olo, nauli mai. Baenma, unang pola sikkola. Alai lao maho du balian, parmahan horbo. Unang sampe male, unang sampe mardando"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal nadanya mengejek, dan bahkan memberi beban yang sebenarnya lebih berat daripada pergi ke sekolah. Saya disuruh menggebla kerbau, dengan catatan, ternak tidak boleh lapar dan lepas sehingga merusak tanaman orang lain. Diberi pilihan semacam itu, saya berpikir, keputusan saya lebih baik sekolah. Saya minta diberi relaksasi atau refreshing dari rutinitas sekolah, kok malah diperintah menggembala. Wah repot ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cara-cara kecil, contoh sederhana, tapi menurut saya sangat arif dan bijak, dengan kearifan lokal, Amang dan Inang membina kami anak-anaknya. Kami keluarga besar. 14 orang anak lahir dari rahim seroang ibu, satu ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkat melimpa bari Janda," firman Tuhan. Setelah ayah meninggal, kami anak-anaknya malah menyelesaikan sekolah sampai sarjana. Domu, Abang Baren dan Ito Donna bisa jadi sarjana. Ada pun Jonni, karena bandal, tidak merampungkan kuliahnya, kendati sempat memasuki tahun keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bangga,orang desa, bahkan suku anak dalam yang terasing, saat ini dapat hidup di kota besar, setelah berpindah-pindah dan mennyinggahi banyak kota seperti Lampung,  Semarang, Banjarmasin, Balikpapan, Palangkaraya, Pontianak, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan saata ini di Jakarta. Saya bangga pada diri saya dan latar belakang saya, keluarga saya, asal susul saya, walaupun saat ini masih berstatus kuli-kuli, dan rasanya akan tetap jadi kuli.  Mauliate Oppung Debata, Terima Kasih Tuhan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Domuara Damians Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-4187208711525462917?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/4187208711525462917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=4187208711525462917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4187208711525462917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4187208711525462917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/06/cara-sederhana-menyemangati-anak.html' title='Cara Sederhana Menyemangati Anak'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SFKE-O-SnwI/AAAAAAAAASs/k_huCgnW8tQ/s72-c/Inang_OP_Herbina_Juli2003_02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-7396714437600305808</id><published>2008-06-05T20:24:00.001+07:00</published><updated>2008-06-05T21:31:19.286+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'>KORAN LOKAL BEREBUT KUE OTONOMI DAERAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SEf4T8x3hDI/AAAAAAAAASQ/XtiDAglEpBk/s1600-h/Domu_Ceramah_BNI_coba03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SEf4T8x3hDI/AAAAAAAAASQ/XtiDAglEpBk/s200/Domu_Ceramah_BNI_coba03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208404515693757490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Oleh Domu Damians Ambarita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. PERS DARI MASA KE MASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Kolonial: Komunikasi Antarpenjajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1676: &lt;/span&gt;Kort Bericht Eropa (berita singkat dari Eropa), memuat berita perkembangan terkini dari Polandia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Denmark dicetak di Batavia.&lt;br /&gt;                                                    {Dr De Haan dalam buku "Oud Batavia" (G. Kolf Batavia 1923)}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1744: &lt;/span&gt;Bataviasche Nouvelles memuat berita tentang acara resepsi pejabat, pengumuman kedatangan kapal, stok barang dagangan, atau berita dukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Masa Perjuangan: Kemerdekaan&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1903: &lt;/span&gt;Surat kabar pertama yang dikelola pribumi di Bandung, Medan Prijaji .&lt;br /&gt;- Pemerintah Belanda menyebutnya Inheemsche Pers (Pers Bumiputra).&lt;br /&gt;- Pemimpin redaksinya R M Tirtoadisuryo yang dijuluki Nestor Jurnalistik ini menyadari bahwa     surat kabar adalah alat penting untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.&lt;br /&gt;- Dia boleh dikata merupakan bangsa kita yang memelopori kebebasan.&lt;br /&gt;- Lahirnya Kebangkitan Nasional&lt;br /&gt;- Mengumandang Sumpah Pemuda&lt;br /&gt;- Terbitnya kebebasan, Kemerdekaan 17 Agustus 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Soekarno (17 Agustus 1945 – 12 Maret 1967)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-  Di awal pemerintahannya menjanjikan keterbukaan pers, berbeda dari zaman kolonialDalam     perjalanannya, pers berhadapan dengan rezim penguasa: revolusi belum selesai.&lt;br /&gt;-  Kritik pedas dianggap berseberangan dengan revolusi, dan dicap kontra revolusioner.&lt;br /&gt;- Tahun 1954, Persbreidel Ordonantie dihapus, tapi SOB (Staat van Oorlog en Beleg)&lt;br /&gt;- SOB peninggalan penjajah berisi pasal pasal karet untuk mengontrol pers&lt;br /&gt;- Belum berusia lima tahun pemerintahan, lebih dari 10 suratkabar dibredel seperti Pedoman,       Bintang Timur, dan Indonesia Raya.&lt;br /&gt;- Tekanan politik semakin besar ketika Demokrasi Terpimpin&lt;br /&gt;- Pers harus berada dalam landas pacu sosialisme, atau dianggap musuh revolusi.&lt;br /&gt;- Pers pada akhirnya tak lebih dari alat propaganda negara untuk keperluan penyebar luasan        manifestasi politik rezim penguasa dalam menyikapi perang dingin.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Soeharto (12 Maret 1967 – 21 Mei 1998)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Deppen, Laksus &amp;amp; Kokamtib lembaga superbody, hantu pencabut nyawa pers Bredel senjata       ampuh mengerangkeng pers dan wartawan11 kali membredel 33 penerbitan&lt;br /&gt;- Merumuskan sistem pers Indonesia yakni Pers Pancasila.&lt;br /&gt;- Pers menjadi corong pemerintahCampur tangan birokrasi dan militer sangat jauh ke dapur         redaksi&lt;br /&gt;- Hanya mengeluarkan 241 perizinan selama 32 tahun berkuasaaDalam 28 tahun, hanya satu        organisasi wartawan, PWI. (Deklarasi Sirna Galih, AJI, 7 Agustus 1994 atas pembredelan              Tempo, Detik, dan Editor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BJ Habibie (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pemicu pembredelan Tempo (ketika menjabat Wapres)Era Reformasi tibaEuforia sosial &amp;amp;            politik&lt;br /&gt;- Membuka celah kebebasan pers dengan menerbitkan UU Pers No 40 tahu 1999&lt;br /&gt;- Pers mulai bebas dan terbuka.&lt;br /&gt;- Permenpen No 01/1984 tentang Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), dicabut pada 5        Juni 1998&lt;br /&gt;- Setahun kemudian diberlakukan UU No.40/1999 tentang Pers September 1999.&lt;br /&gt;- Lebih dari 1.600 SIUPP baru dikeluarkan Mei 1998-Agustus 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Abdurrahman Wahid (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Giliran Deppen yang dibredel, Oktober 1999&lt;br /&gt;- Pembubaran Deppen menandai hilangnya kontrol negara terhadap pers&lt;br /&gt;- Selanjutnya kontrol pers beralih ke tangan masyarakat&lt;br /&gt;- Presiden menghilangkan birokrasi terhadap wartawan di istana&lt;br /&gt;- Jumpa pers setiap Jumat&lt;br /&gt;- Kebebasan pers banyak dikecam “kelewat batas” dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chaotic&lt;/span&gt;. Lalu KEWI disepakati dan             ditandatangani wakil dari 26 organisasi wartawan&lt;br /&gt;- Jawa Pos diduduki massa Banser NU 6 Mei 2000. SCTV dipaksa FPI menghentikan                       penayangan opera sabun, Esmeralda, 4 Mei 2000.&lt;br /&gt;- Kembalinya media partisan, antara lain Amanat milik PAN, Duta Masyarakat (PKB),                    Demokrat (PDI-P), Abadi (PBB) dan Siaga (Golkar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Megawati Soekarnoputri (23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004)&lt;/span&gt; - Di awal berkuasa malau-malu dan tertutup di muka pers&lt;br /&gt;- Pers tak terkontrol, kebablasan&lt;br /&gt;- Di akhir kekuasaan, saat Kampanye Pilpres 2004 merasa ditinggalkan dan dianaktirikan pers&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Susilo Bambang Yudhoyono (20 Oktober 2004 – ...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Kritik pers terhadap pemerintah tetap menguat&lt;br /&gt;- Presiden dinilai banyak mengingkari janji kampanye&lt;br /&gt;- Presiden dinilai Tebar Pesona&lt;br /&gt;- Pemerintahan SBY-Kalla tidak coba mengurangi kebebasan pers, misalnya meminta pers             secara cermat dan adil memberitakan kebijakan pemerintah dan mengumpulkan para                 pemimpin redakti dan pemilik media massa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. PERUBAHAN SUDAH DATANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;John Naisbitt: Global Paradox (tahun 1994)&lt;/span&gt; - "Dalam jaringan ekonomi global abad ke-21, teknologi informasi akan menjadi motor                     perubahan seperti dahsyatnya perubahan yang diusung mekaniasi dalam era industri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Digitalisasi akan membuat komunikasi serba real time… persoalan bisnis yang lazimnya baru dapat diselesaikan setelah berbulan-bulan, ke depan akan segera dapat diselesaikan bersama pihak-pihak terkait berdasarkan data base yang ada, dan segera disebar ke internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ekonomi dunia memang akan lebih beasr, tetapi hanya sekelompok orang kecil yang akan berkuasa penuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;John Naisbitt: Mind Set! Reset Your Thingking and See the Future (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tentang perubahan: &lt;/span&gt; Resistensi terhadap perubahan berhenti jika ada manfaat nyata. Jelasnya, orang ingin maju biasanya tak menolak perubahan karena tidak tahan terhadap perubahan tapi karena melihat perubahan itu menawarkan manfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tentang Teknologi: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupakan ekologi teknologi. Sebab kemajuan di bidang teknologi seringkali membawa konsekuensi yang tak terelakkan. Menurut naisbitt, budaya visual akan mengambil alih dunia. Pengambilalihan itu digambarkan dengan kematian novel (setelah diadaptasi jadi film), kematian koran (diganti tv atau internet) dan kematian iklan baris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. OTONOMI DAERAH &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Desentralisasi pemerintahan hanya 6 Departemen yang kewenangannya masih ada di Jakarta    (walaupun menurut Sultan, masih ada 29 depertemen yang dananya dikelola ’kasir’ di                 Jakarta)&lt;br /&gt;- Demam kebebasan dirayakan masyarakat dengan memunculkan partai-partai politik baru,        termasuk partai politik lokal&lt;br /&gt;- ’Cinta’ daerah diiukiti sentimen kedaerahan semakin kentalPemilu legislatif menganut sistem     proporsional dengan daftar calon terbuka: memungkinkan berkampanye sendiri-sendiri&lt;br /&gt;- Muncul raja-raja baru di pulau kecil: Gubernur, Bupati, Walikota&lt;br /&gt;- Banyak pemimpin berlatarbelakang dari pegusaha&lt;br /&gt;- Calon perseorangan boleh maju dalam Pilkada&lt;br /&gt;- Semua ini menambah belanja domestik, termasuk untuk iklan di media massa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    D. MEDIA CETAK, TV DAN WEBSITE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Koran&lt;/span&gt; -  Secara nasional oplah produk pers masih rendah, yakni 17,374 juta eksemplar (6,026 juta             eksemplar harian), rasio 1:38, sedangkan standar UNESCO 1:10. Rasio pembaca koran di             Malaysia 1:20, Singapura 1:8, di Jepang satu orang membaca 3- 4 koran atau 3:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Direktor Eksekutif Serikat Penerbit Surat Kabar Pusat (SPS) Asmono Wikan (Kompas,                 5/12/2007) mengatakan jumlah terbitan secara nasional stagnan pada angka 17 juta                     eksemplar, khusus surat kabar turun oplah sekitar 1 juta eksemplar. Penambahan terjadi             pada majalah-majalah franchise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Abdullah Alamudi dari Dewan Pers mengatakan, jumlah perusahaan media cetak data 31             Januari 2008, ada 829 perusahaan, dan hanya 30 persen yang sehat bisnis. Sisanya, separuh     sakit parah dan lainnya menunggu ajal (data 31 januari 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Harga kertas koran naik., 1 April naik lagi menjadi Rp 8.000/kg (termasuk PPN)Penerbit             koran menyubsidi pembaca, tetapi karena harga kertas dan bahan baku cetak terus naik,             biaya produksi menjadi mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Menaikkan harga langganan 10 persen, mengakibatkan penurunan oplah lebih dari 10                 persen.  ”Jika 10 tahun lalu kita mengatakan penurunan oplah akan recover (pulih) kurang         lebih satu bulan, saat ini membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Itu sebabnya,                         rekan-rekan penerbit koran tidak mudah menaikkan harga langganan,” kata CEO Kompas         Gramedia/Wakil Pemimpin Umum Kompas, Agung Adiprasetyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pelanggan koran sebenarnya hanya membayar 16 halaman kertas kosong, belum membayar       cetak, ongkos kirim, belum uang makan karyawanMulai muncul koran elektronik (electronik        news paper) dengan lembaran plastik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. TV&lt;/span&gt; -  Budaya membaca bergeser ke budaya menonton televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Tontonan televisi dianggap lebih menarik karena disajikan dalam bentuk gambar bergerak,         sementara surat kabar lebih banyak menampilkan kata-kata yang harus dibaca jika ingin             mengetahui isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  2006: Stasiun televisi yang mengajukan perizinan sebanyak 46 . Siaran televisi berbayar ada     17 perusahaan mengajukan izin, 3 di antaranya sudah diberi izin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 2007: Tahun Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menerima pengajuan surat permohonan izin         siaran dari 158 stasiun televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tayangan tanpa parabola dan langganan, lintas benua yakni tv streaming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. WEBSITE/ INTERNET &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prof Thomas Patterson dari Shorenstein Center on the Press, Harvard University, mengatakan penggunaan online makin meningkat, dan seiring itu, audiens media lama menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kurun waktu April 2006-April 2007, oplah koran turun tiga persen sedangkan siaran berita        kehilangan sejuta pemirsanya. Jumlah orang yang menggunakan Internet untuk sumber             berita telah meningkat, bahkan dalam beberapa kasus, terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Digg.com, yang  pengunjungnya memilih isi situs, pada April 2006 dibuka dua juta pengunjung,     setahun kemudian, jumlah pengunjungnya 15 juta.Berita online rata-rata mengalami                     pertumbuhan pengunjung sebanyak 14 persen sedangkan pengunjung blog rata-rata                     bertambah enam persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Situs Google, Yahoo, AOL dan MSN, setiap bulan dibuka 100 juta pengunjung, jauh di atas         pengunjung situs web jaringan televisi besar yang hanya 7,4 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Situs web harian kondang seperti New York Times dan Washington Post, rata-rata dikunjungi     8,5 juta pengunjung setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Namun, situs koran lokal mengalami penurunan atau     tidak bertambah pengunjungnya,             padahal mereka tadinya adalah pembaca edisi cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Sejak 1995: Demam internet di Indonesia   Kehadiran Apakabar, mailing-list yang dikelola         John McDougall dari Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Melalui Apakabar berbagai pandangan disebarkan, dari yang paling radikal hingga puritan,         dari aktivis pro-demokrasi sampai aparat intel-militer. Selain berisi polemik berbagai                 pendapat dan pandangan, Apakabar juga menyebarkan informasi dari media massa, dalam         dan luar negeri, yang berkaitan dengan situasi terbaru di Indonesia. Sensor yang menjadi             kebiasaan rezim Soeharto, tidak bisa diterapkan di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Teknologi multimedia (website, 3G ponsel, game, dll), berkembang pesat, sebagai sumber             informasi alternatifSitus portal menjamur, semua Koran punya portal, bahkan banyak portal     baru Tren citizenship journalism: blog, frienster, facebook, website komersial, kamera tangan,     PDA, Blackberry/3G, VoIP-Wi-Fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. KORAN LOKAL VS KORAN NASIONAL&lt;/span&gt; - Dulu ada fatsoen, koran nasional tidak boleh menerbitan koran lokal, bila sudah ada koran di         kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sekarang iklim bisnis surat kabar bersaign ketatKoran nasional kini berhadap-hadapan dengan     koran lokal. Koran lokal harus memeras otak agar tidak terjebak dalam persaingan yang bisa     menjatuhkan pasar yang telah lama direngkuh. Koran nasional disokong kapital besar,                 jejaring, strategi pemasaran, dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi lebih             baikSolusinya adalah, koran lokal bermitra dengan koran nasional, atau setidaknya membuka     jaringan seluas-luasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Peta Koran Lokal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    1. Pikiran Rakyat (PR), Jabar-Banten &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Terus melakukan revitalisasi penerbitan surat kabar yang telah dimilikinya, yakni Galamedia,     Mitra Bisnis, Galura, Mitra Dialog (Cirebon), Priangan (Tasikmalaya) dan Fajar Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Strategi lain PR ialah mengembangkan suplemen reguler. Koran ini menerbitkan 11 suplemen    reguler yang memiliki jadwal terbit setiap pekan.&lt;br /&gt;- Menggarap wilayah-wilayah potensial Jabodetabek, PR mengeluarkan suplemen khusus               kawasan yakni Pakuan (Bogor, Cianjur dan Sukabumi) dan juga Purwasuka (Bekasi,                     Purwakarta, Karawang dan Subang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    2. Sumatera Ekspres, Palembang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Strategi lain adalah dengan menerbitkan koran-koran kecil di kota-kota yang terbilang                 potensial dari sisi pembaca maupun pengiklannya. Konsolidasi dengan menerbitkan                     koran-koran kecil seperti Linggau, Prabumulih, dan Ogan Komering Ulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    3. Banjarmasin Post, Kalsel – Kalteng &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-  Ketika reformasi bergulir, BPost melahirkan produk baru yakni Harian Metro Banjar                     membidik berita-berita kota dengan SES BC-CD, tabloid BeBas (remaja) dan tabloid Serambi     Ummah (Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bumper BPost dari sasaran langsung pesaingMemberi 'mainan baru' buat personel BPost             sekaligus kaderisasi 4. Bali Post&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Konvergensi dengan TV dan ekspansi ke daerah-daerah lain seprti Bandung TV, Yogya Tv,         dllMemelopori free newspaper seperti koran Bisnis Jakarta, Bisnis Bandung, Bisnis Surabaya,     dan Bisnis Makasar walaupun dengan edisi terbatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    5. Jawa Pos&lt;/span&gt; - Mengembangkan koran baru Radar kota&lt;br /&gt;- Akuisisi koran-koran lama yang sedang bermasalah&lt;br /&gt;- Mebangun TV lokal seperti JTV, Riau TV, Paltv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Koran Edisi Regional&lt;/span&gt; - Seperti: KOMPAS edisi Jabar, Jateng-DIY, Jatim, Kalimantn, Sumbagut, dll&lt;br /&gt;- Koran koran Persda Network memiliki 14 jaringan koran:&lt;br /&gt;- Tribun Batam | http://www.tribunbatam.co.id&lt;br /&gt;- Tribun Pekanbaru | http://www.tribunpekanbaru.com&lt;br /&gt;- Tribun Jabar | http://www.tribunjabar.co.id&lt;br /&gt;- Tribun Kaltim | http://www.tribunkaltim.com&lt;br /&gt;- Tribun Timur | http://tribun timur.com&lt;br /&gt;- Tribun Pontianak (segera launching)&lt;br /&gt;- Sriwijaya Post | http://www.sripo online.com&lt;br /&gt;- Bangka Pos | http://www.bangkapos.com&lt;br /&gt;- Pos Kupang | http://www.indomedia.com/poskup&lt;br /&gt;- Banjarmasin Post | http://www.banjarmasinpost.co.id&lt;br /&gt;- Serambi Indonesia | http://www.serambinews.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Media Nusantara Citra (MNC) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sindo dengan grup RCTI, TPI, Global Tv, Indovision, Radio Trijaya, Okezone.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. IDEALISME, OPLAH &amp;amp; IKLAN&lt;/span&gt;     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Narasumber, &amp;amp; Pengiklan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pers mirip sebuah bank. Erat hubungannya dengan kredibilitas di mata publik. Jika kredibel        tinggi, beritanya dapat dipercaya, akurat, berimbang tidak sekadar berita bombastis. Maka        media itu akan memiliki banyak pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ada yang ’sangat intim’ dengan mitra seperti narasumber dan pemasang iklan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Persda Network &lt;/span&gt;memilih Friendly Newsaper; Kredibel dan Independen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Maika Randini, Business Development Manager Nielsen Media Research Indonesia                          mengatakan belanja iklan 2007 mencapai Rp 35,1 triliun, naik 17 persen dibandingkan                 sebelumnya, Rp 30 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Belanja iklan mencakup 82 koran, 19 stasiun televisi, dan 127 majalah dan tabloidBelanja iklan     masuk ke televisi mencapai 66 persen, koran 30 persen, dan majalah serta tabloid 4                     persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lonjakan pertumbuhan koran pemasukan iklannya naik 31%, televisi hanya 12% dan majalah     10%. Rinciannya, belanja iklan TV tahun 2007 Rp 23,12 trilun, atau meningkat 13%                     Dibandingkan dengan belanja iklan pada jenis media lain, persentase belanja iklan untuk             media TV justru merosot, dari 69% (2006) menjadi 66% (2007). (Sumber Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pemasang iklan pada tahun lalu didominasi perusahaan telekomunikasi yang mengeluarkan         biaya iklan Rp 2,7 triliun, naik 40% Pemerintah dan organisasi politik belanja iklannya                 mencapai Rp 1,3 triliun, melonjak 74% dari Rp 751 jutaPosisi ketiga diisi berbagai organisasi         untuk menyosialisasikan kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan aktivitas sosialnya     senilai Rp 1,3 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Belanja Iklan Politik Meningkat&lt;/span&gt;     (KOMPAS.com, Jumat, 25 April 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Belanja iklan parpol masa kampanye Pemilu 2009 diyakini melonjak dibandingkan Pemilu             2004. Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) RTS     Masli, mengatakan, lonjakan belanja iklan menjelang Pemilu 2009 didorong pengalaman             parpol pada kampanye menjelang Pemilu 2004. Partai- partai yang paling banyak beriklan         mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Survei Nielsen Media Research menunjukkan, selama kampanye Pemilu 2004, belanja iklan         PDIP senilai Rp 39,25 miliar, sedangkan Partai Golkar Rp 21,75 miliar. Total belanja iklan             kampanye Pemilu 2004 Rp 3 triliun, melonjak 10 kali lipat dibandingkan realisasi belanja             iklan Pemilu 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Belanja iklan pada masa kampanye Pemilu 1999 diperkirakan Rp 35,69 miliar.Lonjakan                 belanja iklan Pemilu 2009 akan dipicu masa kampanye yang jauh lebih panjang (9 bulan, dari     8 Juli 2008 sampai 1 April 2009) dibandingkan dengan masa kampanye pada pemilu                     sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Chairman and World President International Advertising Association (IAA) Indra Abidin             mengatakan, iklan untuk kepentingan kampanye pilkada, pemilu legislatif, dan pemilihan             presiden merupakan lahan baru bagi perusahaan periklanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Saat ini perusahaan periklanan sedang mengkaji jenis iklan politik sebagai produk baru yang         digarapMenurut Indra, pemanfaatan iklan dalam masa kampanye juga akan lebih efektif dan     aman bagi masyarakat dibandingkan dengan pengerahan massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    3. Iklan Media Lokal Diprediksi Melonjak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       TEMPO Interaktif, 3 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) memprediksi iklan media lokal tahun ini         meningkat tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penggunaan media lokal dinilai lebih cocok untuk menyentuh pasar sesuai dengan karakter daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sekretaris Jenderal PPPI, Irfan Ramli, menuturkan produsen pengguna jasa layanan biro             iklan membidik peluang periklanan di daerah. “Pengusaha berpandangan lebih baik fokus             pada daerah yang penjualannya masih kurang,” kata Irfan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apalagi ongkos iklan di media nasional tak sebanding dengan kemampuan media menggaet         konsumen di daerah tertentu. Tapi Irfan tak bisa memastikan besaran peningkatan                     penggunaan media lokal sebagai sarana iklan. Ia mengingatkan, potensi peningkatan iklan             lewat media lokal sangat bergantung pada kemampuan media itu menyediakan konten yang     menarik pasar. Itu sebabnya, media lokal tetap dituntut kreatif untuk menggaet pengiklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hasil penelitian AGB Nielsen, (Januari-Juni 2007) di 10 kota besar menunjukkan peningkatan      iklan di televisi lokal. Sepuluh kota itu adalah Jakarta, Bandung, Denpasar, Yogyakarta,                 Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Palembang, dan Banjarmasin. Kecuali televisi lokal di     Bali (Bali TV), rata-rata televisi lokal lainnya naik perolehan iklannya. Jaktv yang semula             hanya 29.964 menjadi 35.447 kali tayang, Bandung TV dari 11.019 menjadi 14.704 kali                 tayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Adapun Cakra (Banten) dari 5.807 menjadi 11.572, Jtv (Surabaya) 35.092 menjadi 39.987 kali     tayang, Yogyakarta dari 18.486 menjadi 25.167. Sedangkan Bali TV semula 36.225 turun             menjadi 32.428 kali tayang. Direktur Jogja-TV, Dewa Made Budi, mengungkapkan                         pendapatan iklan di stasiunnya naik 18,5 persen tahun lalu, jika dibandingkan 2006 yang Rp     1,34 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Setengahnya pesanan dari Jakarta. “Iklan nasional meningkat seiring kepercayaan pengiklan     bahwa televisi lokal sanggup memasarkan,” katanya kepada Tempo. Jogja-TV mentargetkan     tahun depan pendapatan iklan naik 30-40 persen. Namun, porsi iklan nasional di Bandung-TV     tak beranjak dari 15 persen. Meski secara keseluruhan pendapatan iklan meningkat 40                 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. TIPIKAL WARTAWAN EKONOMI &lt;/span&gt; - Pengalaman pada media market leader (Banjarmasin Post) dan new comer (Metro                          Bandung/Tribun Jabar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak mudah menembus akses. Istilah-istilah asing dan baru, angka dan data, harga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sence of business filling rendah vs euphoria demokrasi tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Wartawan politik lebih mudah, talking news, politisi lebih ember Kritik sosial (social control)          haram hukumnya pada rubrik ekonomi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Menjaga Kredibilitas dan integritas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Friendly newspaper, friendly people&lt;br /&gt;- Memiliki Kredibel&lt;br /&gt;- Menjaga integritas&lt;br /&gt;- Katakan No amplop.&lt;br /&gt;- Katakan dengan tegas dan jelas kepada narasumber, bahwa tujuan anda mencari berita, bukan     tujuan materi atau uang&lt;br /&gt;- Bina kontak dengan narasumber, dengan memberi SMS, email atau menelpon secara konsisten     untuk menjaga relasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. KESIMPULAN&lt;/span&gt; - Budaya baca masyarakat berubah menjadi gemar menonton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tayangan tv lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;colorfull &lt;/span&gt;dan bergerak, sedangkan koran lebih banyak teks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Koran nasional (bersaing dengan tv, radio, sehingga agak kelimpunganSolusi adalah koran             regional: proximity, ikatan emosional, dan pengiklan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Otonomi daerah: Pilkada, PAD, dan Pemilu Legislatif yang memungkinkan orang per orang         maju berkampanye sendiri-sendiri, juga majunya calon perseorangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menonon tv dan mendengar radio dapat sambil lalu, tetap menekuni pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sedangkan membaca koran, perlu konsentrasi dan meninggalkan pekerjaan lain (kecuali                 makan dan di toilet)Isi dan berita tv/situs Internet lebih ringkas, tidak bertele-tele                     dibandingkan koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Oleh Domu Damians Ambarita &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wakil Kepala Biro Redaksi Persda Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-7396714437600305808?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/7396714437600305808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=7396714437600305808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7396714437600305808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7396714437600305808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/06/koran-lokal-berebut-kue-otonomi-daerah_05.html' title='KORAN LOKAL BEREBUT KUE OTONOMI DAERAH'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SEf4T8x3hDI/AAAAAAAAASQ/XtiDAglEpBk/s72-c/Domu_Ceramah_BNI_coba03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-8420502548169421273</id><published>2008-06-04T20:03:00.000+07:00</published><updated>2008-06-04T22:54:00.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'>Lepas, Tanpa Beban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SEa53sx3hAI/AAAAAAAAAR4/Fq22FrKXwAE/s1600-h/Domu_Ceramah_BNI_coba05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SEa53sx3hAI/AAAAAAAAAR4/Fq22FrKXwAE/s200/Domu_Ceramah_BNI_coba05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208054385664820226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SEa5gMx3g_I/AAAAAAAAARw/9uL1sIKOzcE/s1600-h/Domu_Ceramah_BNI_coba02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SEa5gMx3g_I/AAAAAAAAARw/9uL1sIKOzcE/s200/Domu_Ceramah_BNI_coba02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208053981937894386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips Menaklukkan Rasa Grogi di Hadapan Publik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMENTATOR&lt;/span&gt; sepakbola di televisi kerap kali  kita dengar melontarkan analisisnya terhadap penampilan satu klub underdog tapi tampil memukau dan mengatasi klub perkasa dan ternama pada partai final. Tim ini di pasar taruhan tidak diunggulkan sama sekali. Sang komentator menilai, klub lemah itu mampu tampil kompak, dan kuat saat bertahan, dan efektif menyerang karena tampil lepas, tanpa beban. Nothing to lose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pemain klub ini, misalnya, maju ke babak final pun sudah melampaui taget, jadi andai kalah di final tidak soal, yang penting tampil sekuat tenaga, konsentrasi, dan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, klub ternama dan diunggulkan memenangi laga, tampil jauh di bawah form. Di luar dugaan pengamat dan penikmat sepakbola, dari yang biasanya pertahanan gerendel, dan kokoh, serangan cepat dan tak kenal lelah, striker setajam silet, namun kali ini grogi dan mandul. Amburadul lah pokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk klub ini, hebat yang diisi para pemain kelas dunia ini, pengamat mengatakan, mental pemain terlalu terbebani sehingga tertekan dan tak dapat bermain bagus. Sebelum turun ke lapangan hijau, mereka dicekoki target "harus juara".&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Strategi tampil lepas, tanpa bebas ini saya coba terapkan, Selasa (3/6/2008). Di Ballroom Teluk Jakarta Hotel Mercure Ancol, sejulah kurang lebih 40 praktisi perbankan dari BNI sedang mengikuti pelatihan kehumasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam presentasi, saya bangga, bukan sombong, karena ternyata saya betul-betul bisa. Bisa menundukkan rasa malu saya, menguasai grogi saya, menaklukkan ketakutan saya. Ini terlihat dari banyaknya feedback, berupa pertanyaan-interaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saya sedikit kagok, dua jam sudah habis, saat seorang dari meja yang dekat panitia mengacungkan tangan, saya stop pembicaraan dengan asumsi sudah habis waktu. Ternyata dugaan saya meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengacungkan telunjuk bukan menginterupsi waktu, melainkan menambah pertanyaan walaupun jatah waktu sudah lewat. Ini yang paling seri, para Kanwil dan VIP itu mendatangi saya, maaf, bahkan seperti mengerubut untuk bertukar kartu nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belakangan mendapat informasi dari kawan saya, Ewa, panitia dan audiens merasa puas, metode saya tidak membosankan, dan materi sesuai fakta, bukan teori, dan lebih-lebih memberi solusi mengatasi wartawan nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit pun hati saya tidak ada maksud congkak dengan informasi dari mas Ewa di mana panitia dan peserta pelatihan merasa terpuaskan dan berjanji mengundang lagi pada acara lainnya, tetapi setidaknya mebuat saya bangga pada sugesti kata-kata, kalau kita bilang bisa, pasti bisa, perosalnnya bukan tidak bisa tapi tidak mau. "Terima kasih Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa usaha yang saya lakukan mengatasi grogi atau gugup  di depan umum, hari itu.&lt;br /&gt;1. MENELADANI NABI 'MUDA'&lt;br /&gt;"Saya bisa. Saya harus mampu. Yesus Kristus saja memimpin sejak usia muda. Dia berdiri di tengah ribuan orang tua muda, laki perempuan, mengotbahi mereka dan menuntun pada para perubahan sikap-paradigma, sebelum Yesus mati di kayu salib pada usi 30 tahun. Dia seorang guru sekaligus gembala yang baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian meneladani Nabi Muhammad Saw saja telah memimpin sejak usia 24 tahun dan kemudian menjadi rasul. Saya kutip dari syiar kia Ahmad Mustofa Bisri (http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis⊂=2&amp;amp;id=334), 'sabda Nabi Muhammad: Yassiruu walaa tu'assiruu (Buat mudahlah dan jangan mempersulit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu saya bangun. hanya sedikit beban. Sehabis mandi, saya serapan bersama Ewa. Sejak dari lift sampai ke meja makan, saya bertemu dengan para VIP BNI. Mereka tampil perlente. Dasi melintang dileher, menggantung di dada, jas, kemeja diseterika rapi, rambut tersisir berminyak, sepatu mengilap dll. Mencleng lah pokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa pembicara pertama pagi ini," tanya yang satu kepada yang lain. "Dari Persda, Grup Kompas Gramedia," kata yang lain. Saya dengan kebiasaan 'buruk', menunduk sambil tersipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelumnya, urusan dalam perut agak kurang berse. Sering ke belakang. Di ruang sarapam hotel, makanan tentu 'lezat-nikmat', seperti ucapan khas putriku, Elisabeth Uli. tapi saya menahan diri, dan hanya menyantap seporsi bubur ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. TATAP SEISI RUANGAN&lt;br /&gt;Saya cepat-cepat menyelesaikan serapan. Dari basement, segera bergegas ke ruang Teluk Jakarta, ke ruang pelatihan. Saya mengikuti nasihat guru sipirutal dan pengamat inteligen, Grand Dynno Cresbon, yang pernah saya tangkap diucapkan kepada seorang sahabat, "Sebelum tampil berbicara, agar tidak grogi, tinjau lebih dahulu arena siang atau ruang pertemuan. Ruangan dalam keadaan kosong pun tak apa-apa, yang penting agar aura, dan tatapan mata tidak asing. Kemudian sesampainya di depan hadiri, tataplah mata tetamu, secara horizontal 'taklukkan' semua mereka. Itulah kiat atau tips mengatasi grogi saat berbicara apda seminar atau forum besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran itu 100 persen saya terapkan. Belum ada perserta duduk di kursi, keculai karyawan hotel yang menjagai lokasi pelatihan dan seorang teknisi IT, saya langsung masuk. Dengan pede saya memasuki ruangan, menatap seisi ruang dengan yakin, setelah cukup yakin saya serahkan materi powerpoint.&lt;br /&gt;3. BERNYANYI NYARING&lt;br /&gt;Lalu saya ke kamar 633. Kok ternyata masih agak nervous. Saya pun menggunakan jurus lan, bernyanyi lagu riang dengan suara lepas, teriak sekencangnya. "Jangan ada beban. Ayo, kita bisa," ajakku pada hatiku sendiri untuk menyemangati. Dua lagu berlalgu, kemudian bergabung ke Teluk Jakarta di lantai I, di sana para peserta sudah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, saya tampil lepas. Bak presenter ulung, atau motivator yang acapkali dari mimbar ke mimbar berceramah, saya tampil pede. Di podium, sederet meja dengan empat kursi disediakan. Saya tidak duduk di sana, saya ambik corong mikrofon wireless, mengenalkan diri, dan berlenggak-lenggok di hadapan para bos BNI di floor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PEKIK KEMERDEKAAN&lt;br /&gt;Saya berusaha mempengaruhi mental para hadirin dengan melibatkan mereka secara emosional, bahwa mereka sejiwa dengan saya. Mereka satu semangat dengan saya, semangat nasionalisme. Saya cari cara, meneriakkan yel-yel kebangsaan. (Andai saya satu perusahaan dengan mereka, barangkali kultur atau semboyan internal perusahaan dapan dijadikan pekikan yel-yel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berhubung hari ini masih awal Juni, hari lahirnya Pancasila baru kita peringati kemarin, dan hari Kebangkitan Nasional pun lama berlalu, maka masilah kita teriakkan pekik Merdeka. Saya bukan politisi PDIP yang suka memekikkan Merdeka, tapi saya seorang yang cinta bangsa ini," kataku disambut peserta. Bahkan ada yang minta agar pekikan Merdeka diulang dan tangan dikepal dan diayunkan lebih tinggi ke angkasa. Hahahah sungguh menakjubkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.AHLI DI BIDANGNYA&lt;br /&gt;Saya sadar betul, audiens di hadapan saya bukan orang-orang semabarangan. Secara ekonomi dan pengalaman, di bidang perbankan, pasti mereka unggul. Mereka bukan pemula. Melainkan para 'Panglam', Kepala wilayah, asisteant vice president dan manager dari 12 kantor wilayah BNI di seluruh Indonesia. Praktisi perbankan senior, leader, top management. Sisanya dari kantor pusat BNI di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hadirin adalah Intan Abdams Katoppo, Corporate Secretary BNI Muhammad Safak, Manager Corporate Communication Division , Zulnasri, Asistant Vice President Corporate Communication Division.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat BNI dari wilayah antara lain, Irwan Gurning, AVP-Penunjang Bisnis &amp;amp; Layanan Kanwil 8 Denpasar, Alsje C Ngantung, Pemimpin Kelompok GSN Kantor Wilayah 10 Jakarta, Giana Suryadarma, Assistant Vice Prisident Kanwil 04 Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi St Subardi, Pemimpin Kelompok Bisnis dan Layanan Kanwil 06 Surabaya,  Joppy J. Lamonge, Pemimpin Wilayah Kanwil 11 Manado,  Bahfiar Yulianto, Manajer Kanwil 05 Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mantan wartawan senior, Aqua Dwipayana, yang melakukan lompatan kwantum menjadi Direktur Image Communication, Building Winning Reputation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mereka andal di bidangnya, saya tidak kecut. Saya yakin, di bidangan jurnalisitk, saya jauh lebih unggul. Jurnalis hidup saya, wartawan darah pekerjaan saya, menulis berita dan sejenisnya habitat saya, berhubungan dengan nara sumber dari pejabat tinggi negara sampai maling biasa saya lakukan, sekali lagi saya meyakinkan hati, "Hai jiwaku, jangan takut, jangan grogi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. TARIK NAPAS DALAM-DALAM&lt;br /&gt;Sebelum melangkah ke hadapan audiwns, saya tarik napas dalam-dalam. Entah karena saya mengidap sedikit asma, dengan menarik napas dalam-dalam, biasanya tenaga langsung jreng, dan badan serasa berotot. Tidak gemetar. Cukup dua atau tiga kali tarik napas, lalu tahan di dalam perut sekitar 10 detik, embuskan. Dan diulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau gemetar, biasanya pita suara pun bergetar. Kalau suara bergetar karena suara vibrant di karaoke sih nggak soal, tapi kalau bergetar apalagi gemetaran karena grogi kan jadi nggak asyik. Alih-alih vibrasi, melainkan jadi malu-maluin... Dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PASTIKAN KONTAK DENGAN AUDIENS&lt;br /&gt;Banyak orang menganggap saya tipe serius. Tidak banyak cakap, tidak banyak omong, bukan ember atau pembual. Itu mungkin kesan mereka yang belum begitu lama beragaul. Sedangkan satu dua rekan dekat, mengatakan tidak pendiam amat. Sesekali bercana, tetapi sering. Tidak bisa membuat orang lain terpingkal-pingkal sampai terkencing-kencing karena tertawa, apalagi se hebat Babe Bolot. Nggak. Tidak sehebat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal saya sadar betul, pada presentasi kemarin, penampilan saya yang kumal di hadapan orang-orang berdasi akan dianggap sepele. Karena itu saua berusaha, tampil mengesankan. Saya dekati meja ke meja, bahkan sambil berbicara, berdialog saya kasihkan kartu nama, atau perlihatkan kartu pers/karyawan sebagai pertanda bahwa setiap wartawan yang meliput selalu dilengkapi identitas sehingga untuk mencegah rongrongan wartawan bodrex, atau wartawan tanpa surakabar, narasumber wajib menanyakan kartu identitas di awal perjumpaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha menatap dan kontak langsung agar audiens tidak mengantuk. Sesekali saya berguyon, walaupun spontas saja, tapi setidaknya mereka tertawa --senyuman yang disertai  yang sampai kedenagran suara ngakak) tiga kali selama saya presentasi. Saya kadang heran, karena tidak biasa guyon....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. KUASAI MATERI&lt;br /&gt;Bahan yang saya bawakan adalah Koran Lokal Berebut Kue Otonomi Daerah." Setelah mendesain kerangka atau bingkai slide, menyangkut kira-kira apa isi materi, kemudain mencarikan konten yakni berita-berita koran maupun website.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau mencomot dari sana-sini, saya coba yakinkan diri, bahan-bahan ini sesuai fakta. Bukan teori melulu, tetapi saya break down menjadi hal-hal praktis, sehingga memberi informasi dan permasalahan yang sering dihadapi narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba sampaikan bagaiman informasi sejelas mungkin, tanpa ada yang ditutup-tupi terutama dalam hal praktik wartawan nakal yang sering merongrong wibawa profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. JAWAB DENGAN ILUSTRASI&lt;br /&gt;Satu jam pertama saya lalui dengan 'ceramah'. Selebihnya dialog. Cukup banyak penanya. isi pertanyaan mereka rata-rata praktis, bukan teori. Mereka menanyakan bagaimana menghadapi wartawan nakal, yang datang mencari-cari masalah, bukan mencari berita yang betul. Mau dihadapi secara hukum, dianggap bukan siasat bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Audiens beranggapan, mempolisikan wartawan adalah sia-sia belaka. Alih-alih mendapat keadilan, ujung-ujungnya malah diporoti, karena di mata bankers, wartawan berteman dengan polisi, sehingga bisa saja main mata untuk menguras si banker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga pertanyaan tentang, berita yang layak dimuat seperti apakah. Apakah urusan internal perbankan juga harus dijelaskan kepada wartawan, kendati pun itu bukan isu konsumsi publik, namun dengan dalih wartawan  berhak mendapat informasi, sang wartawan mengobok-obok sampai isi dapur bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula urusan amplop. Sebaiknya, amplop diberikan ke wartawan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban saya untuk hal-hal di atas adalah, saat berurusan dengan wartawan lakukan bebrapa hal:&lt;br /&gt;1. Anggaplah wartwan sebagai sahabat, mitra bisnis.&lt;br /&gt;2. Jangan jauhi wartawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Andai ada kegiatan yang perlu dipublikasi, sering-seringlah menguncang wartawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setiap wartawan yang datang tanpa diundang, entah mau konfirmasi sendiri atau pada acara, sebaiknya tanyakan kartu pers, ID card dari persuahaan media tempat dia bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika ragu, pastikan menelepon ke kantor yang bersangkutan dan menanyakan perihal status si wartawan apakah betul dari media yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Andai ada media belum terkenal, tanyakanlah company profile perusahaan media dia, dan jangan lupa konfirmasi kepada atasannya di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Apabila tujuan mencurigakan, segera saja tolak, dengan alasan halus, misalnya akan meeting, ada tamu, dan lain-lain. Intinya tidak usah dilayani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dalan kasus tertentu yang tidak berkait dengan aktivitas profesi perbankan, misalnya ada kasus pidana, jangan bersikap kasar apalagi sampai menganiaya wartawan. Jawab saja seadanya, sesuai versi anda. Tugas wartawan memang mesti check and recheck, cover both side.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Apabila si wartawan nakal, yang mencari-cari masalah yang ujung-ujungnya duit atau memeras, segera saja tantang ke jalur hukum atau bawa ke pengacara, atau kontak kawan anda yang wartawan betulan sebagai upaya meng-counter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Seperti hukum suap-menyuap, kedua belah pihak dapat dijerat: si pemberi suap dan sipenerima. Karena itu, sekalian untuk pendidikan bangsa dan profesi wartawan hindari memberi amplop (tentu berisi uang) kepada waratawan. Sebab tidak ada jaminan berita dimuat sebagai imbalan imbalan uang yang anda berikan. Cara  elegan dan sehat adalah, lebih baik mendatangi pemimpin redaksi atau redaktur, lalu memasang iklan. Saat memasang ikaln, terus terang saja meminta bonusnya berita, sehingga uang yang dikeluarkan perbankan/narasumber secara syah masuk ke perusahaan, bukan merupakan suap. Dengan begitu, ada jaminan bahwa berita (tentu saja berita yang mempunyai nilai jual), akan dimuat. Tidak mengecewakan pemasang iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Apabila memberi penjelasan kepada wartawan, jangan beranggapan wartawan orang pintar, jenius sehingga penjelasan apa adanya, dan dangkal. Sebaliknya anggap mereka orang kebanyakan, berpendidikan rendah, sebab yang dia tulis untuk dikonsumsi banyak orang, termauk masyarakat berpendidikan rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;BLESSING IN DISGUISE&lt;br /&gt;Pertemuan, atau keberadaan saya di hadapan para pemimpin BNI itu di luar dugaan. Boleh dibilang Blessing in disguise. Kawan saya di Persda yang biasa meliput di desk ekonomi, Hendra Gunawan merekomendasi nama saya ketika Zulnasri alias Tachy,  Asistant Vice President Corporate Communication Division mencari seorang wartawan ekonomi yang dapat menjadi partner berdiskusi di forum BNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau masih sangat minim, pengalaman meliput hingga redaktur Desk Ekonomi, Bisnis dan Finance di Banjarmasin Post, Tribun Jabar mapun di Persda menjadi bekal berharga mengisi otak perihal pengetahuan ekonomi buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat tawaran semacam itu semula saya ragu. Tidak pede. Merasa nggak mampu, rendah diri, tidak layak menyampaikan materi di hadapan para banker senior. Apalgi ketika menelpon, Tachy mengatakan, saya akan berceramah di hadapan para Pangdam, Kepala Wilayah BNI se- Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hati kecut, saya tidak langsung menolak. Saya mengingat nasihat seorang sahabat dan mitra diskusi saya, Achmad Subechi, yang  saat ini Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim diagar energi positif terus mengalir ke arah produktivas jangan sesekali memvonis diri sendiri tidak mampu, jangan menuding diri sendiri bodoh, lemah, tidak cakap. Sebaliknya, bilanglah 'Ya, aku bisa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan kata pula ditekankan Wakil Pemipin Redaksi Kompas, Trias Kuncahyono dalam forum diskusi baru-baru ini. Dia mengutip kekuatan sabda Tuhan, seperti kisah penempaan/penciptaan, "Terjadilah, maka terjadi." Atau, "Kun Faya Kun". Kalangan motivator, dan hipnotis pun menempatkan kata-kata sebagai kekuatan yang amat dahsyat, dapat mengubah seseorang berubah 180 derajat, dari baik menjadi buruk, sebaliknya dari penjahat menjadi teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bolehkah saya tahu, kira-kira apa yang dimintakan secara rinci apa yang akan dibutuhkan. Bolehkah saya dikirimi TOR-nya?" Itulah permintaan saya kepada Tachy. "Deal", Tachy pun mengirimi jadwal pelatihan kehumasan BNI yang berlangsung dua hari di Ancol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jadwal dan narasumber saya terima, "gilaaaaaaaa......" Saya berterik setengah bergumam. Pada kolom pembicara/narasumber tercantum nama-nama keren, seperti presenter kondang Helmy Yahya, jurnalis senior Metro Tv Desi Anwar, dan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Ahmad Djauhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CERAMAH DUA JAM&lt;br /&gt;Dalam jadwal, jatah berbicara dua jam, pukul 10.00-12.00. Saya ditawari Tachy kemungkinan perubahan jadwaal, jadi pagi, pukul 08.00-10.00, karena Ahmad Djauhar, seperti kabanyakan wartawan, susah bangun pagi. Apalagi saya yang tinggal di Depok, sekitar 60 kilometer dari Ancol, tentu sangat sulit memenuhi permintaan itu. Lalu dicarikanlah solusi, saya menginap di Mercure, hotel berbintang empat di Taman Impian Jaya Ancol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, saya lupakan hambatan dari dalam jiwa. Saya butuh dua hari menyusun materi untuk disampaikan, yakni tentang Mapping Media Massa Lokal/Regional. Tema yang saya susun akhirnya Koran Lokal berebut Kue Tonomi Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan makalah seadanya itu, memuat perjalanan pers dari masa ke masa, mulai dari era kolonial, pengekangan hingga pembredelan di era Bung Karno dan Pak Harto, era reformasi dan per keblalasan pada tiga presiden 'seumur jagung' BJ Habibie, Gus Dur dan Megawati. Kemudian, bagaimana trik-trik tersembunyi rezim SBY yang coba menekan pers setidaknya mengingatkan pers dengan mengumpulkan para pemilik maupun pemimpin media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya tekankan, dari masa ke masa, terjadi perubahan. Dan setiap perubahan rejim, diikuti perubahan gaya dan kepemimpinan, termasuk perubahan pers. Bung Karno dan Pak Harto ada kemiripan. Di awal pemerintahan, keduanya menjanjikan kebebasan pers, namun belakangan terjadi penekanan bahkan pembredelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan saya terhadap perubahan sikap itu adalah, terori kepemimpinan yang abslut. Moralis dan Sejarahwan Inggris, Lord Acton, tahun 1887 telah memberi nasihat berharga buat generasi terkini, "Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan saya, karena keduanya berkuasa terlalu lama dan otoriter, jadilah kekuasaan absolut yang koruptif. Sedangkan Habibie, Gus Dur dan Mega, tidak mempunyai kesempatan itau. SBY, presiden hasil pemilihan langsung pertama, sudah berjalan empat tahun, dan berpotensi untuk mengikuti Soeharto, jika tidak dikontrol ketat sejak dini. (Domuara Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-8420502548169421273?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/8420502548169421273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=8420502548169421273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8420502548169421273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8420502548169421273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/06/lepas-tanpa-beban.html' title='Lepas, Tanpa Beban'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SEa53sx3hAI/AAAAAAAAAR4/Fq22FrKXwAE/s72-c/Domu_Ceramah_BNI_coba05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-5002657918663803220</id><published>2008-05-23T14:20:00.000+07:00</published><updated>2008-05-23T14:27:55.594+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ganyang Koruptor'/><title type='text'>Sultan HB X Menyemai Bibit Malu Korupsi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SALATIGA, KAMIS&lt;/span&gt; - Nilai-nilai kearifan lokal atau local wisdom dalam suku Jawa yang ditanamkan nenek moyang sejak lama dapat menjadi  benteng dari keinginan memperkaya diri dengan cara korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, nilai-nilai moral itu telah luntur dimakan zaman, atau dianggap tidak relevan lagi karena deraan ekonomi yang semakin membebani rakyat sehingga melakukan hal yang tidak seharusnya dianggap wajar dan bahkan jadi panutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, sejak lama falsafah merasa malu jika moralitasnya tercela telah tumbuh subur di kalangan masyarakat Jawa. "Ada pepatah Jawa yang menyebut, "Kelangan nyawa ora apa-apa, kelangan bandha yo separoh apa-apa , kelangan harga diri artine kelangan sakabehe."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SDZxG8x3g6I/AAAAAAAAARI/XYXmnU1DNUw/s1600-h/20080523Sultan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SDZxG8x3g6I/AAAAAAAAARI/XYXmnU1DNUw/s320/20080523Sultan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203470783681627042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan&lt;br /&gt;Hamengku Buwono X, ketika berkunjung ke kantor Persda &lt;br /&gt;Kompas Gramedia, Jakarta, Senin (28/4). &lt;br /&gt;Sultan datang untuk berdiskusi bersama jajaran &lt;br /&gt;redaksi membahas persoalan kebudayaan &lt;br /&gt;dan kebangsaan, yang dipimpin Direktur Kelompok Herman Darmo.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan jiwa tidak apa-apa, kehilangan harta berati hilang separuh hidup, tetapi hilang harga diri berarti hilanglah segala-galanya, " urai Raja Jawa itu dalam Sarasehan Kebangsaan Rekonsiliasi Sejarah kedua yang digelar di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (21/5).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sarasehan ini dilaksanakan aliansi wartawan lintas media, Ekayastra Ummada Semangat Satu Bangsa. Putut Prabantoro, ketua panitia, mengatakan, sedianya akan hadir empat raja Jawa, yakni Sultan HB X, Susuhunan Paku Buwono XIII, KPAA Paku Alam IX, dan KPAA Mangkunegara IX. Namun, hanya Sultan yang hadir dalam pertemuan itu. Walau menyampaikan langsung pandangannya, Susuhunan Paku Buwono XIII mengirimkan makalah berjudul Membangun Kejayaan Bangsa Berbasis Kearifan Lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan melanjutkan, orangtua dahulu selalu menanamkan budi pekeri dan akhlak kepada anak-anaknya. Mereka diminta menomorsatukan moralitas di atas segala-galanya. Sebab, dengan moral yang terjaga baik berbagai keinginan dan nafsu dapat diatasi sehingga tidak terjerembab pada perbuatan jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjaga moralitas, mestinya orang yang memiliki integritas akan dihargai dan dihormati. Tetapi apa yang terjadi sekarang, seseorang dihargai atau dianggap orang hebat di antara tetangganya jika orang itu kaya. "Di masyarakat sekarang, seseorang dilihat dari kekayaannya. Walau seseorang mengumpul harta kekayaannya dari korupsi dia tetap dihargai dan disegani karena kaya. Padahal, dari konsepsi moralitas&lt;br /&gt;dia telah kehilangan harga diri, berarti kehilangan segala-galanya," ujar Sultan yang mengatakan sejauh ini dia belum memutuskan sebagai calon kandidat presiden pada Pilpres 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat praktik korupsi sudah merasuki masyarakat Jawa dan Indonesia umumnya, Sultan mengimbau agar kerifan lokal itu dihidupkan kembali dan dimulai dari diri sendiri dengan menyemai rasa malu jika menyimpang dari kaidah-kaidah moral. "Dengan konsepsi moralitas tadi, mestinya kita malu korupsi. Rasa malu korupsi ini yang harus kita tanamkan," pesan Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan juga menyoroti kerapnya kekerasan yang terjadi mengatasnamakan aliran atau agama terhadap penganut aliran atau agama lain. Dia memaknai kehidupan pada dua relasi, yakni Ketuhanan dan Kemanusiaan. Ketuhanan hubungan vertikal manusia dengan Allah, yang transendental, sedangkan relasi manusia dengan manusia lainnya horizontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan konsepsi itu, seharusnya tidak ada satu pihak yang memaksakan kehendaknya kepada orang lain dengan menatasnamakan kitab suci," tutur Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik Tidak Tuntas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarasehan Kebangsaan Rekonsiliasi Sejarah II ini membahas tentang Tata Baru untuk Rakyat, memaknai Perjanjian Giyanti pada 1755 yang membagi Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta dan kemudian diikuti dengan munculnya Pura Mangkunegaran dan Kadipaten Pakualaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Sultan, sejumlah wartawan senior tampil sebagai pembicara, yakni Wakil Pemimpin Redaksi harian Kompas Trias Kuncahyono, Wakil Pemimpin Redaksi Solo Pos Wahyu Susilo, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Onlin Aulia A Muhammad, Pemimpin Redaksi Global TV Siane Indriyani, dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Joglosemar, dengan pembawa acara Kris Biantoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Onlina Aulia A Muhammad mengatakan, konflik internal raja-raja Jawa dahulu sering berakhir tanpa penyelesaian tuntas. Solusi yang diambil, kalau terjadi perpecahan, maka satu pihak membentuk kerajaan baru. "Cara-cara seperti ini masih terus berlanjut sampai saat ini di bangsa kita. Lihatlah parpol-parpol kita, seperti PKB yang katanya Partai Kebangkitan Bangsa, tapi tidak bangkit-bangkit, malah justru pecah belah. Inilah karena penyelesaian konflik yang tidak tuntas," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara pertama, Trias Kuncahyono, mengatakan, media massa memiliki keberadaan strategis dalam perjalanan suatu bangsa. "Media massa, cetak maupun elektronik, adalah menggunakan kata-kata. Kata adalah kekuatan yang mahabesar. Kaum beriman mengenal kata kisah penciptaan, Terjadilah, maka terjadi.&lt;br /&gt;Tetapi kata bisa juga menghancurkan. Kalau media sering menyajikan kata-kata kebencian, maka kehancuran akan cepat terjadi," ujarnya sembari mengimbau kalangan pers turut menyajikan berita-berita baik yang menyejukkan pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencegah konflik di masyarakat tradisional, kata Sultan, harus dimulai dengan perubahan pola pikir dan hidup dengan mulai biasa berkompetisi. "Kalau masyarakat tradisional beranggapan kompetisi itu merusak harmoni, sedangkan masyarakat modern menganggap kompetisi suatu hal yang baik sejauh masih bertujuan positif dan dapat dikendalikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan juga membandingkan pelajaran hak asasi manusia versi Barat dan Jawa.  "Kalau di Barat ditulis, jika kamu memukul orang, maka kamu melanggar pasal sekian... tetapi bagi leluhur kita, ajaran itu berbunyi, jika kamu sakit karena dipukul orang, maka kamu jangan pernah memukul orang," katanya. (persda network/domuara ambarita)&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/22/13345015/sultan.hbx.menyemai.bibit.malu.korupsi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-5002657918663803220?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/5002657918663803220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=5002657918663803220' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/5002657918663803220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/5002657918663803220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/05/sultan-hb-x-menyemai-bibit-malu-korupsi.html' title='Sultan HB X Menyemai Bibit Malu Korupsi'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SDZxG8x3g6I/AAAAAAAAARI/XYXmnU1DNUw/s72-c/20080523Sultan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-3202151294221068491</id><published>2008-05-23T14:12:00.000+07:00</published><updated>2008-05-23T14:16:55.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tekno'/><title type='text'>Ngobrol dengan Penemu Beras Merah Putih</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LAKI-LAKI&lt;/span&gt; setengah baya itu duduk di kursi kayu berajut rotan. Sorot matanya sayup, kelopak sipit, seperti orang mengantuk. Artikulasi bicaranya kurang jelas, sedang sariawan. Tapi pancaran wajahnya masih kentara, dia berdarah biru. Tak salah, pria itu adalah salah satu cicit Sultan Hamengku Buwono VII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit sawo matang, rambut memanjang sebahu. Kumis yang tak begitu lebat dibiarkan melengkung. Dialah BSW Adji Koesoemo (43), seorang pegiat pertanian di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SDZvPMx3g5I/AAAAAAAAARA/3sOanDCYvjA/s1600-h/20080522_BESW_ADJI_KOESOEMO_PENEMU_BBN_DOMUARA_AMBARITA07.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SDZvPMx3g5I/AAAAAAAAARA/3sOanDCYvjA/s320/20080522_BESW_ADJI_KOESOEMO_PENEMU_BBN_DOMUARA_AMBARITA07.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203468726392292242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, dia orang biasa-biasa saja. Namun karya-karya penemuannya cukup menakjubkan. Di antaranya dia membudidayakan beras dwiwarna, merah putih, kemudian memproduksi minyak bahan bakar alternatif berbahan baku biota laut plankton, dan kendaraan panser bertenaga listrik.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ikhwal beras dwiwarna, satu butir padi terdiri atas dua warna, putih dan merah, seperti bendera Indonesia ditemukan Adji Koesoemo bersama Hertanto. Awalnya memang bukan penelitian ilmiah, tetapi lebih pada keajaiban. Mereka mendapatkan buliran padi tersebut&lt;br /&gt;dari penduduk yang menemukan di bawah reruntuhan candi di kawasan Klaten, 16 Februari 2006. . Beras ini diduga berasal dari sekitar abad VII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ditemukan wujudnya sudah beras, bukan bentuk padi. Saya merasa terkejut, kok bisa, warnanya separuh merah, separuhnya lagi putih," papar mantan aktivis mahasiswa itu pada acara penyerahan bibit padi varietas Merah Putih RI-1 bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X, Walikota Salatiga, John Manoppo kepada petani Salatiga di rumah makan Jolgo Murni Jalan Kartini, Salatiga, Jawa Tengah, baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beras merah putih, kata Adji memiliki kandungan yang lebih baik dibandingkan beras putih atau merah biasa. "Beras Merah putih sangat mendukung pertumbuhan anak-anak karena zat besinya tinngi. Juga mendukung kecerdasan anak-anak, dan untuk orangtua mencegah&lt;br /&gt;tidak mudah pikun karena zat besinya tinggi. Dan bagi penderita diabetes tidak masalah karena karbohidartnya rendah," kata ayah dari tiga anak jebolan FakultasFilsafat UGM itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan zat besi (ferro = Fe) beras merah putih adalah 4,61 mg/100 gram, sedangan beras putih hanya 0,13 mg, dan beras merah tidak terdeteksi. Kandungan zat seng (Zinkum=Zn) 8,30 mg/100 gram, sedangak beras putih 0,6 dan beras merah tidak terdeteksi. Kandungan karbohidrat, ujar Adji, paling rendah yakni 71,34 persen sedangkan beras putih 80 persen dan beras merah biasa 75 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia membutuhkan banyak zat di antaranya zat besi, zat seng , karbohidrat. Menurut Data Balai Penelitian tanaman Padi, kekurangan zat besi dalam tubuh dapat menyebabkan anemia, sedangkan kekurangan zat seng menghambat pertubumbuhan pada bayi,  mengganggu imunitas dan menghambat penyerapan zat besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini diperkirakan lebih dari 50 persen wanita hamil dan 40 persen anak sekolah di Asie menderita anemia yang dikaitkan akibat kekurangan zat besi dalam tubuhnya. Padahal zat-zat itu dapat diperoleh pada makanan berbahan baku beras atau tepung beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami dari drg Evi Herati ini menamai beras Merah Putih RI-1, karena beras ini mirip dengan bendera Republik Indonesia. Dia berharap, mudah-mudahan ke depan Indonesia berdaulat dalam pangan, tidak seperti kondisi saat ini menjadi negara pengimpor beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip data BPS dan Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman (Gapmi), pada tahun 2007, 224,90 juta penduduk Indonesia membutuhkan beras 34,19 juta ton. Lahan areal pertanian seluas 11,59 juta hektar menghasilkan 34,31 jota ton beras, sehingga masih surplus 0,12 juta ton. Tahun 2008, diperkirakan minus 320 ribu ton beras, kemudian tahun 2010 minus 750 ribu ton, dan tahun 2020 minus 5,37 juta ton. Kekurangan ini&lt;br /&gt;disebabkan lonjakan jumlahpenduduk, sedangkan di sisi lain areal pertanian tidak bertambah atau bahkan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adji, laki-laki kelahiran kelahiran Yogyakarta 4 November 1965. Dia adalah salah satu cicit Sultan Hamengku Buwono VII. Menurut Adji, saat beras Merah Putih ditemukan dua tahun lalu, berjumlah 160 butir. Selain beras ada juga jagung dan kacang hijau di dalamsatu wadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didorong rasa ingin tahu yang sangat tinggi, Adji pun mencari berbagai cara untuk melestarikan padi itu kendatipun, dengan spekulasi. Dia beserta kawannya bernama Hertanto, mereka memilah- milah beras yang masih tampak bagus, dan didapat 120 bulir yang masih memiliki mata beras. Untuk percobaan di bagi dua, 100 butirt ditanam telanjang atau polos apa adanya, sedangkan sisanya ditutupi media sekam padi rojolele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya harap-harap cemas, ini bisa tumbuh apa tidak. Tapi menakjubkan, dari 120 yang ditanam ternyada ada 88 berkecambah, dan ada tujuh batang yang tumbuh dengan masing-masing dua anakan, jadi ada 21 batang padi. Semua saya juga cemas, karena sampai umur tiga bulan, tinggi padi hanya 5 cm, barulah umur limasetengah bulan terlihat tinggi dan berbuah. Dari 21 induknya dihasilkan 2.411 bulir padi yang kemudian dibudidayakan di 12 daerah," kata Adji berseri-seri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dapat panen pertana, generasi kedua, beras merah putih dikembangkan di berbagai daerah seperti Kediri, Sumenep, Pati, Banyumas, Sabdodadi-Bantul, Banjarnegara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Bali, untuk dibudidayakan. bahkan saat ini, sudah dikembangkan di 230 titik di berbagai provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kelebihan dalam kandungan zat-zat yang dibutuhkan manusia beras merah putih dibandingkan beras biasa, Adji mengatakan, beras ini lebih tahan terhadap hama. Karena pengembangbiakannya adalah organik, tanpa menggunakan puku-pupuk kimia, atau pestisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan menanam padi Merah putih, saya sekalian mengimbau agar petani ktia jangan menanam opadi hibrida. Sebab dengan padi hibrida varietas baru selalu dikuti hama baru. Jangan-jangan dengan hama baru, eksportir akan memasukkan pestisida dagangannya, " pinta Adji. (persda network/domuara ambarita/IGN sawabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-3202151294221068491?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/3202151294221068491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=3202151294221068491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3202151294221068491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3202151294221068491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/05/ngobrol-dengan-penemu-beras-merah-putih.html' title='Ngobrol dengan Penemu Beras Merah Putih'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SDZvPMx3g5I/AAAAAAAAARA/3sOanDCYvjA/s72-c/20080522_BESW_ADJI_KOESOEMO_PENEMU_BBN_DOMUARA_AMBARITA07.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-2050569966232870293</id><published>2008-05-16T13:56:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T13:58:25.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ganyang Koruptor'/><title type='text'>Rapat Tak Pernah Kuorum, Studi Banding Pasti Kuorum</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153); font-family: lucida grande;"&gt;JAKARTA, JUMAT-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; DPR RI sering melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Sayangnya, setiap ada studi banding selalu ada masalah. Yang lebih menonjol bukan agenda kunjungan kerjanya, melainkan acara jalan-jalan. Ini terlihat dari evaluasi hasil kunjungan biasanya tidak terlihat, yang ada justru jalan-jalan dan belanja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Demikian dikatakan Anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW) Bidang Politik dan Korupsi Emerson Junto, kepada Persda Network. Emerson menilai anggota DPR lebih senang jalan-jalan ke luar negeri daripada kunjungan kerja kepada konstituen di daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Praktik-praktik inilah yang memperburuk citra lembaga DPR, terutama setelah terungkapnya kasus korupsi yang menyeret anggtao DPR terutama tertangkapnya Al Amin Nur Nasution dalam kasus penyuapan bersama Sekda Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;"Kejadian ini menjadi ironi. Kalau urusan jalan-jalan, anggora DPR pasti kuorum. Tetapi kita sudah lihat, kalau membahas masalah strategis mengenai bangsa dan negara ini, anggota DPR yang iktu rapat jarang memenuhi kuorum," ujar Emerson.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pertanyaan selanjutnya, apakah anggota DPR boleh membawa keluarga saat kunjungan, apalagi staf pun membawa serta istrinya. Hal semacam ini tidak jelas di DPR. "Karena itu, saya punya pemikiran, mari kita mendesak agar dana alokasi untuk kunjungan kerja anggota DPR yang ternyata membawa serta istrinya agar dikembalikan kepada kas negara," kata Emerson.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Emerson Juto melihat, sence of crisis anggota DPR sangat rendah. Ini di luar jangkauan akal sehat. Ia mengatakan, "Anggota DPR yang seperti ini sudah tidak punya hati nurani, sebab mereka jalan-jalan ke Argentina justru di saat orang sibuk mengurusi BBM. Kalaulah perlu merumuskan RUU Pilpres, mestinya berpikirnya dibalik. Datangkan saja pakar dari Argentina, yang biayanya lebih murah dibandingkan harus anggota DPR dan staf berangkat ramai-ramai ke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;sana."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Ketika hasil studi banding ke luar negeri ditanya, kata Emerson, DPR tidak dapat menunjukkan hasil yang sangat bagus. Yang ada adalah nota belanja dan jajan. Dalam kasus ini, mari kita desak agar mereka mengembalikan dana studi banding, terutama untuk istri atau keluarga. Jika tidak, maka mereka dimasukkan dalam kategori politisi yang tidak punya etika, sehingga jangan dipilih tahun 2009. (Persda Network/Domuara Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/16/12562635/rapat.tak.pernah.kuorum.studi.banding.pasti.kuorum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-2050569966232870293?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/2050569966232870293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=2050569966232870293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2050569966232870293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2050569966232870293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/05/rapat-tak-pernah-kuorum-studi-banding.html' title='Rapat Tak Pernah Kuorum, Studi Banding Pasti Kuorum'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-4139532692887243308</id><published>2008-05-16T12:59:00.001+07:00</published><updated>2008-05-16T13:56:19.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ganyang Koruptor'/><title type='text'>Jadwal "Jalan-jalan" DPR di Argentina</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153); font-family: lucida grande;"&gt;JAKARTA, JUMAT&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;-Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berangkat Argentina berjumlah 27 orang yang terdiri dari 12 anggota DPR, 3 keluarga, 11 staf dan 1 orang istri staf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Mereka berangkat sejak tanggal 12 Mei yang lalu, dan akan kembali tanggal 20 Mei. Berikut ini jadwal kegiatan mereka di Argentina dan daftar nama-nama yang berangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*Senin (12/5&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pukul 20.00 WIB berkumpul di Bandara Soekarno Hatta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pukul 22.10 tinggal landas menuju Bandara Changi,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Singapura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;*Selasa (13/5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 00.45 tiba di Singapura (transit)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 02.00 tinggal landas menuju Dubai Uni Emirat Arab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Tiba pukul 10.00 setelah transit, ganti pesawat terbang lagi ke ke Sao Paolo, Brasil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 17.55 Tiba di Sao Paolo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 21.30 tinggal landas menuju Buenos Aires, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Argentina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;* Rabu (14/5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 00.30 tiba Buenos Aires, check-in di Park Chateau Kempinski&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 09.00-11.00 rapat dengan parlemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 13.00-17.00 rapat dengan Camara Nacional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Electoral (KPU)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;* Kamis (15/5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 09.00-11.00 Rapat dengan Lembaga Penyelesaian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Konflik Pemilu (Electoral Management Body)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 13.00-17.00 Tamasya ke Delta Tigre dan Colon &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Theatre&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;* Jumat (16/5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 07.00 check-out dari hotel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 08.30-11.00 tamasnya ke 9th Juli Avenue, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Obalisk, Metropolitan Cathedral, Cabildo dan menuju bandara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 18.00 tiba di Sao Paolo, check-in di Novotel Jeregua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 19.00-21.00 pertemuan dengan KBRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;* Sabtu (17/5) hingga Minggu (18/5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Dua hari penuh, tamasya dalam kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Minggu 19.00 check-out dan menuju bandara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;* Senin (19/5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 01.25 tinggal landas menuju Dubai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;23.05 tiba di Dubai, rombongan berpisah dan sebagian umroh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;* Selasa (20/5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Pukul 16.25 tiba Bandara Soekarno Hatta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;Rombongan DPR yang berangkat ke Argentina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Yasonna Hamonangan Laoly (PDIP)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Yuliani Paris (PAN)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Saraswati (PDIP)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Mayongpadang (PDIP)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Rerung Rante (istri Jacobus Mayongpadang)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Azwar (PPP)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Muliani (istri Hasril Azwar)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Akbar (PAN)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Jaya (PAN)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Mas'hum (PKB)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Fayumi (PKB)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Bakar (suami Badriyah)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Muzammil Yusuf (PKS)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Juwaini (PKS)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Marasal Hasibuan (PDS)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Budiaji (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Widianto (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Murti Hartono (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Sudarsono (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Adiningrum (istri Sudarsono)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Abdullah (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Mustari (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Simbolon (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Putra Raharjo (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Suswantoro (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Mulyana Saleh (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; Mariati (staf)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold; font-style: italic;" id="fullpost"&gt;(Persda Network/Rachmat Hidayat/Domuara Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-4139532692887243308?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/4139532692887243308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=4139532692887243308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4139532692887243308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4139532692887243308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/05/jadwal-jalan-jalan-dpr-di-argentina.html' title='Jadwal &quot;Jalan-jalan&quot; DPR di Argentina'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-1327635913166793439</id><published>2008-05-16T12:57:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T12:59:34.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ganyang Koruptor'/><title type='text'>Anggota DPR Bawa Keluarga Plesir ke Argentina</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;JAKARTA, JUMAT&lt;/span&gt;- &lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Aksi turun ke jalan yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat semakin marak menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Usul dan desakan dari banyak pakar pun meminta pemerintah meningkatkan penghematan sebagai solusi alternatif agar tidak menaikkan harga BBM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Di tengah situsi kalut demikian, sejumlah 12 anggota DPR dari Panitia Khusus Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Presiden membawa serta istri atau suami dalam kunjungan kerja ke Argentina, selama sembilan hari sejak Senin (/12/5) hingga Selasa (20/5).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Agenda resmi Pansus RUU Pilpres yang diterima Persda Network adalah studi banding hanya dua hari dari total sembilan hari. Jadwal pertama adalah bertemu dengan perlemen dan rapat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilangsungkan Rabu (14/5). Pertemuan dengan parlemen dilangsungkan dua jam, pukul 09.00-11.00 waktu setempat. Selepas makan siang, dilanjutkan pertemuan dengan Camara Nacional Electoral semacam KPU-nya Argentina, hingga pukul 17.00 waktu Argentina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Kemudian kemarin, Kamis (15/5), rombongan Pansus RUU Pilpres rapat dengan Lembaga Penyelesaian Konflik Pemilu atau Electoral Management Body), juga dua jam, pukul 09.00- 11.00. Selain acara resmi pada dua hari itu, dan jadwal kepulangan, rombongan mengisi banyak bertamasya, yang di dalam jadwal dituliskan sighseeing City Tour. Misalnya, Kamis (15/5) selama empat jam sejak pukul 13.00, tamasya ke Delta Tigre, Provinsi Buenos Aires, Argentina, dan mengunjungi Colon Theatre.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Setengah hari ini, Jumat (16/5) diisi acara tamasya ke 9th Juli Avenue, Obalisk, Metropolitan Cathedral, Cabildo. Sore ini terbang ke negerinya Pele, Brasil dan menginap di Novotel Jeregua. Besok, Sabtu (17/5) dan lusa, dua hari penuh, dari pagi hingga malam, rombongan DPR bertamasya menjelajah Kota Sao Paolo. Barulah Senin (19/5) rombongan tinggal landas menuju Dubai, Uni Emirat Arab. Dari sana sebagian akan melanjutkan umroh, dan sebagin lagi kembali ke tanah air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Anggota DPR melakukan kunjungan kerja dengan uang saku 500 dollar AS atau Rp 4,6 juta per hari/orang. Ada 12 orang anggota DPR masing-masing mendapat uang saku sebesar 500 dollar AS/hari ataus setara Rp 4,6 juta. Total per hari menghabiskan uang negara 6.000 dollar per hari atau 48 ribu dollar atau senilai Rp 441 juta dalam delapan hari. Tidak termasuk biaya untuk 10 orang staf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Masing-masing mendapat uang saku 500 dollar Amerika Serikat atau setara Rp 4,6 juta per hari. Anggota DPR yang berangkat studi banding ke Argentina pada masa persidangan IV Tahun Sidang 2007-2008 mewakili semua fraksi di DPR, kecuali Partai Golkar dan Partai Demokrat. Jumlah rombongan yang berangkat 27 orang, dengan rincian 12 anggota DRP, dua istri anggota DPR, satu suami anggota DPR, 12 staf dan seorang istri staf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Mereka yang berangkat berserta pasangan adalah Jacobus Mayongpadang biasa disapa Kobu (PDIP) beserta istri Emmy Rerung Rante, Hasril Azwar (PPP) beserta istri Nani Muliani, Badriyah Fayumi (PKB)  beserta suaminya Abu Bakar. Kemudian Sudarsono (staf), beserta istrinya Evi Adiningrum. Telepon seluler Yasonna Hamonangan Laoly, Jacobus, Badriyah Fayumi, dan Patrialis Akbar, misalnya menjawab dengan kotak suara atau veronika berbahasa Argentina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo yang juga anggota Pansus RUU Pilpres mengaku tidak tahu tentang kabar keberangkatan anggota Pansus ke Argentina. "Saya juga anggota Pansus, tapi saya malah tidak tahu ada anggota Pansus yang kunker (kunjungan kerja)k e Argentina," ujar Tjahjo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Tjahjo mengaku, bebrapa kali ikut kunjungan kerja DPR ke luar negeri. Dia pun mengaku pernah membawa serta istri bepergian. Karena itu, dia tidak mempermasalahkan bila ada anggota DPR yang membawa serta istri atau suaminya saat kunjungan kerja ke mancanegara. "Boleh saja membawa istri atau suami dengan syarat dibayar sendiri. Saya juga saat membawa istri membayar sendiri biaya-biaya untuk istri, mulai dari tiket pesawat, hotel dan makannya," ujar politisi PDIP ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Mengapa anggota DPR boleh membawa istri atau suami ke luar negeri? "Ada sekali waktu, anggota DPR baru sembuh dari sakit. Karena suaminya harus melakukan tugas, maka istri diikutkan untuk mendamping, dengan komitmen semua biaya ditanggung sendiri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Diterangkan, Pansus RUU Pilpres memang sudah lama menjadawalkan studi banding ke Argentina, jauh hari sebelum ada rencan apemerintah menaikkan harga BBM. Setiap Pansus beranggotakan 50 orang. Namun karena semangat penghematan, maka yang berangkat untuk kunjungan kerja dibatasi hanya 10-12 orang anggota DPR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Tjahjo juga mengatakan, tidak ada pos uang saku atau uang jalan bagi anggota DPR yang kunjungan kerja. "Istilah uang saku itu tidak ada. Yang ada uang keperluan misalnya untuk membayar hotel, tiket dan makan, yang besarnya tidak lebih 10 juta sehari," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) di DPR, Lukman Hakim Syaifuddin menegaskan tidak ada aturan melarang istri/suami anggota dewan untuk ikut serta dalam kunjungan kerja pansus RUU Pilpres DPR RI ke Argentina. Karenanya, ikut sertanya Nani Muliani, istri anggota FPPP Hasrul Azwar, tidak terlalu dipermasalahkan oleh Lukman. "Tidak ada aturan. Apalagi, kalau mengajak suami atau istri itu kan bayar dengan biaya sendiri," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Lukman mengaku tidak mempermasalahkan karena tidak mungkin kunjungan ke Argentina tersebut memakai uang anggaran DPR (negara). Tapi memang murni merogoh kocek pribadinya. "Pasti biaya pribadi lha. kalau tidak biaya pribadi lalu dari mana. Kan negara tidak membiayai istri pejabat," sambung dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;Salah satu vokalis Senayan yang kerap menjadi narasumber wartawan ini juga tidak mempermasalahkan kunjungan sejumlah anggota dewan ke Argentina di saat kondisi negara tengah terpuruk seiring kabar rencana kenaikan harga BBM. ia mengaku kunjungan tersebut masih proporsional. "Kunjungan ke sana itu kan memang sudah terprogram lama. Anggarannya tersedia. Dan itu memang untuk keperluan RUU itu. Jadi saya melihatnya proporsional saja," lanjut Lukman. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Persda Network/Rachmat Hidayat, Hadi Santoso, Domuara Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik juga:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;" id="fullpost"&gt;http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/16/12131730/anggota.dpr.bawa.keluarga.plesir.ke.argentina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-1327635913166793439?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/1327635913166793439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=1327635913166793439' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1327635913166793439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1327635913166793439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/05/anggota-dpr-bawa-keluarga-plesir-ke.html' title='Anggota DPR Bawa Keluarga Plesir ke Argentina'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-3343908977205449385</id><published>2008-04-28T18:42:00.000+07:00</published><updated>2008-04-28T18:43:31.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ekbis-Finance'/><title type='text'>Sultan HB X Menduga Naiknya Harga Minyak Ulah Amerika</title><content type='html'>Senin, 28 April 2008 | 15:25 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/28/15254185/sultan.hbx.duga.naiknya.harga.min yak.ulah.amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, SENIN - Harga minyak mentah di pasaran dunia semakin tak terkendali, Senin (28/4), berada di level tertinggi 119,93 dollar AS per barrel. Analis dunia menyebutkan, faktor melambungnya harga minyak hingga mencatatkan rekor baru akibat aksi pemberontakan gerombolan bersenjata di Delta Nigeria yang meledakkan pipa produksi minyak Shell, pemogokan buruh kilang minyak ExxonMobil di negara&lt;br /&gt;yang sama, serta hubungan Amerika dan Iran yang masih tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi Sultan Hamengku Buwono X, penyebab lonjakan harga minyak bukan saja karena hal-hal tersebut. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ini menduga lonjakan harga minyak mentah di pasaran dunia tidak lain adalah akibat ulah pemerintahan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, saat ini perekonomian Amerika Serikat sedang diterpa krisis ekonomi. Sedangkan pesaingnya di Eropa maupun Asia,  negara-negara Eropa (minus Inggris) yang memiliki mata uang tunggal Euro, misalnya, perekonomiannya masih normal. Demikian juga dengan perekonominan China yang tumbuh pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kondisi ini tidak menyejahterakan rakyat Amerika, Sultan menduga kenaikan harga minyak yang sudah mendekati 120 dollar per barrel adalah faktor kesengajaan. Mengapa? Perbandingan dollar terhadap euro sudah 1,6, artinya produk-produk Eropa akan mahal di Amerika. Ini tidak menyejahterakan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;"Jadi saya melihat ini persaingan. Ayo, siapa yang napasnya lebih panjang, apakah Amerika, Eropa dengan uang tunggalnya euro, atau China. Amerika memang mengimpor minyak, tetapi 65 persen produksi minyak dikuasai Amerika. Eropa seratus persen impor, sedangkan produk China hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik 27 persen. Jadi Amerika mau menunjukkan kalau mereka bisa bernapas lebih panjang," ujar Sultan saat bertandang selama tiga jam ke redaksi Persda Network di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Senin (28/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berkunjung ke Persda, Sultan tanpa didampingi staf. Dia hanya ditemani Putut Prabantoro dari Veloxxe Consulting. Sultan diterima Direktur Kelompok Persda Herman Darmo, Pemimpin Redaksi Kompas Bambang Sukartiono, Wakil Dirkel Persda Sentijanto, dan jajaran. Selama tiga jam lebih Sultan berdiskusi tentang banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kantor berita BBC melaporkan harga minyak di pasaran dunia terus meningkat. Senin pagi, harganya mendekati 120 dollar per barrel. Kondisi ini diduga akibat nyaris terhentinya produksi dua perusahaan minyak terbesar di Nigeria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam serangan keempat dalam sepekan terakhir, kelompok militan Delta Nigeria meledakkan pipa produksi minyak Shell. Adapun buruh ExxonMobil masih mogok bekerja. Kondisi ini sangat sulit dipulihkan karena kelompok bersenjata Nigeria yang dipimpin Henry Okah mengklaim bertanggung jawab atas serangan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mendesak pemritnah agar tidak sibuk memperbaiki pipa yang rusak, karena kami akan melanjutkan serangan," kata kelompok yang menamakan dirinya Pergerakan untuk Emansipasi Nigeria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal permintaan atas minyak negeri sangat tinggi. Kapasitas produksi rata-rata sebesar 2,5 juta barel per hari, dan karena terjadi pemogokan dan pemberontakan, produksi hanya sekitar 25 persen. Exxon Mobil hanya dapat mengoperasikan sebagian kegiatan industri, sedangkan Shell mengaku sangat khawatir pengapalan minyak sesuai target sebesar 169.000 barel per hari sangat sulit terpenuhi sejak meningkatnya serangan gerombolan bersenjata beberapa pekan terakhir. (Persda Network/domuara ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-3343908977205449385?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/3343908977205449385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=3343908977205449385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3343908977205449385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/3343908977205449385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/sultan-hb-x-menduga-naiknya-harga.html' title='Sultan HB X Menduga Naiknya Harga Minyak Ulah Amerika'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-7099051666997632654</id><published>2008-04-25T21:32:00.000+07:00</published><updated>2008-04-25T21:36:35.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'>Parmalim</title><content type='html'>"Opputta Naparjolo Martukkothon Salagundi,&lt;br /&gt;Pinukkani Naparjolo ipaihut-ihut Naparpudi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpaan Batak yang berarti, hasil cipta, karya dan karsa termasuk dalam hal budaya dari pendahulu, menjadi tradisi yang dilestarikan generasi penerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara Kepercayaan Parmalim, saya teringat di tetangga kampung kami yang masih ada penganut Parmalim. Saya berasal dari Kampung Lumban Pea Ambarita, Desa Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Simalungun. Walau berdomisili di Simalungun, kami masih melestarikan tradisi Toba. Sudah delapan generasi dari Op Mamontang Laut, hingga ke saya, nenek-moyang kami menghuni Sihaporas, sekitar 5 km sebelah tenggara Sipolha, atau 9 km dari Parapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung tetangga,yakni B-8 (dekat perkebunan teh Bahbutong) dan Pansur Onom, masih ada beberapa, tidka lebih dari 100 KK, penganut Parmalim. Mereka biasanya beribadat Sabtu. Kaum laki-laki mengenakan pakaian tradisional sorban putih di kepala (seperti dikenakan umat seprti Hindu Bali), ada pun perempuan mengenakan sarung, dan saat berdoa tangan posisi menyembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paramalim seperti saudara kita muslim, menganal haram dan halal. Mereka tidak mengonsumsi daging anjing, babi, hewan yang telah mati (tanpa disembelih), dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum (walau tidak dapat digeneralisasi), mereka baik-baik, sopan-santun, ramah dan beradat, tidak terlalu suka hura-hura dan apalagi mabuk-mabukan (walaupun meminum tuak).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat keadaan ini, saya teringat pula pada tradisi Raja Sisimangaraja. Mengenai Sisimangaraja (bapak saya bertutur, sesungguhnya bukan Sisingamangaraja yang terdapat kata Singa artinya, Singa yang merajai) melainkan Raja Sisimangaraja (Raja serba Merajai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Sisingamaraja diduka untuk menguatkan lobi kepada pemerintah untuk mengegolkan gelar Pahlawan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Sisimangaraja menjadi Pahlawan nasional? Jawabannya karena beliau melawan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain unsur politik dan perebutan kekuasaan, ada yang dipertahankan Sisimangaraja, yakni kepercayaan Parmalim. Parmalim berasal dari kata alim, seprti halnya alim-ulama. Beliau sendiri mengatakan tidak memiliki agama, karena agamanya di atas semua agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu yang membuat Penjajah Belanda kebakaran jenggot, sehingga terus mengejar Parmalim, karena menghambat penyebaran agama Kristen di tanah Batak. Senjata inilah yang belakangan dikembangkan sebagian kaum Islam, menyebut Sisimangaraja adalah Islam (sesungguhnya tidak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak saya pun, mendiang Jahya Ambarita, mantan prajurit TKR/TRI (legiun veteran), tidak pernah dibaptis. Beliau mantan kepala desa Sihaporas. Meski tak pernah dibaptis, beliau pelopor pembangunan jalan, sekolah termasuk tiga gereja Katolik di desa terdekat: Gereja Katolik Pansur Onom sebelum pindah dari Gereja Katolik Kebun Gadong/Ubi, dan Gereka Katolik Sihaporas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak saya, termasuk kami anak-anaknya raji ke gereja. Kami keluarga besar, 14 bersudara, 10 laki- 4 wanita. Bahkan abang-abang ada vorhangir dan sintua di gereka Katolik. Walau penetua gereja, kami tetap meneruskan tradisi leluhur, seperti kalau musim bercocok tanam mengadakan doa dan ritual agar Debata Mula Jadi Nabolon (Tuhan Maha Pencipta) memberkati benih, saat padi bunting mengadakan ritual pula agar hasil panen bagus, dan saat panen raya, mengadakan pesta sembari mengucap syukur kepada Debata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi itu masih saya ingat, ketika SD sampai SMP. Namun sepeninggal ayah, ritual itu jarang. Jika hingga tahun 1992, Sihaporas masih desa unggulan yang swasembada bahkan pengekspor produk hortikultura seprti jahe, cabai, kol, tomat, dan jagung. Kini, warga Sihaporas sudah tidak berjaya lagi, kalau tidak mau disebut menderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tentu saja tidak mengatakan serta-merta karena tidak lagi meneruskan tradisi, tapi juga karena pengaruh kapitalisme PT Inti Indorayon Utama (PT Toba Pulp Lestari) dengan Round-up-nya meracuni tanah sehingga menjadi tandus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Parmalim. Mengutip dari Parmalim.com, Parmalim adalah nama sebuah kepercayaan atau mungkin boleh dibilang agama yang terutama dianut di provinsi Sumatra Utara. Agama Parmalim adalah agama asli suku Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama ini bisa dikatakan merupakan sebuah kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang tumbuh dan berkembang di Tanah Air Indonesia sejak Dahulu Kala. "Tuhan Debata Mulajadi Nabolon" adalah pencipta Manusia, Langit, Bumi dan segala isi alam semesta yang disembah oleh "Umat Ugamo Malim" ("Parmalim").&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ayah saya, memang masih meneruskan tradisi. Tapi dia pun tidak mau disebut Parmalim, dan dia mengaku Katolik, walau tak di Baptis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah sangat arif dan bijksana, bukan saja terhadap anak-anaknya dan manusia, juag perlakuan terhadap hutan. Bahkan sebagi orang tua, mereka sering pergi ke hutan 'mangalompas" atau melepas binatang ke hutan, seperti tradisi melarung sesajen Hindu Bali. Ayah melarang anak-anak menebang pohon yang amat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fakta-fakta tadi, saya melihat, tidak ada alasan bagi pemilik agama-agama yang diakui pemerintah Indonesia untuk menyebut Parmalim jahat, sesat dan harus dibubarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun mereka terkucilkan, karena mata dan pikiran kita kagung dibutakan oleh penjajah Belanda, dan kaum kapitalis. Pengusaha misalnya, tentu sangat senang menebang kayu/pohon besar karena secara ekonomis menguntungkan. Lalu mereka memprovokasi masyarakat dengan menyebut, tidak boleh memberi sesajen kepada kayu besar, berdalih agama untuk tujuan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya penganut agama Katolik, tapi buat saya, seprti tertulis dalam Injil "Johanes 14:6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal ini, seperti diperbarui dalam Konsili Vatikan II, bukan berarti semua orang yang beragama Katolik akan masuk surga. Bukan. Orang masuk surga bukan karena agama/KTP, tetapi berdasarkan iman-ibadah, dan perbuatan-amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau mengatakan, kita boleh beragama apapun, dan mengikuti tren apa pun, tetapi jangan serta-merta lupakan budaya, apalagi menistakannya. Sekarang kita banyak latahnya. sampai-sampai membuat nama anakpun dimodernisasi, kebarat-baratan. Tidak salah sih, tapi kasihan saja, adat tradisi, yang belum tentu buruk-negatif semua, ditinggalkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip Tukul Arwana, seakan-akan Wong Deso (parhuta-huta: Toba) sesuatu yang memalukan, yang diharamkan. Padahal, 7o persen penduduk negeri ini tinggal di pedesaan. Dan kalau mereka tidka ada, orang-orang berduit di gedongan sana, dari mana mau makan nasi, sayur-mayur dan lauk-pauk??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya bukan antimodernisasi, bukan antikemajauan, bukan pula antiEropa dan Amerika, tetapi anti terhadap paham yang sok kebarat-baratan di sisi lain mengindak-injak tradisi leluhurnya. Ini yang salah. Seperti kata pepatah, "Panas Hari, Lupa Kacang Akan Kulitnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang-orang Amerika dan Barat mulai makin cinta hal-hal tradisi dan alami, kita orang Timur malah sebaliknya. Maka wajarlah bila ketahanan budaya bangsa ini sangat rentan. Dan wajar pulalah, jika lagu-lagu dan kebudayaan Indonesia banyak dijiplak negara lain. Alhasil, pusaka bangsa kita kini banyak dimuseum-museum di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah Korea, Jepang, Cina dan India, sekarang menjadi kekuatan ekonomi-teknologi Dunia, tetapi mereka tetap melstarikan nbilai-nilai tradisi. (domuara ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-7099051666997632654?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/7099051666997632654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=7099051666997632654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7099051666997632654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7099051666997632654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/parmalim.html' title='Parmalim'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-675829160811918513</id><published>2008-04-24T18:59:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T19:00:40.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Peristiwa'/><title type='text'>Depdiknas Selidiki Kebocoran Soal UN</title><content type='html'>Jakarta,&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kebocoran soal Ujian Nasional Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mata pelajaran matematika di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Saat ini tim dari Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional sedang berada di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengenai kebocoran soal UN di Batam telah ditindaklanjuti dan ditangani oleh Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional," ujar Mendiknas Bambang Sudibyo melalui pesan singkat menjawab Persda Network, Kamis 924/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksana Tugas Kepala Pusat informasi dan Humas (PIH ) Depdiknas M Muhadjir membenarkan, Mendiknas telah memerintahkan Inspektur Jenderal (Irjen) Depdiknas Muhammad Sofyan  untuk meneliti kejadian bocornya soal UN yang seharusnya bersifat sangat rahasia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Informasi kebocoran soal di Batam ini memang sudah ditangani. Saya mendengar sendiri, Pak Menteri menginstruksikan kepada Pak Sofyan untuk menangani. Dan saat ini sudah ditekel secara internal. Tinggal menunggu hasilnya, pengawasan internalnya jalan. Pak Irjen Pak M Sofyan sudah melangkah sesuai intruksi menteri," ujar Muhadjir.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan sebelumnya, soal matematika pada Ujian Nasional (UN) yang diujikan Rabu (23/4) untuk siswa SMK di Batam benar-benar bocor. Foto copy soal yang beredar luas sejak Selasa, setelah dicek bersama Dinas Pendidikan Batam dipastikan soal yang beredar sebelumnya sama persis dengan semua soal matematika, mulai nomor 1 sampai 40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Drs Muslim Bidin MM, Ketua Dewan Pendidikan Batam Hardi Hood, Kepal Satreskrim Poltabes Batam Kompol Herry Heryawan yang meninjau pelaksanaan UN, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhadjir melanjutkan, informasi kebocoran soal UN di Batam sudah sampai kepada Irjen dan Mendiknas dari personel Irjen yang saat bersamaan bertugas mengawasi UN di Batam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah akan diadakan ujian ulang karena kasus bocornya soal ini? Muhadjir menjawab, "Kita tinggal menunggu hasil penyelidikan di lapangan. Langkah apa yang akan diambil masih menunggu hasilnya. Wong soal rusak saja di Jateng misalnya, langsung ditangani serius kok. Kalau ternyata ada usuran yang berkait dengan tugas penegakan hukum biarlah polisi yang menangani, yang pasti kita tunggu hasilnya." (Persda Network/domuara ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-675829160811918513?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/675829160811918513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=675829160811918513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/675829160811918513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/675829160811918513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/depdiknas-selidiki-kebocoran-soal-un.html' title='Depdiknas Selidiki Kebocoran Soal UN'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-8828364354162249635</id><published>2008-04-24T18:57:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T18:58:45.252+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Peristiwa'/><title type='text'>UN Bocor di Batam, Soal Nomor 1-40 Sama</title><content type='html'>Rabu, 23 April 2008 | 12:59 WIB&lt;br /&gt;http://kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.04.23.12594916&amp;channel=1&amp;mn=2&amp;idx=4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan wartawan Tribun Batam Sihat &amp; Iswidodo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATAM, RABU-Soal ujian matematika Ujian Nasional (UN) untuk yang diujikan Rabu (23/4) ini untuk siswa SMK di Batam benar-benar bocor. Foto copy soal yang beredar sejak Selasa beredar luas sama persis dengan semua soal matematika yang diujikan hari ini, mulai nomor 1 sampai 40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Drs Muslim Bidin MM, Ketua Dewan Pendidikan Batam Hardi Hood, Kasatreskrim Poltabes Batam Kompol Herry Heryawan yang meninjau pelaksanaan UN pagi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya setelah kita melakukan pengecekan bersama usai UN Matematika jam 10, ternyata soalnya sama persis dengan yang kita terima kemarin," kata Muslim Biddin didampingi Kasatreskrim Poltabes Barelang Kompol Herry Heryawan, dan Ketua Dewan Pendidikan Batam Hardi Hood kepada wartawan Tribun di sela-sela memantau UN Matematika di SMK Ibnu Sina Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi kebocoran soal tersebut, Muslim mengatakan, pihaknya bersama jajaran kepolisian akan menempuh langkah-langkah, antara lain memastikan dari mana soal itu bocor dan bocornya sampai ke siapa saja, mencari pelaku pembocoran dan motivasinya membocorkan soal UN Matematika ke media dan sejumlah instansi terkait.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Atas temuan bocornya soal UN Matematika yang sama persis dengan yang diujikan hari ini, Kepala Disdik Batam belum menentukan langkah apakah akan dilakukan ujian ulang atau tidak. Pihaknya hanya akan melaporkan temuan ini ke Diknas Provinsi. "Sebab yang dinamakan bocor itu kan soal sudah diketahui sebelumnya oleh peserta UN sebelum diujikan. Nah setelah kita tanya ke peserta UN belum ada laporan adanya siswa yang menerima bocoran soal. Karena itu kita belum bisa memutuskan apakah akan diuji ulang atau tidak," ujar Muslim Bidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan wartawan Tribun di SMK Batam Bussines Scholl (BBS), soal UN Matematika yang diujikan memang sama persis ketika dicocokkan dengan soal yang bocor sebelumnya. Hal itu diakui oleh siswa, guru, Kepala Sekolah, dan juga Kapolsek Batam Kota AKP Ardiwinata yang memantau UN di sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi para siswa mengaku tidak mendapatkan bocoran soal tersebut. "Terus terang saya sedih ada kasus soal UN Matematika bocor. Jangan-jangan nanti diulang, padahal kita nggak tahu kalau soal bocor. Tadi saya hanya bisa menjawab benar 19 soal dari 40 soal yang diujikan," ujar seorang siswi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi bocornya soal tersebut, Kapolsek Batam Kota menegaskan pihaknya akan melidik kasus tersebut mengapa sampai bocor dan siapa yang membocorkan. "Menurut saya tidak mungkin soal bocor di Polsek, karena ada tiga kunci berbeda yang dipegang oleh saya, anak buah saya, dan petugas dari Dinas Pendidikan," katanya.(Tribun Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-8828364354162249635?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/8828364354162249635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=8828364354162249635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8828364354162249635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8828364354162249635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/un-bocor-di-batam-soal-nomor-1-40-sama.html' title='UN Bocor di Batam, Soal Nomor 1-40 Sama'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-1409970824740560576</id><published>2008-04-18T14:46:00.000+07:00</published><updated>2008-04-18T14:48:48.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'>Mempelajari Kematian</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAMIS&lt;/span&gt; (17/4/2008). Udara Jakarta amat gerah, pegap padahal matahari tidak begitu terik. Bukan juga hujan. Sinar matahari agak temeram bukan karena menjelang senja, atau mendung, melainkan ditutupi kabut. Tidak ada pembakaran hutan, kalau pun Hotel Grand Indonesia terbakar, itu sore harinya, dan rasanya tidak cukup untuk menutupi angkasa Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut ini, barangkali, lebih berbahaya dari kabut Sumatera atau Kalimanan yang dihasilkan pembakaran lahan, sebab kabut Jakarta kemungkinan polutan carbon dioksida kelas tinggi yang dimuntahkan dari cerobong pabrik atau kenalpot kendaraan bermotor. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SAhSOMx8AII/AAAAAAAAAQ4/Z1RdwC-d5MQ/s1600-h/pertolongan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SAhSOMx8AII/AAAAAAAAAQ4/Z1RdwC-d5MQ/s320/pertolongan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190488974446821506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari tepat di atas kepala, sengatan siarnya tidak sedemikian menyengat tubuh.  Butuh waktu sekitar satu jam mengendarai sepeda motor dari Palmerah Selatan, putar arah Pejompongan, Pondok Indah, dan RS Fatmawati, sinar matahari rad temeram. Kalaupun perasaan pengat dan gerah, bukan karena sengatan matahari.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Belum ada satu jam sata tiba di kantor, datang kabar dari istri, kalau mertua perempuan saya msuk UGD Fatmawati. "Hah, ada apa? Kenapa," tanyaku. "Tensi mama naik, kayaknya kambuh seperti kejadian dulu," jawa istriku dengan nada yang sangat terasa gemetar, lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam tahun lalu, tepatnya 23 Februri, yang bertepatan dengan hari penyembelihan hewan kurban bagi umat Islam, di luar dugaan, yang bersangkutan mengalami tekanan darah sangat tinggi: 230/180. Pemicunya diduga, kelelahan dan kurang tidur karena mengikuti prosesi penyemayaman hingga pemakaam saudara yang meninggal. Ketika itu, saya dan masih pacaran dengan perempuan yang sekarang memberiku dua putri. Saya sedang tugas di Koran Metro Bandung sedangkan calon masih kuliah di Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan hipertensi saat itu membuat calon mertua, sempat kehilangan kendali. Sekarat. Berbicara tidak bisa, bahkan mengenali suami dan anak-anak pun tak mampu. Sektiar tiga minggu dirawat di ICU RS Fatmawati. Banyak yang berkomentar, kecil kemungkinan, pasien dapat sembuh karena pembuluh darah telanjur pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Tuhan berkendak baik. Terjadi mukjizat. Setelah berobat dalam penanganan Dokter Bambang, ibu mertua dapat pulih dan sembuh. Pasien boleh kembali ke rumah namun dengan perawatan ekstra hati-hati: tidka boleh mengonsumsi makanan yang menggunakan bumbu penyedap rasa, garam berlebihan, dan makanan berlemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Enam tahun. Ya, selama itu, mertua tidak pernah mengalami serangan kembali, atau penyakitnya kambuh. Obat-obatan dari dokter  pun hanya beberapa bulan pertama. yang dilakukan mertua adalah mengonsumsi mengkudu atau pace, rutin. Semua rata-rata tiga seloki dua kali sehari, pagi dan sore, secara perlahan diturunkan hanya satu seloki, dan kemudian sekali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar manusia, diberi kesempatan malah diabaikan. Seminggu ke belakang, mertua coba menanggalkan meneguk mengkudu, obat-obatan alami. "Coba dulu ah, kayaknya sudha sembuh," begitu kata mertua laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karuan saja, Kamis itu, mertua pusing-pusing dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dan harus dirawat inap, bahkan agak sedikit parah, karena diagnosa awal diketahui telah terjadi komplikasi dengan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bed UGD penuh. Beberapa pasien bahkan sudha menunggu dua hari di sana, belum dapat masuk kamar perawatan dengan alasan kamar-kamar rawat inap penuh dihuni pasien. Ibu mertua pu, hingga Jumat masih di UGB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat membezoek mertua yang terbaring di UGD Fatmawati, pandangan saya dan pasien beserta keluarganya yang berjaga di UGD tertuju pada satu bed. Di sudut sana, paramedis dan dokter terlihat sangat sibuk. Ada yang menyeret selang oksigen dengan terburu-buru, ada yang menggeser perangkat obat-obatan, pemacu jantung, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesosok bayi tergolek lemas. Seorang petugas melekatkan alat kejut jantung dadanya, seorang lainnya menjulurkan selan ke dalam tenggorokan untuk menyedot cairan, dan yang lain memasukkan alat bantu pernapasan ke hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, seorang wanita dokter membawa alat pencetak (printer) detak jantung. kalau bisa kita melihat grafik naik turun,  kali ini saya menyaksikan garis nyaris linier, mendatar. Sang dokter lalu meraba nadi, kemudian mendekatkan telinga ke lubang hidung, dia menggeleng lalu membisikkan sesuatu. Seorang dokter lainnya memanggil ibu si bayi itu, dan langsung menangis histeris. "Anak kuu, bangun nak...." katanya sambil menciumum anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu yang bertubuh kecil lalu menghampiri suami yang tampak tegar, tanpa tangis dan tidak pula mendekati jasad anaknya. "Pa, gimana ini. Anak kit ameninggal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saat itu saya baru saja melihat secara langsung satu dari tiga hal didunia yang di luar kehendak manuasia: yakni kematian. Mata kepala ini menyaksikan proses dan saat-saat akhir, seorang anak manusia mengembuskan napasnya. Yang saya tak bia lihat adalah, bagaimana roh bocah itu menghadap Sang Khalik, Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi itu meninggal setelah beberapa kali dalam tiga hari terakhir mengalami Kejang Demam atau stip. Tampaknya pihak orangtua terlambat memberi pertolongan, bantaun pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menangis. Bukan saja karena menyaksikan kematian, tapi jugaterharu sambil mendekap dada, karena putri pertama kami, sempat mengalami Kejang Demam, sekatu umum 1 hingga dua tahun. Hingga April ini, dia turin mengonsumsi obat Dephaken, setiap puku 08.00 dan 20.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun teringat nasihat spiritual yang menyebut, kematian dan maut bak pencuri, datang tanpa mengetuk pintu. Tiba-tiba ajal tanpa didahului aba-aba Siap Grak, atau tidak ada pemberitahuan. Jadi, belajarlah melihat kematian, maka kita akan tahun, dunia ini jangan dicinati secara berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta, jabatan, perempuan untuk laki-laki, laki-laki untu premepuan, boleh saja dimiliki dan dikejar dengan susah payah. Tapi jangan berlebihan, dan menistakan prosedur alamiah, apalgi sampai meniadakan atau membinasakan yang lain. Sebab itu semua tak ada guna, bila ajal menghampiri. Daging dan napas pasti diambil (mati), tetapi apakah roh akan kembali dan layak berada di sisi Tuhan, itu yang belum pasti. Banyak faktor pendukung dan penghambat, itulah yang harusnaya kita cermati, belajar atau mempelajari kematian.... (Domuara Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-1409970824740560576?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/1409970824740560576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=1409970824740560576' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1409970824740560576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1409970824740560576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/mempelajari-kematian.html' title='Mempelajari Kematian'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_qCt1PvYn5Vw/SAhSOMx8AII/AAAAAAAAAQ4/Z1RdwC-d5MQ/s72-c/pertolongan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-1135724806361199796</id><published>2008-04-16T18:39:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T18:41:52.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ILOVETRADISI'/><title type='text'>Siapakah Orang Batak Itu?</title><content type='html'>Siapakah Orang Batak Itu?&lt;br /&gt;http://www.suarapembaruan.com/News/2005/01/29/index.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang orang Batak bersaudara dengan orang Filipina dan Thailand. Ada pula yang mengatakan bahwa orang Batak berasal dari India. Atau, orang Batak hampir sama dengan orang Toraja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak versi yang mengira-ngira, siapa dan dari mana orang Batak itu berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi sejarah mengatakan, si Raja Batak dan rombongannya datang dari Thailand, terus ke Semenanjung Malaysia, lalu menyeberang ke Sumatera dan menghuni Sianjur Mula Mula, lebih kurang 8 km arah Barat Kota Pangururan, ibu kota Kabupaten Toba Samosir, di pinggiran Danau Toba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi lain mengatakan, orang Batak datang dari India melalui Barus atau dari Alas Gayo, berkelana ke Selatan hingga bermukim di pinggir Danau Toba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan, si Raja Batak hidup sekitar tahun 1200 (awal abad ke-13). Raja Sisingamangaraja XII salah satu keturunan si Raja Batak yang merupakan generasi ke-19 (wafat 1907), maka anaknya bernama si Raja Buntal adalah generasi ke-20. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu bertulis (prasasti) di Portibi bertahun 1208 yang dibaca Prof Nilakantisasri (Guru Besar Purbakala dari Madras, India) menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan Cola dari India menyerang Sriwijaya yang menyebabkan bermukimnya 1.500 orang Tamil di Barus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1275, Mojopahit menyerang Sriwijaya, hingga menguasai daerah Pane, Haru, Padang Lawas. Sekitar tahun 1400, kerajaan Nakur berkuasa di sebelah timur Danau Toba, Tanah Karo dan sebagian Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan tahun dan kejadian di atas, diperkirakan si Raja Batak adalah seorang aktivis kerajaan dari Timur Danau Toba (Simalungun sekarang), dari selatan Danau Toba (Portibi), atau dari barat Danau Toba (Barus), yang  mengungsi ke pedalaman akibat terjadi konflik dengan orang-orang Tamil di Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat serangan Mojopahit ke Sriwijaya, si Raja Batak yang ketika itu pejabat Sriwijaya, ditempatkan di Portibi, Padang Lawas, dan sebelah timur Danau Toba (Simalungun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan Raja kepada si Raja Batak diberikan oleh keturunannya karena penghormatan, bukan karena rakyat menghamba kepadanya. Demikian halnya keturunan si Raja Batak, seperti Si Raja Lontung, Si Raja Borbor, Si Raja Oloan dan sebagainya, meskipun tidak memiliki wilayah kerajaan dan rakyat yang diperintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya menurut buku Leluhur marga-marga Batak, dalam silsilah dan legenda, yang ditulis Drs Richard Sinaga, Tarombo Borbor Marsada anak si Raja Batak ada tiga orang, yaitu Guru Teteabulan, Raja Isombaon, dan Toga Laut. Dari ketiga orang inilah dipercaya terbentuknya marga-marga Batak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara masyarakat Batak, ada yang mungkin setuju bahwa asal-usul orang Batak dari negeri yang berbeda, tentu masih sangat masuk akal. Siapa yang bisa menyangkal bahwa Si Raja Batak yang pada suatu ketika antara tahun 950-1250 Masehi muncul di Pusuk Buhit, adalah asli leluhur Orang Batak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman dulu, orang Batak memang perantau ulung. Di Sumatera Utara saja banyak orang Batak yang bermukim di daerah Asahan, Labuhan Batu. Mereka sejak lama telah menghapus marganya kemungkinan karena kebiasaan mereka setelah memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, di daerah Langkat ditemukan penduduk bermarga seperti Gerning, Lambosa, Ujung Pinayungan, Berastempu, Sibayang, Kinayam, Merangin angin, dan lain-lain yang konon merupakan kelompok marga Malau (WM Hutagalung, Pustaha Batak, Tulus Jaya, hal 58). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon menurut cerita, istri Raja Langkat berasal dari kelompok Marga tersebut. Batak apa pula mereka kita namakan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, banyak literatur tersimpan di Negeri Belanda sana yang belum mengungkap bagaimana sesungguhnya pluralisme di Tanah Batak. Namun, dengan kacamata nasional, kita melihat bahwa Indonesia sangat kaya dengan adat dan budaya daerah, salah satunya adalah adat dan budaya Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi Dalihan Natolu &lt;br /&gt;Sistem kekerabatan orang Batak menempatkan posisi seseorang secara pasti sejak dilahirkan hingga meninggal, yakni dalam tiga posisi yang disebut Dalihan Natolu (Bahasa Batak Toba). Di Simalungun disebut Tolu Sahundulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalihan dapat diterjemahkan sebagai tungku dan hundulan (tempat duduk) sebagai "posisi duduk". Keduanya mengandung arti yang sama, yakni tiga posisi penting dalam kekerabatan orang Batak, yaitu pertama, hula-hula atau Tondong, yaitu kelompok orang-orang yang posisinya "di atas", yaitu keluarga marga pihak istri sehingga disebut Somba-somba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Somba marhula-hula" berarti harus hormat kepada keluarga pihak istri agar memperoleh keselamatan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Dongan Tubu atau Sanina, yaitu kelompok orang yang posisinya "sejajar", yaitu teman/saudara semarga. Manat mardongan tubu artinya menjaga persaudaraan agar terhindar dari perseteruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Boru yaitu kelompok orang yang posisinya "di bawah", yaitu saudara perempuan kita dan pihak marga suaminya, keluarga perempuan pihak ayah. Dalam kehidupan sehari hari kita harus elek marboru, artinya agar selalu saling mengasihi supaya mendapat berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalihan Natolu bukanlah kasta karena setiap orang Batak memiliki ketiga posisi tersebut. Ada saatnya menjadi hula-hula/tondong, ada saatnya menempati posisi dongan tubu/sanina dan ada saatnya menjadi boru. Dengan Dalihan Natolu, adat Batak tidak memandang posisi seseorang berdasarkan pangkat, harta, atau status. (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-1135724806361199796?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/1135724806361199796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=1135724806361199796' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1135724806361199796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1135724806361199796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/siapakah-orang-batak-itu.html' title='Siapakah Orang Batak Itu?'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-311419447281402840</id><published>2008-04-16T18:36:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T18:38:57.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ILOVETRADISI'/><title type='text'>SILSILAH ATAU TAROMBO BATAK</title><content type='html'>SILSILAH ATAU TAROMBO BATAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Sebagain isi tarombo ini saya kutip dari internet, dan sebagian lagi saya padankan dengan buku tarombo Ambarita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu:&lt;br /&gt;1. Guru Tatea Bulan&lt;br /&gt;2. Raja Isombaon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GURU TATEA BULAN&lt;br /&gt;Dari istrinya yang bernama Si Boru Baso Bburning, Guru Tatea Bulan memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Putra (sesuai urutan):&lt;br /&gt;1. Raja Uti  (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng), tanpa keturunan&lt;br /&gt;2. Tuan Sariburaja (keturunannya Pasaribu)&lt;br /&gt;3. Limbong Mulana (keturunannya Limbong).&lt;br /&gt;4. Sagala Raja (keturunannya Sagala)&lt;br /&gt;5. Silau Raja (keturunannnya Malau, Manik, Ambarita dan Gurning)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*Putri:&lt;br /&gt;1. Si Boru Pareme (kawin dengan Tuan Sariburaja, ibotona)&lt;br /&gt;2. Si Boru Anting Sabungan, kawin dengan Tuan Sorimangaraja, putra Raja Isombaon&lt;br /&gt;3. Si Boru Biding Laut, (Diyakini sebagai Nyi Roro Kidul)&lt;br /&gt;4. Si Boru Nan Tinjo (tidak kawin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatea Bulan artinya "Tertayang Bbulan" = "Tertatang Bulan". Raja Isombaon (Raja Isumbaon)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Raja Isombaon artinya raja yang disembah. Isombaon kata dasarnya somba (sembah). Semua keturunan Si Raja Bbatak dapat dibagi atas 2 golongan besar:&lt;br /&gt;1. Golongan Ttatea Bulan = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga golongan Hula-hula = Marga Lontung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Golongan Isombaon = Golongan Matahari = Golongan Laki-laki. Disebut juga Golongan Boru = Marga Sumba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua golongan tersebut dilambangkan dalam bendera Batak (bendera Si Singamangaraja, para orangtua menyebut Sisimangaraja, artinya maha raja), dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan dalam bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan Si Raja Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJABARAN&lt;br /&gt;* RAJA UTI &lt;br /&gt;Raja Uti  (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng). Raja Uti terkenal sakti dan serba bisa. Satu kesempatan berada berbaur dengan laki-laki, pada kesempatan lain membaur dengan peremuan, orang tua atau anak-anak. Beliau memiliki ilmu yang cukup tinggi, namun secara fisik tidak sempurna. Karena itu, dalam memimpin Tanah Batak, secara kemanusiaan Beliau memandatkan atau bersepakat dengan ponakannya/Bere Sisimangaraja, namun dalam kekuatan spiritual etap berpusat pada Raja Uti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* SARIBURAJA&lt;br /&gt;Sariburaja adalah nama putra kedua dari Guru Tatea Bulan. Dia dan adik kandungnya perempuan yang bernama Si Boru Pareme dilahirkan marporhas (anak kembar berlainan jenis, satu peremuan satunya lagi laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula Sariburaja kawin dengan Nai Margiring Laut, yang melahirkan putra bernama Raja Iborboron (Borbor). Tetapi kemudian Saribu Raja mengawini adiknya, Si Boru Pareme, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perbuatan melanggar adat itu diketahui oleh saudara-saudaranya, yaitu Limbong Mulana, Sagala Rraja, dan Silau Raja, maka ketiga saudara tersebut sepakat untuk mengusir Sariburaja. Akibatnya Sariburaja mengembara ke hutan Sabulan meninggalkan Si Boru Pareme yang sedang dalam keadaan hamil. Ketika Si Boru Pareme hendak bersalin, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara, tetapi di hutan tersebut Sariburaja kebetulan bertemu dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sariburaja datang bersama seekor harimau betina yang sebelumnya telah dipeliharanya menjadi "istrinya" di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan Si Boru Pareme di dalam hutan. Si Boru Pareme melahirkan seorang putra yang diberi nama Si Raja Lontung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari istrinya sang harimau, Sariburaja memperoleh seorang putra yang diberi nama Si raja babiat. Di kemudian hari Si raja babiat mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga Bayoangin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya, Sariburaja berkelana ke daeerah Angkola dan seterusnya ke Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SI RAJA LONTUNG&lt;br /&gt;Putra pertama dari Tuan Sariburaja. Mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu:&lt;br /&gt;* Putra:&lt;br /&gt;1.. Tuan Situmorang, keturunannya bermarga Situmorang.&lt;br /&gt;2. Sinaga raja, keturunannya bermarga Sinaga.&lt;br /&gt;3. Pandiangan, keturunannya bermarga Pandiangan.&lt;br /&gt;4. Toga nainggolan, keturunannya bermarga Nainggolan.&lt;br /&gt;5. Simatupang, keturunannya bermarga Simatupang.&lt;br /&gt;6. Aritonang, keturunannya bermarga Aritonang.&lt;br /&gt;7. Siregar, keturunannya bermarga Siregar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Putri :&lt;br /&gt;1. Si Boru Anakpandan, kawin dengan Toga Sihombing.&lt;br /&gt;2. Si Boru Panggabean, kawin dengan Toga Simamora.&lt;br /&gt;Karena semua putra dan putri dari Si Raja Lontung berjumlah 9 orang, maka mereka sering dijuluki dengan nama Lontung Si Sia Marina, Pasia Boruna Sihombing Simamora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Sia Marina = Sembilan Satu Ibu.&lt;br /&gt;Dari keturunan Situmorang, lahir marga-marga cabang Lumban Pande, Lumban Nahor, Suhutnihuta, Siringoringo, Sitohang, Rumapea, Padang, Solin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINAGA&lt;br /&gt;Dari Sinaga lahir marga-marga cabang Simanjorang, Simandalahi, Barutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANDIANGAN&lt;br /&gt;Lahir marga-marga cabang Samosir, Pakpahan, Gultom, Sidari, Sitinjak, Harianja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAINGGOLAN&lt;br /&gt;Lahir marga-marga cabang Rumahombar, Parhusip, Lumban Tungkup, Lumban Siantar, Hutabalian, Lumban Raja, Pusuk, Buaton, Nahulae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIMATUPANG&lt;br /&gt;Lahir marga-marga cabang Togatorop (Sitogatorop), Sianturi, Siburian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARITONANG &lt;br /&gt;Lahir marga-marga cabang Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIREGAR&lt;br /&gt;Llahir marga-marga cabang Silo, Dongaran, Silali, Siagian, Ritonga, Sormin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * SI RAJA BORBOR&lt;br /&gt;Putra kedua dari Tuan Sariburaja, dilahirkan oleh Nai Margiring Laut. Semua keturunannya disebut Marga Borbor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cucu Raja Borbor yang bernama Datu Taladibabana (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Datu Dalu (Sahangmaima).&lt;br /&gt;2. Sipahutar, keturunannya bermarga Sipahutar.&lt;br /&gt;3. Harahap, keturunannya bermarga Harahap.&lt;br /&gt;4. Tanjung, keturunannya bermarga Tanjung.&lt;br /&gt;5. Datu Pulungan, keturunannya bermarga Pulungan.&lt;br /&gt;6. Simargolang, keturunannya bermarga Imargolang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Datu Dalu melahirkan marga-marga berikut :&lt;br /&gt;1. Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat.&lt;br /&gt;2. Tinendang, Tangkar.&lt;br /&gt;3. Matondang.&lt;br /&gt;4. Saruksuk.&lt;br /&gt;5. Tarihoran.&lt;br /&gt;6. Parapat.&lt;br /&gt;7. Rangkuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Datu Pulungan melahirkan marga-marga Lubis dan Hutasuhut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbong Mulana dan marga-marga keturunannya&lt;br /&gt;Limbong Mulana adalah putra ketiga dari Guru Tatea Bulan. Keturunannya bermarga Limbong yang mempunyai dua orang putra, yaitu Palu Onggang, dan Langgat Limbong. Putra dari Langgat Limbong ada tiga orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga Sihole, dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga Habeahan. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu Limbong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAGALA RAJA&lt;br /&gt;Putra keempat dari Guru Tatea Bulan. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga Sagala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SILAU RAJA&lt;br /&gt;Silau Raja adalah putra kelima dari Guru Tatea Bulan yang mempunyai empat orang putra, yaitu:&lt;br /&gt;1. Malau &lt;br /&gt;2. Manik&lt;br /&gt;3. Ambarita&lt;br /&gt;4. Gurning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus sejarah atau tarombo Ambarita Raja atau Ambarita, memiliki dua putra: &lt;br /&gt;I. Ambarita Lumban Pea&lt;br /&gt;II. Ambarita Lumban Pining&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumban Pea memiliki dua anak laki-laki &lt;br /&gt; 1. Ompu Mangomborlan &lt;br /&gt; 2. Ompu Bona Nihuta&lt;br /&gt; Berhubung Ompu Mangomborlan tidak memiliki anak/keturunan laki-laki, maka Ambarita paling sulung hingga kini adalah turunan Ompu Bona Nihuta, yang memiliki anak laki-laki tunggal  yakni Op Suhut Ni Huta. Op Suhut Nihuta juga memiliki anak laki-laki tunggal Op Tondolnihuta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Op Tondol Nihuta ada empat laki-laki:&lt;br /&gt;1. Op Martua Boni Raja (atau Op Mamontang Laut)&lt;br /&gt;2. Op Raja Marihot&lt;br /&gt;3. Op Marhajang&lt;br /&gt;4. Op Rajani Umbul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya di bawah ini hanya dapat meneruskan tarombo dari Op Mamontang Laut (karena keterbatasan data. Op Mamontang Laut menyeberang dari Ambarita di Kabupaten Toba Samosir saat ini ke Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Hingga tahun 2008 ini, keturunan Op Mamontang laut sudah generasi kedelapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Op Mamontang Laut semula menikahi Boru Sinaga, dari Parapat. Setelah sekian tahun berumah tangga, mereka tidka dikaruniai keturunan, lalu kemudian menikah lagi pada boru Sitio dari Simanindo, Samosir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkawinan kedua, lahir tiga anak laki-laki&lt;br /&gt;1. Op Sohailoan menikahi Boru Sinaga bermukim di Sihaporas Aek Batu&lt;br /&gt;Keturunan Op Sohailoan saat ini antara lain Op Josep (Pak Beluana di Palembang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Op Jaipul menikahi Boru Sinaga bermukin di Sihaporas Bolon&lt;br /&gt;Keturunan antara lain J ambarita Bekasi, dan saya sendiri (www.domu-ambarita.blogspot.com atau domuambarita@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Op Sugara atau Op Ni Ujung Barita menikahi Boru Sirait bermukim di Motung, Kabupaten Toba Samosir.&lt;br /&gt;Keturunan Op Sugara antara lain penyanyi Iran Ambarita dan Godman Ambarita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUAN SORIMANGARAJA&lt;br /&gt;Tuan Sorimangaraja adalah putra pertama dari Raja Isombaon. Dari ketiga putra Raja Isombaon, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :&lt;br /&gt;1. Si Boru Anting Malela (Nai Rasaon), putri dari Guru Tatea Bulan.&lt;br /&gt;2. Si Boru Biding Laut (nai ambaton), juga putri dari Guru Tatea Bulan.&lt;br /&gt;c. Si Boru Sanggul Baomasan (nai suanon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Boru Anting Malela melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Djulu (Ompu Raja Nabolon), gelar Nai Ambaton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Boru Biding Laut melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Jae (Raja Mangarerak), gelar Nai Rasaon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Boru Sanggul Haomasan melahirkan putra yang bernama Tuan Sorbadibanua, gelar Nai Suanon.&lt;br /&gt;Nai Ambaton (Tuan Sorba Djulu/Ompu Raja Nabolon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama (gelar) putra sulung Tuan Sorimangaraja lahir dari istri pertamanya yang bernama Nai Ambaton. Nama sebenarnya adalah Ompu Raja Nabolon, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga Nai Ambaton menurut nama ibu leluhurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nai Ambaton mempunyai empat orang putra, yaitu:&lt;br /&gt;1. Simbolon Tua, keturunannya bermarga Simbolon.&lt;br /&gt;2. Tamba Ttua, keturunannya bermarga Tamba.&lt;br /&gt;3. Saragi Tua, keturunannya bermarga Saragi.&lt;br /&gt;4. Munte Tua, keturunannya bermarga Munte (Munte, Nai Munte, atau Dalimunte).&lt;br /&gt;Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W. Hutagalung):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIMBOLON&lt;br /&gt;Lahir marga-marga Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Nahampun, Pinayungan. Juga marga-marga Berampu dan Pasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMBA &lt;br /&gt;Lahir marga-marga Siallagan, Tomok, Sidabutar, Sijabat, Gusar, Siadari, Sidabolak, Rumahorbo, Napitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARAGI&lt;br /&gt;Lahir marga-marga Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUNTE &lt;br /&gt;Lahir marga-marga Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan lain mengatakan bahwa Nai Ambaton mempunyai dua orang putra, yaitu Simbolon Tua dan Sigalingging. Simbolon Tua mempunyai lima orang putra, yaitu Simbolon, Tamba, Saragi, Munte, dan Nahampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun keturunan Nai Ambaton sudah terdiri dari berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antarsesama marga keturunan Nai Ambaton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan mengenai Ompu Bada, menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W Hutagalung, Ompu Bada tersebut adalah keturunan Nai Ambaton pada sundut kesepuluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut keterangan dari salah seorang keturunan Ompu Bada (mpu bada) bermarga gajah, asal-usul dan silsilah mereka adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Ompu Bada ialah asal-usul dari marga-marga Tendang, Bunurea, Manik, Beringin, Gajah, dan Barasa.&lt;br /&gt;2. Keenam marga tersebut dinamai Sienemkodin (enem = enam, kodin = periuk) dan nama tanah asal keturunan Empu Bada, pun dinamai Sienemkodin.&lt;br /&gt;3. Ompu Bada bukan keturunan Nai Ambaton, juga bukan keturunan si raja batak dari Pusuk Buhit.&lt;br /&gt;4. Lama sebelum Si Raja Batak bermukim di Pusuk Buhit, Ompu Bada telah ada di tanah dairi. Keturunan Ompu bada merupakan ahli-ahli yang terampil (pawang) untuk mengambil serta mengumpulkan kapur barus yang diekspor ke luar negeri selama berabad-abad.&lt;br /&gt;5. Keturunan Ompu Bada menganut sistem kekerabatan Dalihan Natolu seperti yang dianut oleh saudara-saudaranya dari Pusuk Buhit yang datang ke tanah dairi dan tapanuli bagian barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAI RASAON (RAJA MANGARERAK) &lt;br /&gt;Nama (gelar) putra kedua dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri kedua tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Rasaon. Nama sebenarnya ialah Raja Mangarerak, tetapi hingga sekarang semua keturunan Raja Mangarerak lebih sering dinamai orang Nai Rasaon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Mangarerak mempunyai dua orang putra, yaitu Raja Mardopang dan Raja Mangatur. Ada empat marga pokok dari keturunan Raja Mangarerak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Mardopang&lt;br /&gt;Menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga Sitorus, Sirait, dan Butar-butar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Mangatur&lt;br /&gt;Menurut nama putranya, Toga Manurung, lahir marga Manurung. Marga pane adalah marga cabang dari sitorus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAI SUANON (tuan sorbadibanua) &lt;br /&gt;Nama (gelar) putra ketiga dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri ketiga Tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Suanon. Nama sebenarnya ialah Tuan Sorbadibanua, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai Ttuan Sorbadibanua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan Sorbadibanua, mempunyai dua orang istri dan memperoleh 8 orang putra.&lt;br /&gt;Dari istri pertama (putri Sariburaja):&lt;br /&gt;1. Si Bagot Ni Pohan, keturunannya bermarga Pohan.&lt;br /&gt;2. Si Paet Tua.&lt;br /&gt;3. Si Lahi Sabungan, keturunannya bermarga Silalahi.&lt;br /&gt;4. Si Raja Oloan.&lt;br /&gt;5. Si Raja Huta Lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari istri kedua (Boru Sibasopaet, putri Mojopahit) :&lt;br /&gt;a. Si Raja Sumba.&lt;br /&gt;b. Si Raja Sobu.&lt;br /&gt;c. Toga Naipospos, keturunannya bermarga Naipospos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Tuan Sorbadibanua bermukim di Lobu Parserahan - Balige. Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, Tuan Sorbadibanua menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata Si Raja huta lima terkena oleh lembing Si Raja Sobu. Hal tersebut mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh Tuan Sorbadibanua. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang tiga orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki Gunung Dolok Tolong sebelah barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunana Tuan Sorbadibanua berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini.&lt;br /&gt;Keturunan Si Bagot ni pohan melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;br /&gt;1. Tampubolon, Barimbing, Silaen.&lt;br /&gt;2. Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol, Nasution.&lt;br /&gt;3. Panjaitan, Siagian, Silitonga, Sianipar, Pardosi.&lt;br /&gt;4. Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Si Paet Tua melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;br /&gt;1. Hutahaean, Hutajulu, Aruan.&lt;br /&gt;2. Sibarani, Sibuea, Sarumpaet.&lt;br /&gt;3. Pangaribuan, Hutapea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan si lahi sabungan melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;br /&gt;1. Sihaloho.&lt;br /&gt;2. Situngkir, Sipangkar, Sipayung.&lt;br /&gt;3. Sirumasondi, Rumasingap, Depari.&lt;br /&gt;4. Sidabutar.&lt;br /&gt;5. Sidabariba, Solia.&lt;br /&gt;6. Sidebang, Boliala.&lt;br /&gt;7. Pintubatu, Sigiro.&lt;br /&gt;8. Tambun (Tambunan), Doloksaribu, Sinurat, Naiborhu, Nadapdap, Pagaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea, Lumban Gaol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Si Raja Oloan melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;br /&gt;1. Naibaho, Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa.&lt;br /&gt;2. Sihotang, Hasugian, Mataniari, Lingga.&lt;br /&gt;3. Bangkara.&lt;br /&gt;4. Sinambela, Dairi.&lt;br /&gt;5. Sihite, Sileang.&lt;br /&gt;6. Simanullang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Si Raja Huta Lima melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;br /&gt;1. Maha.&lt;br /&gt;2. Sambo.&lt;br /&gt;3. Pardosi, Sembiring Meliala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Si Raja Sumba melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;br /&gt;1. Simamora, Rambe, Purba, Manalu, Debataraja, Girsang, Tambak, Siboro.&lt;br /&gt;2. Sihombing, Silaban, Lumban Toruan, Nababan, Hutasoit, Sitindaon, Binjori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Si Raja Sobu melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;br /&gt;1. Sitompul.&lt;br /&gt;2. Hasibuan, Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan, Simorangkir, Hutapea, Lumban Tobing, Mismis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Toga Naipospos melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;br /&gt;1. Marbun, Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol, Meha, Mungkur, Saraan.&lt;br /&gt;2. Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Marbun marpadan dohot Sihotang, Banjar Nahor tu Manalu, Lumban Batu tu Purba, jala Lumban Gaol tu Debata Raja. Asing sian i, Toga Marbun dohot si Toga Sipaholon marpadan do tong) ima pomparan ni Naipospos, Marbun dohot Sipaholon. Termasuk do marga meha ima anak ni Ompu Toga sian Lumban Gaol Sianggasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DONGAN SAPADAN (TEMAN SEIKRAR, TEMAN SEJANJI)&lt;br /&gt;Dalam masyarakat Batak, sering terjadi ikrar antara suatu marga dengan marga lainnya. Ikrar tersebut pada mulanya terjadi antara satu keluarga dengan keluarga lainnya atau antara sekelompok keluarga dengan sekelompok keluarga lainnya yang marganya berbeda. Mereka berikrar akan memegang teguh janji tersebut serta memesankan kepada keturunan masing-masing untuk tetap diingat, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan setia. Walaupun berlainan marga, tetapi dalam setiap marga pada umumnya ditetapkan ikatan, agar kedua belah pihak yang berikrar itu saling menganggap sebagai dongan sabutuha (teman semarga). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya adalah bahwa setiap pihak yang berikrar wajib menganggap putra dan putri dari teman ikrarnya sebagai putra dan putrinya sendiri. Kadang-kadang ikatan kekeluargaan karena ikrar atau padan lebih erat daripada ikatan kekeluargaan karena marga. Karena ada perumpamaan Batak mengatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Togu urat ni bulu, toguan urat ni padang;&lt;br /&gt;Togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teguh akar bambu, lebih teguh akar rumput (berakar tunggang);&lt;br /&gt;Teguh ikatan hukum, lebih teguh ikatan janji"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing ikrar tersebut mempunyai riwayat tersendiri. Marga-marga yang mengikat ikrar antara lain adalah:&lt;br /&gt;1. Marbun dengan Sihotang&lt;br /&gt;2. Panjaitan dengan Manullang&lt;br /&gt;3. Tampubolon dengan Sitompul.&lt;br /&gt;4. Sitorus dengan Hutajulu - Hutahaean - Aruan.&lt;br /&gt;5. Nahampun dengan Situmorang.&lt;br /&gt;(Disadur dari buku "Kamus Budaya Batak Toba" karangan M.A. Marbun dan I.M.T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-311419447281402840?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/311419447281402840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=311419447281402840' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/311419447281402840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/311419447281402840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/silsilah-atau-tarombo-batak.html' title='SILSILAH ATAU TAROMBO BATAK'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-7039002082718015968</id><published>2008-04-16T18:02:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T18:35:59.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ILOVETRADISI'/><title type='text'>Gelar "Raja Batak" Diprotes</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEJUMLAH &lt;/span&gt;tokoh masyarakat Batak dari berbagai rumpun etnis sub-Batak di Sumut turut mengecam danmempertanyakan gelar `Raja Batak' terhadap Syamsul Arifin SE (Bupati Langkat yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat calon Gubsu periode mendatang), sehingga arus protes dari masyarakat, khususnya warga Batak di daerah ini, terus mengalir dan semakin mencuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh masyarakat Batak Angkola Sipirok (Tapanuli Selatan), Dharma Indra Siregar Gelar Baginda Raja Gorga Pinayungan Sipirok Bagas Godang, tokoh masyarakat Batak di Dairi Drs Sabam Isodourus Sihotang MM, tokoh masyarakat Batak Tapanuli di Jakarta Ir Halomoan L.Tobing, dan tokoh masyarakat Batak Toba di Samosir Maranti L. Tobing, secara terpisah menyatakan penganugerahan gelar `Raja Batak' terhadap seseorang warga Batak harus menempuh sejumlah prosedur resmi yang bernilai sakral yang selama ini masih berlaku di tengah-tengah masyarakat adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Predikat dan gelar `Raja Batak' itu sakral, tak terbeli oleh siapapun dan dengan cara apapun. Tak bisa asal comot atau asal tabal begitu saja melalui suatu acara seremonial, apalagi yang bersifat insidental bermisi politis. Banyak prosedur formal di lingkungan adat yang harus ditempuh. Sedangkan untuk penganugerahan gelar `Raja Adat' saja sulit, apalagi untuk predikat `Raja Batak' yang identik dengan istilah `pemimpin bangsa' atau `kepala suku'," ungkap Dharma Indra Siregar kepada pers di Medan, Kamis (25/5) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan hal itu di sela-sela acara seminar ekonomi yang dibawakan pakar dan `begawan' ekonomi nasional Dr Syahrir di Hotel Polonia Medan. Hal senada juga dicetuskan SI Sihotang dan Halomoan Tobing yang juga hadir di acara seminar itu, bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam proses `penabalan' gelar `Raja Batak' kepada Syamsul Arifin SE harus sama-sama berjiwa besar untuk membatalkan gelar tersebut. Selain untuk menghindari timbulnya polemik bahkan konflik psiko-sosial di kalangan masyarakat adat, juga untuk menghindari terjadi atau munculnya opini pelecehan terhadap nilai-nilai budaya tradisional di suatu daerah, khususnya budaya Batak.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Bersama SI Sihotang dan Maranti Tobing, dia kemudian menegaskan, pihak panitia yang menggagasi pemberian gelar tersebut kepada Syamsul Arifin ketika menabalkannya menjadi Raja Batak dalam satu acara yang disebut-sebut berkaitan dengan pencalonannya sebagai kandidat Gubsu periode mendatang, harus bertanggung jawab kepada segenap warga Batak. Selain hal ini sensitif, juga rawan terhadap potensi yang dikuatirkan akan memecah belah persatuan rumpun Batak di daerah ini, bahkan di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, ujar Ompu Ja Somalap Sipirok Bagas Godang itu, panitia atau pihak penggagas gelar kepada Syamsul Arifin itu harus terlebih dahulu datang bertanya dan sowan (baca: konsultasi) kepada kaum keturunan Raja Batak, yaitu para keturunan Isumbaon dan Tatea Bulan yang saat ini ditetapkan atau ditokohkan sebagai panutan (kultus centris). Dia mencontohkan, bila seseorang akan ditabalkan menjadi satu tokoh atau `raja adat' atau `raja huta' dari kalangan kaum Tatea Bulan, maka harus `bertanya' dan `permisi' kepada kedua keturunannya yaitu Si Raja Lontung dan Borbor. Itu berarti harus minta restu kepada para marga-marga terkait di barisan Lontung dan juga kepada para marga di barisan Borbor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memaparkan, seseorang yang akan dinobatkan menjadi `raja' di suatu `negeri' atau `daerah' Batak yang selama ini dikenal dengan istilah `bius; atau `huta' (Toba/Tapanuli) atau `bagas godang' (Tapsel), sejatinya harus menempuh mekanisme sakral yang secara kasat mata harus meliputi berbagai aspek kelayakan, ketokohan, dsb. Misalnya, apakah seseorang itu dinilai berjasa terhadap suatu rumpun masyarakat dan kampung halamannya, bagaimana kharismanya mulai dari lingkungan keluarga hingga warga kampung dan luar kampung, sampai sejauh mana ketokohan atau popularitasnya sebagai seorang warga adat, bagaimana penguasaannya terhadap nilai-nilai tradisi dan peradatan setempat, apa yang telah diperbuatnya terhadap warga dan kampung halaman, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal yang mendasar adalah, seseorang tokoh yang mungkin akan dinobatkan jadi `raja' itu harus menguasai landasan dan falsafah hidup `Bangso Batak' sendiri, yaitu Dalihan Na Tolu. Dia harus kenal siapa `sesembahan'nya (Hula-Hula), siapa `sanak saudara' (dongan tubu)-nya, dan siapa para `pelayan' (anak boru)-nya," ujar SI Sihotang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, ujar mereka, prosesi acara penganugerahan gelar `Raja Batak' terhadap seseorang itu bahkan terkadang harus memperhatikan aspek `kultus individu' seseorang walaupun bukan berarti memperlakukan secara berlebihan dan menentang ajaran agama. Namun, ujar mereka, mekanisme sakral itu masih harus ditempuh sebagai mana profil negeri Indonesia yang sarat dan kaya dengan instrumen seni-budaya yang harus dilestarikan oleh semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya, harus disadari betul bahwa gelar `Raja Batak' itu tunggal dan abadi, yang hanya disandang oleh Raja Sisingamangaraja. Tak ada person lain dari keturunan siapapun dan kapan pun. Semua orang Batak bisa menjadi `raja' di kalangan rumpun marga atau satuan kampung (huta) nya. Tapi kalau mau jadi `Raja Batak' sebagai `pemimpin bangsa atau suku Batak, itu mustahil. Jadi, hati-hatilah. Ini sensitif," tegas mereka. Perlu ditambahkan, bahwa Syamsul Arifin sudah membantah dirinya dinobatkan sebagai "Raja Batak" sebagaimana disiarkan beberapa koran di Medan. (M9/d)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber SIB online 27 Mei 2007&lt;br /&gt;http://www.hariansib.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-7039002082718015968?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/7039002082718015968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=7039002082718015968' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7039002082718015968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/7039002082718015968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/gelar-raja-batak-diprotes.html' title='Gelar &quot;Raja Batak&quot; Diprotes'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-2654190769853275194</id><published>2008-04-09T13:54:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T13:55:27.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Finance'/><title type='text'>IMF di Ambang Kebangkrutan</title><content type='html'>IMF di Ambang Kebangkrutan&lt;br /&gt;* Terpaksa Jual 403 Ton Emas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jakarta, &lt;br /&gt;Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) sedang dililit masalah kesulitan ekonomi. Lembaga keuangan dunia yang menjadi dokter malapraktik saat terjadi krisis moneter tahun 1997-1998, bahkan terpaksa akan melego sekitar 403 ton cadangan emasnya untuk menurupi biaya operasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan logam mulia mencapai sekitar 12 persen dari keseluruhan simpanan emas IMF. Penjualan ini diharapkan menghasilkan dana segar 6 miliar. Rencana melego emas IMF itu bergantung pada persetujuan Kongres Amerika Serikat. Penjualan tersebut juga harus disetujui beberapa dari ke-185 negara anggota IMF yang berkantor pusat di Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat pasar modal dan pasar uang, Farial Anwar menamai IMF sebagai dokter malapraktik. Ketika krisis moneter melanda Indonesia tahun 1997-1998, IMF menjadi dokter perekonomian Soeharto. Badan inilah yang memberi resep obat dan tindakan, temasuk menjuali aset-aset negara seprti Indosat kepada pihak asing, dan mengurangi banyak subsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn menyatakan menjual emas itu merupakan pilihan pilihan sulit. "Namun perlu membantu memodernisasi lembaga dan menempatkannya pada pijakan keuangan yang mantap," ujar seprti dilansir AP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Alternate Executive Director IMF dari Indonesia Made Sukada mengatakan, IMF sekarang dalam proses melakukan pembenahan intern secara besar-besaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ikut membahas masalah ini. Menjual emas, walau saat itu yang kami bahas bukan menjual emas, tetapi meningkatkan kinerja keuangan. Langkah itu diambil, karena dalam dua tahun terakhir, negara yang mau meminjam dana ke IMF memang merosot," ujar Made yang saat ini Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Menurut dia, IMF memang dalam kondisi gawat. Jangankan peminjam baru, anggota yang meminjam saja, melunasi utangnya lebih awal seperti Indonesia. "Ini artinya, sumber pendapatan IMF cekak, sementara biaya yang dikeluarkan untuk biaya operasional sangat tinggi. Di mana mencari duit, sementara dana yang dipinjamkan kepada anggota menciut tajam, jadi harus dicari sumber pendanaan, satu di antranya adalah dengan menjual emas yang ada," ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan emas IMF ada sekitar 103,4 juta ons emas. Pada 20 Februari lalu, cadangan emas itu bernilai sekitar 95,2 miliar. Harga emas mencapai rekor tertinggi di atas 1.000 dolar per ons bulan Maret, tapi bergejolak setelah itu. (Persda Network/domuara ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-2654190769853275194?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/2654190769853275194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=2654190769853275194' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2654190769853275194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2654190769853275194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/imf-di-ambang-kebangkrutan.html' title='IMF di Ambang Kebangkrutan'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-1865974316586215475</id><published>2008-04-09T13:45:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T13:53:00.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Finance'/><title type='text'>Tidak Sebahaya Krismon 1998</title><content type='html'>News Analysis&lt;br /&gt;Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Made Sukada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * &lt;br /&gt;Tidak Sebahaya Krismon 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BICARA ancaman krisis moneter, antara kondisi tahun 1997-1998 dengan sekarang jauh berbeda. Perbedaan yang paling prinsip ada dua. Pertama, dari sisi nilia tukar. Tahun 1997-1998, nilai tukar rupiah melemah sekian kali lipat, sedangkan sekarang, kondisinya relativly. Kenapa saya bilang relativly, kalau terjadi pelemahan misalnya, nilai tukarnya akan rebound dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaaan yang kedua, kondisi perbankan sekarang sangat berbeda dibandingkan tahun 1998. Kondisi sekarang jauh lebih baik. Indikatornya, Capital Adequacy Ratio (CAR), dan indikator- indikator lain perbankan menunjukkan hal yang jauh lebih bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dua perbedaan yang pokok ini memberi indikasi, kalau dibilang krisis moneter jilid kedua, saya secara pribadi tidak sependapat. Bahwasanya, kita mesti hati-hati dan gejala ini harus dicermati saya setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain, IMF menjual 368 ribu ton cadangan emasnya dan merumahkan karyawan, ini barang lain. Dua hal yang berbeda, IMF dan krisis moneter. IMF sekarang dalam proses melakukan pembenahan intern secara besar-besaran. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ketika saya di IMF, sebagai Alternate Executive Director yang mewakili 12 negara (Brunei, Kamboja, Fiji, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Singapura, Thailand, Tonga, Vietnam), saya ikut membahas masalah ini. Menjual emas, walau saat itu yang kami bahas bukan menjual emas, tetapi meningkatkan kinerja keuangan. Langkah itu diambil, karena dalam dua tahun terakhir, negara yang mau meminjam dana ke IMF memang merosot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan peminjam baru, anggota yang meminjam saja, melunasi utangnya lebih awal seperti Indonesia. Ini artinya, sumber pendapatan IMF cekak, sementara biaya yang dikeluarkan untuk biaya operasional sangat tinggi. Di mana mencari duit, sementara dana yang dipinjamkan kepada anggota menciut tajam, jadi harus dicari sumber pendanaan, satu di antranya adalah dengan menjual emas yang ada.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kondisi IMF yang sedang cekak dengan krisis monter tidak terkait langsung. Kalau kaitannya tidak secara langsung, ya memang ada. Bahkan kondisinya berbalik, karena anggota yang tadinya meminjam tiba-tiba melunasi utangnya lebih cepat, di satu sisi kan ini indikator bagus kepada negara anggota, sehingga bisa melunasi lebih awal. Kalau tidak punya duit, bagaimana mau melunasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana signifikansi resesi ekonomi Amerika terhadap perekonomian Indonesia saat ini?&lt;br /&gt;Ini ada dua channel. Yang pertama melalui ekspor-impor. Karena Amerika merupakan salah satu mitra dagang, selama ini trade account Indonesia terhadap Amerika surplus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kondisi perekonomian Amerika melemah, artinya masyarakatnya mengimpor dari negara lain, termasuk Indonesia akan lebih sedikit. Konkretnya volume ekspor kita agak berkurang. Ke depannya harus diantisipasi dengan mencari pasaran ke negara-negara tetangga. Kalau itu dapat ditingkatnya, tentu saja penurunan ekspor ke Amerika dapat dikonversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, dari capital account, khusunya aliran modal. Ada dua hal yang sangat berpengaruh, yakni nilai tukar dan tingkat suku bunga. Kalau nilai tukar terkait kasus subprime mortgage atau kredit pemilikan rumah (KPR) yang menghebohkan Amerika, Juli 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor karena kebakaran jenggot, lalu reposisi portfolionya dari negara-negara berkembang, dalam jangka pendek ekstra hati-hati dia menanamkan modal, bahkan mengurangi atau mempeketat investasi di negara berkembang. Lebih jauh, pengurangan dana ini terkait dengan exchange trade atau bursa efek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen kedua, tingkat bunga. Karena AS menurunkan suku bunga, sedangkan subu bunga di Indonesia tetap, sehingga interest differesnial menjadi cukup positif. Dengan demikian, inisiatif mereka menginvestasikan danay di Indonesia tidak berkurang. Jadi sekali lagi, dengan pertimbang- pertimbangan di atas, kondisi moneter saat ini memang perlu kita cermati, tapi tidak sebahaya krisis moneter tahun 1998. (Persda Network/amb)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-1865974316586215475?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/1865974316586215475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=1865974316586215475' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1865974316586215475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/1865974316586215475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/tidak-sebahaya-krismon-1998.html' title='Tidak Sebahaya Krismon 1998'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-5926251327386051739</id><published>2008-04-09T13:27:00.001+07:00</published><updated>2008-04-09T13:27:58.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Finance'/><title type='text'>Suku Bunga Pinjaman Langsung Naik</title><content type='html'>http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/09/0202107/suku.bunga.pinjaman.langsung.naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 9 April 2008 | 02:02 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, RABU - Mengantisipasi memburuknya perekonomian global, bank perkreditan rakyat (BPR) yang tergabung dalam  Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia  (Perbarindo) akan segera menaikkan suku bunga pinjaman jangka menengah dan panjang. Adapun bank komersial masih terus memantau serta mengevaluasi kondisi terkini, jika memang situasi memaksa maka kebijakan menurunkan atau menaikkan suku bunga akan ditempuh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Ketua Umum Perbarindo Said Hartono, dan Senior Vice President Corporate Secretary Bank Mandiri Mansyur S Nasution kepada Persda Network, Selasa (8/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sudah mulai mengkhawatirkan apalagi SUN diambil alih pemerintah. Gejolak mulai ada dan kalau sudah begini, susah dihentikan. Apalagi sejak tahun lalu, kekhawatiran kemungkinan terjadinya krisis itu sudah ada dilontarkan para pengamat ekonomi," kata Said Hartono.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu ini, jajaran pengurus Perbarindo akan menggelar rapat membicarakan kondisi perekonomian global yang bergolak ini. "Terus terang, ada kekhawatiran, apa yang diramalkan pengamat ekonomi, adanya kondisi-kondisi krisis moneter akan terulang kembali. Enam puluh persen saya yakin akan terjadi krisis berulang. Sebelumnya, pertengahan 2007, sudah ada sinyalemen," ujar Said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, lanjut Said, dirinya mengikuti seminar di Bank Indonesia. "Pembicara dari Bank Indonesia dan lain-lain mengatakan tidak perlu dikhawatirkan, tetapi sebagai pengusaha pasti mengambil sikap dan berjaga-jaga untuk menempatkan dana kepada pihak lain untuk jangka panjang," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang akan diambil Perbarindo adalah menerapkan strategi dalam penggalangan dana. Jika sebelumnya, suku bunga pinjaman jangka panjang, pinjaman yang semakin lama bunganya kian murah.&lt;br /&gt;Sedangkan ke depan, suku bunga pinjaman berjangka panjang akan makin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini, bunga pinjaman jangka pendek 1, 3 bulan, sama dengan pinjaman jangka panjang, enam bulan sampai satu tahun, yakni 9-10 persen. Ke depannya, semakin panjang jangka pinjaman bunganya semakin besar. Jika pinjaman 1-3 bisa seperti bunga berjalan, tetapi pinjaman 6-12 bulan akan kami naiknya, bisa antara 10,5 - 11 persen," kata Said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebagai pengusaha di sektor pebankan skala kecil, Said mengaku sudah mengambil sikap, yakni berusaha menggalang dana lebih kuat dari masyarakat dalam jumlah kecil-kecil tapi dari banyak pemilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami juga akan mengurangi simpanan atau deposito besar, misalnya mulai Rp 500 juta ke atas. Dan saat bersamaan, pinjaman dikurangi. Simpanan besar sangat riskan dalam perbankan BPR. Jika sewaktu-waktu pemilik dana menarik simpanannya, bisa-bisa terjadi goncangan keuangan, dan lebih buruk berimbas pada nasabah umumnya dan sangat mungkin menimbulkan terjadinya rush," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat aman buat perbankan kelas menengah kecil seperti BPR, kata dia, lebih baik mencari nasabah lebih banyak dengan nilai simpanan kecil-kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank komersial besar seperti Bank Mandiri pun akan terus-menerus mengikuti perkembangan makro ekonomi, dan kondisi-kondisi finansial di pasaran. "Kami selalu mengevaluasi masalah isu makro ekonomi, secara&lt;br /&gt;periodik. Kemudian secara mikro, kami pun selalu mengevaluasi struktur neraca perusahaan. Bagaimana proyeksi ke depan akan diputuskan dari hasil evaluasi itu, apakah akan menurunkan atau menaikkan suku bunga tidak bisa dipastikan sekarang," ujar Senior Vice President Corporate Secretary Bank Mandiri, Mansyur S Nasution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Mandiri, kata Mansyur Nasution, selalu waspada dan selalu menyikapi kondisi-kondisi global. "Turun atau naik, tergantung pada kondisi harga kita. Makro kami perhatikan, tetapi mikro juga dipertimbangkan," tandas Mansyur. (Persda Network/domuara ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-5926251327386051739?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/5926251327386051739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=5926251327386051739' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/5926251327386051739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/5926251327386051739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/suku-bunga-pinjaman-langsung-naik.html' title='Suku Bunga Pinjaman Langsung Naik'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-8196902645879847986</id><published>2008-04-09T13:25:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T13:27:02.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Finance'/><title type='text'>Pebisnis Harus Tetap Pantau Fluktuasi Kurs</title><content type='html'>http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/09/00524418/pebisnis.harus.tetap.pantau.fluktua si.kurs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 9 April 2008 | 00:52 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, RABU - Krisis moneter global tidak saja mengganggu perekonomian negara. Langsung maupun tidak langsung, perusahaan-perusahaan atau korporat pun akan terimbas. Untuk menghindari kemungkinan terburuk, korporat diimbau agar lebih prudent, hati-hati. Misalnya melindungi transaksi (ekspor impor) dengan asuransi, lebih hati-hati mengambil risiko, dan terus jeli mencermati fluktuasi kurs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Krisis saat ini bermula dari sub-prime mortgage Juli 2007 yang dipicu. kredit properti atau KPR yang direkayasa di Amerika. Terus dampak terasa sampai pada produk derivatif pasar modal," ujar pengamat pasar modal, Farial Anwar, di Jakarta, Selasa (8/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat pasar uang dari Kuo Capital, Edwin Sinaga menuturkan sejak kasus subprime mortgage pada sektor properti yang mengguncang pasar modal Amerika Serikat, investor asing sempat menarik dananya dari pasar modal Indonesia. Akibatnya, perbandingan modal asing dan domestik di pasar modal sempat berimbang, 50:50. Namun belakangan, modal asing kembali mendominasi pasar modal, hingga 60:40, atau bahkan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana pemodal asing sangat dinamis. Dana asing sangat mudah keluar masuk ke pasar modal, misalnya dengan memborong obligasi negara atau ke bursa saham. Hingga saat ini, belum ada dana asing yang langsung masuk pada direct investment, atau sektor riil berjangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sih tidak menganggap ini bahaya, tapi jangan sampai nanti, menimbulkan ketidakstabilan karena mereka dapat angkat kaki dengan cepat. Ini yang harusnya diimbangi pemrintah, agar dana mereka bertahan cukup lama, kalau perlu dirumuskan dari modal jangka pendek menjadi jangka panjang. Misalnya, membenahi sektor riil sehingga ada foreign investment yang masuk. Pasar modal dapat mendukung ini dengan&lt;br /&gt;memperbanyak perusahaan masuk bursa (IPO)," usul Edwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan dilakukan pemerintah dan pebisnis mengantisipasi kemungkinan terburuk? "Pemerintah kita sebenarnya tidak ada yang dapat melakukan banyak hal. Tetapi perusahaan, harus memperhatikan nilai fluktuasi, dan mengelola risikonya. Jangan biarkan risiko atau kewajiban tanpa perlindungan yang baik," ujar Farial, yang juga Managing Director Currency Management Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edwin pun  mengatakan hal senada, pelaku bisnis harus ekstra hati-hati. "Korproat harus meningkatkan asas prudent, hati-hati. Kita harus prepare terhadap segala kemungkinan, kondisi terjelek yang mungkin terjadi andai ekonomi global terus memburuk," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, sebaiknya hati-hati membuat kebijakan sehingga berpihak pada sektor riil, sebaliknya swasta dapat menempatkan diri sebagai mitra aktif dan berkoordinasi pemerintah memberi masukan- masukan sehingga kebijakan yang ditetapkan pemerintah tidak kontraprestasi. Jangan mengambil kepentingan sendiri. (Persda Network/domuara ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-8196902645879847986?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/8196902645879847986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=8196902645879847986' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8196902645879847986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/8196902645879847986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/pebisnis-harus-tetap-pantau-fluktuasi.html' title='Pebisnis Harus Tetap Pantau Fluktuasi Kurs'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-4860390191596576953</id><published>2008-04-09T13:23:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T13:25:26.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Finance'/><title type='text'>Krismon Jilid Dua Mengancam?</title><content type='html'>Krismon Jilid Dua Mengancam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/09/08092891/krismon.jilid.dua.mengancam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 9 April 2008 | 08:09 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA,RABU - Gonjang-ganjing ekonomi Amerika Serikat dimulai dari skandal kredit pemilikan rumah (subprime mortgage) Juli 2007, semakin meluas dan tak terkendali. Resesi mengancam dunia. Perekonomian dunia, termasuk Indonesia pun terancam kembali terpuruk untuk kedua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan perbankan dan pengamat ekonomi mengaku sangat khawatir bila krismon jilid kedua melanda Indonesia. Ketua Umum Perbarindo Said Hartono, pengamat pasar modal Edwin Sinaga, dan praktisi pasar uang Farial Anwar mengaku sangat cemas, karena tanda-tanda akan terjadinya krisis moneter semakin jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Said Hartono mengaku sangat khawatir terhadap kemungkinan krisis moneter ini. Baru-baru ini, dia mengikuti seminar di Bank Indonesia. Banyak memang anjuran agar perbankan tetap optimistis, namun sebagai pengusaha harus melihat bagaimana kondisi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sudah mulai mengkhawatirkan apalagi SUN diambil alih pemerintah. Gejolak mulai ada dan kalau sudah begini, susah dihentikan. Apalagi sejak tahun lalu, kekhawatiran kemungkinan terjadinya krisis itu sudah ada dilontarkan para pengamat ekonomi," kata Said Hartono kepada Persda Nework, Selasa (8/4).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Managing Director Dominique Strauss-Kahn International Monetary Fund berharap pemerintah di seluruh dunia ikut campur meredam meluasnya krisis moneter saat ini. "Saya sungguh berharap adanya intervensi publik yang semakin kuat," pinta Dominique Strauss-Kahn seperti dikutip Times, Selasa (8/4) WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini disampaikan hanya sehari sebelum pejabat dari Departemen Keuangan, Gubernur Bank Sentral bertemu dengan IMF dan Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat untuk membicarakan strategi mengatasi gejolak pasar uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strauss-Kahn berharap campur tangan pemerintah untuk meredam spekulan pada pasar modal seprti obligasi, surat utang negara, psar properti dan sektor perbankan. "Intervensi pemerintah ini merupakan garda ketiga untuk mengamankan dan mendukung kebijakan moneter dan fiskal," katanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimanapun juga usaha ini harus ditempuh untuk merestruktusisasi pinjaman. Berkenaan dengan industri perbankan, jika permodalan perusahaan swasta tidak diperkuat dengan cepat, maka mereka akan terus mengutang dari bank dan dalam jangka panjang ini merepotkan pemerintah," tandas Strauss-Kahn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, saat krisis moneter menerpa tahun 1998, saat semua sektor mengalami multikrisis, sektor perbankan tidak dapat berbuat apa-apa. Bahkan, banyak bank kolaps dan akhirnya dibekukan pemerintah, di mana kewajiban bank menjadi beban pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Departemen keuangan dan bank sentral sejumlah negara telah bertemu dan sepakat untuk merdam gejolak resesi ekonomi Amerika, sehingga tidak merembet lebih buruk. Mereka sepakat untuk mencegahnya, dari hal-hal kecil hingga kemungkinan pada kondisi yang sangat rumit dan tak terpecahkan. "Krisis kredit ini bukan hanya masalah Amerika. Ini sudah menjadi krisis global," kata Strauss-Kahn sembari menyebut sebagi teori decoupling yang menyesatkan. Dampaknya, diperkirakan akan menerpa semua negara termasuk negara berkembang pesat seperti Negeri China dan India. Karena itu, IMF minggu ini telah meninjau kembali perkiraan pertumbuhan ekonomi, yang kemungkinan menurun dari prediksi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu dalam pembicaraan di Paris Strauss mengatakan, "Krisis moneter ini berawal dari Amerika Serikat, dan dampaknya masih sangat mungkin meluas, dan mendunia. Ini sangat berisiko dan bahayanya sangat besar. Perekonomian bisa sangat buruk, karenya itu membutuhkan jawaban secara global."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, pemerintah AS sendiri coba meredam ambruknya pasar modal setempat, yakni dengan menyelamatkan perusahaan investasi besar, Bear Stearns dari kebangkuran. bank sentral The Fed mendukung JPMorgan Chase &amp; Co membeli Bear Stearns.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teroris Finansial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat Mata Uang Farial Anwar dan pengamat pasar modal Edwin Sinaga dihubungi terpisah mengatakan, ada kekhawatiran terjadi gejolak ekonomi di Indonesia. Farial melihat, dampak kasus skandal KPR di Amerika tahun 2007, sampai sekarang masih terasa. "Dampak krisis global ini masih panjang. Karena kerugiannya bukan hanya Indonesia, bahkan sekuritas dan perbankan di hampir seluruh dunia. Dampak, efek dominonya sangat besar, dan belum berhenti sampai beberapa waktu ke depan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farial yang juga Managing Director Currency Management Group mengatakan, kekisruhan perekonomian dunia ini sebagai akibat spekulan, jahatnya tidak kalah dibandingkan teroris yang mengacau dengan bom mematikan. "Ini ulah teroris di pasar finansial. Anda jangan melihat teroris seperti di Bali saja. Sebab saat ini, terorisme di pasar finansial pun ada. Mereka mengacaukan ekonomi dunia, dan perekonomian dunia termasuk membuat kenaikan harga minyak. Kenaikan harga minya bukan karena permintaan riil, tetapi ulah spekulator," ujar Farial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi dunia yang dimulai dari Amerika kemudian melibat pasar modal Eropa menurut kaca mata Farial menunjukkan, ternyata orang barat dan Amerika tidak sepintar yang diagung-agungkan selama ini. Ketika krisis moneter menerpa Asia tahun 1997-1998, mereka seakan membodoh-bodohkan orang Asia. Di antaranya mencemooh kebijakan PM Malaysia Mahatir Muhammad yang menerapkan fixed rate saat itu, berbeda dengan Soeharto yang mengikuti anjurna IMF, yakni rezim devisa bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata sekarang terbukti, Amerika pun goblok mengelola dalam ekonominya. Jadi kita jangan terkagum-kagum pada IMF, karena mereka pun banyak tolol. Karena ulah IMF lah, Indonesia terpuruk seperti sekarang ini. Setelah kita melunasi utang ke IMF, tahun lalu, jangan pernah biarkan mereka bisa keluar masuk dengan bebas ke Indonesia," kata Farial menyarankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edwin Sinaga pengamat pasar modal dari Kuo Capital pun mengatakan, dampak ganda krisis moneter Amerika sangat besar, yang terasa sampai ke Cina dan India. "Negara perdagangan Amerika sangat besar dan dominan. Dampaknya ke dunia sangat besar. Terbukti perbankan dunia, banyak bank-bank besar merugi, pasar modal melemah, investasi merugi, pasti investor terpaksa&lt;br /&gt;mengambil keuntungan dengan menjual investasi di pasar yang lain untuk menutupi kerugian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menganalogkan krisis seperti tubuh manusia. Pada sistem tubuh, kalau salah satu tubuh sakit, yang lain juga sakit. "Mungkin ini yang dicermati IMF," kata Edwin. Parahnya lagi, kata Edwin, kondisi saat ini tidak mencerminkan, fundemental yang benar. Ambil contoh, kenaikan minyak tidak diukung data oleh karena supply yang berkurang atau demand yang bertambah. Supply dan demand minyak dunia relataif stabil, demikian juga harga emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang dikhawatirkan adalah, kekacauan ini dibuat oleh segelintir orang yang bermaksud spekulasi. Kalau ini yang terjadi, ketidakseimbangan itu cukup besar. Ini yang ditakutkan. Maka perlu kebijakan tiap negara untuk membatasi gerak-garik dari spekulator yang ada di negaranya masing-masing. Saya kira, itu yang menjadi concern bersama dan IMF," kata Edwin.  (Persda Network/domuara ambarita )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-4860390191596576953?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/4860390191596576953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=4860390191596576953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4860390191596576953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/4860390191596576953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/04/krismon-jilid-dua-mengancam.html' title='Krismon Jilid Dua Mengancam?'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-5417132621030461692</id><published>2008-03-26T16:53:00.001+07:00</published><updated>2008-03-26T16:54:37.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tekno'/><title type='text'>UU ITE Segera Disusul UU Cyber Crime</title><content type='html'>UU ITE Segera Disusul UU Cyber Crime&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, &lt;br /&gt;Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah disahkan DPR, Selasa (25/3). Agar kejahatan melalui internet yang sering dilakukan lintas negara dan di luar jangkauan hukum KUHP dapat dijerat dengan sempurna, sebaiknya segera disusul Undang-undang kejahatan dunia maya atau cyber crime law yang mengatur sanksi-sanksi dan pembuktian kejahatan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Silvya W Sumarlin, dan pakar telematika KRMT Roy Suryo Notodiprojo dihubungi Persda Network secara terpisah, Selasa (25/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut saya, disahkannya Undang-undang ITE ini sesuatu yang bagus. Hadirnya Undang-undang ITE benar-benar sebagai suatu langkah pembuka. Namun Sylvia melihat, UU ITE belum cukup. Agar lebih efektif menjerat pelaku kejahatan dunia maya, sebaiknya disusul dengan Undang-undang Kejahatan Dunia Maya atau Cyber Crime Law," ujar Sylvia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, kata Sylvia, "Sebab UU ITE baru mengatur sampai transaksi elektronik, belum sampai pada tindakan kejahatan-kejahatan dunia maya beserta sanksinya."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sylvia, kedua undang-undang ini adalah satu paket yang tak terlepaskan, seperti peluru dengan senjata. Namun perlu diingat, pembentukan UU kejahatan dunia maya Indonesia harus selaras dengan UU kejahatan dunia maya internasional, karena kejatahan internet borderless, tanpa batasan negara dan yurisdiksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini perlu untuk mengatur sanski bagi pelaku. Kalau di dunia nyata misalnya ada ekstradisi, maka dalam kejahatan dunia maya perlu diatur bagimana soal permintaan data, bagaimana soal pembuktian, dan bagaimana menghadirkan saksi dari luar negeri melalui internet, ini yang belum diatur," ujar Sylvia, yang juga Direktur Utama PT Dyviacom Intrabumi atau biasa disebut biasa disinkat D-Net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU ITE menurutnya telah mengatur transaksi internet, sehingga tidak bisa dengan bebas sekali melakukan kejahatan, misalnya untuk money landrying atau kasus transaksi anak. "Itu sudah diatur dalam UU ITE, tetapi sanksi-sanksinya yang belum diatur. Untuk itulah harus segera dibuatkan Undang-undang cybercrime," tandas Sylvia, putri mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data APJII pada November 2007, jumlah perusahaan penyelenggara jasa internet di Indonesia mencapai 281 perusahan, sebanyak 255 perusahaan tergabung dalam APJII dengan 160 dinyatakan eksis. Pengguna internet tahun 2007 mencapai 25 juta orang, ditargetkan naik 23 juta tahun ini menjadi 48 juta pengguna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sylvia mengakui Indonesia memang terlambat mengesahkan UU ETI, karena negara ini juga belakangan memasuki era internet. "Tapi tidak apa-apalah, karena di luar negeri, UU cybercrime tidak hadir dalam satu atau dua tahun. Di Amerika misalnya, melahirkan UU ini harus melalui bebarapa tahap, bahkan sampai 10 tahap. Tahap pertama diajukan, kemudian diperbaiki, tahap selanjutnya diajukan dan diperbaiki demikian. Tidak apa-apa belajar dari negara lain," ucapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar telematika KRMT Roy Suryo Notodiprojo mengatakan setelah ITE disahkan, akan ada lagi UU Tindakan Pidana Teknologi Informasi yakni undang-undang yang mengatur kejahatan dunia maya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan disahkannya Undang-undang ITE, transaksi internet seperti internet banking akan diatur. Tidak bisa lagi sembarangan, tanpa bukti yang sulit terlacak. Dengan UU ITE, misalnya, kalau ada transaksi harus menggunakan materai atau ada bukti di atas kertas dan tanda tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Roy, kejadian pembajakan situs KPU dan situs Parpol peserta Pemilu 2004 dapat diminimalisir dengan Undang-undang ETI. "Artinya UU ETI diharapkan untuk memberi pembelajaran di masyarakat sehingga internet dan situs-situs digunakan lebih banyak untuk tujuan positif, bukan hal negatif," kata Roy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memperkirakan, UU akan banyak ditantang para hacker dan blogger yang lebih banyak bersifat negatif dan merugikan masyarakat. Di sinilah, masyarakat diminta berani melawan para hacker atau blogger kalau memang merugikan misalnya melakukan pencemaran nama baik melalui transaksi elektronik yang tadinya tidak dapat dijerat hukum tapi sekarang sudah bisa. Roy menganggap, penerapan UU ITE ini tidak mudah karena masyarakat belum tahu, sehingga masih butuh waktu untuk sosilisasi. (Persda Network/domuara ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-5417132621030461692?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/5417132621030461692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=5417132621030461692' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/5417132621030461692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/5417132621030461692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/03/uu-ite-segera-disusul-uu-cyber-crime.html' title='UU ITE Segera Disusul UU Cyber Crime'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-2184417735806970610</id><published>2008-03-26T16:48:00.000+07:00</published><updated>2008-03-26T16:58:21.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tekno'/><title type='text'>Software Hanya Tangkal Situs Porno yang Eksplisit</title><content type='html'>JAKARTA, SELASA - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Silvya W Sumarlin menyambut baik pengesahan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Termasuk niat pemerintah memblokir situs porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut saya, disahkannya Undang-undang ITE ini sesuatu yang bagus. Hadirnya Undang-undang ITE benar-benar sebagai suatu langkah pembuka," ujar Sylvia kepada Persda&lt;br /&gt;Network Selasa, (25/3). Menurut Sylvia yang juga Direktur Utama PT Dyviacom Intrabumi atau biasa disebut biasa disingkat D-Net, dengan disahkannya undang-undang ini, setidaknya para penjahat internet tidak sebebas dulu lagi. Bagaimana dengan ganjaran Rp 1 miliar kepada pengedar gambar porno atau pembuat situs porno?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sejak dulu tidak setuju situs porno, jadi diganjar berapa pun saya setuju saja." Perusahaan Penyelenggara Jasa Internet PJI) atau Internet Service Provider (ISP) akan mendukung ajakan Menteri Komunikasi dan Informasi M Nuh untuk ikut memblokir situs porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Sylvia khawatir karena aturan teknis dan mekanismenya belum jelas, justru akan memberatkan perusahaan penyedia jasa internet. Menurut Sylvia, sejauh ini perangkat lunak atau software yang mendeteksi pornogafi masih terbatas. Sofware itu hanya dapat memblokir situs porno yang jelas-jelas atau secara eksplisit terdapat tulisan berisi kata-kata porno, seperti erotica atau sex.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;"Alat pendeteksi yang hanya bisa melacak tulisan, sedangkan mendeteksi gambar-gambar atau foto porno atau tidak belum mampu. Yang jadi masalah, situs porno lebih banyak gambar grafiknya, ini tidak mampu diidentifikasi software," kata Sylvia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumnus S2 Fakultas Ekonomi jurusan Keuangan dan Perbankan Syracuse University, AS ini mengaku khawatir, andai ada pelanggan internet yang menebar gambar porno atau situs porno, pemerintah akan langsung mengenakan sanksi kepada perusahaan penyedia jasa internet atau intenet service provider (ISP). Karena itu, Sylvia menganjurkan pemerintah segera membentuk badan yang mengawasi situs-situs porno. Jika ditemukan, segera berikan kepada ISP untuk diblokir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi bukan ISP yang ditambah kerjaan, disuruh mendeteksi situs porno, sebab itu sulit. Sofware sangat beragam, dan kedua, tidak menjamin semua situs porno dapat terblokir. Jangan-jangan kalau ISP kebobolan, ISP-nya yang didenda pemerintah. Kan kasihan ISP-nya, ini tidak boleh terjadi. Karena ISP sendiri tidak diberi wenenang memberi punishment kepada pelanggan sendiri. Mekanisme ini termasuk belum ada dalam UU ITE yang baru disahkan tadi," tegas dia. (Persda Network/Domuara Ambarita)&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/tekno/read.php?cnt=.xml.2008.03.25.22374359&amp;channel=1&amp;mn=114&amp;idx =114&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614856426324449818-2184417735806970610?l=domu-ambarita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/feeds/2184417735806970610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7614856426324449818&amp;postID=2184417735806970610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2184417735806970610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614856426324449818/posts/default/2184417735806970610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domu-ambarita.blogspot.com/2008/03/software-hanya-tangkal-situs-porno-yang.html' title='Software Hanya Tangkal Situs Porno yang Eksplisit'/><author><name>domu.damianus.ambarita.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05641616296878026704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qCt1PvYn5Vw/STvuaDaEuaI/AAAAAAAAAdI/xMYotNsBTX0/S220/domu2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614856426324449818.post-6507471053819016524</id><published>2008-03-24T14:19:00.000+07:00</published><updated>2008-03-24T14:21:14.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suluh Sukma'/><title type='text'>Gaptek: Alasan Mengangkat Wakil Menlu</title><content type='html'>SEORANG kawan bercerita tentang aktivitas di kantornya berikut fenomena kegandruangan pimpinan terhadap komunikasi melalui chatting Yahoo Messenger. "Bosku lagi YM maniak. Bahkan sengaja beli notebook (laptop) yang mahal. Saya salut padahal dia udah mau pengsiun, tapi masih tetap mau belajar komputer dan teknologi. Katanya, biar tua tidak boleh kalah dari anak muda, tidak boleh gaptek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gitu yah? Mantaplah kalau begitu. Kita yang muda-muda pun jangan mau tertingal dari anak remaja yang hadir bersamaan dengan terciptanya berbagai alat komunikasi dan teknologi canggih lainnya," jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihatlah, sekarang anda dengan mudah memasarkan ide-ide, buah pemikiran, bahkan potret ke seluruh dunia melalui friendster maupun blogger. Bahkan dengan murah dan mudah dapat menjualkan produk atau jasa lewat saluran dunia maya. Ini jadi tren dunia modern, yakni komunikasi lintas zona, tanpa batas waktu dan sekat tempat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setiap orang yang melek teknologi dapat memanfaatkan beragam salurna komunikasi. Tidka lagi sebatan telephone fixed phone, dan selular phone, tapi juga lewat internet, yang memungkinkan komunikasi dua arah lebih akurat, jelas, dan lebih-lebih fullcolor dan beragam fitur. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Arti konotasi fullcolor, adalah surat menyurat, berkirim foto, bahan, grafris dan  data digital sekalipun dapat dikirim secara utuh. Fullcolor yang membuat lebih hidup. Komunikasi via chatting pun kini dilengkapi beragam fitur, sebagai lambang emosi: tertawa, menangis, sedih, bingung, serius, bertanya, dan lain sebagainya sehingga dua orang yang baru kenalan di dunia maya pun lebih cepat akrab sekalipun belum bertemu secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyik memang. Serba bisa, murah dan mudah. Saking serbabisanya, bukan saja untuk keperluan formal dan positif, kini muncul hal-hal negatif dampak dari internet. (Yah, setiap perkembangan memang selalu melekat dua dampak ikutan: positif dan negatif. Tinggal berpulang kepada orang, bagaimana kita menyikapinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chatting merupakan media tren menjalin asmara. Bagi dua sejoli terutama yang tinggal di dua kota berjauhan, chatting adalah obat penghilang kangen, yang bisa membuat terbahak-ahak, atau sebaliknya tertangis sedih dimabuk rindu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Via YM, kita lebih cepat mengirimkan foto-foto wajah terbaru, tinggal klik send file. Bahkan via YM pun, kedua pihak dapat 'siaran langsung' via tayangan webcam. Gilanya lagi, saat ini, seorang perempuan sering menjual diri lewat YM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah transaki jarak jauh. Si wanita akan melakukan apa saja, misalnya mempreteli pakaiannya satu per satu, hingga telanjang, atau sampai melakukan adegan-adegan berbau seks. Seperti halnya striptis: si wanita mengarahkan kameranya pada lekukan-lekukan tubuh, atau bagian-bagian tubuh yang amat disenang mulai dari leher, buah dada, hingga vagina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jamak, bahkan ada adegan suami istri yang 'ditayangkan' via YM lalu ditonton lawan chatting di seberang sana. Penonton, boleh sendiri boleh banyak, berada di depan komputer masiang-masing. Agar dapat menikmati 'tayangan' langsung, si penonton tentu membayar sejumlah nilai tertentu yang ditransfer via ATM dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chatting pun memiliki dampak negatif, membuat orang-orang terjerumus perselingkuhan, entah disengaja atau tidak, karena pengguna YM banyak yang membuat ID samaran. Barangkali kita masih contoh negatif dari kecanduan chatting berikut yang dialami pasangan suami istri asal kota Zenica, Bosnis. Ketika kasus ini mencuat September 2007, Sana Klaric masih berusui 27 tahun, dan suaminya Adnan (33). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ananova, memberitakan, keduanya berselingkuh di dunia maya dengan menggunakan nama palsu. Klaric yang menggunakan nama Sweetie menceritakan semua keluh kesahnya pada lelaki pujaan. Adapun Adnan dengan nama Prince of Joy. Setelah keduanya sudah merasa menemukan belahan jiwanya setelah lama berhubungan di dunia maya, lalu ngopi darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah kagetnya saat mereka menghadapi kenyataan kalau sosok yang dianggap belahan jiwa tak lain dan tak bukan adalah pasangan mereka sendiri. Pria idama lain ternyata suami Klaric sendiri. Dan Adnan pun kaget luar biasa, karena sang wanita idaman lain itu ternyata istri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit hati! Mereka pun saling menggugat cerai karena menganggap pasangannya tidak setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu saya lihat suami saya berdiri sambil membawa sekuntum mawar, saya merasa sangat dikhianati. Saya merasa sangat marah," ketus Klaric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaric menceritakan Prince of Joy adalah orang yang menyenangkan. Dia merasa telah menemukan cinta sejatinya karena memiliki masalah yang sama. Perasaan serupa juga dialami Adnan. Dia tidak percaya orang yang telah menulis kata-kata yang manis dan indah ternyata adalah istrinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejujurnya, saya tidak percaya kalau Sweetie yang telah menulis hal-hal bagus pada saya di internet adalah perempuan yang sama dengan yang telah saya nikahi dan tidak pernah bicara hal-hal baik pada saya selama bertahun-tahun," curhat Adnan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik akan dibahas di gedung dewan terhormat, DPR RI. Lewat UU ini, kelak, pemerintah berharap akan memblokir situs internet porno, entahlah kalau chatting. Juga akan diatur ancaman denda buat hacker, dan penyebar foto-foto porno di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan regulasi yang membawa manfaat bagi publik saya oke-oke saja. Memang selayaknya pemerintah mengatur rakyatnya sehingga tercipta masyarakat yang beradap dan tertib, aman sentosa.&lt;br /&gt;Yang masih mengganjal adalah, alasan presiden Susilo Bambang Yudhono membentuk jabatan Wakil Menteri Luar negeri karena kesulitan komunikasi. Kalau itu betul sangat disayangkan. Jangan-jangan Pak Presiden dan pak Menteri, bukan seperti pimpinan pada kantor kawan seperti di awal tulisan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan pak SBY dan Pak Hassan Wirayuda masih sama dengan ibu saya yang buta huruf, gagak teknologi. Celakanya lagi, kalau para stafnya juga tidak mengerti memanfaatkan kemajuan teknologi ini. Kalau Pak Presiden dan Pak Menteri  dapat menyempatkan waktu belajar chating, barangkali memantau tuga para menteri tidak sulit dan membuang-buang pulsa. Tidak pula haru menghambur uang untuk teleconference, face to face.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai sering-sering memanfaatkan chating, di belahan bumi manapun Pak Presiden dan Pak Menteri, mereka tidak akan terputus hubungan komunikasi, apalagi sebaatas meminta pertimbangan untuk mengambil kebijakan luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah alasannya takut disadap dan lain-lain, tentu para pembesar
